Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 231


__ADS_3

Makanan sudah selasai di santap, kini tiba saatnya menikmati dessert. Pelayan datang membawa dua es krim untuk Reni dan Bimo.


"Lho cuma dua? Kalian gak pesan es krim?" tanya Bimo kepada Aril, Riko dan Romi.


"Nggak, kami tidak begitu suka es krim" tolak Riko.


Reni dengan gembira mulai menikmati es krim nya.


"Mmmm... lembut sekali, sejuk dan manis" ujar Reni tanpa sadar sangkin asiknya.


Membuat Bimo tersenyum tipis melihat Reni yang kesenangan menikmati es krim. Romi menyenggol lengan Aril.


"Sepertinya dia beneran suka sama si setan kecil" bisik Romi ke telinga Aril.


"Yoi... sejak di Surabaya kemarin aku sudah sering godain mereka" jawab Aril.


"Mudah - mudahan berjodoh" balas Romi.


"Aamiin... " jawab Aril.


Sebenarnya Bimo bukan pecinta es krim tapi karena saran Reni kemarin untuk menghilangkan kegundahan hatinya, gak ada salahnya dia mencoba ikutan Reni menikmati es krim yang ada di hadapannya.


"Mmm... iya enak, manis" sambut Bimo sambil menatap Reni.


"Kok aku berasa ngontrak ya" sindir Aril, melihat interaksi Reni dan Bimo yang terlihat romantis.


"Hahaha.... dalam hatiku juga sama. Dari tadi aku udah mau bilang begitu ternyata kamu duluan yang ngucapinnya" sambut Romi.


Riko meneguk kopinya.


"Kopiku juga manis Bim. Tapi pasti lebih manis Reni kan?" tanya Riko.


"Iya, eh apa tadi" jawab Bimo terperangkap.


"Hahahahahaha.... kena jebakan batman dia" tawa Romi.


Bimo jadi tersenyum malu karena sudah dikerjain sama tiga pria yang ada di dekatnya.


"Udah Mas Bimo cuekin aja mereka. Biar aja mereka iri datang kok gak bawa cewek" ujar Reni.


"Eh cewek - cewek kita lagi kerja ya" protes Romi.


"Emang situ udah punya cewek sekarang?" tanya Reni.


"Udah" jawab Romi.


"Siapa?" tanya Reni lagi.


"Ci... eh ada deh" ralat Romi segera.


Mampus gue.. hampir aja kejebak si setan kecil. Bahaya kalau dia tau, bisa balas ngebully aku. Batin Romi.


"Yang satu masih patah hati, satu lagi bakal patah hati dan satu lagi otw patah hati. Hahaha.. sebentar lagi kalian bukan lagi sebagai alumni playboy tapi alumni barisan patah hati. Terimalah balasan selama ini kalian suka mempermainkan wanita" ujar Reni.

__ADS_1


"Ih serem amat doanya" sambut Romi.


"Siapa suruh dari tadi ngebully aku. Coba kalau kasih sogokan pasti aku doanya puanjaaaaang bahkan sampai kalian kakek nenek dan dapat cucu yang buaanyaaaaak" komentar Reni.


Bimo tersenyum melihat cara bicara Reni dengan tiga pria ini. Rasanya hubungan mereka sangat lucu. Disatu sisi Reni seperti korban bullyan mereka tapi disatu sisi mereka juga seperti takut dengan Reni. Tapi satu yang pasti Bimo sangat yakin Riko, Aril dan Romi sangat menyayangi Reni layaknya adik mereka sendiri.


"Iya deh nanti aku kasih" ujar Aril.


"Ah janji doank, yang kemarin aja gak jelas" sindir Reni.


"Eh iya ya belum" balas Aril.


"Emang kamu janji apaan Ril?" tanya Romi.


"Handphone terbaru" jawab Aril.


"Anjriii* matre juga si setan kecil" pekik Romi.


"Ya tergantung... kalau kalian bisa kasih besar doanya juga paling mantab" jawab Reni.


"Emangnya kamu ahli ibadah sehingga yakin banget doa kamu terkabul?" tanya Romi kesal.


"Bukan.. aku bukan ahli ibadah. Tapi aku adalah orang yang teraniaya. Kan doa anak yang teraniaya terkabul" jawab Reni


"Eh benar, pintar juga dia ya" sambut Riko.


Bimo semakin tertawa mendengar obrolan mereka. Benar - benar gak ada mutu tapi lucu, asik aja di dengar.


"Dia dari segi mananya teraniaya? Yang ada juga dia lagi memeras kita?" protes Romi.


"Benar Romi.. Udah ikutin aja apa maunya?" sambut Aril.


"Bela dan Ela teman dia, kalau tanpa bantuan dia bisa gatot kita" bisik Aril.


Romi langsung menelan salivanya mendengar pesan Aril.


"Ya sudah kamu mau dibeliin apa?" tanya Romi.


"Jam tangan yang sama harganya dengan pemberian handphone yang di kasih Mas Aril" pinta Reni.


"Okeh" jawab Romi segera.


"Trus Mas Riko apa donk?" tanya Riko pura - pura memelas.


"Mmm.. karena Mas Riko paling baik diantara mereka semua, belikan aku tas aja ya" pinta Reni sambil tersenyum manis dan lembut.


"Baik adik manis" sambut Riko.


"Tapi harga tasnya juga sama dengan harga jam tangan dan handphone dari mereka" ujar Reni kemudian.


"Dasar pemeras, setan kecil" umpat Riko kesal.


"Hahahaha...... " tawa Reni menang.

__ADS_1


Dan dia sangat tau, kalau ketiga pria ini sudah berjanji pasti mereka akan menepatinya. Dulu saat Reni minta es krim dan coklat mereka langsung membelikan Reni sekantong penuh. Sampai - sampai Reni harus mengajak teman - teman dekat rumahnya untuk membantunya menghabiskan es krim.


Dan besoknya Reni harus membawa coklat ke sekolah untuk dibagikan kepada teman - temannya. Sangking banyaknya mereka membelikan dia coklat.


"Makasih Mas... Mas.. sekalian, kalian baik deh. Aku do'ain semoga kalian segera menemukan wanita yang baik, dilancarkan dalam pendekatannya, diberikan restu dari orang tuanya, dimudahkan pernikahannya, diberikan rezeki yang berkah serta langgeng sampai kakek nenek dan maut memisahkan" doa Reni panjang.


"Aaaamiiiiiin.... " jawab Riko, Romi dan Aril serentak.


"Hahaha... " tawa Bimo semakin pecah.


"Kalian semua ternyata lucu banget ya, perutku sampai sakit dari tadi karena kebanyakan ketawa. Pipiku juga sampai kram" ujar Bimo.


"Ya sudah Mas, kita balik yuk. Nanti aku dimarahin Bos kalau lama balik ke kantor" ajak Reni.


"Baiklah" jawab Bimo.


Bimo langsung memanggil karyawan Cafe dan meminta billnya.


"Udah Bim, biar kami saja" ujar Riko.


"Sudah biar aku yang bayar. Kalian kan sudah belikan Reni sogokan. Sekarang giliran aku yang bayar karena makan di sini juga sogokan aku pada Reni karena tadi malam dia udah berhasil menghiburku yang sedang banyak fikiran" jawab Bimo.


Reni tersenyum senang, akhirnya dia bisa mengerjain empat pria yang ada di sekelilingnya. Terlebih tiga pria mantan playboy.


Bimo membayar tagihan makan siang mereka setelah karyawan datang membawakan tagihannya.


"Kalau begitu kami permisi balik duluan ya" ucap Bimo pada Riko, Romi dan Aril.


"Oke Bim, hati - hati ya bawa si setan kecil. Jaga diri kamu baik - baik karena nih anak bisa ngegigit, dia belum selesai vaksin rabies" sambut Aril.


"Yeeee enak aja" protes Reni.


Reni meraih ponsel dan tasnya kemudian berdiri dan bersiap - siap pergi.


"Dah dulu ya Mas - Mas sekalian, aku pergi dulu daaaaah" ucap Reni sambil tersenyum. Dalam hati dia sudah bersorak riang karena bisa menang sekaligus membalas perlakuan tiga playboy insaf itu.


Bimo dan Reni segera meninggalkan Riko, Romi dan Aril di meja mereka tadi.


"Aku kok berasa ada yang gak beres ya dengan janji kita pada Reni" komentar Romi.


"Iya.. berasa kita udah dikerjain tuh sama si Setan Kecil" sambut Aril.


"Sudahlah.. kita semua kan gak punya adek.. anggap dia itu adek kita. Kan gak ada salahnya seorang kakak memberikan hadiah untuk adiknya" ujar Riko menengahi.


"Okelah kalau begitu" balas Aril.


"Yuk balik" ajak Romi.


Aril, Riko dan Romi juga segera menyusul Reni dan Bimo untuk pergi dari Cafe tersebut dan kembali ke Perusahaan mereka masing-masing.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2