Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 148


__ADS_3

Semua berjalan seperti biasa. Keharmonisan rumah tangga Kinan dan Refan juga semakin terlihat. Di usia kandungan Kinan yang sudah memasuki bulan ke empat Refan terlihat tidak lagi sering mual - mual dan muntah - muntah. Tapi ngidam makanannya masih sering berlanjut.


Terkadang saat malam hari tiba - tiba saja Refan ingin makan asinan jambu biji pakai bumbu rujak. Kinan hanya tertawa melihat wajah memelas dan kepengennya Refan.


Tapi syukurnya selalu ada saja jalan untuk mendapatkan itu semua walau harus dengan perjuangan yang berat dan panjang. Kinan hanya bisa mengelus perutnya yang semakin terlihat membuncit maklum ada dua bayi yang ada di dalam perutnya.


Refan semakin memperkuat penjagaan nya kepada Kinan. Kemana - mana dia selalu bersama dan menemani Kinan. Kinan sangat senang dengan perlakuan Refan seperti itu.


Tak jarang Refan juga sering memanjakannya. Memijit kakinya yang lelah bekerja seharian. Menggendongnya ke kamar mandi saat Kinan benar - benar mager dan pengennya tiduran seharian di atas tempat tidur.


Walau kehamilannya kali ini benar - benar membuatnya malas bergerak, bawaan bayi yang suka tiduran dan malas - malasan kalau sudah sampai di rumah. Kinan berusaha keras untuk tidak mengikutinya.


Kinan masih sering memasak di dapur membuatkan hidangan makan yang spesial dan cemilan untuk Salman dan Refan. Refan yang juga ikut ngidam seperti orang hamil sangat senang disajikan banyak makanan oleh Kinan.


Suci semakin bahagia melihat rumah tangga putranya semakin baik. Dia merasa Refan sudah semakin banyak berubah, tentunya untuk hal yang positif. Seperti Refan sudah mulai rajin shalat, mengaji bahkan sekarang Refan sudah sering mengadakan pengajian dengan para sahabatnya.


Mereka tidak malu belajar agama mulai dari awal lagi. Belajar shalat dan mengaji untuk dasar ibadah mereka yang utama. Perubahan itu sangat terlihat jelas juga kepada para sahabat Refan. Bagus yang lebih dulu berubah bersama istrinya kini rumah tangganya juga terlihat semakin harmonis.


Riko juga sudah meninggalkan kebiasan lamanya. Dia benar - benar bertobat dan serius mau mencari calon pendamping hidup dan menikah. Romi dan Aril yang masih terlihat ikut - ikutan. Walaupun begitu mereka masih tetap rajin ikut pengajian bersama Refan, Bagus dan Riko.


Dengan bantuan suami Anita, mereka mendapatkan ustadz yang bisa membimbing mereka untuk hidup lebih baik lagi dan beribadah dengan lebih tekun. Kinan semakin mencintai suaminya yang kini sudah banyak sekali berubah.


Mendekati acara empat bulanan Kinan, Anita dan Ayu sibuk membantu Kinan untuk mengadakan pengajian di rumah Kinan dan Refan. Sesuai dengan rencana mereka sebelumnya, Anita dan Kinan juga Ayu yang mau ikutan menjadi mak comblang antara Riko dengan adiknya Anita.


Mereka sudah merencanakan bagaimana nanti cara untuk memperkenalkan Dini adiknya Anita kepada Riko.


Acara empat bulanan Kinan dihadiri oleh keluarga besar Refan. Suci memang sengaja mengundang keluarga besar Refan untuk menghapus berita miring kalau Refan mandul. Beberapa keluarga dekat mendengar cerita perselingkuhan Renita dengan Bosnya di karenakan Refan mandul.


Oleh sebab itu Suci mengundang mereka semua agar menepis berita miring itu. Suci sangat senang sekali apalagi Kinan hamil bayi kembar. Rasanya itu sudah sangat cukup menutup mulut - mulut yang tak bertanggung jawab.

__ADS_1


Ardianto san Dhisti juga mengundang keluarga dekat mereka. Refan dan Kinan juga mengundang para sahabat mereka, beberapa teman kantor dan teman pengajian.


Acara diadakan hari sabtu pagi, Refan dan Kinan sengaja mengundang anak yatim piatu dari panti asuhan untuk ikut serta dalam acara tersebut.


Pagi jam sembilan lewat tiga puluh menit mereka sudah sampai di rumah Refan dan Kinan, tak lama kemudian satu persatu keluarga dan para sahabat berdatangan.


Bagus datang beserta istinya, Riko, Romi dan Aril datang bertiga. Lalu ada Anita datang bersama suami anak dan juga adiknya yang akan dikenalkan kepada Riko hari ini.


"Silahkan masuk.. " sambut Refan.


"Acara sudah bisa kita mulai?" tanya suami Anita.


"Sudah Mas.. sudah bisa" jawab Refan.


Tepat jam sepuluh pagi acara di mulai. Ustadz yang di undang segera memberikan ceramahnya tentang proses hadirnya bayi di dalam perut sampai lahiran. Setelah itu Ustadz melantunkan doa bersama. Kemudian Refan dan Kinan memberikan bingkisan untuk anak yatim piatu dari panti asuhan.


Refan mempersilahkan Ustadz terlebih dahulu untuk menikmati hidangan makan siang setelah itu baru para anak - anak dari panti asuhan. Mereka adalah tamu utama Refan dan Kinan hari ini.


Baru setelah mereka Refan dan Kinan mempersilahkan keluarga dekat dan para sahabat untuk bergantian mengambil makanan mereka di meja yang telah dihidangkan.


Saat itu Riko sedang ingin mencuci tangannya ke kamar mandi. Dia berjalan ke arah dapur dan tanpa sengaja melihat Salman yang sedang asik bermain di taman belakang dengan Bayu anak Bagas dan seorang anak laki - laki lainnya dan di temani oleh seorang wanita yang menutup rapat auratnya dengan pakaian muslimah.


Wanita itu tanpa sangat sabar menemani dan bermain bersama ketiga anak laki - laki itu. Bahkan mereka tertawa bersama karena ada sesuatu yang mereka anggap lucu.


Tiba - tiba Riko terpesona dengan senyuman manis gadis tersebut. Secara keseluruhan Riko melihat wajahnya sangat sederhana, hanya ada polesan make up tipis di wajahnya tapi entah mengapa Riko sangat suka melihat senyuman gadis itu.


Sepertinya dia sangat menyayangi anak - anak dan senyumannya menyejukkan. Ups... kok aku sebegitunya melihat wanita itu? Mungkin dia Ibu dari anak laki - laki yang tidak aku kenal itu. Batin Riko.


Riko melanjutkan langkahnya menuju dapur dan mencuci tangannya di westafel tiba - tiba saja wanita yang dia lihat di taman sedang bermain bersama Salman ada di sampingnya dengan tangan yang sedang memegang sebelah matanya.

__ADS_1


"Maaf Mas boleh minta sedikit airnya eh bisa bergeser sedikit. Mataku terkena pasir tadi sedikit" pinta wanita itu.


"Si.. silahkan.. " jawab Riko.


Tiba - tiba Riko menjadi kaku dan salah tingkah, jantungnya juga berdetak kencang saat wanita itu semakin mendekati tubuhnya. Wanita itu segera mencuci wajah dan matanya dengan air dari wastafel.


Setelah matanya tidak perih lagi baru dia segera menghentikan aksinya.


"Terimakasih ya Mas.. tadi saya bermain dengan anak - anak, mereka tidak sengaja bermain pasir dan mengenai mata saya" ucap wanita itu ramah.


"I... iya.. Mata kamu gak apa - apa?" tanya Riko khawatir.


"Nggak apa - apa kok. Sudah tidak perih lagi" jawab wanita itu.


"Tapi mata kamu merah lho" Riko menunjuk ke arah mata wanita itu.


"Gak apa - apa Mas, mungkin karena tadi saya kucek. Sebentar lagi juga pasti hilang" jawab wanita itu.


"Yuk Maaas" ujar wanita itu sambil menunduk hormat dan berlalu pergi dari hadapan Riko kembali berjalan menuju anak - anak yang sedang asik bermain di taman.


Riko meraba dadanya yang sedang berdetak tidak normal. Dan menepuk dadanya pelan.


Duh mengapa jantungku berdisko seperti ini. Aku sedang tidak melihat setan dan juga tidak melihat wanita sexy yang berjalan tanpa busana ke arahku. Tubuh wanita itu malah sangat tertutup dan tak ada celah yang bisa aku lihat. Tapi senyumannya sangat indah. Apakah dia bidadari? Bidadari surga? Tapi kalau surga itu milik suaminya bagaimana? Aduh mati aku... ucap Riko dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2