Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 164


__ADS_3

"Lantas kalau begitu apa tujuannya datang ke rumah saya dan mengantar Dini pulang? Bukankah Dini bisa pulang bersama Kinan dan suaminya? Atau dia juga bisa pesan taxi online. Gak perlu merepotkan Nak Riko untuk mengantarnya pulang" tanya Papa Dini.


Gleg... aduuuuh.. Papa Dini to the point sekali. Baru pertama aku datang sudah langsung bertanya seperti itu. Batin Riko.


"Ehm... begini Pak. Tujuan saya datang ke sini untuk berkenalan dengan Bapak dan Ibu. Karena.. saya ingin melamar putri Bapak yang bernama Dini" jawab Riko tegas.


"Saya sudah mendengar dari Anita dan Dini sendiri tentang proses ta'aruf yang sedang di jalani Dini. Tapi saya perlu tau pria seperti apa yang sedang menjalin perkenalan dengan anak saya. Tadi siang saat istri saya masuk ke kamar Dini tanpa sengaja istri saya menemukan biodata kamu di kamar Dini dan memberikannya kepada saya. Kemudian saya membacanya dan sudah tau semua informasi mengenai kamu. Maaf Nak Riko saya sebagai seorang ayah tidak bisa menerima kamu sebagai calon menantu saya. Walau pun kamu katakan kalau kamu ingin berubah dan bertobat tapi saya tetap tidak bisa terima anak saya mendapatkan suami mantan pria mantan tukang jajan sebelumnya. Saya tidak mau anak saya terkena penyakit yang saat ini sedang banyak di derita anak muda karena pergaulan bebas. Saya merawat dan menjaga anak perempuan saya dengan baik dan penuh kehati - hatian. Bahkan seekor nyamuk saja tidak akan saya biarkan mengisap darahnya. Setiap orang tua pasti ingin yang terbaik pada anak - anaknya. Saya tidak rela putri saya mendapatkan pria seperti kamu. Maafkan saya mungkin kamu berfikir saya ini kolot dan tidak bisa menerima perkembangan zaman. Mungkin bagi sebagian orang apalagi di zaman sekarang pergaulan bebas sudah hal yang biasa tapi tidak dengan saya. Saya menginginkan Dini menikah dengan seorang pria yang memperlakukan Dini sebagai wanita pertama baginya karena saya bisa jamin pria itu adalah yang pertama juga buat Dini. Saya harap ini adalah kali pertama dan terakhir kamu menginjakkan kaki kamu di rumah saya. Maaf kalau kata - kata saya menyakiti hati kamu tapi tujuan saya hanya satu, kebahagiaan putri saya Dini. Permisi saya tidak bisa menerima kamu di sini" ungkap Papa Dini.


Papa Dini langsung berdiri dan pergi meninggalkan Riko bersama istrinya di ruang tamu rumahnya.


Bagai petir di siang hari, Riko benar - benar tidak menyangka akan mendapat sambutan seperti ini dari orang tua Dini. Seketika wajah Riko berubah pucat dan tubuhnya berkeringat.


Baru kali ini dia menerima penolakan orang tua dari wanita yang akan dia dekati. Selama ini usahanya mendekati setiap wanita selalu lancar dan tidak ada halangan apapun. Bahkan ada beberapa orang tua yang menyodorkan secara langsung putri mereka kepada Riko.


Karena Riko adalah pria yang mapan, sukses, kaya dan tampan. Tidak ada celah kekurangan Riko yang mereka lihat. Mereka malah berharap Riko mau menikahi putri mereka.


Tapi kali ini Riko benar - benar tidak bisa berkutik karena alasan Papanya Dini sangat mengena sekali. Riko tidak bisa membela diri karena apa yang dikatakan Papanya Dini adalah benar.


Baginya Dini bukanlah yang pertama. Dini adalah wanita yang kesekian dalam hidupnya. Bahkan dia sendiri tidak bisa menghitung Dini wanita keberapa yang pernah dia dekati.


Dini bukanlah wanita pertama yang akan dia sentuh setelah menikah. Sebelum menikah sudah banyak wanita yang telah dia sentuh. Walau berdasarkan rasa suka sama suka.


Riko tidak bisa membela diri di hadapan Papa Dini kalau selama ini dia selalu bermain aman dan dia bisa membuktikan kalau dirinya sangat sehat. Karena bukan itu faktor utama alasan Papa Dini menolaknya.


Baru kali ini Riko merasa menyesali apa yang telah dia lakukan selama ini. Selama ini malah dia bangga dengan julukan playboy yang dia sandang bertahun - tahun.

__ADS_1


"Maafkan suami saya Nak Riko. Dia berkata seperti itu karena suami saya paling dekat dengan Dini. Bisa di bilang Dini adalah putri kesayangannya. Dia putri bungsu kami di rumah ini. Dia adalah anak yang manja karena itu suami saya mempunyai kriteria tersendiri untuk calon suaminya Dini kelak. Ibu harap Nak Riko tidak tersinggung dan mau menerima alasan suami saya menolak niat baik Nak Riko. Ibu akui nak Riko adalah pria yang bertanggungjawab tapi ucapan suami saya adalah perintah bagi saya. Kalau dia berkata tidak, saya tidak bisa melawannya. Saya hanya bisa berharap semoga Nak Riko mendapatkan wanita yang lebih baik dari putri saya Dini. Wanita yang bisa menerima apa adanya keadaan Nak Riko, masa lalu Nak Riko dan semua kekurangan Nak Riko. Ibu harap Nak Riko bisa mengerti alasan kami melakukan semua ini. Sekali lagi atas nama suami saya, saya meminta maaf" sambut Mama Dini.


Riko menundukkan kepalanya. Ada perasaan takut tapi lebih besarnya adalah perasaan malu. Malu kepada Papa dan Mama Dini karena dosa - dosa masa lalunya.


"Saya mengerti Bu apa yang Bapak dan Ibu pikirkan tentang saya. Tapi apakah saya tidak bisa mendapatkan sebuah kesempatan?" tanya Riko. Dia masih ingin berusaha untuk memperjuangkan cintanya kepada Dini.


Yah.. Riko sudah jatuh hati pada pandangan pertama kepada Dini. Sejak pertama melihatnya entah mengapa Riko merasakan debaran jantung yang tak biasa. Di awal pertemuan dia mengira Dini sudah menikah karena sedang bersama dengan seorang anak tetapi ketika mengetahui kalau Dini masih single bunga cinta di hati Riko mulai bermekaran.


Tapi saat ini bunga itu dalam sesaat di rampas dan dipaksa sehingga kelopak bunga cintanya satu persatu berguguran. Begitu juga harapan Riko untuk menjadi suami Dini dalam sesaat hancur begitu saja karena tidak mendapatkan restu dari orang tua Dini.


"Maaf Nak Riko, suami saya berpendirian sangat keras. Sekali dia memutuskan sesuatu sangat sulit bahkan tidak akan pernah berubah pendirian. Saya tidak bisa membantu Nak Riko untuk mendapatkan restu dari suami saya" jawab Mama Dini.


Harapan Riko yang sempat kembali dia susun kini harus kandas kembali begitu mendengar jawaban Mama Dini. Saat ini sangat berat masalah yang sedang Riko hadapi.


"Ba.. baiklah Bu saya akan berusaha mengerti walau jujur hal ini sangat berat karena saya sangat berharap Bapak dan Ibu bisa menerima saya. Tapi kalau memang saya tidak mempunyai celah sedikitpun untuk mendekati dan menjalin hubungan serius dengan Dini apa boleh buat. Mungkin saya memang tidak berjodoh dengan Dini. Maaf Bu kalau selama berada di sini ada tindakan dan kata - kata saya yang salah dan menyinggung perasaan Bapak dan Ibu" ujar Riko tulus.


"Tidak ada Nak Riko, malah mungkin kata - kata suami saya dan saya yang menyakiti hati kamu" balas Mama Dini.


"Kalau begitu saya pamit pulang ya Bu" ujar Riko.


"Lho belum sempat minum, Dini nya mana ini kok lama banget buat minumnya" sambut Mama Dini.


"Diiiin... Dini.. Nak Riko mau pulang ini" panggil Mama Dini.


Dini terburu - buru berjalan dari belakang tanpa membawa minuman dari tangannya. Seketika Riko melirik wajah Dini sepertinya Dini baru saja menangis. Apakah Dini juga mendengar pembicaraan Riko dengan orang tuanya?

__ADS_1


"Minumnya belum siap Mas" ucap Dini.


"Gak usah Din, saya mau pamit pulang. Maaf gak bisa lama - lama" jawab Riko.


"Bu saya pulang ya. Assalamu'alaikum" Riko menunduk hormat ke arah Mama Dini kemudian Riko berputar dan berjalan keluar dari rumah Dini.


Dini menyusul Riko dari belakang, sebelum Riko meninggalkan rumah Dini dan berjalan menuju mobilnya Dini menahannya sebentar.


"Mas.. maafkan semua ucapan Papa dan Mamaku yang mmm... mungkin menyinggung perasaan Mas. Dan maaf Mas aku tidak bisa melawan keputusan mereka" Dini tertuntuk, wajahnya terlihat sangat sedih dan tanpa sadar air matanya menetes di kedua pipinya.


"Ha.. aaah tidak apa - apa Din. Mas mengerti kok. Mas minta maaf ya kalau Mas ada salah pada Dini. Mas pamit pulang. Assalamualaikum" ucap Riko dan dia langsung meninggalkan Dini dan naik ke dalam mobilnya.


Sesampainya di dalam mobil Riko langsung menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan rumah Dini dengan perasaan yang sangat kacau.


Di tempat yang sepi, Riko menepikan mobilnya dan menghentikannya. Riko memukul stir untuk melepaskan perasaannya yang mengganjal di dadanya. Riko menangis... baru kali ini dia menangis karena seorang wanita. Selama ini wanita yang banyak dia buat menangis.


Dadanya sangat sakit dan belum bisa menerima semua ini dengan ikhlas.


Dini... Ya Allah seberat inikah cobaan untukku bertobat di jalanMU, ucap Riko.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2