Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 282


__ADS_3

"Dia tidak ada padaku.. dia tidak bersamaku. Kamu tidak akan bisa menemuinya. Naila tidak butuh kamu.. Lebih baik kamu pergi saja dari hadapanku. Pergi dari kantorku" usir Refan.


"Jadi nama anakku Naila? Tolong Fan dimana dia?" tanya Arga.


"Dia bukan anak kamu? Dia tidak butuh Papa seperti kamu. Akulah Papanya, kemanapun kamu bawa kamu tidak akan menang Ga. Bersiaplah.. kamu akan kecewa karena hal itu" jawab Refan.


"Tolong Fan.. aku ingin sekali bertemu Naila" Arga memelas meminta kemurahan hati Refan.


"Sudah terlambat, Naila tidak ingin bertemu kamu. Dia tidak ada di sini" balas Refan.


"Jadi dimana Naila? Apakah dia bersama orang tua Renita?" tanya Arga.


"Aku tidak tau, yang jelas Naila tidak ada disini. Dia berada di tempat yang aman. Jauh dari orang - orang yang akan memandang buruk nasibnya. Nasib seorang anak yang bernasabkan Mamanya. Kamu sadar tidak apa yang telah kamu lakukan. Karena dosa kalian Naila kelak yang akan menanggung malu seumur hidupnya. Semua orang akan tau kalau dia adalah anak haram hasil perselingkuhan dari pria dan wanita yang sama - sama sudah berumah tangga. Kelak dia akan di hujat orang dan mungkin tidak akan ada pria atau keluarga yang mau menerima keberadaannya. Semua itu karena siapa? Karena orang tua yang tak bisa bertanggung jawab. Suka bermain - main dengan dosanya" ungkap Refan kesal.


Arga terdiam sesaat karena ucapan Refan.


"Maafkan aku Fan" ucap Arga lagi.


"Jangan mintaaaf padaku, minta maaf sana kepada Allah dan Naila. Kamu cari saja dimana keberadaan Naila. Yang jelas Naila tidak ada bersamaku" balas Refan.


"Baiklah Fan, aku tidak akan menyerah. Mungkin kali ini kamu tidak bisa merimaku atau memberitahukan aku dimana keberadaan Naila. Tapi kelak aku harap kamu akan berubah fikiran" ujar Arfa


"Pergilah sebelum aku berbuat kasar kepada kamu. Dan jangan pernah lagi muncul di hadapanku. Aku tidak ingin melihat wajah kamu lagi di kantorku" ancam Refan.


"Baik Fan, kalau begitu aku akan pergi. Terimakasih atas penjelasannya" sambut Arga.


Arga berdiri dan berbalik badan kemudian melangkah keluar dari ruangan kerja Refan.


Lihat Refan.. aku akan mencari dimana keberadaan putriku sampai aku menemukannya. Naila tunggu Papa nak.. Batin Arga.


Setelah kepergian Arga, Refan segera mengambil ponselnya dan menghubungi sesorang.


"Assalamu'alaikum Pa" ucap Refan.


"Wa'alaikumsalam. Ya Fan, apa kabar?" tanya Pak Reno.


"Alhamdulillah aku dan keluargaku sehat. Papa, Mama dan Naila bagaimana keadaannya?" tanya Refan balik.


"Alhamdulillah kami juga sehat di sini. Ada apa Fan kamu telepon? Apakah ada yang penting?" tanya Pak Reno.


"Iya Pa, ini sangat penting. Ini mengangkut keamanan Naila" jawab Refan.

__ADS_1


"Apa itu Fan? Apakah ada berita buruk?" Desak Pak Reno.


"Belakangan ini aku semakin sering bertemu Arga" jawab Refan.


"Arga Laksamana?" tanya Pak Reno terkejut.


"Iya, Arga Laksamana. Ayah biologisnya Naila. Barusan dia datang ke kantorku dan ingin bertemu dengan Naila" jawab Refan.


"Dia ingin bertemu Naila? Lantas apa kamu katakan padanya?" tanya Pak Reno panik.


"Aku katakan kalau dia tidak ada bersamaku. Dia memang tau Pa kalah Naila tidak ada bersamaku karena dia pernah melihat aku bersama Kinan dan anak - anakku. Dia tidak menemukan Naila diantara si kembar dan Salman. Oleh sebab itu dia meminta aku mempertemukan dia dengan Naila" ungkap Refan.


"Dasar pria kurang ajar" umpat Pak Reno.


"Tolong Fan jaga rahasia ini. Jangan kasih tau tentang keberadaan kami disini" pinta Pak Reno.


"Papa tenang saja, sampai kapanpun aku ada di pihak Naila. Aku tidak akan memberitahu keberadaan Naila kepada Arga. Walau nyawa taruhannya Pa. Sudah cukup hidup Naila rumit, jangan dia tambahin lagi pahitnya hidup Naila. Naila adalah anakku Pa, sampai kapanpun dia akan tetap menjadi anakku" ikrar Refan.


"Terimakasih Fan, Papa sangat berhutang kepada kamu" ujar Pak Reno.


"Papa jangan berkata seperti itu. Aku sangat menyayangi Naila. Aku juga ingin Naila bahagia Pa. Baik - baik di sana ya Pa, semoga Papa dan Mama sehat juga kuat menjaga Naila di sana. Kalau ada sesuatu jangan lupa kabari aku" ujar Refan.


"Iya Nak. Terimakasih" jawab Pak Reno.


"Wa'alaikumsalam" jawab Pak Reno.


Refan akhirnya menutup teleponnya tapi dia sudah tidak semangat untuk bekerja hari ini. Refan segera meraih ponsel, tas dan kunci mobilnya. Dia segera berjalan kembali menuju mobilnya.


Setelah mobil menyala, Refan melajukan mobilnya menuju kantor Riko. Untung saja Riko sedang tidak sibuk hari ini sehingga Refan bisa langsung masuk ke dalam ruang kerja Riko.


Tok.. tok..


"Masuk" perintah Riko.


Refan membuka pintu dan langsung duduk di sofa ruang kerja Riko.


"Refan? Ada apa kamu datang pagi - pagi seperti ini?" tanya Riko terkejut.


Riko segera keluar dari kursi singgasananya dan duduk di sofa tepat di hadapan Refan.


"Ada apa Fan?" tanya Riko serius.

__ADS_1


"Arga Laksamana mulai mengganggu ketenangan hidupku" ungkap Refan.


"Mengganggu bagaimana?" tanya Riko bingung.


"Dia baru saja datang ke kantorku meminta maaf dan ingin bertemu dengan Naila. Dia ingin bertemu dengan Naila dan berniat ingin mengambilnya" jawab Refan.


"Apa?" tanya Riko terkejut.


"Ya seperti yang kamu dengar tadi. Dia ingin mengambil Naila" ulang Refan.


"Bagaimana bisa begitu? Tolong kamu ceritakan semuanya padaku?" pinta Riko.


"Sejak anak mereka meninggal, istrinya mengalami gangguan mental. Jadi Arga berniat ingin mengasuh seorang anak untuk istrinya tapi dia tidak ingin mengasuh anak lain. Lebih baik dia mengasuh putrinya sendiri" ungkap Refan.


"Kurang ajar, karena butuh baru dia cari Naila. Dulu aja dia gak ingat sama Naila dan menyia - nyiakannya" umpat Riko.


"Itulah makanya aku kesal dan langsung ke sini" sambut Refan.


"Jadi kamu bilang apa sama Arga?" tanya Refan.


"Aku bilang aja Naila tidak bersamaku dan aku tidak tau dimana keberadaannya" jawab Refan.


"Bagus Fan. Lebih baik kita menyembunyikan keberadaan Naila. Kamu sudah kasih tau Om Reno?" tanya Riko


"Sudah, aku sudah hubungi Papa dan ceritakan semuanya" jawab Refan.


"Suruh mereka juga hati - hati Fan. Aku takut Arga memasang mata - mata dimana - mana" ujar Riko.


"Iya Ko, aku sudah menyuruh Papa waspada" sambung Refan.


"Gila ya Arga.. Mau bawa Naila ke dalam rumah tangganya. Apa dia gak takut ketahuan sama istri dan keluarga istrinya kalau Naila itu adalah anaknya hasil dari perselingkuhan? Apa dia yakin istrinya bisa terima?" ujar Riko.


Refan menarik nafas panjang.


"Haaah.. entah laaah.. aku juga gak tau. Aku yang seorang pria saja bisa menerima Naila" ungkap Refan.


"Kamu kan belum tau kalau Naila itu bukan anak kamu dan kamu emang sudah mengharapkan Naila lahir sehingga begitu dia lahir kamu sangat menyayanginya. Ditambah lagi kamu sudah mendapatkan pengganti Renita yaitu Kinan yang bisa menerima kamu apa adanya. Istri Arga belum tentu berpikiran sama dengan kamu" nasehat Riko.


Refan terdiam mendengar perkataan Riko. Benar apa yang Riko katakan, saat dia mengetahui Naila bukan anaknya Refan sudah terlanjur jatuh cinta pada Naila. Refan sudah menganggap Naila sebagai anaknya sendiri. Dan ada Kinan yang selalu menemaninya di saat - saat tersulit.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2