
Keesokan harinya seperti perkataan Aril kemarin, pagi - pagi sekali dia sudah sampai di rumah Refan dan Kinan dan tanpa malu langung ikut bergabung dengan Refan dan keluarganya yang sedang menikmati sarapan pagi.
"Ih Mas Aril numpang sarapan mulu di rumah orang. Cepetan gih cari istrinya biar dimasakin setiap hari" sindir Reni.
"Ini kan sedang usaha Ren. Doain semoga berhasil ya" jawab Aril.
"Lho Ril, kamu sudah punya calon?" tanya Bu Suci.
"Dia mah calonnya banyak Ma. Tapi gak ada yang beres" potong Reni.
"InsyaAllah ini yang terakhir. Do'ain aja ya Tante, semoga Aril berhasil mendapatkan hatinya" jawab Aril.
"Cari wanita baik - baik Ril dan yang serius, jangan main - main mulu. Ingat umur kamu sudah banyak. Jangan kelamaan entar kering peranakan kamu" sambut Bu Suci.
"Bisa gitu Bu laki - laki peranakannya kering?" tanya Aril serius.
Bimo juga serius mendengarkan, karena dia juga baru dengan kali ini. Usianya juga sudah tua dan alangkah sedihnya kalau dia juga mengalami hal yang sama. Bimo masih ingin menikah dan punya anak.
"Ya kalau tali airnya bocor, pas ketemu rumahnya langsung kosong. Ya sampai kapanpun gak akan berisi" jawab Bu Suci.
"Kenapa bisa bocor?" tanya Aril penasaran.
"Banyak sebab, karena faktor usia dan juga karena kamu udah foya - foya duluan sebelum menikah" jawab Bu Suci.
"Tante iiih serem banget ceritanya. Gak bisa ganti topik gitu. Misalnya, Ril kapan nikahnya?" ujar Aril.
"Tadi Tante udah tanya siapa calonnya tapi kamu masih mau sembunyiin" jawab Bu Suci.
Refan dan Kinan saling lirik, mereka tersenyum melihat tingkah Aril yang sok cari perhatian sedangkan Bela tampak cuek dan asik makan. Sementara Bimo dan Reni sesekali saling curi pandang.
Refan dan Kinan merasa lucu melihat dua pasang pria dan wanita yang ada di meja makan. Yang satu pasang terlihat sudah saling suka tapi masih jaga perasaan sedangkan yang sepasang lagi di prianya udah kelihatan suka banget sementara si wanita masih belum sadar kalau dia adalah target sang pria.
"Aku sudah siap. Mas Bimo cepatan yuk" ajak Bela.
"Lho kamu mau kemana Bel?" tanya Aril.
"Mau ke kantor, ini hari pertamaku. Aku gak mau terlambat" jawab Bela.
"Trus ngapain ngajakin Bimo kan ada aku Bel disini? Aku Bos kamu lho" ujar Aril mengingatkan Bela.
"Tapi aku sungkan ah Mas. Masak hari pertama kerja bareng sama Bos. Gak enak kelihatan banget nepotismenya. Malu sama karyawan lain yang ngeliat" balas Bela.
"Ya sudah kalau begitu kita berangkat bareng. Nanti kalau sudah dekat kantor kamu aku turunin. Gimana?" Aril. memberikan penawaran.
"Ya sudah kalau begitu ayuk. Aku sudah siap sarapan dan gak mau terlambat" ajak Bela.
"Oke... aku juga sudah siap nih" balas Aril.
__ADS_1
Bela dan Aril berpamitan dengan yang lainnya dan bergegas menuju mobil Aril dan berangkat ke Kantor.
Refan dan Kinan juga sudah selesai sarapan. Dia berpamitan dengan kedua orang tuanya dan mertuanya. Tak lupa sebelum pergi Kinan dan Refan mencium Salman.
"Sayang Mama pergi duluan ya. Kamu jangan nakal sama Opa ya" ujar Kinan.
"Iya Ma" jawab Salman.
"Hati - hati Fan" ucap Bu Suci.
"Iya Ma. Kami pergi dulu" balas Refan.
Tak lama setelah kepergian Refan, Reni juga pamitan dengan semuanya kemudian di susul oleh Bimo.
"El kamu santai aja dulu di rumah ya. Nanti aku akan ingatkan Mas Refan lagi tentang lowongan kerja di perusahaan para sahabatnya" ucap Reni.
"Iya Ren, makasih ya" balas Ela.
Reni keluar menuju mobilnya dan disusul Bimo yang juga hendak pergi mencari rumah untuk dia dan Bela.
"Mas Bimo mau kemana?" tanya Reni.
"Mas mau cari rumah Dek Ren" jawab Bimo
"Untuk siapa?" tanya Reni penasaran.
"Untuk Mas dan Bela. Kami tak ingin membebani Refan di sini terlalu lama" jawab Bimo.
"Mau cari rumah daerah mana?" tanya Reni.
"Daerah dekat sini aja. Biar kalau Bapak dan Ibu datang ke sini bisa cepat ketemu Salman" jawab Bimo lagi.
"Aku punya rekomendasi rumah yang bagus Mas dekat dari sini" ucap Reni.
"Oh ya, boleh donk Mas minta" pinta Bimo.
"Gini aja Mas. Mas cari aja dulu sendiri nanti pulang kerja baru aku tunjukin rumah yang aku bilang tadi. Nanti aku kirimi Mas alamatnya ya" sambut Reni.
"Oke Mas tunggu" balas Bimo.
"Ya sudah Mas, aku pergi duluan ya" ucap Reni.
"Iya Dek Reni, hati - hati" jawab Bimo.
Reni masuk ke dalam mobil dan berlalu keluar dari pekarangan rumah Refan tak lama Bimo juga menyusulnya keluar halaman rumah Refan dan keluar dari komplek perumahan itu.
*****
__ADS_1
Siang harinya di kantor Refan.
Saat Reni hendak ke kantin makan siang tanpa sengaja dia bertemu dengan Romi dan Riko sahabat Kakaknya.
"Hei setan kecil" panggil Romi.
"Iss... Mas Romi sama aja seperti Mas Aril. Aku sudah besar lho masak dipanggil setan kecil terus" protes Reni.
"Hahaha.. sampai kapanpun kamu tetap menjadi setan kecil kami" balas Romi.
"Mau ketemu Mas Refan Mas?" tanya Reni pada mereka.
"Menurut kamu, ngapain kami ke sini selain menemui Refan? Gak mungkin kan kami mencari setan kecil?" Romi balik bertanya.
"Ya sudah sana gih, Mas Refan ada di ruangannya" sambut Reni.
Saat Romi dan Riko hendak pergi tiba - tiba mereka kembali di tegur Reni.
"Mas.. Mas.. Mas.. aku boleh minta tolong gak sama kalian?" tanya Reni.
Riko dan Romi berhenti dan kembali melirik Reni. Reni adalah adik dari sahabat mereka. Sejak dulu mereka sudah menganggap Reni sebagai adik mereka sendiri jadi Reni memang sudah terbiasa bermanja kepada mereka.
"Kamu mau minta tolong apa Ren?" tanya Riko.
"Mm.. anu Mas, kemarin aku kan baru pulang dari Surabaya. Ada temanku yang ikut dari sana ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Di sini sedang tidak ada lowongan, di Perusahaan Mas Aril juga sudah cukup karena adiknya Mas Bimo udah melamar duluan. Jadi aku minta tolong sama kalian siapa tau kalian bisa membantunya" pinta Reni.
"Aku sudah penuh barusan aku sudah menerima sepupuku yang baru tamat kuliah. Kalau Perushaan kamu gimana Rom?" lempar Riko kepada Romi.
"Mmm.. nanti aku tanya bagian HRD dulu ya Ren" ucap Romi.
Reni tersenyum kesenangan.
"Beneran ya Mas, nanti aku ingatin Mas lagi ya. Jangan marah kalau aku kirim pesan" ujar Reni semangat.
"Iya, ingatin aja Mas lagi biar gak lupa" balas Romi.
"Oke Mas, makasih banyak ya. Semoga kalian berdua banyak rezeki dan cepat dapat jodoh" doa Reni.
"Aamiin... " jawab Romi dan Riko berbarengan.
"Ya sudah sana gih ke ruangan Mas Refan" perintah Reni.
"Oke Rin, sampai ketemu lagi... " Sambut Riko.
Riko dan Romi berlalu meninggalkan Reni dan berjalan ke ruangan Refan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG