
"Bang Jetaaaaaa.... " teriak Naila.
Jeta sudah senyum dan bersiap - siap mendengar protes Naila.
"Apa yang kamu lakukan kali ini pada Naila, Jet?" tanya Salman.
"Hahahaha..... " Jeta senyum kemenangan.
"Bang Jetaaaaa... " Panggil Naila semakin mendekat sambil membawa sebuah bingkisan.
"Ada apa Naila, kok teriak - teriak?" tanya Refan.
"Ini nih Pa bang Jeta. Masak Khansa di kasih tas cantik. Aku kok malah dapat boneka berbie" protes Naila sambil menatap Jeta dengan tatapan kesal.
"Lho kan kamu suka Berbie?" Jeta balik bertanya sambil tersenyum.
"Siapa yang bilang aku suka berbie?" ucap Naila.
"Dulu kamu paling marah kalau aku curi berbie kamu di kamar" jawab Jeta.
"Itukan dulu bang Jetaaaa... sekarang aku sudah besar. Mana mungkin aku main berbie lagi. Bang Jeta serius gak sih mau kasih aku oleh - oleh?" tanya Naila.
"Ya serius donk, makanya aku kasih kamu berbie karena aku tau kamu paling suka boneka itu. Aku sengaja lho cari berbie terbaru khusus buat kamu" jawab Jeta dengan tatapan pura - pura serius.
"Sayaaaang... Bang Jeta kan gak tau kalau kamu sudah berhenti main berbie. Di hargai donk pemberian Bang Jeta nya. Tuh dengar dia bilang apa tadi. Udah bela - belain cari berbie khusus buat kamu. Ayo bilang apa sama Bang Jeta?" ucap Refan menengahi.
"Makasih" jawab Naila kesal lalu pergi meninggalkan Papa dan para saudaranya.
"Kembali kasih Naila jelek" ledek Jeta.
"Bodooooo... " sambut Naila semakin kesal.
Jeta tersenyum menang sambil menatap kepergian Naila.
"Kamu Jet paling senang godain Naila. Nanti Naila nangis lho kalau kamu kerjain terus" ucap Salman.
__ADS_1
"Habis wajah Naila lucu sih kalau lagi kesal" jawab Jeta.
Refan menatap wajah ponakannya itu. Baik Jeta, Salman dan Naila sudah dewasa. Refan pernah berada di usia mereka. Jadi Refan bisa mengerti apa maksud keusilan plus perhatian Jeta itu.
Tapi Refan tidak bisa berkata apa - apa pada mereka. Sebenarnya sudah lama sekali Refan memikirkan masa depan Naila. Terkadang dia mendapatkan jalan buntu saat memikirkan bagaimana nanti ketika Naila akan menikah.
Apakah kelak calon suami Naila dan keluarganya bisa menerima keadaan Naila. Asal usul Naila yang bernasabkan Mamanya. Hal ini juga belum diketahui oleh Naila sendiri.
Naila hanya tau kalau dia bukan anak Refan, dia juga sudah tau siapa Papa kandungnya karena Refan dan Kinan sudah mengatakannya dua belas tahun yang lalu.
Tapi tentang kisah percintaan Mama dan Papa kandungnya sehingga dia terlahir ke dunia ini masih rahasia. Hanya para orang tua saja yang tau, dan atas permintaan Refan rahasia ini disimpan dengan sangat ketat.
Bahkan Salman, Khansa dan Khalid taunya Naila adalah saudara mereka, anak Refan dan Renita. Hal ini sengaja di rahasiakan agar perhatian anak - anak mereka tetap sama pada Naila.
Pernah sesekali Khalid bertanya mengapa Naila tetap memakai jilbab di rumah padahal Salman tidak ada. Tapi Naila menjawab bahwa dia sudah terbiasa seperti itu. Setelah itu Refan meminta hal itu jangan dipermasalahkan lagi di rumah, sehingga Khalid tidak pernah bertanya lagi.
Seandainya Jeta kelak yang akan menjadi calon suami Naila, alangkah leganya hati Refan. Karena Kakak dan Kakak iparnya sudah tau cerita kisah hidup Naila. Dan kalau Jeta bisa mencintai Naila dengan tulus Refan lebih ikhlas melepas Naila.
Naila akan benar - benar menjadi anggota keluarganya karena menikah dengan ponakannya. Dan tidak akan sulit menjelaskan kisah Naila lagi kepada calon suaminya.
Refan juga sangat lega karena bisa menjamin Naila akan diterima di keluarga calon suaminya. Mengingat Jeta adalah ponakannya.
Namun apa yang tidak mungkin di dunia ini jika Allah sudah menginginkannya. Dulu saja Refan dan Kinan menikah tanpa cinta. Bahkan Refan dulu benci dan sering menyakiti Kinan.
Ternyata perlahan - lahan cinta bisa tumbuh di hati mereka bahkan sampai sekarang cinta mereka tetap tumbuh dan sangat mesra.
Tidak mustahil hal itu juga bisa terjadi dengan Naila dan Jeta. Jika hal itu benar - benar terwujud, alangkah senangnya hati Refan. Beban di dadanya terasa sangat ringan berhubungan dengan hidup dan masa depan Naila.
Refan hanya bisa berdoa, semoga Allah memberikan jalan yang terbaik untuk Naila. Bagaimanapun Naila adalah putrinya, walau hanya sebatas administrasi di negara saja Refan menyandang status orang tua kandung dari Naila.
"Papa ke kamar dulu ya Sal, Jeta. Mau ganti baju" pamit Refan.
"Iya Pa" jawab Salman.
"Kalian istirahat aja dulu, kan capek baru perjalanan panjang. Kamar kamu sudah dari kemarin disiapkan Mama" ujar Refan.
__ADS_1
"Iya Pa, nih kami juga mau ke kamar. Yuk Jet" ajak Salman.
Salman dan Jeta beranjak menuju kamar Salman sedangkan Refan berjalan menuju kamarnya. Tak lama Kinan menyusul Refan ke kamar dan menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya.
"Naila sangat marah tadi Mas waktu melihat oleh - oleh yang dibawa Jeta" ucap Kinan.
"Apa kamu lupa yank, gimana usilnya Jeta. Dari kecil saja sifatnya itu sudah sangat terlihat. Dulu saja Bimo sampai kesal dikerjain sama Jeta di malam pertamanya" ungkap Refan.
Kinan menarik nafas panjang.
"Iya sih, tapi aku pusing kalau Jeta dan Naila bertemu. Pasti akan ada keributan - keributan nih di rumah kita" protes Kinan.
"Gak apa - apa sayang. Selama ini rumah kita sudah sangat sepi. Karena anak - anak sudah pada besar semuanya. Justru kalau ada pertengkaran rumah kita jadi ramai kembali" sambut Refan.
"Iya juga ya Mas, kadang kangen anak - anak kecil dulu. Sekarang mereka sudah pada besar, sibuk dengan urusan mereka masing - masing" ucap Kinan.
Refan tersenyum menatap istri tercintanya.
"Tapi ada yang lain pada Jeta. Sepertinya dia tidak hanya iseng saja pada Naila" ungkap Refan.
"Maksud Mas?" tanya Kinan tak mengerti.
"Sepertinya dia sengaja mencari perhatian gadis kita yank. Gimana menurut kamu?" tanya Refan.
"Aku sih setuju aja Mas asalkan Naila juga suka dan bahagia. Bisa menerima Naila dengan tulus bersama masa lalu dan latar belakang orang tuanya. Dan jika saat itu telah tiba kita harus sampaikan pada Naila asal usul hidupnya yang sebenarnya" jawab Kinan.
"Kak Jelita dan Bang Tagor kan sudah tau cerita tentang Naila. Mereka juga tidak perlu khawatir dengan Naila, karena dia kan kita yang membesarkannya. Lagian mereka sudah lama tinggal di luar negeri, aku rasa wawasan mereka sudah lebih luas. Semua juga bukan salah Naila, dia lahir tanpa dosa dan tidak ada dosa warisan. Tiap - tiap manusia menanggung dosanya sendiri - sendiri" ujar Refan.
"Iya Mas... sebenarnya aku juga lebih lega mendengar cerita Mas. Apa kita jodohkan aja mereka ya... " sambung Kinan.
"Jangan dulu yank, biar aja kita lihat perkembangan hubungan mereka. Kalau memang sinyal - sinyalnya sudah jelas kelihatan baru kita bicarakan sama Kak Jelita dan Bang Tagor" ucap Refan.
"Aku berharap dan selalu berdoa yang terbaik untuk Naila Mas. Bagaimanapun dia anak kita juga" sahut Kinan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG