
"Nan besok kita ke Mall yuk" ajak Refan saat mereka hendak tidur.
"Ngapain Mas?" tanya Kinan heran, tumben suaminya ngajak berpergian.
"Kemarin waktu Salman sakit aku janji mau ngajak dia jalan - jalan. Makanya aku bilang ke kamu. Kemarin kan kamu pergi ke luar kota selama seminggu jadi janji aku di tunda sampai kamu pulang" jawab Refan.
"Ya sudah Mas kalau begitu, besok perginya jam berapa?" tanya Kinan.
"Sore aja ya, biar sekalian makan malam di sana" jawab Refan
"Bibik di ajak gak?" tanya Kinan lagi.
"Gak usah deh, kita berempat aja yang pergi. Kamu kan lagi gak shalat jadi bisa temani anak - anak main selagi aku shalat di sana. Setelah selesai shalat baru kita makan. Gimana?" tanya Refan.
"Ya sudah besok pagi aku bilang ke Salman dan Bibik, biar sorenya saat kita pulang kerja anak - anak udah siap kita ajak jalan - jalan" sambung Kinan.
Refan tersenyum tipis, rencananya untuk lebih dekat dengan Kinan sudah mulai berjalan. Dia menatap Kinan yang sudah memejamkan matanya.
Kinan sebenarnya belum tidur dan dia merasa risip karena perasaannya saat ini Refan sedang menatap ke arahnya tapi Kinan tidak berani membuka matanya.
Kamu ngapain sih Mas, pejam mata dan tidur ngapain coba liatin aku seperti itu. Apa ada yang salah ya dengan wajahku. Duh mau bergerak rasanya jadi canggung. Batin Kinan.
Rasanya semua badan Kinan sudah tegang dan kesemutan tapi dia tetap bertahan sampai sayup - sayup dia merasa hembusan nafas Refan teratur. Perlahan Kinan membuka matanya dan benar saja Refan sudah tertidur pulas.
Kinan menatap wajah suaminya.
Maaf ya Mas kalau aku seperti menjaga jarak kepada kamu dan bersikap dingin. Aku ingin kamu sadar apa artinya aku dalam hidup kamu. Kalau aku sudah mulai yakin aku akan kembali seperti dulu melayani kamu dengan seikhlas hati karena itu memang sudah menjadi tugasku. Aku tau memang sulit untuk melupakan mereka yang indah di masa lalu kita tapi kita harus belajar untuk membuka jalan masa depan Mas. Masa lalu hanya untuk di kenang bukan di tangisi, lagian mereka juga tersiksa di sana kalau kita belum ikhlas. Seperti aku yang ikhlas menerima kamu sebagai suamiku tetapi aku hanya manusia biasa yang punya rasa cemburu walau dengan dia yang sudah tiada yang selalu menempati hati kamu. Aku tidak meminta cinta kamu tapi hargailah keberadaan aku di hidup kamu. Perlakukan aku selayaknya istri kamu. Mudah - mudahan cepat atau lambat kamu akan terbiasa dengan adanya diriku di dekat kamu. Mungkin lambat laun rasa cinta akan tumbuh diantara kita berdua. Aku tau perpisahan sangat di benci Allah, aku tidak akan mengambil keputusan itu sebelum aku berjuang untuk meyakinkan perasaan kamu padaku. Batin Kinan.
__ADS_1
Tiba - tiba tangan Refan terangkat ke arah Kinan dan menarik Kinan lebih dekat kepadanya. Refan memeluk Kinan layaknya sebuah guling. Sehingga wajah Kinan saat ini berada di dada Refan.
Kinan bisa mendengar detak jantung Refan yang berdetak teratur dan hembusan nafasnya yang seperti meniup puncak kepada Kinan.
Sebenarnya aku sudah mulai merasa nyaman tidur dalam pelukan kamu Mas tapi hanya pada saat kamu tertidur dan memelukku seperti ini. Rasanya hanya aku yang kamu miliki saat ini. Tapi saat kamu membuka mata entah mengapa bayangan wajahku tidak ada di mata kamu. Rasanya aku sangat jauh dari jangkauan hati kamu Mas. Gumam Kinan dalam hati.
Kinan menutup matanya dan membalas pelukan Refan dan mulai tertidur. Refan tersadar karena gerakan Kinan yang melingkarkan tangannya di tubuh Refan.
Refan tersenyum memandang wajah Kinan yang terlihat sangat damai.
Aku mulai merasa nyaman di dekat kamu Nan, apalagi saat kamu ada dalam pelukanku. Rasanya sangat pas sekali tubuh kamu aku peluk seperti ini dan tak mau aku lepas lagi. Malah tubuhku yang lebih cepat bereaksi mendambakan kamu, selalu ingin memeluk dan merindukan kamu saat malam - malam seperti ini. Tapi mengapa bibirku sulit sekali bekerja sama dengan hati. Dia masih suka berdusta dan menyakiti perasaan kamu. Maafkan aku Nan, maafkan aku.. Aku mungkin tak lebih baik dari alm. suami kamu terdahulu. Batin Refan.
Refan perlahan - lahan mengecup puncak kepala Kinan dan semakin merperat pelukannya di tubuh Kinan. Dia kembali menutup matanya dan tertidur sambil memeluk Kinan.
*****
Esok paginya saat sarapan pagi.
"Ajak aku jalan - jalan Pa?" tanya Salman semangat.
"Iya, Mama kan sudah pulang. Nanti sore sepulang Papa dan Mama kerja kita pergi ya" jawab Refan.
"Asiiiiik horeeee.... " teriak Salman senang.
"Sayaaaang makan jangan jerit - jerit begitu ah, nanti kamu tersedak makanan lho. Nanti siang bobok siang ya dan cepat bangunya. Habis itu mandi sama Bik Nah atau Bik Mar. Nanti sore saat Mama pulang Kakak Salman harus sudah ganteng ya" ujar Kinan.
"Oke Mama.. nanti aku akan jadi anak yang baik dan ganteng deh" Jawab Salman.
__ADS_1
Kinan mengacak rambut Salman gemas dan mencium pipinya. Refan tersenyum melihat pemandangan indah di depannya.
"Bik nanti sore anak - anak tolong disiapin ya, sekaligus perlengkapan Naila dan Salman untuk bawaan di jalan. Nanti sore aku dan Mas Refan mau bawa anak - anak jalan - jalan" ujar Kinan pada Bik Nah.
"Iya Non" jawab Bik Nah.
Kemudian Kinan melirik Bik Mar.
"Bibik siang ini masaknya secukupnya saja ya untuk Bibik dan Salman. Malam nanti kami gak makan makan malam di rumah. Kami akan makan di luar bareng anak - anak" sambung Kinan kepada Bik Mar.
"Iya Non. Non bisa sekalian gak belanja bulanan? persediaan dapur kita hampir menipis" jawab Bik Mar.
"Gimana Mas, sempat gak?" Tanya Kinan.
"Sempat, nanti waktu pulangnya kita mampir ke supermarket" jawab Refan.
"Ya sudah Bik, di catat ya apa aja barang - barang yang habis biar kami bisa cepat belanjanya soalnya kami kan bawa anak - anak" perintah Kinan
"Iya Non, nanti saya kasih catatannya" balas Bik Mar.
Refan sudah selesai sarapan dan langsung bangkit dari kursinya.
"Aku berangkat sekarang ya Nan" Refan menyodorkan tangannya ke arah Kinan. Sontak Kinan terkejut dan menerima tangan Refan kemudian mencium tangannya begitu juga Salman. Karena setiap Refan mau berangkat kerja itulah kebiasaan mereka.
Duh padahal kan lagi mau belajar cuek tapi kok malah Mas Refan yang sadar duluan ya.. padahal kan biasanya dia yang selalu cuek. Gagal lagi ngetes Mas Refan. Batin Kinan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG