Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 141


__ADS_3

Refan dan teman - temannya kembali berbincang - bincang di teras belakang rumah Bagus sambil menikmati rokok. Sedangkan Kinan dan Ayu istrinya Bagus ngobrol di ruang keluarga sembari menemani Salman dan Bayu bermain.


"Nan.. kapan ya aku bisa mulia ikut pengajian dengan kamu? Dulu kamu bilang kamu punya pengajian bareng teman - teman kamu? Aku pengen ikutkan Nan. Aku sudah sering bilang sama Mas Bagus, aku ingin bertobat dan menutup aurat. Apalagi setelah mendengar cerita tentang Renita. Aku semakin takut Nan meninggal dengan membawa banyak dosa dan belum sempat bertaubat " ujar Ayu.


"MasyaAllah Yu... Allah sudah mendengar niat baik kamu itu dan segera kamu kerjakan. Itu adalah hidayah untuk kamu Yu" sambut Kinan bahagia.


"Makanya aku mau ikutan pengajian bareng kamu Nan. Dari yang aku dengar seorang Ustadz pernah berkata bahwa keimanan kita itu tidak pernah stagnan, selalu naik turun. Aku ingin mempunyai lingkungan yang baik Nan. Saat iman aku sedang down aku ingin ada orang yang bisa memberikan semangat dan motivasi agar iman aku kembali naik" ungkap Ayu.


"Ayu sayaang.. InsyaAllah nanti aku akan kabari kamu ya. Tapi saran aku kamu mulai saja niat kamu itu. Pelan - pelan InsyaAllah semua akan mengikuti. Kalau kamu sudah ada niat untuk menutup aurat kamu tutup saja sejak saat ini. Kamu bisa memulainya besok. Setelah itu yakinlah beribu kebaikan akan Allah singgahkan dalam hidup kamu. Allah akan mempermudah semuanya yang selama ini kamu anggap sulit" nasehat Kinan.


"Iya Nan, aku masih punya banyak ke khawatiran. Gimana nanti aku bekerja, gimana tanggapan suamiku, teman - teman kerjaku dan keluargaku. Rasanya ada perasaan malu campur takut menjadi satu" ujar Ayu.


"Nanti malam setelah kamu shalat Isya kamu coba shalat sunnah taubat setelah itu pasrahkan semua kepada Allah. Besok kami bulatkan tekad untuk kembali berjalan di jalan Allah. Yakinlah Allah akan bukakan jalan untuk kamu. Allah akan permudah semua urusan kamu. Percayalah, bukan kepada aku tapi kepada Allah" ucap Kinan memberi semangat.


Ayu menangis haru rasanya baru kali ini dia mendapat teman yang bisa mengerti kegalauan hatinya dan dengan tulus dapat menghiburnya. Membuat dirinya merasa tenang dengan kata - katanya yang menyejukkan.


Kinan memeluk sahabat barunya itu. InsyaAllah dia akan selalu menemani dan menguatkan Ayu untuk berubah menjadi wanita yang lebih baik lagi.


"Terimakasih Nan.. rasanya aku lega sekali. Sudah lama aku ingin mempunyai teman seperti kamu yang bisa membimbing aku kembali ke jalan Allah. Sudah lama setiap aku jalan dan melihat wanita berhijab di jalan hatiku berdesir, kapan ya aku bisa seperti mereka. Tapi aku tidak tau harus memulainya dari mana. Sejak mengenal kamu dan bertemu kamu, tiba - tiba saja aku punya semangat. Inilah saatnya aku bisa seperti mereka, seperti kamu Nan" ungkap Ayu.


Kinan mencoba menenangkan Ayu dan tersenyum penuh kelembutan ketika mendengar curahan hati Ayu.


"Kamu tidak sendiri Yu, banyak kok teman - teman yang seperti kamu. Nanti aku kenalin ya. Kamu akan aku kenalkan kepada sahabat aku Anita dan adiknya. Itu lho adiknya yang ingin aku kenalkan dengan Mas Riko" ujar Kinan.


Ayu menghapus air matanya.


"Aku mau Nan, aku mau mempunyai teman seperti kalian. Teman yang tulus bukan teman yang menilai sebuat pertemanan dari harga tas, pakaian dan penampilan. Kalau kita tidak bisa mengimbangi atau lebih dari mereka, mereka tidak akan mau berteman dengan kita. Aku sudah muak dengan teman yang seperti itu" sambung Ayu.


"InsyaAllah aku akan kabari kamu secepatnya ya. Biasanya pengajiannya seminggu sekali tapi jujur sejak menikah dengan Mas Refan aku memang jarang bahkan belum pernah datang lagi. Karena yaaah dulu aku kan masih sibuk mengurus Naila dan adaptasi dengan pernikahanku yang baru" jawab Kinan.


"Iya Nan, aku tunggu ya kabar dari kamu. Aku pengen ikut Nan jangan lupa ya ajak aku. Aku akan cerita ke Mas Bagus niat aku ini. Mudah - mudahan dia akan mendukung" ungkap Ayu.

__ADS_1


"InsyaAllah akan mendukung, punya istri yang ingin menjadi istri solehah kok malah di larang. Harusnya dia bersyukur kamu ingin berubah seperti sekarang karena itu juga akan mengurangi tanggung jawabnya sebagai suami. Kalau kamu menutup aurat kamu, suami kan gak kebagian dosa lagi tapi malah semakin mendapat banyak pahala" sambung Kinan.


Ayu kini bisa tersenyum bahagia karena mendengar kata - kata menghibur dari Kinan.


"Terimakasih ya Nan.. aku lega sekali... " ulang Ayu.


"Sudah.. sudah.. jangan nangis nanti Mas Bagus kira kita sedang bertengkar kamu sampai nangis begini" ujar Kinan sambil tersenyum.


"Hahaha... iya.. iya.. aku sampai larut dan terharu seperti ini" sambut Ayu.


"Kalau pengajiannya di hari kerja tapi setelah selesai waktu kerja kamu bisa gak Yu. Kalau weekend takutnya banyak yang gak bisa. Karena anggotanya pada wanita pekerja yang sudah menikah. Kalau hari libur lebih memilih waktu bersama keluarga" tanya Kinan.


"InsyaAllah akan aku usahakan. InsyaAllah bisa Nan.. bisa... " jawab Ayu yakin.


"Alhamdulillah... semangat ya.. untuk terus ingin berbuat kebaikan" Kinan memberi semangat.


"Iya Nan.. InsyaAllah.. " balas Ayu.


"Fan, aku dengar informasi terbaru tentang Arga Laksamana" ujar Riko.


"Arga? Ha... iya Ko. Apa yang kamu dengar?" tanya Refan penasaran. Seketika rahangnya mengeras karena menahan amarah setiap mengingat atau mendengar nama itu disebut.


"Siapa Arga Laksamana?" tanya Bagus.


Romi dan Aril juga sepertinya juga penasaran dan ingin tau siapa orang yang sedang dibicarakan Refan dan Riko itu.


"Dia adalah Bosnya Renita" jawab Riko.


"Maksud kamu selingkuhannya Renita dulu dan ayah kandung dari mantan anaknya si Refan?" tanya Aril.


"Ribet banget sih Ril nanyanya? Pakai kata mantan anak lagi" protes Bagus.

__ADS_1


"Lah ya iya kan? Naila kan sempat menjadi anak Refan terus setelah tau rahasia besar Renita baru Refan tau kalau Naila bukan anaknya. Trus apa donk namanya kalau bukan mantan anak?" tanya Aril tanpa rasa bersalah.


"Kamu cukup panggil Naila aja, cukup sebut namanya. Gak usah pakai embel - embel mantan anak" protes Bagus.


"Ntah ni si Aril. Begok kok dipelihara?" sindir Romi.


"Hahaha... Romi dan Bagus tertawa melihat wajah Aril.


Sedangkan Refan dan Riko tidak terganggu dengan candaan teman - temannya. Wajah mereka tampak sangat serius.


"Apa informasi yang kamu dapatkan Ko?" Refan bertanya ulang.


"Aku dengar pria itu sudah menikah dan istrinya itu lebih berkuasa karena keluarganya mempunyai peranan kuat di perusahaannya hanya saja memang Arga sangat menjaga informasi tentang kehidupan pribadinya. Karena kabarnya istrinya itu adalah anak dari seorang pejabat di kota ini dan mereka menikah karena dijodohkan. Arga tidak mencintai istrinya dan dia menikah karena inginkan harta dan dukungan dari keluarga istrinya" ujar Riko.


"Kurang ajar, dasar pria brengsek" umpat Refan.


"Tapi kan Renita sudah lama bekerja di perusahaan itu? Masak dia tidak tau kalau Bosnya itu sudah menikah?" tanya Bagus.


"Mmm... kalau aku ingat - ingat dulu ya.. sepertinya Renita tau kalau Arga itu sudah menikah tapi mereka sama - sama menutupi hubungan gelap mereka. Dan sama - sama ingin berpisah dengan pasangan mereka masing-masing. Baru setelah itu mereka menikah tapi kalau seandainya Renita masih hidup saat ini. Aku rasa dia pasti akan kecewa berat" ungkap Riko.


"Kecewa berat bagaimana Ko?" tanya Refan geram.


"Istrinya saat ini sedang hamil. Jadi sudah pasti Arga tidak akan menceraikan istrinya" ungkap Riko.


"Sialaaan.. " umpat Refan semakin geram.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2