
"Mas besok kita ke dokter kandungan yuk" ajak Kinan.
"Kenapa yank? Kamu hamil?" tanya Refan terkejut.
"Justru aku takut hamil Mas makanya mau ajak kamu ke dokter kandungan. Aku serem lihat kamu. Sejak dari Labuhan Bajo setiap malam kamu terus - terusan menyerangku. Kalau terlalu lama aku takut kamu kebablasan" jawab Kinan.
Refan tersenyum dan memeluk mesra istrinya.
"Habis kamu selalu ngangeni aku sayang.. " ujar Refan.
"Ngangeni gimana? Setiap hari kita bertemu kok" tanya Kinan bingung
"Kalau aku kerja aku selalu kepikiran kamu, sampai rumah ya aku lepasin kangen donk" jawab Refan mencari pembenaran.
"Iiiih kamu modus" elak Kinan.
"Hahaha.. aku jujur sayang. Rasanya aku pengen bulan madu terus sama kamu" ucap Refan.
"Maaas.. kasihan si Kembar. Mereka baru dua bulan. Kalau aku hamil lagi gimana? Kamu gak sayang anak?" tanya Kinan kesal.
Kinan kewalahan melihat semangat suaminya setiap malam. Empat puluh hari puasa tapi berbukanya juga hampir setiap malam. Kinan khawatir dia akan hamil lagi, si kembar masih butuh ASI yang banyak juga perhatian. Kalau Kinan hamil lagi dan mabuk. Anak - anaknya bisa gak terurus.
"Oke.. oke.. besok aku akan temani kamu ke dokter kandungan" jawab Refan segera setelah melihat wajah istrinya cemberut.
Refan takut Kinan ngambek dan gak mau lagi diajak bertempur dimalam hari. Entahlah sejak menikah dengan Kinan rasanya memang berbeda. Dulu bersama almarhumah Renita urusan ranjang tidak menjadi satu hal yang utama.
Karena dia dan Renita sering pulang ke rumah dengan keadaan lelah. Sehingga tidak semangat untuk olahraga malam lagi. Tapi dengan Kinan jauh berbeda. Setiap Refan pulang kerja Kinan akan melayaninya seperti Raja sehingga Refan selalu merasa tenang dan nyaman setiap pulang.
Itu salah satu penyebab Refan lebih semangat untuk olahraga malam dengan Kinan karena Refan selalu merasa fit setiap malamnya.
Kamu memang sangat luar biasa sayang. Puji Refan dalam hati.
"Bener ya Mas?" desak Kinan.
"Iya sayang, besok kalau sudah jam Mas pulang kamu bersiap - siap. Kita langsung pergi begitu Mas sampai di rumah" jawab Refan.
"Baiklah.. ya sudah kalau begitu kita tidur yuk" ajak Kinan.
"Ayuuuk... " sambut Refan dengan semangat sambil memeluk istrinya dan tangannya mulai nakal.
"Maaaas.. aku ajak tidur bukan yang lain?" protes Kinan.
"Iya sayang tapi setelah yang satu itu tertidur ya.. gimana Mas bisa tidur kalau yang itu bangun" bisik Refan nakal di telinga Kinan.
"Ya Allah suamikuuuu.... " Kinan jadi tersenyum setelah mendengar ucapan suaminya.
Satu tahun menikah dengan Refan dia semakin mengetahui kalau Refan punya banyak akal untuk menggodanya diatas ranjang. Dan selalu saja Kinan tidak bisa menolaknya. Karena Kinan tidak mau dilaknat malam ini jika tidak bisa melayani suaminya dengan baik.
__ADS_1
Apalagi dia dalam keadaan sehat dan tidak ada hambatan sekalipun. Selain itu Refan memang selalu pintar untuk membangkitkan semangat Kinan untuk berolahraga diatas ranjang.
"Baiklaaaah.. " jawab Kinan akhirnya.
"Makasih sayaaaang" Refan langsung menerkam Kinan dengan buasnya.
****
Keesokan harinya sesuai dengan rencana Refan dan Kinan, mereka akan ke dokter kandungan setelah Refan pulang kerja.
Setengah jam sebelum Refan pulang dari waktu yang biasa, Kinan sudah siap dan menunggu kedatangan suaminya sambil memompa ASI untuk stok si kembar.
Kinan membuat bank ASI khusus untuk kedua buah hatinya. Apalagi sebentar lagi cuti Kinan akan berakhir. Kinan akan segera bekerja kembali.
"Mama.. Mama mau kemana?" tanya Salman.
"Mama mau pergi ke dokter sayang sama Papa" Jawab Kinan.
"Papanya mana?" Salman melirik kesana dan kesini mencari sosok Papanya.
"Papa masih di jalan pulang dari kantor" jawab Kinan lembut.
"Siapa sakit Ma? Mama?" Salman meletakkan tangannya di kening Kinan.
Kinan tersenyum melihat putranya itu begitu perhatian kepadanya. Dia terlihat khawatir dengan kesahatan Mamanya.
"Oooh.. Salman kira Mama sakit" sambut Salman.
Kinan menyelesaikan aksinya dan menyimpan ASI ke dalam kulkas.
"Kak Salman di rumah aja ya sama Oma, adek kembar dan bibik. Jaga adeknya ya sayang" pesan Kinan dengan lembut.
"Oke Mama... " jawab Salman.
Tin.. Tin..
Terdengar suara klakson mobil Refan.
"Nah Ma... tuh Papa sudah datang" ucap Salman semangat.
Salman langsung berlari menyambut kedatangan Papanya. Sampai di depan mobil Papanya Salman langsung mencium tangan Refan.
"Mama kamu mana sayang?" tanya Refan.
"Mama udah siap kok Pa, sebentar lagi juga mau keluar. Papa sama Mama mau ke dokter kan? " Salman balik bertanya.
"Iya, Mama kamu sudah bilang ya" jawab Refan.
__ADS_1
"Iya, hati - hati ya Pa" sambung Salman.
"Makasih sayang.. kamu baik budi di rumah ya" balas Refan.
Tak lama Kinan pun keluar rumah dan masuk ke dalam mobil suaminya.
"Masuk sayang.. Papa Mama pergi dulu ya" ucap Refan.
"Dah Papa... dah Mama... " sambut Salman sambil melambaikan tangannya dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Refan melakukan mobilnya menuju rumah sakit dimana praktek Dokter Kandungannya berada. Kinan sudah mendaftarkan kunjungan mereka terlebih dahulu secara online.
Jadi mereka tidak perlu antrian terlalu lama begitu mereka tiba di Rumah Sakit. Tak lama setelah mereka sampai nama Kinan di panggil.
"Ibu Kinan Adhisty" panggil perawat.
"Ya Sus" Kinan dan Refan berdiri kemudian masuk kedalam ruang rawat inap Dokter.
Mereka melakukan konsultasi dengan dokter kandungan mengenai KB. Dokter akhirnya memberi solusi kepada Kinan dan Refan untuk memakai alat kontrasepsi yang aman agar Kinan tidak hamil.
Konsultasi selesai sekitar tiga puluh menit, setelah itu mereka keluar dari ruangan praktek Dokter.
"Yank sebentar ya. Kamu duduk dulu di situ. Aku mau ke kamar mandi dulu" perintah Refan.
"Oh iya Mas" jawab Kinan.
Kinan mencari tempat duduk yang kosong untuk menunggu Refan. Sedangkan Refan berjalan menuju kamar mandi. Karena sejak tadi dia menahan keinginanya untuk buang air kecil.
Ternyata toilet sedang penuh dan beberapa orang sedang antrian menunggu giliran untuk masuk ke dalam kamar mandi.
Sekitar lima menit menunggu akhirnya tiba giliran Refan. Refan segera menuntaskan keinginanya dan setelah itu segera kembali ke ruang tunggu dokter untuk menemui istrinya.
"Lama banget Mas?" tanya Kinan.
"Iya yank tadi di toilet antri" jawab Refan.
Refan menggenggam tangan Kinan dan mereka berjalan menuju keluar dari praktek dokter kandungan. Tiba - tiba langkah mereka terhenti ketika mereka melihat sesorang yang mereka kenal di depan mata mereka.
Mereka sama - sama terkejut dan tidak menyangka akan bertemu di tempat ini.
"Ka.. kamu....?"
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1