
"Selamat pagi Pak Refan Adinata" ucap wanita itu dengan sopan.
"Maaf ya Anda siapa?" tanya Refan pura - pura tidak kenal.
"Saya Febri Hadikusumo. Istri dari Arga Laksamana" jawab wanita itu.
"Ada keperluan apa, Anda kemari?" tanya Refan.
"Ada yang ingin saya bicarakan dengan Pak Refan. Ini mengenai nasib kita sebagai seorang pasangan yang sudah dikhianati oleh pasangannya" jawab wanita yang bernama Febri.
"Sepertinya nasib kita tidak seratus persen sama Bu Febri. Silahkan duduk" perintah Refan.
"Terimakasih" sambut Febri.
Refan dan Febri duduk di sofa yang ada di dalam ruangan kerja Refan. Mereka mengambil posisi duduk berhadapan.
"Apa yang ingin Anda bicarakan?" tanya Refan memulai pembicaraan.
"Mengenai informasi yang sedang viral saat ini, saya tidak ingin percaya dengan kabar berita itu begitu saja sebelum saya memastikan semuanya. Kedatangan saya ke kantor ini, saya ingin menanyakan kepada Pak Refan, apakah Anda juga mengetahui sesuai tentang hubungan suami saya dengan istri Anda?" tanya Febri.
"Tak ada asap kalau tidak ada api. Berita ini tersebar tentu karena ada seseorang yang membuka rahasia ini. Jujur saya katakan pada Anda. Saya sudah mengetahui masalah ini hampir satu tahun yang lalu. Bahkan setelah saya menikah lagi dengan istri saya yang sekarang" jawab Refan.
"Anda sudah menikah lagi?" tanya Febri terkejut.
__ADS_1
"Ya.. awalnya saya menikah karena anak saya butuh sosok seorang Ibu. Saat itu anak saya sakit dan Mama saya menjodohkan saya dengan istri saya yang sekarang. Beberapa bulan setelah itu anak saya sakit kembali dan saat itulah saya mengetahui kalau anak itu bukanlah anak kandung saya" ungkap Refan.
"Anda tidak marah?" tanya Febri.
"Pada siapa saya harus marah. Renita sudah meninggal. Pada suami Anda? Saat itu Anda sedang hamil, saya tidak ingin merusak rumah tangga orang lain. Cukuplah hanya rumah tangga saya saja yang hancur. Saat itu saya berpikir suami Anda akan mengambil pelajaran dari kematian istri saya. Bahwa umur tidak ada yang tau, sehebat apapun kita akhirnya pasti akan mati juga. Saya pikir suami Anda akan bertaubat tapi ternyata saya salah. Saya mendengar Anda kehilangan anak yang ada dalam kandungan Anda. Setelah kejadian itu beberapa kali Arga menemui saya, dia bertanya dimana anak dia dan Renita berada. Dia katakan kalau jiwa Anda terganggu karena kehilangan anak kalian. Kalau dia mengadopsi anak mungkin sakit Anda akan pulih. Dan dia ingin mengadopsi anak kandungnya sendiri. Saya berkata kalau saya tidak mengetahui dimana keberadaan anak itu. Karena setelah rahasia besar Arga Laksamana dan Renita terbongkar, Papanya yaitu Bapak Reno Subrata meminta kepada kami hak pengasuhan anak mereka kepada saya. Dan karena permintaan mereka akhirnya saya mengabulkannya. Anak mereka diasuh oleh kedua orang tua Renita tapi saya tidak tau dimana keberadaan mereka. Ternyata Arga Laksamana terus mencari informasi tentang keberadaan kedua orang tua Renita dengan cara mendekati Perusahaan ini dan menjalin kerjasama dengan Perusahaan ini yang saat itu dijalankan oleh ponakan Pak Reno. Setelah dia mendapatkan informasi tentang keberadaan Pak Reno, Arga membatalkan secara sepihak kerjasama perusahaan kita. Arga mengejar Pak Reno dan membuntuti mereka, hingga akhirnya Pak Reno dan keluarganya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kematian Pak Reno dan istrinya" ungkap Refan.
Febri terdiam mendengar penjelasan Refan yang sangat panjang. Sungguh dia tidak menyangka ternyata berita yang dia dengar benar adanya.
"Ternyata mereka berdua (Arga dan Renita) diam - diam mengkhianati kita dari belakang?" tanya Febri geram.
"Yaaah dengan sangat menyesal saya harus jawab Ya" jawab Refan.
"Kapan mereka mulai menjalin hubungan?" tanya Febri.
Febri menghempaskan nafas kasar karena menahan emosinya.
"Jadi selama ini kita berdua sudah berhasil mereka kelabui. Bangsa*" umpat Febri kesal.
"Yaah begitulah.. Anda masih beruntung, kalau Anda ingin marah. Anda bisa memukul atau mengumpat Arga secara nyata. Sedangkan saya tak mungkin memaki di depan makam Renita. Anak yang selama ini sangat sayangi di dalam perut Renita dan saya tunggu - tunggu kelahirannya dengan penuh suka cita ternyata bukan anak saya. Anda pasti bisa membayangkan bagaimana perasaan saya saat itu. Tapi syukurlah saat itu saya mempunyai istri yang sangat baik. Dia menemani saya di saat - saat tersulit dalam hidup saya" ungkap Refan.
"Anda sangat beruntung, tapi saya hancur.. hancur karena masalah ini. Saya sangat malu di keluarga besar saya. Saya juga sangat membenci Arga Laksamana. Saya ingin dia hancur lebih dari kehancuran yang saya rasakan ini. Tolong bantu saya untuk melaksanakan keinginan saya ini" pinta Febri.
"Apakah ada yang bisa saya bantu untuk Anda?" tanya Refan.
__ADS_1
"Tolong tuntut dia dengan hukuman yang paling berat. Sebagai balasannya saya akan kembali menjalin kerjasama dengan Perusahaan Anda dan membayar kerugian yang dialami Perusahaan Anda Pak Refan. Setelah itu saya akan menggugat cerai Arga dan menarik semua fasilitas yang sudah diberikan oleh Papa saya kepadanya. Sampai saat ini seluruh harta kekayaan kami masih atas nama orang tua saya, hanya ada beberapa asset kami berdua miliki yang akan dijadikan harta gono gini. Itupun hanya sangat kecil sekali seperti beberapa mobil. Saya tidak akan memberikan sepeserpun harta kekayaan orangtua saya kepadanya" jawab Febri.
"Anda yakin? Apakah Anda tidak mencintainya lagi?" tanya Refan.
"Huh... saat Anda mengetahui perselingkuhan istri Anda, apakah Anda masih tetap mencintainya?" tanya Febri kembali.
Refan menggelengkan kepalanya.
"Cintaku kandas bersama terbongkarnya semua rahasia perselingkuhan mereka" jawab Refan.
"Itulah yang aku rasakan saat ini. Aku akan membalaskan dendamku pada Arga. Selain dia dipenjara, aku akan gugat cerai dan dia akan di depak dari Perusahaan milik keluargaku. Aku pastikan dia akan menjadi gembel kembali. Pria tak tau diri, aku sudah mengangkat nasibnya yang dulu susah. Setelah dia sukses, dia lupa diri dan bermain di belakangku. Aku keturunan Hadikusumo tidak akan tinggal diam dipermainkan seperti ini" umpat Febri.
"Itu hak Anda. Mengenai permintaan Anda tadi, jangan khawatir. Tidak hanya karena permintaan kalian, tapi kami memang ingin menuntut Arga dengan hukuman seberat - beratnya karena dia sudah menghilangkan dua nyawa yaitu Pak Reno dan istrinya. Dia juga ingin menghancurkan perusahaan ini, padahal Perusahaan ini adalah warisan satu - satunya Pak Reno kepada anak saya" ungkap Refan.
"Terimakasih atas kerjasama Pak Refan. Saya akan mengutus pengacara saya untuk meninjau kembali perjanjian antara Perusahaan kita. Tolong tarik somasi Anda pada Perusahaan kami. Kami akan segera mengembalikan investasi sesuai dengan perjanjian sebelumnya" tegas Febri.
"Baik Bu Febri, saya akan pikirkan kembali itikad baik Ibu. Semoga kita bisa melewati semua masalah ini dengan baik Saya harap Anda jangan larut dari kehancuran. Bangkitlah, tunjukkan padanya kalau Anda wanita yang kuat dan dia akan menyesal sudah menyia-nyiakan wanita seperti Anda" sambut Refan.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1