Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 140


__ADS_3

"Jadi kapan kami akan di undang datang ke rumah baru kalian?" tanya Bagus.


Kinan dan Refan saling lirik.


"Nanti ya... kalau kehamilan Kinan berusia empat bulan. Kami akan mengadakan pengajian. Katanya anak dalam kandungan akan ditiupkan ruh saat berusia empat bulan. Oleh sebab itu kami akan menyambut mereka dengan melantunkan doa - doa untuk mereka juga Mamanya" ujar Refan.


"Waaah seru itu, kami tunggu ya udahan dari kalian" sambut Bagus.


"Kamu kok diam aja Ko dari tadi?" tanya Aril.


Refan yang sedari tadi memang sudah memperhatikan sikap Riko yang sepertinya sungkan bicara seperti biasa dengannya langsung merangkul Riko.


"Bukannya aku sudah katakan kepada kamu, semuanya sudah berlalu. Mari kita move on bersama.. tinggalkan masa lalu dan raih kebahagiaan di masa yang akan datang" ucap Refan kepada Riko.


Riko menatap wajah sahabatnya itu kemudian tersenyum.


"Jangan malu Ko, mencintai seseorang tidak salah dan kamu menjaga perasaan dan cinta kamu itu karena dia adalah istri dari sahabat kamu. Terimakasih kamu masih menghargai persahabatan kita dari pada perasaan kamu sendiri" ujar Refan tulus.


"Terimakasih Fan, kamu tidak membenciku" balas Riko.


Refan dan Riko saling berpelukan, Bagus, Romi dan Aril yang melihat kedua sahabatnya itu berdamai jadi tersentuh. Mereka turut bahagia melihat sahabatnya seperti itu.


Kinan dan Ayu pun turut merasa lega melihat hubungan persahabatan Refan dan Riko tetap baik - baik saja dan tidak terganggu dengan apa yang telah terjadi.


"Tenang Ko aku udah ada calon untuk kamu" ujar Refan sambil melirik istrinya.


Kinan membesarkan matanya ke arah suaminya seolah - olah memberi isyarat jangan katakan dulu tapi Refan sudah kadung kelepasan. Refan tersenyum dan mengabaikan isyarat yang diberikan Kinan.


"Calon?" tanya Riko.


"Iya calon istri" jawab Refan.


"Siapa?" tanya Riko penasaran.


"Tanya istriku" ujar Refan.


Riko melirik ke arah Kinan.


"Siapa Nan?" malah Bagus yang lebih penasaran.


Semua mata menatap ke arah Kinan.


"Adeknya sahabat aku Mas, tapi maaf mereka dari keluarga yang taat agama. Jadi tidak mau jalin hubungan seperti yang Mas - Mas ini lakukan. Dia gak mau pacaran. Berkenalan dulu istilahnya ta'aruf. Kalau memang cocok ya lanjut di lamar lalu menikah" ungkap Kinan.

__ADS_1


Bagus, Aril dan Romi melirik ke arah Riko.


"Gimana Ko, kamu mau?" tanya Aril.


Riko tak menjawab, dia terlihat sedang berpikir dan mempertimbangkan tawaran Kinan dan Refan.


"Udah gak usah kebanyakan mikir. Katanya pengen punya rumah tempat pulang, dimana kalau sudah sampai di rumah ada istri yang dengan setia menunggu dan melayani kamu. Tuh istriku udah carikan kamu perempuan yang sesuai dengan permintaan kamu" ujar Refan.


"Kalau kamu gak mau untuk aku saja" potong Aril.


"Aku juga mau" sambut Romi.


"Sabar.. sabar.. satu - satu ya" jawab Refan.


"Aku masih boleh gak?" celetuk Bagus.


"Boleh Mas" jawab Ayu sambil memegang sendok makan yang terbuat dari besi


"Boleh Mas tapi aku getok dulu kepala kamu sampai gerot alias geger otak" potong Aril.


"Hahaha.. " semua jadi tertawa.


Bagus menggaruk - garuk kepalanya yang tak gatal.


"Langkahi dulu mayatku" ancam Ayu membuat yang lain kembali tertawa.


"Wanita manapun tak ada yang ingin di madu. Kalaupun ada pasti ilmu agamanya sudah sangat tinggi. Dia pasti punya lautan kesabaran dan bisa menekan rasa cemburu melihat atau membayangkan suami yang sangat dia cintai mesra - mesraan dengan wanita lain. Satu lagi, mungkin dia sudah mati rasa, karena terlalu sakit mengetahui suaminya menikah lagi sehingga akhirnya terjadilah sebuah keikhlasan yang terpaksa tapi tetap saja tak rela" ujar Kinan.


"Satu lagi, mungkin karena wanita masih memikirkan itu nasib anak - anaknya yang pasti akan sedih berpisah dengan Papanya dan tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian orang tua yang lengkap. Tapi itu sangat menyakitkan karena harus menekan rasa sakit didada demi anak - anaknya" sambut Ayu.


"Tapi pertanyaannya saat hati kita sudah mati rasa apakah kita bisa melayani suami dengan baik. Bukankah kita bersalah pada diri sendiri dengan mendzolimi perasaan sendiri. Kalau aku mengalami hal seperti itu lebih baik aku memilih mundur dari pada tetap dalam hubungan pernikahan tetapi rumah tangga sudah terasa dingin. Aku yakin anak - anak juga tidak bahagia seperti itu. Walau Allah membenci perceraian tapi itu tidak lah di larang karena mempertimbanhkan akan lebih banyak hati yang tersakiti" sambung Ayu.


"Kamu benar Yu. Masing - masing wanita punya pertimbangan sendiri kalau seandainya mereka berada di posisi itu" ujar Kinan.


"Tuh dengar Gus apa komentar Ayu" sindir Aril.


"Iya yank.. aku janji tidak akan melirik yang lain. Hanya kamu satu di hatiku" Bagus menatap istrinya kemudian mengedipkan sebelah matanya dan mengangkat tangannya dengan memberikan kode gambar hati dari jari jempol dan telunjuk kanannya.


"Sarangeyo... " ucap Bagus dari jauh.


"Cieeeeee....... " sorak yang lain dan akhirnya mereka semua tertawa.


"Eh kembali ke intinya, kamu mau gak Ko?" tanya Refan ulang kepada Riko.

__ADS_1


"Come on Koooooo" ujar Bagus memberi semangat.


"Aku hitung nih sampai hitungan tiga. Kalau kamu gak mau aku yang ambil tawaran Kinan itu" potong Aril.


"Aku juga mau kok" sambut Romi.


Riko menarik nafasnya panjang.


"Ya Fan, Nan.. aku mau" jawab Riko malu.


"Cieeee.... yang mau ta'aruuuuf.... " goda Bagus.


"Yeaaay... Riko mau nikaaaah" sindir Aril.


"KUA I'm coming... " teriak Romi.


"Hahaha... kalian ini" ujar Refan tertawa melihat tingkah para sahabatnya.


"Alhamdulillah... " sambut Kinan dan Ayu.


"Sabar ya Mas Riko, aku susun rencana dulu. Nanti aku utarakan dulu rencana ini pada sahabat aku itu, setelah itu baru kamu atur bagaimana proses ta'arufnya Mas Riko sama adiknya sahabat aku itu" ujar Kinan.


"Gimana kalau kamu atur saat acara empat bulanan di rumah kalian? Kami kan pengen lihat calonnya Riko" ujar Bagus memberi saran.


"Ah masih lama itu" ujar Romi.


"Lho gak lama lagi Mas Rom saat ini aja usia kehamilan Kinan sudah satu bulan lebih. Paling sekitar tiga bulan lagi" protes Ayu.


"Iya betul itu, selama tiga bulan itu kamu beresin dulu hubungan - hubungan kamu dengan para wanita - wanita kamu diluar sana jadi pas kamu ta'aruf dengan calon yang dikenalin Kinan kamu sedang tidak ada hubungan apapun dengan wanita mana saja" ungkap Refan.


"Benar itu Mas Riko, kalau Mas mau menjalin hubungan yang serius Mas harus bertobat dulu. Setidaknya mulai berubah untuk berbuat lebih baik lagi" sambut Bagus.


"Naaah benar itu yang Kinan katakan, aku setuju" potong Ayu.


"Baiklah... aku terima semua saran dan nasehat kalian. Selama tiga bulan ini aku akan selesaikan semua hubungan aku yang sudah terjalin sedang menggantung atau baru mau jalan. Aku sudah berniat akan serius dan akan menjalaninya dengan sebaik mungkin. Mudah - mudahan Allah mendengar dan melihat niat baikku ini dan akan menolong aku dan memberikan jalan yang lancar untuk sampai pada tujuan itu" doa Riko.


"Aaamiin... " sambut teman - teman Riko yang lain.


"Semoga berhasil Ko" ujar mereka sembari memberikan semangat kepada Riko.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2