Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 130


__ADS_3

Pagi ini Refan dibingungkan dengan tingkah Kinan karena sejak Kinan bangun tidur dan setelah shalat subuh tiba - tiba saja Kinan menangis terus menerus. Dia meminta pulang karena sudah kangen dengan Salman.


Refan semakin tak habis pikir, mengapa istrinya jadi bertingkah aneh seperti itu. Padahal saat mereka datang ke Bali semuanya baik - baik saja. Kinan tampak senang dan sangat bahagia.


Tapi kini belum sampai satu minggu perjalanan honeymoon mereka semua menjadi tak terduga. Istrinya tiba - tiba selalu meminta yang aneh - aneh tapi belum kesampaian dia sudah melupakannya.


Ditambah lagi mood Kinan yang seperti rollercoaster naik turun dengan cepat. Terkadang bahagia, tiba - tiba bisa seperti saat ini. Menangis seperti anak - anak dan sangat manja beberapa hari ini.


Berulang kali Refan mencoba membujuknya. Segenap kesabaran Refan telah dia kumpulkan. Hanya karena cintanyalah yang membuat dia tetap sabar menghadapi semua permintaan Kinan.


"Kamu mau pulang?" tanya Refan.


"Hiks.. hiks.. iya Mas. Aku mau pulang" jawab Kinan sambil terisak.


"Sayang lho yank, masih ada dua hari lagi kita disini" bujuk Refan.


"Tapi aku udah kangen banget sama Salman Mas" jawab Kinan.


"Ya sudah kalau begitu kita beres - beres yuk. Setelah itu kita pulang" ajak Refan.


"Benar Mas?" tanya Kinan.


Refan tersenyum penuh kelembutan.


"Iya, apa sih yang nggak untuk kamu. Apapun yang kamu pinta akan Mas penuhi" jawab Refan.


Refan membantu Kinan untuk packing - packing barang - barang mereka. Tiba - tiba Kinan teringat sesuatu.


"Mas kita belum beli oleh - oleh untuk Mama, Papa, Salman dan Bibik" ujar Kinan terkejut.


"Ya habis kamu mau pulangnya buru - buru. Diluar jadwal kita, ya kita belum sediain oleh - oleh buat mereka" jawab Refan pasrah.


"Ya udah deh Mas pulangnya di undur aja sesuai jadwal" jawab Kinan.


Refan menarik nafas panjang.


Oh ya Allah cobaan apa lagi, semudah itu dia batalkan kepulangan hari ini padahal tadi sampai nangis - nangis gitu. Untung aja aku belum cancel tiket pulang dan pesan tiket baru. Batin Refan.


"Ya sudah yank kalau gitu kita pergi beli oleh- oleh aja yuk" ajak Refan.


"Oke Mas" jawab Kinan gembira..

__ADS_1


Kinanku sayang kamu kenapa? Tadi nangis seperti aku tinggal mati, sekarang kamu bisa sebahagia ini hanya karena kita mau pergi bawa oleh - oleh. Kuatkan aku ya Allah. Doa Refan.


Refan menggaruk rambutnya yang tak gatal karena gemas melihat aksi Kinan hari ini.


Akhirnya mereka memutuskan untuk membeli oleh - oleh untuk Papa, Mama Kinan. Mama dan adiknya Refan, Salman, Bik Mar dan Bik Nah.


Mereka memakai mobil yang disediakan oleh pihak Hotel untuk keliling kota Bali mencari oleh - oleh yang pas untuk keluarga. Kinan tampak ceria sekali seperti tidak pernah terjadi tragedi dia nangis tadi pagi karena meminta pulang dengan alasan kangen Salman.


Kalau benar kangen dengan Salman dia pasti akan menelpon atau video call Mamanya untuk bicara dengan Salman. Tapi ini dia malah bersifat biasa saja bahkan lupa dengan kejadian sebelumnya.


Naan kamu itu emang gemesin aah.. rasanya pengen kurung kamu dikamar aja berdua seharian ini. Batin Refan.


Setelah lelah mencari oleh - oleh seharian penuh tanpa sedikitpun merasa lelah. Belanja mereka kini sudah berada di dalam mobil. Refan dan Kinan merasa sangar lapar.


Refan mengajak Kinan makan di tempat spesial. Restoran yang sangat terkenal di Bali dengan view yang langsung menghadap ke laut diterangi oleh lampu - lampu jalanan.


Mereka makan malam dengan pemandangan laut malam ini. Kinan sangat senang sekali, senyum terus terbit di wajahnya. Membuat hati Refan semakin berbunga-bunga.


Refan merasa dia telah berhasil membuat istrinya bahagia hari ini. Kebahagiaan yang sederhana. Hanya dengan membawa istrinya berkeliling sambil berbelanja sudah membuat Kinan kelihatan begitu bahagia.


"Kamu dari tadi senyum terus, senang ya?" tanya Refan hati - hati. Dia takut mood istrinya itu berubah lagi.


"Senang sekali Mas. Akhirnya semua oleh - oleh sudah kita beli. Aku harap tidak ada yang terlupa" jawab Kinan.


"Yank pelan - pelan makannya. Aku tidak akan meminta makanan kamu. Malah kalau kamu mau lagi, kamu boleh memesannya lagi" ujar Refan.


"Nggak Mas, udah cukup. Aku sudah sangat kenyang" jawab Kinan sambil mengelus perutnya yang sudah membesar karena kenyang.


"Besok rencananya kita mau kemana lagi?" tanya Kinan.


"Besok kita istrahat aja ya. Lusa pagi 'kan kita mau pulang. Biar gak terlalu capek. Lagian udah hampir semua tempat kita datangi, harus di tinggalin donk biar nanti saat kita jalan - jalan ke sini lagi ada tempat tujuan yang belum kita kunjungi" jawab Refan.


Kinan tersenyum manis.


"Oke, berarti besok aku bisa tidur seharian donk" ujar Kinan senang.


"Kita piknik di tempat tidur aja ya" goda Refan.


"Ye.. itu mah mau kamu Mas" protes Kinan.


"Hahaha... tau aja kamu yank" balas Refan sambil tertawa renyah.

__ADS_1


"Pulang yuk Mas, aku capek banget. Pengen mandi terus tidur. Aku udah ngantuk banget" ajak Kinan.


"Ya sudah kalau gitu kita pulang ya" jawab Refan.


Refan memanggil pelayan restoran dan membayar tagihan makan mereka. Setelah itu mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju mobil. Baru setelah itu Refan melajukan mobilnya menuju Villa mereka.


Sesampainya di Villa Kinan langsung menyiapkan pakaian tidur untuk mereka malam ini.


"Mas aku mandi duluan ya, aku capek banget deh. Rasanya badanku remuk semua" ungkap Kinan.


"Ya sudah kamu mandi duluan nanti langsung tiduran. Setelah aku siap mandi aku akan pijitin kamu" jawab Refan.


"Beneran Mas?" tanya Kinan tak percaya.


"Iya bener" jawab Refan.


"Tapi pijit yang benar ya, jangan pijitan mesum" protes Kinan.


"Ya sambil yank" balas Refan.


"Modus" ujar Kinan.


"Hahaha.. " tawa Refan.


Kinan segera masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Refan sedang menyusun barang - barang belanjaan oleh - oleh mereka. Memasukkannya ke dalam kotak agar nanti lebih mudah membawanya ke Bandara.


Tak lama kemudian Kinan selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.


"Mas gantian, aku udah selesai mandi" perintah Kinan.


"Sebentar yank, sedikit lagi ini" jawab Refan sambil packing barang - barang mereka.


Setelah selesai Refan kemudian berdiri tapi tiba - tiba Refan merasa pusing. Dan sesuatu bergejolak dalam perutnya. Seketika keringat dingin disekitar wajah Refan, wajahnya juga terlihat pucat. Membuat Kinan merasa khawatir ketika melihat sikap Refan yang tak seperti biasanya.


"Mas kenapa?" tanya Kinan.


"Aku merasa pusing dan.. " Refan segera berlari ke kamar mandi dan Kinan bergegas mengikuti Refan karena khawatir dengan keadaan suaminya.


"Ueeeek.... ueeek..... ueeeek.... " Refan mengeluarkan semua isi perutnya.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2