Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 331


__ADS_3

"Naila..... " teriak Refan, Salman dan Jeta.


Salman langsung menangkap Naila, hingga Naila tidak jatuh di lantai. Sedangkan Refan dan Jeta segera berlari mengejar Naila.


"Ayo kita bawa ke dalam" ajak Refan.


"Sini Sal aku bantu" ujar Jeta.


Salman dan Jeta mengangkat Naila dan membawanya ke dalam rumah.


"Letakkan di sofa" perintah Refan.


Mereka meletakkan Naila diatas sofa ruang keluarga.


"Mas Naila kenapa?" tanya Kinan khawatir.


Khansa dan Khalid juga mendekat, mereka juga tak kalah khawatir melihat Kakak perempuan mereka pingsan tak sadarkan diri.


"Aku yang salah Om, mungkin Naila tadi mendengar ucapanku yang mengatakan kalau dia anak haram" ungkap Jeta dengan rasa bersalah.


"Oh ya Allah" sambut Kinan yang sekilas mengetahui penyebab Naila pingsan.


Khansa dan Khalid saling pandang.


"Sayang minta minyak angin" pinta Refan pada Kinan.


Kinan segera bergegas ke kamarnya tak lama kemudian Kinan datang dengan membawa minyak angin dan mengoleskannya ke hidung dan kening Naila.


Tak lama kemudian Naila tersadar. Perlahan - lahan dia membuka matanya dan melihat satu persatu keluarganya.


"Mama... " ucap Naila dan dia mulai menangis.

__ADS_1


Dia ingat perkataan Jeta terakhir yang mengatakan kalau dia adalah anak haram. Kinan langsung memeluk Naila penuh kasih sayang.


"Nai maafkan aku ya.. aku mengaku salah. Tadi aku sangat terkejut dan belum berpikir panjang. Aku tadi tidak berniat mengatakan istilah anak haram. Semua anak terlahir dengan suci tanpa ada dosa" ucap Jeta tulus dan penuh rasa bersalah.


Naila menatap ke arah Refan.


"Pa.. Papa maafkan aku" ucap Naila.


"Kamu tidak salah sayang, tidak ada yang perlu Papa maafkan" sambut Refan. Dia mendekati Naila dan mengelus lembut kepala Naila.


"Kelahiranku pasti membuat kehancuran Papa. Aku lahir dari sebuah pengkhianatan. Kedua orang tuaku sudah melakukan kesalahan di belakang Papa tapi.. Papa masih mau mengasuh aku dan menyayangi aku seperti anak kandung Papa. Harusnya aku tidak lahir kedunia ini Pa. Harusnya aku tidak dilahirkan. Harusnya aku mati saja bersama Mama dulu" ucap Naila sambil terisak.


"Tidak sayang, kamu salah. Kelahiran kamu sangat Papa nanti - nantikan. Dan karena kamu juga Papa akhirnya bisa menikah dengan Mama Kinan. Kamu tau sayang, Mama Kinan lebih dahulu mencintai kamu dari pada Papa. Kamulah alasan Mama dulu mau menikah dengan Papa. Dan karena kamu juga alasan Papa mau menikah dengan Mama Kinan" jawab Refan.


"Tapi aku lahir itu adalah kesalahan" ujar Naila masih terisak.


"Perbuatan orangtua kamu yang salah sayang dan mereka sudah kami maafkan. Mereka adalah orang baik yang tergelincir dalam sebuah kesalahan besar. Makanya Papa sangat melarang kalian pacaran karena Papa tidak mau anak - anak Papa tergelincir dalam dosa. Papa dan Mama kamu orang baik, sebelum Papa kamu meninggal dia sudah meminta maaf kepada Papa, Mama Kinan dan kamu. Saat itu umur kamu baru sekitar satu tahun setengah. Papa tidak bisa berbohong, walau saat itu Papa sangat marah dan kecewa atas perlakuan mereka tapi kehadiran kamu tidak bisa Papa tolak. Kamu anak yang sudah Papa nanti - nantikan selama bertahun-tahun. Sejak kamu lahir kedunia ini kamu adalah anak Papa dan sampai sekarang kamu tetap anak Papa" jawab Refan.


Sekarang rahasia hidup Naila sudah diketahui oleh seluruh keluarganya.


"Aku juga sangat sayang Kak Naila, aku tidak perduli dengan kisah hidup kakak. Anggap saja semua itu tidak pernah terjadi. Bagiku Kakak tetap menjadi Kakak ku yang paling cantik" ucap Khansa mendekat.


Khansa dan Kinan memeluk Naila dengan penuh kasih sayang.


"Nai... maafkan aku ya.. aku salah. Kamu boleh marah padaku tapi jangan membenciku ya Nai.. dan juga marahnya jangan lama - lama. Aku gak kuat kalau kamu lama marahnya. Karena aku.. sudah lama menyukai kamu. Tadi aku meminta restu Om Refan untuk melamar kamu, makanya Om Refan menceritakan kisah hidup kamu agar aku bisa menerima kamu apa adanya. Aku tidak perduli dengan semua kisah hidup kamu, yang penting adalah kamu yang sekarang dan masa yang akan datang. Masa lalu biarlah saja berlalu. Kita hanya manusia biasa tidak bisa mengadili kesalahan orang. Biarlah Allah yang mengatur itu semua" ujar Jeta masih dengan rasa bersalah.


Semua yang ada di situ terkejut mendengar pengakuan Jeta yang sangat terang - terangan. Naila hanya diam tak tau harus berkata apa.


Refan memukul bahu Jeta dengan lembut.


"Sudah Jet, Om mengerti kamu sebenarnya tidak bermaksud begitu. Biarkan Naila tenang dan istirahat dulu" ujar Refan.

__ADS_1


"Iya Om" jawab Jeta lemah.


"Ma aku mau ke kamar dulu" pinta Naila.


"Ayo sayang Mama temani kamu" ajak Kinan.


Kinan dan Khansa membawa Naila ke kamarnya. Kini tinggal Refan, Salman, Jeta dan Khalid yang duduk di ruang keluarga.


"Jadi karena itu alasannya mengapa Kak Naila selalu memakai jilbab di dalam rumah Pa?" tanya Khalid.


Refan menganggukkan kepalanya.


"Jadi Naila bukan saudara kami?" tanya Salman.


"Jangan berkata seperti itu Salman. Kalau Naila dengar dia bisa terluka lagi. Sekarang Papa tanya kepada kalian, setelah kalian tau rahasia hidup Naila apa yang kalian rasakan?" tanya Refan kepada anak - anaknya.


"Tidak ada yang berbeda Pa, Naila tetap akan menjadi adikku" jawab Salman.


"Sama, Kak Naila tetap menjadi Kakakku" sambut Khalid.


"Tapi bagaimana Papa bisa menerima Naila dengan tulus, padahal dia lahir dari hasil perselingkuhan istri Papa dulu dengan Bosnya?" tanya Salman meyakinkan pendengarannya sebelumnya saat dia hendak ke gazebo berkumpul dengan Refan dan Jeta.


Refan kembali menarik nafas panjang.


"Papa dan Mama Naila berpacaran sejak SMU. Saat Papa tamat kuliah orang tua Papa menjodohkan Papa dengan Mama kalian. Tapi karena saat itu Papa sangat mencintai Mama Naila, Papa menolak perjodohan itu dan menikah dengan Mamanya Naila. Mama kamu menikah dengan Papa kamu, yaitu Bima. Empat tahun menikah Almarhumah Renita hamil, hal itu sudah sangat lama Papa nanti - nantikan sehingga sejak Naila dalam kandungan Papa sudah sangat menyayanginya. Hingga Mamanya meninggal setelah melahirkannya. Papa kamu juga meninggal karena kecelakaan. Orangtua kami kembali ingin menjodohkan kami yang saat itu berstatus janda dan duda. Mama Kinan terlebih dahulu menyayangi Naila, sehingga dia menerima perjodohan kami yang kedua. Papa juga butuh Mama kalian untuk mengurus Naila makanya Papa juga menerima perjodohan itu lalu kami menikah. Beberapa bulan setelah kami menikah Naila sakit dan masuk Rumah Sakit. Saat itulah baru kami mengetahui kalau golongan darah Papa dan Naila berbeda lalu kami tes DNA dan Papa mendapatkan bukti - bukti perselingkuhan istri pertama Papa dengan Bos di kantornya. Setelah terbukti Naila bukan anak kandung Papa, dia diasuh oleh Oma dan Opanya. Dia dibawa ke Labuhan Bajo dan diasuh mereka. Setahun kemudian Naila bersama Opa dan Omanya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Opa dan Oma Naila meninggal. Hanya tinggal Naila seorang diri, sebelum meninggal Opanya berpesan dan menitipkan Naila kembali dalam asuhan Papa dan Mama sejak itu Naila kembali bersama kami. Dan ternyata yang menyebabkan kematian Opa dan Oma Naila sendiri adalah Papa kandung Naila sendiri. Sehingga Papa nya di penjara dan beberapa bulan kemudian Papa Naila sakit keras dan meninggal setelah dia meminta maaf kepada Papa dan meminta Papa untuk membesarkan Naila. Itulah kisah hidup Naila yang sebenarnya" ungkap Refan.


"Ya Allah kasihan sekali nasib Naila" sambut Salman.


"Om... izinkan aku.. izinkan aku untuk membahagiakan Naila Om. Aku janji akan menjaga Naila dengan sebaik mungkin. Aku sangat mencintai Naila" pinta Jeta.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2