Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 319


__ADS_3

"Oeeeek... oeeeeek.. "


"Alhamdulillah... " ucap Bimo.


"Selamat Pak, Bu anaknya laki - laki" ucap sang dokter.


"Alhamdulillah ya Allah... " ucap Bimo dan Reni bersama - sama.


Bimo mengecup lembut kening Reni dan membelai kepalanya.


"Terimakasih sayang... kamu wanita kuat. Istri yang hebat" ucap Bimo.


Reni tersenyum dengan lemah, tubuhnya serasa kehilangan tenaga karena baru saja berjuang keras melahirkan putra mereka.


Reni dan Putra mereka sedang proses pembersihan pasca lahiran. Setelah putra mereka selesai di bersihkan seorang perawat datang mendekati Bimo.


"Pak, silahkan di adzan langsung" pesan perawat


"Baik suster" jawab Bimo sigap.


Untuk pertama kali Bimo menggendong bayi mungil yang baru lahir. Sebenarnya ada rasa takut, tapi lebih besar rasa bahagia dan kasih sayang sehingga Bimo akhirnya kuat menggendong buah hatinya.


Bimo kemudian mulai mengadzankan putra mereka. Tanpa dia sadari air matanya jatuh perlahan, setelah selesai adzan Bimo langsung mencium wajah putranya.


"Terimakasih ya Allah... Terimakasih sayang, kamu sudah lahir ke dunia ini. Bertemu dengan Papa dan Mama. Kamu anak yang sangat kuat. Papa dan Mama sayang kamu sayang" bisik Bimo ditelinga putranya.


"Ayo Pak bawa ke dalam pelukan Mamanya. Biarkan putra anda belajar menyusu" perintah dokter.


"Baik dokter" jawab Bimo.


Masih dengan kaku Bimo berjalan sambil menggendong putra mereka dan menyerahkannya kepada Reni.


Dengan penuh hari Reni memeluk putranya, air matanya jatuh tanpa bisa dicegah.


"Alhamdulillah ya Allah... Ya Allah Nak kamu tampan sekali" ucap Reni ketika pertama kali melihat wajah putranya.


Reni menatap Bimo.


"Wajahnya mirip sekali dengan kamu Mas" ucap Reni sambil tersenyum.


"Tapi bibirnya mirip punya kamu sayang" sambut Bimo.


"Iya ya Mas.. anak kita ganteng banget Mas" ujar Reni.


"Siapa dulu Papanya" balas Bimo bercanda.


"Haha.. aaaww... Mas aku gak bisa tertawa dulu. Kamu jangan buat lucu ah" protes Reni.


"Iya.. iya.. maaf.. maaf" ujar Bimo.


Naluri seorang anak yang baru lahir kw muka bumi ini. Tanpa harus diajari atau diarahkan secara otomatis bibirnya mencari tempat minumnya. Dan namanya anak laki - laki emang paling kuat ngemut.


Dengan penuh semangat putra mereka langsung menyusu pada Reni.


"Lihat sayang dia pinter banget minum susunya" ucap Reni pada Bimo.


Bimo langsung mendekati Reni dan berbisik.


"Siapa dulu Papanya" jawab Bimo.

__ADS_1


Mata Reni langsung mendelik ke arah Bimo.


"Sorry yank, becanda lagi hehehe... " ungkap Bimo.


"Awas kamu ya Mas. Puasa selama dua tahun. Jangan saingan sama anak kamu" ancam Reni.


Bimo hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Demi kamu nak, Papa ikhlas. Kan cuma dua tahun. Apalah arti dua tahun, setelah itu Papa akan kuasai selama seumur hidup" gumam Bimo.


"Maaaaaas.... " protes Reni.


"Pak, Bu.. putranya mau kami bawa ke ruang bayi. Ibu istirahat dulu pemulihan pasca lahiran. Sebentar lagi akan kita pindah ke kamar" ucap seorang perawat


"Baik Suster" jawab Bimo.


Perawat mengambil putra mereka dan memasukkannya ke box bayi. Setelah itu dia pergi membawa anak Bimo dan Reni ke ruangan bayi.


Bimo keluar dari ruangan bersalin dan menemui seluruh keluarganya.


"Gimana Bim?" tanya Bu Suci khawatir.


"Alhamdulillah Bu sudah lahir dengan selamat dan sehat walafiat" jawab Bimo.


"Laki - laki atau perempuan Mas?" Tanya Kinan tak sabar.


"Alhamdulillah laki - laki. Mirip Salman" jawab Bimo.


"Alhamdulillah... " sahut Kinan.


"Sebentar lagi Reni akan dipindahkan ke kamar rawat inap" ungkap Bimo.


"Belum Nan. Aku akan segera mengabari mereka" jawab Bimo.


"Eh Reni sudah keluar itu" ucap Refan.


Mereka mengikuti Reni yang dibawa ke ruangan rawat inap untuk mereka. Tak lama kemudian mereka mengantar bayi mungil itu dan menyerahkannya kepada Reni.


"Selamat ya sayang.. kamu sudah resmi menjadi seorang Ibu" ucap Suci pada putri bungsunya.


"Iya Ma" jawab Reni.


"Selamat ya Ren" ujar Kinan kemudian di susul Refan.


Bimo meraih ponselnya dan melakukan panggilan video call di group keluarga mereka.


Tak lama kemudian Bela dan Bapak Akarsana langung menjawab panggilan Bimo.


"Ya Maaas" ucap Bela.


"Lihat Bel ada yang mau kenalan sama kamu" ucap Bimo sambil mengarahkan ponselnya ke pada Reni yang sedang menggendong putra mereka.


"Ya Allah Mas... Reni udah lahiran? kok gak kabari aku sih?" tanya Bela marah.


"Sorry.. sorry.. aku tadi panik banget sampai lupa semua" jawab Bimo.


"Alhamdulillah.. cucu Bapak sudah bertambah. Kini Salman punya teman" ucap Pak Akarsana.


"Paaaak ayo kita langsung ke Jakarta" sambut Bu Akarsana haru..

__ADS_1


"Iya Bu. Ya sudah kamu siap - siap. Kira akan berangkat langsung" jawab Pak Akarsana.


"Hati - hati ya Pak, Bu" sambut Bimo.


Satu jam kemudian kamar Reni sudah ramai. Para teman - teman mereka sudah datang ke rumah sakit untuk menjenguk bayi mereka.


"Selamat ya Mas Bimo, Reni. Semoga putra kalian menjadi anak yang soleh" ucap Dini.


"Aamiin.. semoga kamu segera menyusul ya Din" sambut Reni.


"Aamin" ucap yang lainnya juga.


"Siapa nama bayi tampan ini?" tanya Riko.


"Putra Akarsana" jawab Bimo.


"Waaah pasti dipanggil Putra kan?" tanya Dini.


"Iya Din, semoga menjadi Putra kebanggaan kami" jawab Bimo.


Bela mendekati ponakannya.


"Boleh gak aku gendong Ren" pinta Bela.


Reni tersenyum membalas ucapan Bela.


"Boleh donk, kamu kan tantenya Putra" jawab Reni.


Bela langsung mengambil Putra Reni dan Bimo dari gendongan Reni. Kemudian menggendongnya walau dengan gaya yang kaku.


"Santai aja Bel" ucap Kinan.


"Takut Mbak, Putranya masih kecil banget" jawab Bela.


"Assalamu'alaikum sayang... " sapa Bela sambil mencium kedua pipi Putra


"Udah pas banget" sindir Aril.


Bela melirik ke arah Aril dengan tatapan yang marah. Kejadian di kantor tadi siang masih membuatnya kesal kepada Aril.


Gak ada yang nanya. Balas Bela dalam hati.


Aril hanya tersenyum penuh arti. Gadis pujaan hatinya itu sedang ngambek karena tadi siang baru dia kerjain habis - habisan.


"Gitu aja ngambek" gumam Aril pelan di samping Bela.


"Biarin.. " sahut Bela.


.


.


BERSAMBUNG


Malam readers.. maaf y slow respon soalnya kegiatan aku di bulan ramadhan ini banyak banget. Pegang ponselnya aja rada susah. Ini aja aku sempat - sempatin up dengan mata pandaku. Semoga bisa menghibur kalian dan kalian senang membacanya.


Bagaimana puasanya bagi yang menjalankan? Semoga kalian sehat sampai akhir ramadhan dan mendapatkan pahala berlipat ganda. Aamiin...


Selamat membaca dan selamat malam.. Love you all... 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2