
Jam tujuh malam Kinan dan Refan sudah siap dan akan turun ke lantai bawah. Pihak hotel sudah mempersiapkan makan malam romantis di hotel. Mereka di jemput oleh pihak hotel dengan menggunakan Buggy Car.
"Yuk" ajak Refan.
Refan menggandeng tangan Kinan untuk naik ke atas mobil. Malam ini Kinan memakai gaun biru muda sedangkan Refan memakai kemeja lengan panjang berwarna senada dan lengan bajunya di lipat sampai ke siku.
Mereka tampak sangat serasi malak ini. Sang prianya tampan dan wanitanya sangat cantik. Pegawai hotel menjamu mereka malam ini benar - benar seperti pengantin baru yang baru saja menikah.
Mereka duduk di dalam ruangan yang di hiasi dengan dekorasi yang sangat cantik dan romantis dengan alunan musik yang mengalun merdu. Di dalam ruangan tersebut hanya mereka pengunjungnya karena Refan sengaja membooking satu ruangan itu khusus untuk mereka berdua malam ini.
Pelayan mulai menyajikan makan malam dengan menu - menu istimewa dan mereka di layani dengan sangat baik.
"Kamu suka?" tanya Refan.
"Suka Mas" jawab Kinan dengan senyum bahagia.
"Silahkan Pak Bu disantap hidangan makan malamnya" ucap pelayanan.
"Terimakasih" jawab Refan dan Kinan berbarengan.
Malam ini pihak hotel sengaja menyajikan steak dengan daging terbaik. Tentunya sudah pasti halal karena Refan sudah meminta pihak hotel mempersiapkannya.
Mereka makan diiringi dengan alunan biola dan piano menambah keromantisan makan malam mereka. Refan tak henti - hentinya terus menatap wajah Kinan hingga wajah Kinan bersemu merah karena malu.
Setelah selesai makan malam mereka berbincang - bincang sejenak.
"Mas sudah pernah ke hotel ini?" tanya Kinan.
"Belum" jawab Refan.
"Kok Mas bisa tau ada hotel sebagus ini dan juga makan malam romantis begini?" tanya Kinan penasaran.
"Aku menyuruh sekretarisku untuk mencarikannya untuk kita malam ini dan beberapa malam kedepannya yang akan kita lewati berdua selama kita di sini" jawab Refan.
"Nan irama musiknya bagus" ujar Refan sambil menggenggam tangan Kinan.
"Iya, apa Mas juga yang meminta mereka memutar lagi ini?" tanya Kinan.
"Hahaha... tidak. Sebenarnya aku tidak romantis Nan, tapi entah mengapa selama bersama kamu di sini aku ingin kita berdua menikmati indahnya kebersamaan kita di sini" jawab Refan.
Kinan tersenyum mendengar jawaban Refan.
__ADS_1
"Apakah kita bisa menaikkan level pertemanan kita?" tanya Refan.
"Maksud Mas?" tanya Kinan tak mengerti.
"Kemarin kan status kita berteman, bisa kita lanjutkan ke tingkatan yang lebih tinggi?" tanya Refan.
"Apa?" tanya Kinan penasaran.
"Pacaran" jawab Refan.
"Hahaha... " Kinan tertawa lepas.
Manis sekali kamu malam ini Mas. Batin Kinan.
"Boleh" jawab Kinan sambil terus tersenyum manis
"Jadi sekarang kita udah jadian? Kita pacaran?" tanya Refan
Kinan menganggukkan kepalanya.
"Pacaran setelah menikah, pacaran halal" jawab Kinan.
"Aah.. ternyata begini ya rasanya pacaran halal" ujar Refan.
"Tidak.. malah rasanya aku lebih tenang dan nyaman. Bisa ngapain aja sama kamu tanpa takut dosa" jawab Refan.
"Kamu pernah pacaran?" tanya Refan.
Kinan menggelengkan kepalanya.
"Dengan Bima?" tanya Refan.
"Kami dikenalkan teman Mas. Istilahnya ta'aruf. Jadi kami satukan visi misi, kami sama - sama ingin menikah karena Allah. Ya sudah dia melamarku dan aku menerimanya" jawab Kinan.
"Jadi dia cinta pertama kamu?" tanya Refan.
Kinan menjawabnya dengan senyuman.
Tidak Mas... bukan dia cinta pertamaku tapi cinta pertamaku adalah kamu.. saat keluarga kamu melamar aku pada kedua orang tuaku sejak saat itu aku sering memperhatikan kamu. Ketepatan rumah orang tua kita berdekatan. Entah mengapa cinta hadir begitu saja tapi kamu juga orang pertama yang membuat aku patah hati. Kamu membatalkan pernikahan kita begitu saja dan kemudian aku tau kamu menikah dengan Renita di tanggal yang sama dengan rencana pernikahan kita.
Aku pikir setelah aku menikah aku akan melupakan kamu begitu saja tapi ternyata aku salah. Saat aku dalam keadaan sadar aku berusaha membunuh perasaanku pada kamu karena aku sudah mempunyai suami yaitu Mas Bima.
Tapi saat aku terlelap alam bawah sadarku tidak rela melepaskan kamu. Seenaknya saja kamu selalu hadir dalam mimpi - mimpiku. Yang terkadang sering membuat aku merasa bersalah pada Mas Bima.
__ADS_1
Aku sering bercerita kepada Anita tentang mimpiku dan aku sering menangis dalam sujudku meminta kepada Allah untuk melupakan kamu, menghilangkan jejak kamu dan mengusir kamu di dalam mimpiku.
Tapi kini aku sadar kamu adalah takdirku.. Ternyata inilah arti dari mimpi - mimpiku selama ini. Walau dulu kamu pernah melukai perasaanku dan kamu juga terluka oleh perasaan kamu dengan Renita. Walau kita sama - sama memiliki seseorang yang hadir di dalam hidup kita sebelumnya. Ternyata Allah mentakdirkan kita untuk bersatu.
Jodoh yang tertunda dengan lika - liku hidup di dalamnya. Mungkin rencana Allah lebih indah pastinya. Terlebih dahulu dia mempersiapkan kita agar pada saat kita bersama kita bisa lebih saling menghargai, menyayangi dan mencintai.
Mungkin aku yang lebih dulu mencintai kamu Mas. Ya.. sejak kamu mengucapkan akad nikah di mushala rumah sakit, rasa cinta yang dulu pernah aku kubur bangkit kembali. Bagai bunga yang disiram air dan diberi pupuk. Langsung tumbuh subur dan berkembang
Kini bunga - bunga cinta bermekaran dalam hatiku. Rasanya tak ingin layu kembali. Terimakasih ya Allah rasa sakit yang dulu KAU berikan kini kau gantikan dengan kebahagiaan yang sangat besar untukku. Walau aku belum yakin apakah Mas Refan sudah mencintaiku atau tidak tapi aku akan berusaha menjadi istri yang baik untuknya dan mencintainya. Aku harap rasa cintaku ini akan segera terbalaskan. Aamiin.. ya Rabbal 'alamin. Doa Kinan dalam hati.
"Nan dansa yuk" ajak Refan tiba - tiba.
Membuat Kinan tersentak dan terkejut mendengar ajakan Refan.
"Dansa?" tanya Kinan meyakinkan.
"Iya" jawab Refan sambil tersenyum.
"Aku gak bisa Mas, aku gak pintar dansa" tolak Kinan.
"Tidak apa, kita bergerak sesuai naluri kita saja. Kan hanya kita saja yang ada dan berdansa di sini di tambah para pelayan dan pemain musik. Kamu tidak perlu malu. Lagian ada aku yang akan menuntun gerakan kamu" ujar Refan meyakinkan.
"Ka.. kamu serius Mas?" tanya Kinan masih belum percaya.
"Serius donk, masak dalam keadaan seperti ini aku masih bercanda?" jawab Refan.
"Ta.. tapi.. " ujar Kinan.
"Gak ada tapi - tapian. Yuk berdiri dan kita coba berdansa" ajak Refan.
Refan menarik tangan Kinan. Kini mereka sudah berdiri di samping meja makan merek. Refan menarik tubuh Kinan untuk lebih mendekat ke tubuhnya. Refan memeluk tubuh Kinan lalu menuntun tubuh itu bergerak sesuai naluri dan alunan musik yang mengalun merdu.
Pipi mereka saling bergesekan. Mereka bergoyang dalam posisi saling berpelukan. Kinan hanya bisa pasrah mempercayakan kepada Refan untuk menuntun tubuhnya bergerak kemana saja.
Kinan memejamkan matanya dan mencoba mulai menikmati dansa mereka malam ini.
Terimakasih ya Allah malam ini sungguh sangat indah...
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1