
Tanpa terasa waktu berjalan dengan begitu cepat. Semua persiapan pernikahan Bimo dan Reni sudah hampir selesai. Hanya tinggal menunggu waktu dan dalam hitungan jari.
Seluruh keluarga sudah sangat antusias menyusun rencana perjalanan mereka ke Labuhan Bajo untuk menghadiri acara pernikahan Bimo dan Reni sekaligus jalan - jalan setelahnya.
Refan dan Kinan juga sudah membuat banyak persiapan, maklumlah ini adalah perjalanan panjang pertama untuk Si Kembar. Mereka sudah mempersiapkan semua kebutuhan anak - anak mereka. Bukan hanya Si Kembar tapi Salman juga tidak akan dilupakan.
Para sahabat juga sudah menyusun rencana mereka selama nanti mereka liburan di Labuhan Bajo. Rencana calon pengantin bersama keluarga besar mereka akan berangkat lebih dahulu.
Setelah itu para sahabat akan menyusul di waktu yang berbeda tetapi tetap dalam hari yang sama.
Reni mengundang Anita beserta keluarga kecilnya dan tak lupa pula Dini adiknya Anita. Pasti Riko akan sangat senang sekali bisa pergi bersama pujaan hatinya.
Reni juga mengundang Gery dan Rizal dalam pernikahannya mereka, tentu saja dengan izin Bimo. Awalnya Bimo keberatan bahkan tidak mau saat Reni mengundang Gery. Dia sepertinya masih tidak terima dan masih merasa cemburu dengan hubungan Reni dan Gery.
Tetapi karena Reni sudah meyakinkan kalau dia dan Gery hanya sebatas sahabat akhirnya Bimo menyetujuinya kalau Reni mengundang Gery datang di acara pernikahan mereka.
Bimo, Bapak dan Ibunya, Refan beserta keluarga kecilnya dan Mamanya juga Papa dan Mama Kinan akan berangkat dengan pesawat pagi.
Kakak Reni yang paling besar yang tinggal di luar pulau Jawa juga akan datang dan langsung bertemu di Labuhan Bajo. Disana nanti baru mereka akan saling berkenalan dengan Bimo.
Sorenya sepulang waktu kerja baru menyusul para sahabat, Aril, Romi, Riko, Bagus dan keluar kecilnya, Anita dan juga keluarga kecilnya, Dini, Bela dan Ela segera menyusul.
Besok mereka semua akan terbang menuju Labuhan Bajo. Masing-masing sudah mempersiapkan segala kebutuhan mereka sendiri. Semua sibuk mempersiapkan segala sesuatunya yang akan dibutuhkan di Labuhan Bajo.
Seperti di rumah Refan. Bik Mar dan Bik Nah sedang sibuk membantu Kinan untuk mengumpulkan dan menyusun barang - barang si Kembar dan juga Salman yang akan dibawa besok.
__ADS_1
Di kamarnya Reni juga sibuk dibantu dengan Mamanya menyusun pakaian dan kebutuhan lainnya.
"Ren.. sudah jangan terlalu malam tidurnya. Besok kita akan pergi dan lusa kamu akan menikah. Jangan terlalu letih, nanti saat nikahan wajah kamu layu" pesan Bu Suci.
"Iya Ma, tinggal sedikit lagi" sambut Reni.
"Jelita udah kamu kabari, jam berapa besok mereka sampai di Labuhan Bajo?" tanya Bu Suci.
"Mbak Jelita, Bang Tagor dan Jeta akan sampai siang Ma di sana. Duluan kita sampai dari mereka" jawab Reni.
"Aaah.. Mama sudah kangen sama mereka. Sudah lama gak ketemu" sambut Bu Suci.
Reni duduk di samping Mamanya dan mereka duduk di pinggiran tempat tidur. Reni merangkul bahu Bu Suci dan meletakkan kepalanya di bahu Ibunda tercintanya.
"Ma.. nanti kalau aku nikah Mama tinggal di rumah Mas Refan aja ya, jangan tinggal di rumah sendirian. Aku dan Mas Refan sudah cerita masalah ini. Dan Mas Refan yang mau seperti itu. Kalau aku sih pengen banget ajak Mama ikut tinggal denganku tapi Mas Refan gak kasih izin" ucap Reni dengan nada sedih.
"Iya Ma, Mbak Kinan memang jauh banget dibanding Mbak Renita. Mbak Kinan baik dan benar - benar menganggap aku sebagai adik kandungnya sendiri. Membuat aku betah selama tinggal di sini. Coba dulu ya Ma saat Mas Refan dan Mbak Renita masih bersama. Sekalipun kita gak pernah tidur di rumah mereka. Jangankan datang dengan suka rela di ajak sekalipun aku tidak mau tidur di rumah mereka" sambut Reni.
Bu Suci dan Reni sama - sama membayangkan bagaimana dulu rumah tangga Refan saat bersama Renita. Walau hanya sebentar mereka enggan menginjakkan kaki dirumah Refan karena tidak pernah mendapatkan sambutan yang tulus dari Renita setiap kali mereka datang.
Tapi semua sudah berlalu. Kini semua sudah berubah, Refan juga sudah menikah dengan Kinan dan hidup dengan bahagia. Rasanya mereka sangat lega melihat rumah tangga Refan yang adem ayem dan bahagia seperti sekarang ini.
"Sebentar lagi kamu juga akan menjadi seorang menantu di rumah mertua kamu. Perlakukanlah mereka seperti orang tua kandung kamu sendiri. Saat mereka datang ke rumah kamu sambutlah mereka dengan baik dan perlakukan dengan sebaik dan setulus mungkin. Restu mertua sama seperti restu Mama. Percayalah nanti rumah tangga kamu akan tentram dan damai" pesan Bu Suci.
"Iya Ma" jawab Reni.
__ADS_1
"Mama juga lega kedua orang tua Bimo menerima kamu dengan baik dan memperlakukan kamu juga seperti anak mereka sendiri. Mama lega melepas kamu menikah lusa" ujar Bu Suci.
"Terimakasih ya Mas atas kasih sayang Mama selama ini. Mama sudah mengurus aku dari kecil sampai seperti sekarang ini. Aku.. aku minta maaf kalau belum bisa membalas semua kasih sayang Mama" Reni memeluk tubuh Mamanya dengan erat dan tanpa terasa air matanya jatuh.
Sudah lama tidak bicara sedekat ini dengan Mamanya, hanya mereka berdua saja. Mungkin inilah saat - saat terakhir sebelum Reni menikah.
"Kasih sayang seorang Ibu itu tulus nak tak mengharapkan balasan apapun. Cukup melihat kalian hidup bahagia, Mama sudah ikut senang. Doa Mama kepada kalian semua anak - anak Mama, semoga Allah selalu menjaga kalian dan melimpahkan kasih sayangNYA kepada kalian dan keluarga kalian" ujar Reni.
"Aamiin... terimakasih Ma" sambut Reni.
"Sudah.. sudah.. jangan nangis lagi. Sudah malam ini. Besok kalau mata kamu bengkak bisa - bisa Bimo bertanya - tanya apakah kamu menyesal menikah dengannya di akhir - akhir menjelang pernikahan kalian" canda Bu Suci.
"Ah Mama ada - ada saja" ujar Reni sambil tersenyum.
Reni segera menghapus air matanya dan mencium lebih pipi Bu Suci.
"Aku sayang Mama" ucap Reni.
"Mama lebih sayang kamu nak" sahut Bu Suci.
Reni dan Bu Suci kemudian rebahan di tempat tidur untuk beristirahat dan tidur. Besok mereka akan melakukan perjalanan jauh dan semoga menyenangkan.
Malam ini mereka harus istirahat dengan cukup dan tenang agar besok bisa segar menyambut hari bahagia Reni dan Bimo.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG