Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 33


__ADS_3

Setengah jam kemudian Refan menyusul Kinan ke tempat tidur. Sudah selama itu dia bertahan berharap Kinan sudah tidur lebih dahulu. Karena dia melihat Kinan sudah tidak banyak pergerakan lagi pasti dia sudah terlelap.


Refan membuka baju shalatnya dan menggantinya dengan baju kaos dan celana pendeknya. Setelah itu dia berbaring di samping Kinan.


Jantung Refan sangat kencang berdetak, rasanya sangat menegangkan malam ini. Lebih tegang saat dia malam pertama dengan Renita di malam pengantinnya.


Saat itu dia memang sangat menantikan saat - saat seperti ini tapi malam ini rasanya dia dan Kinan terperangkap dalam suasana yang sangat mendukung untuk melakukan malam pertama. Sensasi yang luar biasa karena harus menahan gaira*nya.


Refan tidur membelakangi Kinan dan dia mencoba menenangkan dirinya. Sudah hampir setengah jam dia dengan posisi ini tapi dia tetap tidak bisa tidur.


Hawa kamar ini terasa semakin panas, padahal pendingin ruangan sudah di pasang dengan suhu yang paling dingin. Batin Refan.


Tubuhnya sudah kaku dan pegal akhirnya dia memilih untuk tidur telentang. Baru saja dia mengambil posisi seperti itu Kinan sudah memeluknya erat seperti bantal guling.


Mungkin karena Kinan sedang memakai baju tidur tipis dia merasa kedinginan dan mencari sesuatu yang bisa menghangatkan yaitu tubuh Refan.


Sesuatu di bawah sana yang sejak tadi sangat sulit untuk di pertahankan tetap tidur akhirnya dengan cepat sekali terbangun.


Jangan salahkan aku Kinan karena aku sudah bertahan hampir satu jam lebih tapi kamu yang datang menggodaku. Aku ini hanya pria biasa yang tak kuat menahan gejolak ini. Apalagi kita tidak terlarang untuk melakukannya.


Sesuatu yang kenyal di bagian dada sangar terasa hangat menyentuh bagian dada Refan sedangkan wajah Kinan sudah dia surukkan di leher Refan.


Hembusan nafas Kinan yang teratur sangat merangsan* bagian leher Refan sehingga tanpa sadar tangan Refan sudah menyentuh bahu Kinan dan membelainya.


Kinan terbangun karena perbuatan Refan, dia sadar saat ini bukan Refan yang salah tapi dialah yang tanpa sengaja sudah menggoda Refan. Dia sadar posisi mereka saat ini, dialah yang sedang memeluk Refan dengan erat.


Tanpa sadar bulu roma Kinan berdiri dan Refan bisa merasakannya. Kinan langsung melepaskan pelukannya dari Refan dan menjaga jarak dengan Refan.


"Ma.. maaf Mas aku gak sadar tadi" ucap Kinan barusan. Saat memeluk Refan dia sempat mendengar detak jantung Refan yang berdetak sangat kencang.


Alarm di kepalanya sudah berbunyi bahaya. Dia sudah membangunkan sesuatu di tubuh Refan bagian bawah.

__ADS_1


Ya Allah... gawat, mengapa malah jadi seperti ini. Kalau dia memintanya aku tidak bisa menolaknya karena itu sudah menjadi kewajibanku sebagai istrinya untuk melayani suamiku. Batin Kinan.


Refan mengambil posisi menghadap Kinan, tatapan matanya sudah terlihat sangat bergairah. Dari dekat Refan memandang wajah mulus Kinan, bibir Kinan yang kini semakin terlihat menggairahkan. Tubuhnya yang mulus dan terlibat bersinar malam ini.


"Kinaaaan... bolehkah aku... " pinta Refan.


Kinan tau kalau Refan sudah tidak bisa menahan garia*nya dan sangar berdosa jika dia menolaknya. Kinan menganggukkan kepalanya menandakan dia memberi izin malam ini kepada suaminya untuk menyentuhnya pertama kali.


Seperti ada kembang api yang menyala di dada Refan, dia merasa semakin bersemangat ketika melihat Kinan memberikan izin kepadanya. Tanpa sungkan - sungkan lagi Refan menyentuh wajah Kinan lalu turun ke bawah menyentuh bagian kenyal yang tadi menghimpit dadanya.


Tubuh Kinan ternyata lebih berisi dari tubuh Renita yang langsing karena selalu menjaga pola makannya. Ukurannya terasa sangat pas di tangan Refan dan Refan sangat menyukai ukurannya.


Seratus persen Refan sudah sangat bergairah dan tidak bisa di hentikan lagi. Dia menyentuh bagian - bagian sensitif Kinan memberikan rangsangan dan memancing gaira* Kinan sehingga tanpa sadar mereka sama - sama mendesah.


Panaaaaaas....


Cukup lama Refan menikmati tubuh Kinan ternyata apa yang dia sembunyikan dibalik dasternya selama ini sangat luar biasa. Ucapan teman - temannya tadi siang ternyata salah.


Tubuh Kinan sangat sexy bahkan lebih sexy dari Renita istri pertamanya dulu. Dan Refan kini sangat tergila - gila dengan tubuh Kinan saat ini.


Dia melakukannya dengan penuh kelembutan dan tidak egois seperti biasanya dia mempelakukan Kinan. Kinan jadi semakin tersanjung dengan semua perlakuan Refan padanya malam ini.


Sebenarnya Kinan juga tak ingin membandingkan Refan alm. suaminya tapi.. Kinan tidak bisa memungkiri kalau Refan sangat pandai memancaing titik sensitifnya di malam pertama Refan menyentuhnya.


Refan membawanya melambung tinggi menjadikannya wanita yang layak di lindungi dan disayangi. Mereka melakukan penyatuan yang sangat indah, bahkan Kinan harus mengakui kalau Refan memang lebih.. lebih... dari pada sebelumnya.


Maafkan aku Mas.... entah mengapa seketika Kinan merasa sedih. Secepat ini dia melupakan suami pertamanya. Dan jahatnya dia malah sempat membandingkannya dengannya dengan Refan.


Kinan kembali mengumpulkan konsentrasinya tak mau Refan kecewa karena sambutannya yang dingin. Kini Kinan sudah melakukannya dengan sepenuh hati.


Bagaimana pun Refan lah kini suaminya. Pria yang wajib dia layani dengan sepenuh hati. Biarlah Bima menjadi kenangan indah yang akan dia simpan dan tutup rapat di dalam hatinya.

__ADS_1


Bagitu juga Refan, semua gerakan Kinan membuatnya lupa diri, dia tidak menyangka senikmat ini melakukannya dengan Kinan. Sesuatu yang sudah dia tahan selama kurang lebih tiga bulan ini akhirnya bisa segera dia salurkan pada wanita yang kini sudah menjadi istrinya.


Wanita yang ternyata mempunyai rahasia yang selama ini dia sembunyikan di balik pakaian dan sifatnya yang pendiam dan sederhana.


Refan seperti mendapatkan Jackpot dalam pernikahannya dengan Kinan. Tidak pernah dia bayangkan sebelumnya kalau semua yang dimiliki Kinan sangat luar biasa indahnya.


Rasanya Refan akan merasakan ketagihan setelah ini, dia tidak pernah merasakan ini sebelumnya hanya di saat pertama dia yakin akan menginginkan saat - saat ini di kemudian hari.


Refan dan Kinan sudah terseret di lautan gaira* hingga akhirnya sesuatu yang terasa ingin meledak dari dalam tubuh mereka. Refan mempercepat gerakannya dan tanpa sadar dia menyebut sebuah nama.


"Aaaaaakh Renita..... " ucap Refan


Sontak tubuh Kinan menegang, sesuatu yang luar biasa malam ini harus berakhir dengan menyakitkan seperti ini. Dia tau baik Refan dan dirinya memang sama - sama masih terbelenggu dan ikatan pernikahan mereka sebelumnya karena mereka masih sama - sama baru di tinggalkan oleh orang yang sangat mereka sayangi. Dan masih terbayang - bayang oleh mereka yang sudah pergi.


Tapi tidak seperti ini juga.. rasanya sangat sakit sekali mendengar Refan memanggil nama istri pertamanya.


"Makasih sayaaang... " Refan mengecup lembut kening Kinan.


Bersamaan dengan itu air mata Kinan mengalir dari sudut matanya.


.


.


BERSAMBUNG


Hai readeeers..... maaf ya bab ini agak gimana gitu. Tapi masih normal kan? maaf.. maaf.. saya gak pintar buat sesuatu yang panas dan sebenarnya malu tapi gimana ya.. rasanya dalam pernikahan harus ada ya yang seperti ini 🤣🤣


Maksa... semoga kalian semua suka ya .. dan maaf sekali lagi kalau berlebihan.


Panas.. panas.. awas panas..

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan hadiahnya yang banyak agar aku lebih semangat menulis ceritanya.


Terimakasih


__ADS_2