Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 305


__ADS_3

Sore harinya di ruangan Refan di Perusahaan Pak Reno.


Brak....


Pintu ruangan Refan dibuka paksa. Refan terkejut melihat siapa orang yang sudah membuka pintu ruangannya dengan kasar. Dia adalah Arga Laksamana dan dibelakangnya disusul oleh Sekretaris Refan.


"Apa maksud kamu ini Refan" Teriak Arga sambil berjalan masuk dengan membawa beberapa lembar kertas dan melemparkannya ke meja kerja Refan dengan sangat kasar.


"Maaf Pak saya sudah mencegah Pak Arga masuk tapi dia tidak mendengarkan larangan saya" ucap Sekretaris Refan takut.


"Tidak apa - apa kamu bisa keluar" jawab Refan.


Kini hanya ada Arga dan Refan dalam ruangan itu. Wajah Arga terlihat sangat menyeramkan dan sangat marah. Refan melanjutkan pekerjaannya dan membaca berkas laporan dari para pejabat perusahaan.


"Apa maksud kamu ini?" tanya Arga lagi semakin kesal karena tidak mendapatkan tanggapan dari Refan.


"Apa itu?" tanya Refan pura - pura acuh.


"Kamu tidak perlu berpura-pura tidak tau Refan. Apa maksud somasi ini?" tanya Arga.


"Oh tentang itu, tanya saja pada pengacara saya" jawab Refan tenang.


"Kamu jangan main - main denganku Refan" ancam Arga.


Refan menghentikan kegiatannya dan menatap tajam ke arah Arga.


"Siapa sebenarnya yang sudah bermain - main dengaku? Bukannya kamu sudah bermain di belakangku dengan Renita sejak tiga tahun yang lalu? Mungkin apa yang kamu alami saat ini adalah hasil yang sudah kamu tanam selama ini. Sayang yang kamu tanam adalah kebusukan dan dosa, sekarang tinggal tunggu hukuman kamu dari Tuhan" jawab Refan dingin.


"Hahaha... kamu marah padaku karena akulah yang sudah berhasil membuat Renita hamil sedangkan kamu yang sudah menikahinya selama lima tahun tidak mendapatkan apa - apa. Itu artinya Renita lebih mencintaiku dari pada kamu. Dan itu juga menunjukkan kalau kamu pria yang lemah" ejek Arga.


"Aku bersyukur tidak punya anak dari Renita. Dan kalau kamu mengejek aku pria lemah, bibitku lebih unggul dari kamu. Aku mempunyai anak kembar kalau masalah Renita dulu bukan salahku, Renita yang minum pil KB karena takut hamil. Kamu jangan merasa besar kepala. Renita hamil dengan kamu karena dia lupa minum pil KB mungkin Allah memang sengaja membuat Renita lupa agar kalian berhenti melakukan dosa" jawab Refan tegas.

__ADS_1


"Istri kamu itu wanita gampangan. Gampang banget dirayu, gampang banget dibawa - bawa, disentuh dan hamil" ujar Arga.


"Kamu mengejek wanita yang sudah melahirkan benih kamu? Dimana hati nurani kamu. Dia sudah meninggal dengan membawa dosa yang telah kalian lakukan. Walau begitu kamu masih saja merendahkannya. Dasar pria brengse*" umpat Refan.


Refan mengepal tangannya dengan kuat.


"Ternyata kamu masih mencintainya. Walau dia sudah mengkhianati kamu hahaha" Arga tertawa mengejek.


"Cintaku sudah hilang sejak aku mengetahui perselingkuhan kalian. Dan Allah telah menggantikan sakit hatiku dengan memberikan wanita yang lebih baik segalanya dari Renita. Bahkan istriku sudah melahirkan anak kembar kami. Harusnya kamu mengambil hikmah dari semua petaka yang sedang kamu terima. Bukan malah berusaha mencari kelemahan orang lain yang nyatanya tidak bisa kamu temukan" balas Refan.


"Aku tidak terima somasi kamu ini" ancam Arga.


"Silahkan kamu tuntut balik. Kita berhadapan di pengadilan. Pengacaraku sudah melaporkan semua kecurangan kamu ke pihak berwajib. Persiapkanlah kehancuran kamu. Selain kamu akan di penjara, aku rasa kamu juga akan di buang istri kamu ketika dia tau kalau kamu sudah mengkhianatinya" sambut Refan.


"Aku tidak akan tinggal diam dengan semua perbuatan kamu Refan" Arga tetap mengancam.


"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan. Dan aku ingatkan, apapun yang akan kamu lakukan malah akan membongkar semua kebusukan kamu dan semua rahasia kamu dengan Renita akan terbongkar. Istri kamu dan keluarganya akan mengetahui kebejatan kamu Arga" ancam Refan.


Refan menarik nafas panjang, sungguh sangat berat untuk menahan amarah. Dia mengucap istighfar berulang - ulang


untuk meredakan emosinya.


Bimo segera masuk ke ruangan Refan untuk melihat apa yang terjadi pada Refan. Barusan Bimo mendapat laporan dari sekretaris Refan kalau Arga datang dan menerobos masuk ke ruang kerja Refan.


"Apa yang terjadi Fan? Apa benar Arga datang?" tanya Bimo.


"Iya baru saja dia pergi" jawab Refan.


"Apa yang dia lakukan disini?" tanya Bimo.


"Dia tidak terima dengan somasi dari kita" jawab Refan.

__ADS_1


"Sudah aku duga. Lantas apa yang kamu katakan? Kalian tidak bertengkar kan?" selidik Bimo.


"Tidak tapi pembicaraan kami tadi cukup menegangkan. Dia mengancam akan membalas semua ini. Aku katakan silahkan saja, kita akan bertemu di pengadilan" ungkap Refan.


"Bagus Fan, lebih baik kamu jawab seperti itu. Dari pada adu jotos. Bisa - bisa dia cari kelemahan kamu dengan sengaja memancing emosi biar kamu kelepasan. Setelah itu dia akan menuntut dan memenjarakan kamu" pesan Bimo.


"Kamu tenang saja, aku sudah memikirkannya dan akan menahan emosiku. Aku tidak akan lengah" sambut Refan.


"Ya sudah, lebih baik kita segera pulang. Hari juga sudah sore. Kita lihat saja besok perkembangan kasus ini dari Pengacara. Arga sudah mendapatkan somasi dari Perusahaan kita mungkin besok dia akan mendapat panggilan dari polisi karena kasus kecelakaan Pak Reno" ujar Bimo.


"Iya, aku sudah tidak sabar melihat kehancuran Arga. Pria itu sangat sombong sekali. Seolah - olah dia tak bisa tersentuh. Cih... padahal kalau aku mau berbuat jahat saja kepadanya sangat gampang. Aku bisa mengirim surat kaleng kepada istrinya yang berisi semua foto - foto mesranya bersama Renita. Aku yakin cepat atau lambat semua itu pasti akan terbongkar. Tapi setidaknya bukan dari aku, biar istri atau keluarga istrinya yang mencari tau. Mereka pasti tidak akan sebodoh itu percaya saja dengan semua yang Arga katakan pada mereka" sambut Refan.


"Pasti Fan, istri dan keluarganya akan segera mengetahui kebusukan Arga dan saat itu tiba dia akan mengalami kehancuran yang sangat dalam" ujar Bimo.


"Yuk kita pulang.. Hari ini kamu tidak menginginkan apapun juga kan?" tanya Refan pada adik iparnya itu.


"Aku sudah neg sekali Fan setelah makan es krim sampai tiga porsi tadi siang" ungkap Bimo.


"Hahaha... kamu sih ngidamnya rakus amat sampai tiga porsi. Cukup satu aja yang penting dimakan. Aku rasa ponakanku tidak akan ileran karena hal itu" jawab Refan sambil tersenyum.


Refan segera merapikan meja kerjanya, mengambil kunci mobil dan ponselnya lalu dia masukkan kedalam saku celananya setelah itu dia meraih tas kerjanya.


"Yuk kita kita pulang" ajak Refan.


Bimo dan Refan segera berjalan keluar dari ruang kerja Refan lalu turun ke bawah dan meninggalkan Perusahaan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2