
Dua minggu kemudian di rumah Refan dan Kinan.
"Aku dan Bimo mau ke Surabaya besok" ujar Aril pada Refan.
"Ngapain?" tanya Refan.
"Bela mau wisuda" jawab Aril.
"Trus apa hubungannya sama kamu? Kalau Bimo ya wajar dia pulang karena adiknya wisuda. Lah kalau kamu apa fungsinya di sana" sindir Refan.
"Jadi pendamping wisuda donk" ujar Aril penuh percaya diri.
"Terlalu percaya diri kamu" bantah Refan.
"Aku yakin Bimo pasti setuju, Bapak dan Ibu Akarsana juga. Selama ini mereka baik padaku" ujar Aril.
"Ya kan karena kamu itu teman aku. Tapi kalau mereka tau tujuan kamu baik pada mereka belum tentu mereka mau terima. Kamu lupa kisahnya Riko? lagian juga Bela belum tentu suka sama kamu" ucap Refan.
"Setidaknya aku berusaha Fan dari pada diam atau pasrah seperti Riko" balas Aril.
Refan terdiam mendengar alasan Aril. Aril benar, kisah percintaan tiap orang pasti berbeda - beda. Contohnya dia sendiri gak perlu usaha jodoh datang sendiri dari hasil perjodohan orang tuanya sedangkan Riko mendapat tantangan dan penolakan dari orang tua gadis yang dia inginkan.
Biarlah Aril mengukir kisah cintanya sendiri biar kelak tidak ada penyesalan di hatinya. Agar dia merasa puas, walau akhirnya belum jelas tapi setidaknya dia sudah berani berusaha.
Harusnya Refan mendukung niat Aril. Bagaimanapun Aril memang sudah berubah dan serius untuk mencari pendamping hidupnya seorang wanita yang baik - baik.
Dan Bela cukup baik untuk jadi pendamping Aril. Dia wanita solehah, cantik dan pintar. Semoga bisa menjadi penguat iman Aril kelak.
Refan menepuk bahu Aril dan mengalirkan semangat perjuangan kepada sahabatnya. Sambil menarik nafas panjang Refan memberikan dukungannya untuk Aril.
"Pergilah Ril perjuangkan masa depan kamu. Kamu berhak untuk bahagia, berhak untuk menginginkan siapapun yang diinginkan hati kamu. Aku tidak mau kamu pasrah seperti Riko dan menerima nasib seperti pernikahanku dulu dengan Kinan. Yah walau pada akhirnya memang aku bahagia menikah dengan Kinan, sangat bahagia. Silahkan kamu ukir sendiri kisah cinta kamu agar kelak kamu tidak merasa menyesal seperti yang aku rasakan karena dulu pernah menikah perjodohan dengan Kinan. Minta restu pada keluarga kamu dan keluarga Bela. Aku sahabat kamu mendukung penuh dan mendoakan usaha kamu semoga berhasil. Aku yakin niat yang baik akan menghasilkan akhir yang baik juga" ujar Refan.
Aril menatap mata Refan tak percaya. Dia pikir dia pasti akan di bully habis - habisan oleh Refan karena bersikap seperti anak ABG yang sedang jatuh cinta. Ternyata Refan dengan sangat serius mendukung keputusannya.
__ADS_1
"A.. aku sungguh terkejut mendengar sambutan kamu Fan. Terimakasih ternyata kamu mendukung keputusanku dan bukan mengejekku lebay" sambut Aril.
"Aku kan tidak seperti kamu Ril yang suka banget ngebully orang terlebih adikku itu" balas Refan.
"Masalah Reni.. aku sangat setuju kalau seandainya mereka menanggapi candaanku dengan serius. Menurut penilaianku Bimo juga bukan pria jahat dia hanya pernah tersesat karena cinta. Gak ada salahnya dia mencari cinta yang baru yang bisa kembali membantu untuk memperkuat imannya" jawab Aril.
"Masalah itu aku tidak bisa memaksa perasaan adikku Ril. Aku tau dulu bagaimana rasanya ketika hati harus dipaksakan. Tak semua perjodohan akan berakhir baik seperti pernikahanku. Banyak juga kisah perjodohan yang harus kandas karena hati mereka tidak saling terpaut. Aku tidak mau adikku mengalami hal seperti itu. Biarlah mereka yang menjalaninya. Kalau memang mereka saling suka aku tidak akan menghalanginya dan aku akan memberikan restuku kepada mereka" ungkap Refan.
"Kamu kakak yang baik ya dan bertanggung jawab" puji Aril.
"Papaku sudah tiada Ril. Saat ini akulah yang menjadi penggantinya melindungi Mama dan adikku. Aku akan mengambil alih tanggung jawab Papa untuk mereka" ujar Refan.
"Kamu benar - benar jauh berubah Fan. Sekarang kamu terlihat sangat dewasa" sambung Aril.
"Itu wajar Ril setelah lika - liku kehidupan yang aku jalani. Bodoh kalau aku tetap seperti Refan yang dulu yang selalu suka memaksakan kehendak dan meledak - ledak" ujar Refan.
"Terimakasih atas dukungan kamu Fan, kalau berhasil bersiaplah aku bukan hanya sebagai sahabatmu saja tapi sebentar lagi akan menjadi keluargamu" ungkap Aril.
"Betapa sempitnya dunia ini, aku akan semakin sering bertemu dan berhubungan dengan kamu" sambut Refan.
"Sepertinya aku akan muak terlalu sering bertemu kamu saat ini saja aku sangat mual melihat wajah kamu" goda Refan.
"hahahaha" tawa Aril pecah.
Tiba - tiba Bimo muncul dan menghampiri mereka.
"Sepertinya pembicaraan kalian sangat seru. Kalian sampai tertawa sebahagia ini?" tanya Bimo penasaran.
"Hahaha lagi serius cari calon istri" jawab Refan.
"Bagus itu" sambut Bimo.
"Kamu sendiri gak pengen nikah lagi Bim? Ingat usia jangan kelamaan nanti peluru beku gak membuahkan hasil lagi" sindir Aril.
__ADS_1
"Hahaha kamu bisa saja Ril. Tapi aku memang sempat mengkhawatirkan hal itu. Hampir sepuluh tahun pernikahan aku dulu istriku belum juga hamil" ungkap Bimo.
"Apa kalian pernah memeriksakan diri ke dokter?" tanya Aril.
"Sudah, hasilnya kami berdua sehat" jawab Bimo.
"Memang belum dikasih rezeki dari Allah. Aku juga begitu di pernikahan pertama padahal udah capek berobat hasilnya selalu bagus tapi gak hamil juga walau akhirnya aku tau penyebabnya karena istriku tetap minum pil KB untuk mencegah dia hamil. Tapi Alhamdulillah Allah Maha Baik, bersama Kinan InsyaAllah aku akan langsung mendapatkan dua anak. Mungkin kamu juga nanti begitu Bim. Restu orang tua juga bisa menjadi doa dalam rumah tangga kita" hibur Refan.
"Yah aku berharap begitu, jika satu saat aku menemukan wanita yang tepat aku ingin langsung melamarnya dan menikah. Dan semoga Allah segera mengkaruniai kami keturunan" doa Bimo.
"Aamiin... " sambut Refan.
"Tapi usaha donk, cari gitu calonnya" sindir Aril.
"Ah kamu Ril. Masalah kecelakaan Bima saja belum selesai. Masak aku mikirin hidupku sendiri. Gak adil buat Bima" bantah Bimo.
"Itu merupakan dua hal yang berbeda Bim. Bima sudah tiada sedangkan kamu masih mempunyai masa depan yang panjang. Lagian umur siapa yang tau Bim. Contohnya Bima, diusia muda dia sudah pergi untuk selamanya. Bersyukur dia sudah meninggalkan Salman sebagai penggantinya lah kita kalau gak secepatnya menikah dan punya anak, langsung habis gak ada penerusnya " ucap Aril.
"Betul Bim, jangan kelamaan. Usia terus bertambah. Kasihan nanti anak - anak kita. Saat mereka masih membutuhkan dukungan kita sebagai orang tua mereka tapi kita sudah sangat renta, ataupun malah sudah tiada. Kalau kita mempunyai keturunan dimasa produktif kita bisa merencanakan masa depan mereka dengan sebaik mungkin" nasehat Refan.
Bimo terdiam dan mencoba menelaah isi pesan Refan.
"Aku akan mencoba membuka hatiku kembali dan mulai mencari wanita yang tepat. Bukan hanya tepat untukku tapi juga bisa menerima aku apa adanya dengan masa lalu yang aku punya" jawab Bimo.
Refan menepuk bahu Bimo.
"Yakinlah disaat kamu menemukan jodohmu Allah lebih tau dia sanggup menerima semua kekurangan dan kelebihanmu. Oleh karena itu Allah mendatangkannya padamu sebagai pelengkap hidupmu dan penyempurnaan agamamu" nasehat Refan sangat dalam.
Bimo tersadar dengan kata - kata Refan barusan.
Benar Fan karena menikah itu menyempurnakan separuh agama. Nikah adalah ibadah yang setiap apa tindakan yang kita lakukan dalam pernikahan jika baik akan di catat sebagai pahala dan jika buruk akan menjadi dosa. Batin Bimo.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG