Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 29


__ADS_3

"Kalau kamu diam seperti ini kamu tampan sekali Mas. Tapi kalau bibirmu sudah terbuka, sungguh kata - katamu itu sangat menyakitkan hati. Sampai kapan kita akan terus terbelenggu masa lalu. Aku juga sama denganmu, kehilangan suami yang sangat aku cintai. Aku tau bagaimana terlukanya hatimu karena aku juga merasakan hal yang sama. Tapi takdir Allah untuk kita telah ditetapkan Mas. Kini kita sudah menjadi sepasang suami istri. Haruskah kita terus egois mempertahankan perasaan kita dan mengorbankan anak - anak. Haruskah kita terus mempermainkan rumah tangga ini?" ucap Kinan pelan seolah - olah takut membuat Refan sadar dan terbangun.


Kinan mendengar suara adzan subuh. Dia bangkit dan turun dari tempat tidur, langsung bergerak menuju kamar mandi. Sepeninggal Kinan, Refan membuka matanya.


Kata - kata Kinan tadi sungguh sangat menyucuk ke dalam hati Refan. Refan meraba dadanya.


Tidak berdarah tapi mengapa rasanya sakit ya.. Batin Refan.


Refan baru sadar, dalam rumah tangga ini bukan dia saja yang baru kehilangan. Kinan juga baru kehilangan suaminya enam bulan yang lalu. Walau Refan pernah melihat wajah suami Kinan dulu dari foto yang terpajang di dinding rumah Kinan. Refan tidak mengenali kepribadian pria itu.


Refan merasa sangat malu, mungkin dulu Kinan juga lebih bahagia pernikahannya ketimbang pernikahan kami saat ini. Tapi mengapa begitu sulit untukku bisa menerimanya di hatiku. Batin Refan.


Tak lama Kinan keluar dari kamar mandi.


"Lho Mas sudah bangun juga toh. Shalat subuh yuk" ajak Kinan.


"Haaa?... " gimana Refan.


"Kok bertanya? Yuk ah Mas cepatan wudhu nanti keburu siang, waktu shalat habis" ucap Kinan.


Refan turun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi untuk bersih - bersih dan wudhu. Kinan menyiapkan pakaian shalat Refan di atas tempat tidur.


Setelah Refan keluar dari kamar mandi, lagi - lagi dia mendapati pakaian lengkap plus kain sarung untuk Refan Shalat.


Refan sudah melihat sajadah terbentang di lantai.


"Shalat berjamaah?" tanya Refan.


"Iya Mas, sayangkan kalau di lewatkan. Pahalanya banyak" jawab Kinan.


Refan grogi jadi imam shalatnya Kinan. Dia yakin Kinan ilmu agama jauh lebih baik dari dia masak mau di imamin sama Refan yang ilmu agamanya cuma seujung kuku.


Tapi untuk menolaknya harga diri Refan sangat tinggi. Dia lebih malu lagi kalau menolak menjadi imam shalat. Akhirnya mereka berdua shalat berjamaah.


Setelah selesai shalat subuh, Kinan langsung ke luar kamar dan menuju dapur. Dia menyiapkan sarapan pagi dan minuman panas untuk Mama dan Mama mertuanya juga untuk suaminya.


Sekitar pukul tujuh pagi MUA sudah datang ke rumah Refan untuk menghias Kinan. Walau hanya syukuran sederhana tapi Suci tidak mau menantunya tampil seperti biasa.

__ADS_1


Harus berbeda dengan hari - hari biasanya, karena hari ini Kinan dan Refan sah menjadi pasutri secara negara.


Kinan mulai di dandan dengan menggunakan gaun putih pernikahan mereka. Kinan tampil semakin cantik. Aura kecantikannya terpancar, Refan sampai pangling melihat perubahan wajah Kinan


Jadi seperti ini wajah kamu kalau full make up. Cantik, tapi lebih cantik yang biasa. Aku suka, sederhana tapi tidak murahan. Ups...


Satu persatu keluarga Refan atau pun Kinan berdatangan. Sahabat dekat dan juga teman - teman kantor Refan dan Kinan juga di undang biar tidak timbul fitnah dikemudian hati.


Anita bersama suami dan anaknya juga datang ke acara syukuran pernikahan yang kedua Kinan. Mereka memberikan selamat kepada Refan dan Kinan.


"Selamat ya Nan, mmm.. Mas Refan atas pernikahan kalian. Semoga Samawa dan Barokah.." ucap Anita


"Terimakasih ...." jawab Refan


"Terimakasih Nita.. ayo silahkan makan. Ajak suami dan anak kamu makan di sana" Kinan menunjuk ke arah meja hidangan.


Walau pesta syukuran mereka sederhana tapi tamu yang datang sangat banyak. Mereka bergantian memberikan selamat kepada Refan dan Kinan. Acara berjalan santai dan kekeluargaan.


Tidak ada pelaminan hanya ada tenda di depan rumah Refan untuk tempat duduk para tamu undangan. Refan dan Kinan menyamperi tamu undangan mereka satu persatu.


Berbagai ucapan yang mereka dapatkan dari teman - teman kantor mereka.


"Iya tapi bukan karena itu aku cuti. Waktu itu anaknya Mas Refan sedang sakit dan di rawat di rumah sakit, makanya aku ambil cuti" jawab Kinan.


"Suami kamu yang ini gak kalah ganteng ya sama yang dulu" bisik salah satu temannya.


"Huss... gak boleh banding - bandingkan seperti itu" protes teman Kinan yang lain.


"Kinan emang pintar cari suami. Sudah dua kali menikah suaminya cakep - cakep semua. Aku sekali aja belum" timpa yang satu lagi.


"Kami minta cariin aja sama Kinan, dia punya banyak stock sepertinya" goda teman teman yang lain.


"Aah kalian bisa aja. Mas Refan dulu tetangga rumah Ibuku sekaligus teman sekolah aku, trus keluarganya pindah keluar kota setelah SMU baru balik ke sini lagi. Tiga bulan lalu dia baru kehilangan istrinya. Istrinya meninggal saat melahirkan putrinya. Jadi Mamaku dan Mamanya Mas Refan menjodohkan aku dengan Mas Refan" ungkap Kinan.


"Oh jadi bayi mungil yang di gendong Mama kamu itu anaknya suami kamu?" tanya mereka lain.


"Iya.. " jawab Kinan.

__ADS_1


"Waaah dapat paket lengkap ya Nan. Kamu juga baru kehilangan suami kamu beberapa bulan yang lalu, anak kamu laki - laki. Sekarang anak kamu sepasang, laki - laki dan perempuan" sambut teman yang lain.


Sementara di tempat Refan dan teman - temannya.


"Fan tumben selera kamu berubah drastis?" tanya salah satu teman Refan.


"Iya, Renita dan istri kamu yang ini jauh banget penampilannya. Renita kan gaya, pintar bersolek sementara yang ini tertutup dan sederhana" sambut teman yang lain.


"Betah gak Fan punya istri seperti itu?" tanya temannya.


"Kalian ini apaan sih" jawab Refan tak mau menjawab ucapan teman - temannya.


"Janda ya Fan?" tanya temannya lagi.


"Iya, dulu kami bertetangga waktu kecil trus aku dan keluargaku kan pindah ke luar kota. Saat SMU baru balik ke sini lagi. Dia juga teman sekolah ku dulu cuma beda kelas. Tujuh bulan yang lalu suaminya meninggal karena kecelakaan" ungkap Refan.


"Wah bisa pas banget ya. Sama - sama ditinggalkan padangan?" goda temannya.


"Jadi kok bisa nyambung?" tanya yang lain..


"Nyambung gimana?" tanya Refan bingung.


"Maksud aku kok bisa ketemu lagi dan menikah?" tanya mereka.


"Kami di jodohkan sama orang tua kami" jawab Refan.


"Dan kamu menerimanya?" tanya Salah satu teman Refan.


"Ya iyalah klo gak ya mereka gak menikah sekarang. Gimana sih.. " jawab temannya yang lain.


"Aku heran aja kenapa Refan menerimanya. Secara selera Refan kan bukan cewek seperti itu. Tuh lihat udah kayak ibu - ibu pengajian pakai kerudung gitu. Kalau dia gak pakai jilbab dalamnya apa sexy?" ejek teman Refan.


Refan melirik dan memperhatikan Kinan dari jauh. Tiba - tiba dia terbayang kejadian tadi malam saat Kinan tanpa sadar memeluknya erat. Walau Kinan masih memakai pakaian lengkap tapi dia yakin sesuatu yang disembunyikan di dalam dasternya itu bisa membuat sesuatu di dalam tubuh Refan bangun dengan cepatnya. Buktinya tadi malam dia hampir kewalahan menjaga imannya untuk tidak menyentuh Kinan.


Aaakh... jadi panas lagi. Batin Refan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2