Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 72


__ADS_3

"Kedatangan Mama ke sini adalah Mama ingin meminjam Naila dan membawanya menginap di rumah Mama" ujar Mamanya Renita.


Refan dan Kinan saling pandang.


"Maaf Ma gak bisa, Naila tidak bisa Mama bawa menginap" larang Refan.


"Kenapa Fan, Naila kan cucu Mama. Anak dari Renita putri kesayangan Mama" protes Mamanya Renita.


"Kalau Mama kangen sama Naila, Mama bisa lihat Naila ke rumah ini. Atau Mama bisa bawa Naila bersama Bik Nah tapi jangan menginap. Karena kalau malam Naila hanya mau sama Kinan Ma. Itu pun sampai Naila belum sekolah. Kalau Naila sudah sekolah Mama hanya bisa melihatnya di rumah. Pintu rumah Refan selalu terbuka untuk Mama kapan saja" tegas Refan.


Apa kamu bilang Fan? Malam hari Naila hanya mau tidur sama Kinan. Wanita pengganggu ini? Mama gak rela Fan cucu Mama di rebut wanita ini. Dia sudah menghapus kenangan Renita di rumah ini dan menghapus bayangan Renita di hati kamu. Batin Mama Renita.


"Mama tidak bisa terima Fan, Naila ini cucu Mama. Satu - satunya peninggalan Renita. Hanya dia yang Mama punya" Mama Renita mulai terlihat sedih.


"Tapi Refan Papanya Ma.. tolong mengerti, Naila itu bukan barang yang bisa kita bagi - bagi" ungkap Refan.


Kinan hanya diam tak berani ikut campur karena ini bukan ranah dia lagi. Ini sudah mengangkut hubungan Refan dan keluarga almarhumah istrinya. Kinan hanya orang luar dalam hubungan itu.


"Baiklah, besok ada acara keluarga Mama. Keluarga Mama ingin bertemu dengan kamu dan Naila. Mama harap kamu bisa datang membawa Naila" pinta Mama Renita


"Mohon maaf Ma. Besok Refan juga ada acara Ma. Teman - teman Refan mau datang ke sini. Kami sudah mempersiapkan semuanya. Kinan sudah belanja. Mama tidak bisa mendadak seperti ini memberi kabarnya. Setidaknya minimal tiga hari sebelumnya Mama kabari" tolak Refan.


"Kamu sudah bisa menolak Mama Fan. Dulu waktu Renita masih ada kamu selalu ikut apapun permintaan Renita. Secepat itu kamu melupakan dia Fan. Apa karena wanita ini?" tanya Mama Renita. Dia mulai menangis.


"Ma tidak ada hubungannya dengan Kinan. Yang datang besok adalah teman - teman Refan bukan keinginan Kinan. Jangan salahkan Kinan atau jangan jadikan Kinan sebagai sebuah alasan Ma" bantah Refan.


"Jadi Mama tetap tidak bisa membawa Naila?" tanya Mamanya Renita.


"Mama boleh membawanya beserta Bik Nah tapi jangan menginap ya Ma.. Dan tolong sebelum malam Naila harus sudah sampai rumah" jawab Refan.


"Kamu berani memerintah Mama Fan?" tanya Mamanya Renita.

__ADS_1


"Bukan begitu maksudku Ma. Kalau mengantar mereka besok pagi aku bisa tapi kalau menjemputnya aku tidak bisa Ma. Kan sudah aku katakan teman - teman aku mau datang besok. Jadi aku tidak bisa menemani dan menjemput Naila. Tolong mengerti Ma" ungkap Refan.


Tangis Mamanya Renita mulai reda.


"Baiklah Fan kalau begitu. Besok sebelum maghrib Mama akan memulangkan Naila ke sini. Besok pagi tolong antarkan Naila dan Bik Nah ke rumah Mama ya" pinta Mamanya Renita.


"Baik kalau begitu Ma" jawab Refan.


"Ya sudah Mama mau pulang sekarang. Besok pagi Mama tunggu kamu di rumah" ucap Mamanya Renita.


Refan mencium tangan Mamanya Renita dengan hormat tapi begitu Kinan yang ingin bersalaman Mamanya Renita langsung menepis tangan Kinan.


"Ma... " ucap Refan.


"Mama pulang sekarang" ucap Mamanya Renita.


Wanita itu melangkah menuju pintu rumah Refan kemudian naik ke mobil dan pergi meninggalkan rumah Refan.


Refan dan Kinan sudah sepakat untuk mengatur jadwal anak - anak mereka kepada orang tua dari pasangan mereka sebelumnya. Peraturan itu juga berlaku pada Salman nanti jika orangtua dari almarhum suami Kinan meminta untuk bertemu dengan Salman.


"Gimana Mas, besok beneran mau antar Naila?" tanya Kinan.


"Iya Nan, aku gak bisa cegah Mama. Karena Renita adalah anak tunggal mereka dan hanya Naila kini yang mereka punya. Biar Bik Nah yang jagain Naila di sana karena aku tidak mungkin ikut acara keluarga mereka lagi. Aku kan sudah menikah dengan kamu" jawab Kinan.


Kinan terdiam. Mas Refan memang benar - benar sudah berubah. Di sekarang lebih memikirkan perasaan aku dan tidak bertindak sesuka hatinya. Batin Kinan.


"Ya sudah Mas kalau begitu biar aku susun semua kebutuhan Naila untuk besok. Bik Nah yuk bantuin aku. Biar Naila di pegang Mas Refan dulu" perintah Kinan.


"Baik Non" jawab Bik Nah.


Kinan dan Bik Nah masuk ke kamar untuk menyusun semua peralatan bepergian Naila mulai dari susunya, alat mandi, oakaian, botol susu dan lainnya.

__ADS_1


"Bik besok tolong perhatiin jadwal tidurnya Naila ya dan tolong perhatikan siapa saja yang pegang Naila. Kalau bisa jangan terlalu banyak yang pegang - pegang. Di sama kan ada acara keluarga pasti ramai kan? Aku khawatir Naila jadi kurang istirahat" pesan Kinan kepada Bik Nah.


"Iya Non, Bibik akan perhatikan" jawab Bik Nah.


Non Kinan ini memang baik sekali, padahal Naila kan bukan anak kandungnya tapi dia sangat perhatian dan sayang sekali dengan Naila. Gak salah memang Den Refan menikahi Non Kinan. Batik Bik Nah.


"Udah selesai Bik, alhamdulillah.. Bik Nah bisa makan sekarang. Maaf ya jadi telat makan malamnya" ujar Kinan.


"Iya Non gak apa" balas Bik Nah.


Bik Nah segera pergi ke dapur untuk makan malam. Dia makan malam ditemani oleh Bik Mar.


'"Nah, kamu disana harus benar - benar perhatiin Naila. Kalau ada sesuatu dengan Naila Den Refan bisa marah. Dan perlu kamu tau Nah Mamanya almarhumah Non Renita itu sebenarnya gak suka dengan anak - anak. Kamu gak perhatiin waktu syukuran pernikahan Den Refan dan Non Kinan? Naila kan nangis terus waktu di gendong sama Mamanya almarhumah Non Renita. Dia gak pinter ngomong anakanak" pesan Bik Mar.


"Iya lihat gayanya aja aku udah serem. Dulu almarhumah Non Renita itu gimana sih orangnya kok bisa Mamanya seperti itu?" tanya Bik Nah penasaran.


"Almarhumah Non Renita itu manja banget" jawab Bik Mar.


"Tapi bisa ya, Mamanya gitu?" tanya Bik Nah.


"Yah namanya Almarhumah Non Renita anak tunggal Nah, pasti dimanjain terus sama Mamanya. Apalagi mereka orang kata, pasti di rumah banyak pembantunya. Makanya Almarhumah Non Renita gak bisa kerja dan gak tau apa - apa" jawab Bik Mar.


"Keluarga Non Kinan juga kaya. Tapi gak gitu - gitu amat Mamanya. Non Kinan juga bisa masak, kerja juga" ujar Bik Nah.


"Ya sifat dan tipe orang kan beda - beda Nah. Ada tipe orang yang sepeti Mamanya Almarhumah Non Renita tapi ada juga yang seperti Non Kinan. Tapi kamu yakin deh setiap perbuatan kita itu akan berdampak dengan apa yang akan kita hadapi. Kalau kita baik, InsyaAllah dapatnya juga baik dan pasti bahagia karena dapat ketenangan hati. Kalau tipe orang seperti Mamanya Almarhumah Non Kinan itu aku yakin pasti hatinya gak tenang dan kurang bahagia. Wong suka maksain kehendaknya pada orang lain " balas Bik Mar.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2