Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 177


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal Kinan ke Dokter kandungan. Refan dan Kinan sudah berencana akan langsung ke dokter kandungan setelah pulang dari kantor. Dalam kondisi seperti ini lebih baik Salman tidak dibawa dulu, biarlah Salman dirumah saja bersama kedua orang tua mereka di rumah.


Seperti biasa Refan menjemput Kinan di kantornya setelah jadwal kantor Kinan. Kemudian mereka bergerak menuju Rumah Sakit dimana Kinan biasanya memeriksakan kandungannya.


Sesampainya di parkiran Rumah Sakit Refan dengan siaga langsung menuntun Kinan menuju ruang pemeriksaan Dokter. Tadi pagi Kinan sudah melakukan pendaftaran secara online sehingga mereka tidak perlu menunggu terlalu lama.


Refan dan Kinan langsung di panggil masuk ke ruang praktek dokter kandungan.


"Ibu Kinan Adhisti" panggil perawat.


"Ya saya" jawab Kinan.


Refan membantu Kinan berdiri kemudian menuntun Kinan berjalan masuk ke ruang pemeriksaan.


"Silahkan duduk Bu Kinan" ucap dokter ramah.


"Iya Dok" jawab Kinan.


Mereka duduk berhadapan dengan Dokter.


"Gimana Bu ada keluhan bulan ini?" tanya dokter dengan lembut.


"Alhamdulillah tidak ada yang berat Dok, hanya punggung saya pegal dan akhir - akhir ini kok sering lemas ya" ungkap Kinan


"Yuk kita periksa dulu dedeknya di dalam" ajak Dokter.


Refan membantu Kinan naik ke atas tempat tidur, kemudian perawat mengoleskan gel ke perut Kinan dan Dokter mulai memeriksa.


"Alhamdulillah sehat semuanya. Tapi mereka sedikit lebih aktif Bu. Mungkin karena mereka anak kembar jadi membuat Ibu mudah lelah dan lemas. Satu lagi, sepertinya Ibu sedang banyak fikiran ya.. makanya si kembar gelisah jadi lebih aktif bergerak?" tanya Dokter.


Refan dan Kinan saling pandang. Benar dugaan Dokter, saat ini mereka sedang menghadapi masalah besar. Kehadiran Bimo pasti sedikit lebih banyak menguras pikiran Kinan.


Tak mungkin Kinan mengabaikan berita tentang kematian Almarhum Bima. Kedatangan Bimo ke dalam hidup Kinan dan Salman saat ini terasa seperti mengancam keselamatan mereka.


Sebelum Bapak dan Ibu Bima datang mungkin perasaan Kinan lebih was - was. Setiap hari dia harus waspada dan sangat mengkhawatirkan Salman. Karena sampai saat ini mereka masih janji pada Bimo untuk mempertemukan Bimo dengan Salman.


"Bapak sebisa mungkin ya bisa menenangkan Ibu. Kasihan keadaan Ibu juga bisa membuat si kembar gelisah Pak. Dan pasti Ibu juga yang akan merasa lebih berat" ujar Dokter.


"Baik Dokter" jawab Refan.


"Nanti saya kasih vitamin ya Bu agar Ibu bisa istirahat lebih tenang lagi" ujar Dokter.


"Iya Dok, terimakasih" jawab Kinan.


Dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan kandungan Kinan. Beliau segera memberikan resep obat untuk Kinan.


"Ada keluhan lainnya Bu?" tanya Dokter lagi.


"Tidak ada dokter" jawab Kinan.


Dokter memberikan resep obat kepada Refan.


"Ini resepnya ya Pak, seperti biasa silahkan di tebus di apotek" pesan Dokter.


"Baik Dok, terimakasih. Kalau begitu kami pamit ya" jawab Refan.


"Hati - hati Pak, Bu" balas Dokter.


Refan dan Kinan segera meninggalkan ruangan pemeriksaan Dokter kemudian mereka berjalan ke apotek yang ada di Rumah Sakit untuk menebus resep obat yang diberikan Dokter tadi.


Setelah semua selesai mereka kembali berjalan menuju mobil yang ada di parkiran Rumah Sakit.


Tanpa sengaja Refan melihat sosok seorang pria yang baru saja keluar dari mobil bersama seorang wanita yang sedang hamil. Tiba - tiba rahangnya mengeras dan tangannya mengepal karena menahan amarah.


Bangsa* sekarang kamu enak - enakan ya bermesaraan dengan istri kamu setelah apa yang telah kamu lakukan. Umpat Refan dalam hati.

__ADS_1


"Maaas" panggil Kinan.


Refan tidak mendengarkan panggilan Kinan karena dia sedang fokus menatap kesuatu arah.


Kinan mengikuti pandangan Refan tapi dia tidak menemukan siapapun yang dia kenal.


"Mas lagi lihat apa?" tanya Kinan bingung.


Kali ini Kinan menyentuh lengan Refan sehingga Refan tersadarkan.


Ah biarlah aku sembunyikan saja. Tadi dokter bilang Kinan gak boleh banyak fikiran. Kalau aku cerita kepadanya pasti akan menambah pikiran Kinan. Batin Refan.


"Ah gak ada sayang" jawab Refan.


"Tapi kamu serius gitu lihat ke arah sana?" tanya Kinan lagi.


"Ah hanya seorang kenalanku. Kamu tidak mengenalnya" jawab Refan berusaha mengalihkan perhatian Kinan.


"Yuk kita masuk" Refan menuntun Kinan masuk ke dalam mobil kemudian Refan duduk di samping Kinan.


Refan menyalakan mobil dan kemudian melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


"Kita makan dulu ya, aku lapar. Kamu gak apa - apa kan kalau kita pulangnya agak malaman dikit?" tanya Refan.


"Emang kita mau kemana?" tanya Kinan penasaran.


"Kencan donk. Udah lama kan kita gak pacaran berdua aja. Kan kata dokter kamu gak boleh banyak pikiran. Jadi malam ini aku ingin ngajak kamu bersantai sejenak menikmati malam hanya kita berdua, eh berempat ya sama si kembar" ajak Refan.


Kinan tersenyum malu mendengar ucapan Refan barusan.


"Tumben Mas begini, pasti ada maunya nih" ujar Kinan.


"Pasti donk" jawab Refan.


Refan meraih tangan Kinan dan menariknya sedikit kearahnya kemudian Refan mencium tangan Kinan.


"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Refan.


"Mas mau tanya apa?" Kinan balik bertanya.


"Seumur hidup kamu, berapa kali kamu jatuh cinta?" tanya Refan.


Kinan mengerutkan dahinya dan melirik ke arah Kinan.


"Harus aku jawab?" tanya Kinan.


"Tadi kan aku udah tanya duluan sama kamu, kamunya malah balik tanya" Refan pura - pura ngambek.


"Aku dua kali Mas jatuh cinta" jawab Kinan.


"Oh ya? kapan aja tuh?" selidik Refan.


"Pertama saat remaja tapi cintaku gak kesampaian. Hanya mencintai dari jauh, aku gak berani mengutarakan cintaku padanya karena dia sudah menyukai wanita lain. Dan yang kedua ya Mas Bima" jawab Kinan.


Refan merasa kecewa mendengar jawaban Kinan. Ternyata Kinan tidak mencintainya. Walau hatinya merasa sakit tapi dia pura-pura bersikap biasa saja.


"Kalau Mas?" tanya Kinan balik lagi.


"Aku?" tanya Refan.


"Iyalah.. Aku kan udah jawab pertanyaan Mas jadi sekarang giliran Mas yang jawab pertanyaan aku" ujar Kinan.


"Aku sama dengan kamu. Aku juga dua kali jatuh cinta" jawab Refan.


"Dua kali? Lho ternyata Renita bukan cinta pertama kamu?" tanya Kinan penasaran.

__ADS_1


Bukannya Mas Refan bilang kalau Renita itu cinta pertamanya? Teman - temannya juga cerita, Ayu juga bilang kalau Renita adalah cinta pertama Mas Refan. Lantas siapa wanita satu lagi yang Mas Refan cintai? Tanya Kinan dalam jati.


"Udah sampai, yuk kita turun" ajak Refan setelah mobil berhenti di parkiran sebuah Restoran.


Kinan memperhatikan sekelilingnya. Restoran yang mewah, tumben Mas Refan ngajak kencan di sini? Pikir Kinan.


Mereka masuk ke dalam Restoran yang di tata dan didekor untuk para anak muda.


Refan memilih ruang private dan mereka langsung disambut oleh seorang pelayan.


"Bapak?" tanya Pelayan tersebut.


"Refan Adinata" jawab Refan.


"Ooh Pak Refan silahkan Pak" sambut pelayan tersebut.


Pintu ruangan segera di buka.


"Mas udah pesan tempat?" tanya Kinan.


Refan tersenyum lembut.


"Kan aku udah bilang mau ngajak kamu kencan. Kencan kita kan kencan luar biasa. Mana ada orang hamil pacaran. Jadi aku sengaja pesan ruang private untuk kita agar tidak ada orang yang mengganggu kita" jawab Refan sambil tersenyum.


Mas Refan kok manis banget sih malam ini. Aku jadi baper. Batin Kinan.


Refan mempersilahkan Kinan untuk duduk dengan nyaman. Tak lama kemudian pelayan datang dengan membawakan menu makanan yang sudah di pesan Refan.


"Waah cepat sekali datang makanannya. Mas udah pesan juga?" tanya Kinan merasa terkejut.


Refan hanya membalas pertanyaan Kinan dengan senyuman. Pelayanan menghidangkan makanan di atas piring yang di tutupi.


"Jangan dibuka dulu. Tunggu aku bilang buka, baru kamu buka ya" pesan Refan.


Kinan jadi semakin penasaran dengan sikap Refan tapi dia tetap mengikuti pesan Refan. Tak lama pelayan keluar dari ruangan tersebut.


Setelah itu sayup - sayup terdengar lantunan melodi. Dari nadanya Kinan menebak itu adalah suara piano. Refan berdiri dan berjalan menghampiri Kinan.


Kemudian Refan menatap mata Kinan dengan sangat dalam.


"Sekarang kamu buka hidangannya" perintah Refan.


Kinan meraih penutup hidangan yang ada di hadapannya dengan perlahan. Dia melihat di depannya ada kue tart favoritnya di atasnya tertulis sebuah kalimat.


'I Love You'


Refan berlutut di hadapan Kinan sambil memegang sebuah kotak perhiasan yang berisikan cincin indah di dalamnya.


"Aku pernah mencintai seorang wanita dengan kegilaanku. Tapi cinta itu membuatku hancur. Lalu cinta datang lagi menghampiriku. Kali ini berbeda, cinta yang kedua kali lebih dewasa lembut dan teduh. Membuat hatiku lebih tenang dan sangat nyaman. Semakin lama aku semakin sadar aku tak bisa berpisah dengan cinta itu, cinta kali ini lebih dalam dan lebih membuatku menyadari artinya berumah tangga dan menikah. Kita memulai hubungan kita dengan berteman setelah itu kamu menjadi pacarku. Malam ini boleh tidak aku melamar kamu menjadi istriku yang sebenarnya? Walau aku tau kamu belum mencintaiku tapi aku berjanji akan membuat kamu jatuh cinta padaku. Kinan aku mencintaimu, maukau kamu menjadi istriku?" ungkap Refan.


Mata Kinan berkaca - kaca, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya untuk menutupi keterkejutannya.


"Ma.. Maaas.. aku sudah menjadi istri kamu" jawab Kinan.


.


.


BERSAMBUNGAN


Hai guys.. gimana? gimana? udah lega kan penantiannya? Refan udah nyatain cinta lho.


Jangan lupa dukung terus novel ini ya. Beri like, komen, vote dan hadiah kalian.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2