
Satu bulan berlalu..
Refan sedang sibuk bekerja di kantornya. Masalah Arga tiba - tiba hilang begitu saja. Setelah kedatangannya terakhir ke perusahaan Refan, Arga tidak pernah menemuinya lagi.
Refan mengetahui dari Riko kalau Arga sedang sibuk dengan bisnisnya. Mungkin seiring berjalannya waktu istri Arga sudah sembuh sehingga Arga lupa akan keberadaan Naila.
Refan juga sudah tidak mau mengingat - ingat tentang Arga lagi karena akan membuat emosinya berpacu atas nama naila.
Refan kini fokus mengurus rumah tanggan keluarganya. Kinan kini sudah resmi pensiun dini dan mulai menjalani kehidupannya sebagai ibu rumah tangga.
Keputusan itu tidak pernah Refan paksa. Kinan sendiri yang berkeinginan untuk pensiun dini agar bisa full mengurus anak - anak mereka. Tentu saja keputusan itu didukung Refan penuh.
Refan memberikan tabungan khusus untuk Kinan karena dia sudah berhenti kerja. Tentu saja tabungan yang berbeda untuk anak - anak dan rumah tangga mereka.
Tabungan ini dibuat Refan sebagai pengganti gaji Kinan saat bekerja. Refan menggantinya jauh lebih besar dari gajinya saat bekerja dulu. Kinan tidak pernah memintanya tapi Refan sendiri yang memberikan semua itu kepada Kinan.
Tabungan itu boleh dipergunakan Kinan untuk apapun. Untuk kebutuhan pribadinya dan tidak boleh dipakai untuk yang lainnya. Karena jatah rumah dan anak - anak sudah ada di kartu debit Kinan yang lain.
Sejak Kinan berhenti kerja Refan hampir setiap siang pulang dan makan siang di rumah. Rumah tangga mereka semakin harmonis dan lengkap sudah.
Siang ini seperti biasanya Refan pulang ke rumah setelah menjemput Salman di sekolah.
"Assalamu'alaikum Mamaaaa" teriak Salman saat masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam hati - hati sayang jangan lari - lari" sambut Kinan.
Refan berjalan di belakang Salman dan menghampiri istrinya yang menyambut kedatangan mereka.
"Assalamu'alaikum sayaaang" ucap Kinan.
"Wa'alaikumsalam Mas" Kinan mencium tangan Refan kemudian Refan membalasnya dengan mencium kening Kinan.
"Mana Khalid dan Khansa?" tanya Refan.
"Mereka di kamar Mas sedang tidur" jawab Kinan.
Refan merangkul tubuh istrinya mesra dan berjalan langsung menuju ruang makan.
"Mas sudah lapar?" tanya Kinan.
"Iya donk, kalau melihat istriku aku selalu lapar. Andaikan ini malam hari aku sudah makan kamu di ranjang" goda Refan.
"Iih genit" Kinan mencubit pinggang Refan.
"Hahaha... " tawa Refan.
"Salman sayaaang ganti bajunya dulu nak, setelah itu kita makan" perintah Kinan.
"Oke Mama" Salman segera berjalan ke kamarnya untuk mengganti baju setelah itu kembali ke meja makan.
"Adiknya sudah bangun Sal?" tanya Refan.
"Belum Pa" jawab Salman.
Mereka sudah duduk didepan meja makan. Kinan meladeni dua lelaki yang paling berarti dalam hidupnya. Dengan penuh kasih sayang Kinan menemani mereka makan siang.
"Gimana tadi Kak di sekolah?" tanya Kinan kepada putra sulungnya.
"Tadi kami makan bersama Ma di sekolah. Katanya ada hari gizi" lapor Salman.
__ADS_1
"Wah pasti asik donk?" tanya Refan penuh perhatian.
"So pasti Pa. Ada banyak buah, susu dan yang lainnya" jawab Salman.
"Kamu makan semua?" tanya Refan.
"Tentu saja" jawab Salman singkat.
"Anak hebat" puji Refan sambil membelai lembut kepala Salman.
Setelah selesai makan siang Refan duduk santai di ruang keluarga sambil menemani Salman, Kinan dan si Kembar bermain.
Tiba - tiba ponsel Refan berdering. Refan melihat layar ponselnya dan tertera nama Papa Reno.
Seeer... jantung Refan berdesir. Ada berita apa sampai siang - siang sepert ini mantan mertuanya itu menghubunginya. Apakah ada sesuatu dengan Naila. Refan langsung mengangkat teleponnya.
"Assalamu'alaikum Pa" ucap Refan memulai pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam. Fan kamu dimana?" tanya Pak Reno.
"Aku di rumah, ada apa Pa?" tanya Refan.
"Faaan... belakangan ini Papa merasa ada yang mengikuti kami. Papa merasa seperti di pantau" lapor Pak Reno.
"Apa Papa punya musuh?" tanya Refan.
"Nggak, tidak ada" jawab Pak Reno.
"Saingan bisnis Papa?" tanya Refan lagi.
"Tidak ada Fan, sudah satu tahun kan bisnis Papa diatur sama ponakan Papa. Faaan Papa merasa curiga dengan Arga" jawab Pak Reno.
"Papa pernah melihat orang yang mengikuti Papa?" tanya Refan.
"Pernah sekali, dia seorang pria memakai masker dan topi. Papa tidak bisa melihat wajahnya" ungkap Pak Reno.
"Dari informasi yang Refan dapat, Arga berada di Jakarta Pa. Dia sibuk mengurus bisnisnya" ujar Refan.
"Begitu ya" sambut Pak Reno.
"Papa, Mama dan Naila baik - baik saja kan?" tanya Refan.
"Kami semua baik" jawab Pak Reno.
"Pa kalau ada sesuatu yang membahayakan segera lari ke Hotel Bimo. Nanti aku akan kabari Bimo Pa" ujar Refan.
"Iya" sahut Pak Reno.
"Papa selalu bawa kartu nama Bimo kan?" tanya Refan lagi.
"Bawa Fan, Papa selalu membawanya" jawab Pak Reno.
"Refan juga akan pantau Arga terus Pa. Papa dan Mama hati - hati ya di sana" pesan Refan.
"Iya Fan, salam buat Kinan dan keluarga kamu ya" ujar Pak Reno.
"Iya Pa" sahut Refan.
"Assalamu'alaikum.. " Pak Reno menutup teleponnya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam.. " jawab Refan.
Refan menutup handphonenya sambil menghela nafas. Kinan yang mendengar pembicaraan Refan semakin penasaran.
"Ada apa Mas? Siapa yang telepon?" tanya Kinan.
"Papa yang telepon. Papa merasa belakangan ini mereka seperti sedang dipantau. Papa curiga kalau Arga yang punya kerja" jawab Refan.
"Mas aku jadi khawatir mendengar cerita begitu" ujar Kinan.
"Mudah - mudahan gak ada apa - apa. Bentar ya yank, aku kabari Bimo dulu" balas Refan.
Refan mencari nomor Bimo di layar monitor handphonenya.
"Assalamu'alaikum Bim" ujar Refan.
"Wa'alaikumsalam Fan, ada apa?" tanya Bimo.
"Bim tolong bantuan kamu, Papa Reno baru kabari aku katanya seminggu ini dia merasa rumah mereka di pantau dan dia merasa seperti di ikuti" lapor Refan.
"Kamu suruh aja mereka tinggal sementara di Hotelku Fan. Nanti aku suruh anak buahku menjaga mereka dan mencari informasi siapa orang yang mengikuti mereka" pesan Bimo.
"Iya Bim. Aku juga udah bilang seperti itu juga. Tolong Bim bisa tidak kamu suruh seseorang untuk mengawal dan menjaga mereka dari jauh" pinta Refan.
"Oke kalau begitu aku kabari anak buahku dulu ya" balas Bimo.
"Makasih ya Bim" ujar Refan.
"Sama - sama Fan" balas Bimo.
****
Sudah seminggu berlalu Refan dan Riko terus memantau keberadaan Arga. Tapi tidak ada yang mencurigakan. Arga tampak berseliweran di Jakarta.
Sehingga menghapus kecurigaan Refan dan Riko. Seminggu ini juga mereka tidak mendapat laporan dari Pak Reno tentang keamanan mereka.
Sore itu saat Refan sedang pengajian bersama teman - temannya di kantor Refan. Tiba - tiba ponsel Refan bergetar terus menerus sehingga Refan merasa tidak nyaman.
Refan segera menjauh dan keluar dari ruangan pengajian. Refan segera membuka ponselnya dan mengangkat telepon.
"Hallo... " ucap Refan.
"Faaaan tolooong... kami sedang dalam perjalanan menuju Hotel Bimo. Saat ini Papa dan Mama membawa Naila. Ada orang yang sedang mengejar kami" jawab penelepon.
"Baik Pa.. aku akan kabari Bimo untuk memberitahukan anak buahnya. Papa langsung ke Hotel dan hati - hati di jalan" sambut Pak Reno.
"Sudah dulu ya Fan... " balas Pak Reno.
Refan langsung masuk ke dalam, ternyata pengajian telah selesai. Refan langsung memanggil Bimo dan menceritakan tentang kejadian yang baru dialami Pak Reno.
Bimo dengan sigap langsung menghubungi anak buahnya dan meminta mereka untuk mencari keberadaan Pak Reno.
Satu jam kemudian..
"Halo Pak.. maaf kami harus melaporkan. Mobil Pak Reno Subrata mengalami kecelakaan.... "
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG