Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 178


__ADS_3

"Ma.. Maaas.. aku sudah menjadi istri kamu" jawab Kinan.


"Ya tapi kan dulu kita dalam keadaan terpaksa" ujar Refan.


"Tidak, aku tidak terpaksa menikah dengan kamu. Kamu yang terpaksa menikah dengan aku, kalau bukan karena Naila kamu.. " balas Kinan.


"Ssst.. jangan cerita masa lalu sayang. Kita cerita masa sekarang dan masa akan datang" ucap Refan.


"Tapi kamu adalah bagian dari masa lalu aku Mas. Kamu adalah salah satu dari pria yang aku cintai dimasa lalu" ungkap Kinan.


"Ma.. maksud kamu?" tanya Refan bingung.


Kinan memegang tangan Refan dan mengenggamnya.


"Tadi saat di mobil kamu bertanya kan, sudah berapa kali aku jatuh cinta?" tanya Kinan.


"Iya" Refan menganggukkan kepalanya.


"Aku jawab, aku dua kali jatuh cinta. Pertama saat aku remaja dan kedua adalah Mas Bima" jawab Kinan.


Refan menatap wajah Kinan dengan tatapan bingung.


Kinan membelai kepala Refan dengan lembut.


"Kamulah cinta pertamaku Mas. Saat pertemuan pertama kita ketika pertemuan keluarga, aku sudah jatuh hati pada kamu. Tapi sayang kamu tidak mencintaiku. Kamu membatalkan pernikahan kita dan menikah dengan Renita. Saat itu sebenarnya aku patah hati, ditambah lagi para tetangga mengatakan kalau aku memang pantas untuk kamu tinggalkan karena aku tidak pintar bersolek dan bergaya. Satu tahun rasanya berat sekali sampai akhirnya aku berkenalan dengan Mas Bima dan dia melamarku. Aku mulai berusaha melupakan kamu dan belajar mencintai Mas Bima. Dan akhirnya aku bisa mencintai Mas Bima walau memang aku belum bisa melupakan kamu karena rasa sakit yang kamu tinggalkan. Ternyata jodohku dengan Mas Bima hanya singkat, empat tahun. Setelah itu Allah kembali menjodohkan kita dalam ikatan pernikahan. Aku tidak menyangka kalau cinta pertama aku bisa kembali bersemi. Hanya saja aku tidak berani berharap karena di awal pernikahan kita Mas sudah menegaskan kepadaku kalau Mas masih mencintai Almarhumah Renita. Setiap malam aku selalu berdoa semoga Allah mengabulkan doaku. Terkadang aku sangat malu, aku terlalu rakus. Allah telah kabulkan doaku. Kita sudah menikah dan aku rakus menginginkan hati kamu" Tetes air mata mulai menjatuhi pipi Kinan.


Refan menatap wajah Kinan dengan tatapan terkejut, dia benar - benar tidak menduga jawaban dari lamarannya pada Kinan.


"Allah Maha Baik, dia kabulkan semuanya. Kamu menjadi suamiku dan kamu juga ternyata sudah mencintaiku Mas. Aku tak henti - hentinya bersyukur dan mengucapkan terimakasih kepada Allah. DIA mendengar semua doaku dan mengabulkannya" sambung Kinan.


"Ja.. jadi.. aku cinta pertama kamu?" tanya Refan masih tak percaya.


Kinan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Iya Mas. Kamu adalah cinta pertamaku sekaligus akan menjadi cinta terakhir" ungkap Kinan.


"Jadi bagaimana dengan Bimo?" tanya Refan.


Setelah mengucapkan kata - kata itu Refan menjadi sangat bodoh. Mengapa kata - kata itu sampai keluar dari bibirnya.


"Ada apa dengan Mas Bimo?" tanya Kinan.


"Saat bertemu dia kemarin kamu tampak sangat terpukau dengan wajahnya karena sangat mirip dengan Bima. Kamu menangis dan terus menatapnya tanpa henti" jawab Kinan


"Maaaas.. aku hanya kangen dengan wajah Mas Bima sesaat. Wajarkan Mas, wajah pria yang pernah aku cintai sangat mirip dengan wajahnya. Tapi bukan berarti aku menyukai Mas Bimo. Mereka dua orang yang berbeda. Walau mereka kembar tapi mereka orang yang berbeda tidak akan pernah bisa sama" ungkap Kinan.


"Jadi kamu tidak akan berlabuh hati kepada Bimo kan?" tanya Refan meyakinkan.


Seketika Kinan tertawa mendengar pertanyaan Refan.


"Maaaas.. aku kan sudah bilang. Kamu itu cinta pertamaku dan setelah menikah cinta itu kembali hadir dan terus tumbuh. Aku jatuh cinta kembali pada kamu" jawab Kinan.


Refan menatap wajah Kinan dan membelai pipinya.


"Aku yang harusnya berkata seperti itu Mas. Terimakasih akhirnya Mas mencintaiku" balas Kinan.


"Ternyata sangat mudah untuk jatuh cinta kepada kamu. Bodohnya aku dulu mengapa tidak pernah berusaha untuk mengenal kamu. Seandainya aku dulu..." ucap Refan.


"Sssst... jangan pakai kata seandainya Mas.. Kata seandainya itu melambangkan penyesalan. Tidak ada yang perlu di sesali. Kita harus mengambil hikmah terhadap sebuah kegagalan. Terkadang sebuah kegagalan itu adalah cambuk bagi kita untuk belajar menjadi lebih baik. Karena Mas pernah gagal mencinta pasti Mas tidak ingin merasakan sakitnya patah hati kan? Mas takut gagal lagi dalam hal berumah tangga, Mas jadi belajar bagaimana berumah tangga yang benar, Mas jadi lebih perhatian, pengertian, dewasa, sabar dan masih banyak yang Mas perbaiki lainnya. Bahkan aku yang dulu tidak pernah Mas pandang, kini tanpa Mas rencanakan Mas malah jatuh cinta denganku " potong Kinan.


Refan mendengarkan semua ucapan Kinan. Semuanya benar, apa yang Kinan ucapkan semua benar.


"Maaf sayang, kalau dulu aku pernah menyakiti hati kamu" ucap Refan.


"Tidak apa Mas. Berkat penolakan kamu aku malah mengenal sosok Mas Bima. Dia adalah guruku dalam berumah tangga. Sangat banyak ilmu berumah tangga yang dia ajarkan kepadaku. Terkadang aku berpikir, empat tahun dia menikah denganku ternyata waktu untuk menempah dan mempersiapkan aku menjadi istri kamu? Mungkin kalau dulu kita menjadi pasangan suami istri, kisah kita tidak akan seindah saat ini. Bisa saja kita pisah di tengah jalan. Tidak ada yang tau rencana Allah. Semua itu Allah rahasiakan" jawab Kinan.


Kinan berusaha menarik tangan Refan, agar Refan berdiri. Sudah cukup lama Refan berlutut di hadapan Kinan pasti saat ini kakinya sudah kram.

__ADS_1


Mereka sudah sama - sama berdiri dan saling berpegangan tangan. Refan kemudian memakaikan cincin yang Refan beli khusus untuk melamar Kinan malam ini.


"Terimakasih Mas" ucap Kinan bahagia.


"Makasih sayang ternyata cinta kamu dari dulu dan sekarang masih tetap sama" balas Refan.


"Siapa bilang sama? Sekarang cintaku kepada kamu lebih besar daripada dulu. Apalagi saat ini ada anak - anak kita di dalam perutku" ujar Kinan.


Refan tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya ke kening Kinan dan mengecupnya.


"Aku bahagia sekali malam ini semua rencanaku berjalan dengan lancar dan bahagia" ucap Refan.


"Aku malah tidak menduga Mas akan melakukan semua ini" balas Kinan.


"Aku sudah merencanakannya beberapa hari ini. Awalnya aku tak percaya diri tapi teman - temanku memberikan dukungan mereka semua. Dan akhirnya aku semangat untuk mengungkapkan perasaanku pada kamu" ungkap Refan.


"Jadi semua teman - teman kamu tau kamu melakukan ini?" tanya Kinan.


"Tidak semuanya sayang. Mereka hanya menyuruhku untuk mengungkapkan perasaanku pada kamu tapi mereka tidak tau kapan waktunya aku mengutarakan ya" jawab Refan.


Kinan tersenyum lembut kepada Refan. Tak lama kemudian Refan mempersilahkan Kinan duduk.


"Mari kita nikmati makan malam ini istriku" ajak Refan.


"Terimakasih suamiku" balas Kinan.


Mereka berdua tertawa karena perkataan mereka barusan. Kini keduanya tampak sedang menikmati makan malam indah mereka berdua.


Dua hati sudah saling tersambung membuat keduanya semakin yakin untuk melanjutkan dan menjalani masa depan mereka bersama - sama. Tidak ada lagi prasangka bahwa mereka hanya sendiri mencinta.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2