Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 117


__ADS_3

"Maafkan Mama Fan... maafkan Ibu Nan" ucap Talita.


"Ma.. " ucap Refan.


"Bu.. " ucap Kinan.


Talita meneteskan air mata.


"Maafkan Mama Fan selama ini selalu menyalahkan kamu karena kamu terlalu cepat melupakan Renita dan menikah lagi dengan istri kamu. Mama merasa sakit hati karena Mama merasa anak Mama meninggal akibat melahirkan putri kamu eh kamu malah secepat itu menikah lagi dan melupakan anak Mama" ucap Talita sambil menangis terisak.


"Maafkan Ibu Nan, Ibu sudah jahat pada kamu karena Ibu iri kamu dengan begitu cepat sudah bisa menarik perhatian Naila. Naila sudah sangat dekat dengan kamu dari pada Ibu yang tak lain adalah Oma kandungnya. Ibu selalu datang untuk mengganggu rumah tangga kalian. Ibu sangat marah kalau melihat kalian akur dan mesra sementara anak Ibu meregang nyawa saat dia melahirkan anak Refan" ungkap Talita.


"Tapi... saat Mama mengetahui kalau Renitalah yang telah mengkhianati kamu. Dan itu dia lakukan sudah sejak lama. Putri yang selama ini Mama bangga - banggakan karena kecantikan dan prestasinya ternyata telah mencoreng nama baik keluarga. Mama sangat malu pada kalian berdua dan Mama sangat merasa bersalah karena telah berburuk sangka pada kalian bahkan sudah mengucapkan kata - kata yang tidak baik dan menuduh kalian dengan tuduhan yang sangat kejam" Talita terus terisak.


"Kamu memang Ibu Tiri saat itu tapi kamu menyayangi Naila dengan tulus. Walau Naila tidak mempunyai hubungan darah dengan kamu tapi kamu menganggapnya layaknya anak kamu sendiri. Ibu baru sadar bagaimana kamu memperlakukan Naila tadi, mengasuhnya bahkan Naila juga terlihat sangat nyaman dalam pelukan kamu. Naila juga terlihat sangat takut berpisah dengan kamu, dia takut kehilangan kamu dan tidak ingin lepas dari kamu" sambung Talita.


"Maafkan Mama Fan.. Maafkan Ibu Kinan.. Ibu sangat jahat selama ini pada kalian" ungkap Talita.


Kinan langsung menarik tubuh Talita agar berdiri sejajar dengan mereka.


"Bu sudah... sudah.. kami sudah memaafkan Ibu" ucap Kinan.


"Tidak Nan salah Ibu sangat banyak pada kalian" Talita menggelengkan kepalanya.


"Kamu wanita yang baik Nan.. Refan pantas mendapatkan istri sebaik kamu. Ibu tau saat Refan menjadi suami Renita dia juga memperlakukan Renita dengan baik. Dia mencintai Renita dengan segenap hatinya. Refan suami yang baik Kinan. Kalian memang pantas menjadi pasangan. Ibu mendoakan agar rumah tangga kalian langgeng sampai kakek nenek. Tolong jaga Refan Kinan, layani dan perlakukan dia dengan baik bagaimanapun Refan adalah anak Ibu juga. Tidak ada kata mantan untuk seorang orang tua bukan? Dan juga tidak ada mantan anak. Selamanya Refan adalah anak kami" sambung Talita.


Kinan langsung memeluk Talita agar dia jadi lebih tenang.


"Iya Bu aku akan memenuhi semua permintaan Ibu. Mas Refan adalah suamiku. Aku akan menjaganya dan melayaninya dengan baik" jawab Kinan.

__ADS_1


"Tolong jangan kamu ulang perlakuan Renita pada Refan. Ibu sadar putri Ibu mempunyai dosa yang sangat besar. Kamu wanita baik, jangan lakukan itu. Cukuplah Renita saja yang seperti itu dan kamu Refan... " Talita mengangkat kedua tangannya kepada Refan.


"Tolong maafkan Renita Fan, tolong bantu dia di sana. Mama tidak bisa bayangkan apa hukuman yang dia dapatkan di sana. Setiap malam Mama tidak bisa tidur dengan tenang. Mama terus terbayang - bayang wajah Renita yang terus menangis meminta tolong. Mama telah gagal mendidik anak. Mama terlalu memanjakannya selama ini. Mama malah bangga dia melakukan suatu hal yang sangat jauh dari nilai - nilai agama. Mama malah mendorongnya untuk bekerja di perusahaannya itu padahal kamu sudah memintanya berulang kali untuk membantu kamu di perusahaan kamu. Seandainya saja pada saat itu dia tidak pindah kerja pasti tidak akan terjadi seperti ini" tangis Talita semakin kencang.


Refan memeluk mantan mertuanya.


"Sudah Ma.. semua sudah terjadi tidak ada yang bisa kita sesali. Itu sudah jalannya, kalau tidak Naila tidak akan terlahir ke dunia ini, walau dia ada karena suatu hubungan yang salah" ungkap Refan.


"Aku suda memaafkannya Ma.. aku sudah mengikhlaskannya.. Aku selalu berdoa semoga Allah meringankan semua dosanya dan memberikannya tempat yang terbaik di sisi Allah.. Aku ridho Ma sebagai seorang suami. Aku sudah memaafkan semua kesalahannya padaku" tegas Refan.


"Terimakasih Fan.. terimakasih.. sekarang Mama sudah merasa lega. Mama berjanji akan menjaga Naila dengan baik, Mama tidak akan mengganggu rumah tangga kalian lagi. Tapi izinkan Mama meminta satu permohonan lagi" pinta Talita.


"Apa itu Ma?" tanya Refan.


"Tolong.. jaga Naila untuk yang terakhir kalinya selama Naila di rawat di Rumah Sakit ini. Anggaplah ini perpisahan terakhir kalian. Setelah dia sehat Mama yakin dia akan kuat menghadapi perpisahan. Mama mohon Fan.. Ibu mohon Naaan.. tolong kabulkan permintaan Ibu ini" pinta Talita sekali lagi.


Refan dan Kinan saling pandang. Sebenarnya mereka juga sangat berat meninggalkan Naila di Rumah Sakit ini. Refan menarik nafas panjang.


"Alhamdulillah... " ucap Reno.


"Terimakasih Fan.. terimakasih Nan... " sambut Talita.


"Tapi bagaimana kalau kita berbagi tugas saja Fan?" usul Reno.


"Maksud Papa?" tanya Refan.


"Kalau siang kan kalian harus bekerja. Bagaimana kalau kalian jaga Nailanya setelah pulang kerja saja?" tanya Reno.


Refan melirik ke arah Kinan. Kinan membalasnya dengan anggukan.

__ADS_1


"Baiklah Pa.. mulai malam ini kami akan menjaga Naila. Tapi izinkan aku dan Kinan pulang sebentar ke rumah kami ya untuk mengambil beberapa barang kami untuk menginap di sini. Setelah itu Papa dan Mama boleh pulang" jawab Refan.


Reno memandang wajah istrinya. Istrinya juga terlihat sangat lelah karena selama seminggu ini memang tidak bisa tidur dengan nyenyak selain karena menjaga Naila, istrinya itu memang sering kedapatan menangis mengenang putri mereka.


Malam ini biarlah mereka pulang untuk istirahat. Mereka akan bergantian dengan Regan menjaga Naila malam ini. Pikir Reno.


"Iya Fan, silahkan kalian pulang. Kami akan menunggu kalian di sini" balas Reno.


"Ayo Nan kita pulang dulu untuk mengambil barang - barang kita. Setelah itu kita kembali lagi ke sini" ajak Refan.


"Iya Mas" Kinan meraih tasnya.


"Kami pulang dulu ya Pak, Bu" sambung Kinan.


"Iya, hati - hati ya" balas Pak Reno dan Bu Talita.


Refan dan Kinan segera meninggalkan kamar Naila dan melangkah meninggalkan Rumah Sakit. Sementara Talita mendekati suaminya. Reno langsung memeluk istrinya yang tampak lemah.


"Kamu hebat Ma.. kamu hebat.. Papa tau sangat sulit untuk mengakui sebuah kesalahan apalagi meminta maaf. Papa bangga pada kamu karena kamu bisa melakukan semua itu" Reno mempererat pelukannya.


Mereka menangis bersama. Menangisi nasib putri mereka dan menyesali semuanya. Tapi mereka tau tidak ada artinya menyesal saat ini tidak akan berarti apa - apa. Yang harus mereka lakukan saat ini adalah terus mendoakan agar segala dosa Renita diberikan ampunan dari Allah SWT.


.


.


BERSAMBUNG


Hai Readers setia.. boleh donk aku minta dukungan kalian.. Beri like, vote dan hadiah kalian agar aku lebih semangat untuk melanjutkan novel ini. Juga jangan lupa komentar kalian ya.

__ADS_1


Terimakasih..


__ADS_2