
"Terimakasih Mas" jawab Dini.
Croooooot....
Sontak minuman yang sudah di teguk Riko barusan menyembur ke depan dan mengenai Aril.
"Iiiih jorok" protes Aril.
"Hahahaha.... rasain lo" ujar Romi.
Mati aku... bukannya barusan suara Dini, mengapa dia bisa ada di sini? tanya Riko dalam hati.
Riko langsung melirik ke arah suara. Benar saja, dia melihat wajah Dini sudah memerah karena malu. Wajah Dini tertunduk sambil menghidangkan minuman untuk teman - teman Riko.
Ya Tuhaaaaan malu banget Dini melihat aku seperti ini. Tangis Riko dalam hati. Jantungnya berdetak sangat kencang begitu melihat wanita yang sudah seminggu ini selalu hadir dalam benaknya.
"Ma.. maaf Din, a.. aku gak tau kalau kamu ada di sini" ucap Riko salah tingkah.
"Gak apa - apa Mas. Aku permisi dulu ya Mas" Dini langsung mundur dan berbalik lalu berjalan kembali ke dapur.
"Kalian kok gak bilang sih kalau Dini ada di sini? Lagian kenapa dia bisa ada di sini? Kamu ngerjain aku Gus?" tanya Riko ke arah Bagus.
"Hahaha.. yang undang Dini ke sini istriku. Dia kan satu pengajian sama Kakaknya Dini. Tapi Kakaknya gak bisa datang jadi diwakilkan sama Dini" jawab Bagus tanpa merasa bersalah.
"Terus kok bisa Dini sampai sini?" tanya Riko penasaran.
"Aku jemput ke rumah orang tuanya. Ah kamu pengecut, masak keduluanan aku datang ke rumah Dini dari pada kamu?" ejek Refan.
"Sialan kamu. Aku belum punya alasan untuk datang ke rumahnya" umpat Riko.
"Ya segera donk dibuat alasannya" sindir Bagus.
"Aku sih mau banget secepatnya tapi apa Dini udah siap menerima aku apa adanya?" tanya Riko.
"Percaya diri donk Bro.. kamu kok takut gitu ungkapin perasaan kamu?" tanya Refan.
"Aku belum bilang ke Dini" ungkap Riko.
"Saran aku secepatnya Ko sebelum keduluan pria lain" nasehat Refan.
"Maunya begitu, tapi aku takut Dini belum siap atau malah menolak" jawab Riko.
"Menurut aku ya.. kalau dia mau datang ke sini, dia pasti sudah menduga akan bertemu sama kamu. Itu artinya dia suka sama kamu, kalau dia gak suka sama kamu dia pasti menolak untuk datang ke sini" ujar Refan.
"Benar itu" sambut Bagus.
"Kamu mantan playboy kok tiba - tiba jadi begok sih" ejek Romi.
"Apa benar ya kata orang, cinta itu bisa membuat kamu buta. Seperti Riko gini nih, gak bisa lagi lihat gelagat Dini sebagai seorang wanita yang tertarik dengan lawan jenis. Mana ilmu kamu selama ini?" tanya Aril.
"Aku gak tau, kalau ketemu Dini ilmuku gak mempan. Sepertinya dia pawang hatiku" jawab Riko.
"Ueeeeek.. najis gue" umpat Romi.
"Hahaha... " tawa mereka pecah.
Dini yang baru saja kembali ke dapur mencoba untuk menenangkan jantungnya dan menetralkannya. Sungguh dia tidak menyangka akan mendengarkan secara langsung pujian dari Riko.
"Kamu kenapa Din, kok pucat gitu?" tanya Kinan.
__ADS_1
"Gak apa - apa Mbak Kinan" elak Dini.
Ayu dan Kinan saling pandang dan mereka tersenyum melihat tingkah Dini. Pasti Dini tadi bertemu dengan Riko makanya wajaah Dini pucat seperti itu karena salah tingkah.
"Minum dulu Din" perintah Ayu.
"Iya Mbak" jawab Dini.
Dini segera mengambil segelas air minum kemudian meneguknya sampai habis.
"Udah siap semuanya, yuk kita panggil para lelaki" ajak Ayu.
"Iya yuk, aku udah laper banget ini" sambut Kinan.
"Din, Mbak minta tolong donk panggilan Salman dan Bayu" pinta Ayu.
"Kasihan Mbak terganggu bermainnya. Biarin aja deh Mbak biar aku yang jagain mereka" balas Dini.
"Tapi mereka belum makan lho. Mbak takut mereka masuk angin " jawab Ayu.
"Sini biar aku suapin aja ke mereka Mbak?" pinta Dini.
"Ya sudah Din asalkan kamu gak repot" ujar Kinan
"Nggak. Nggak repot kok Mbak" balas Dini.
Dini mengambil makanan untuk Bayu dan Salman kemudian dia berjalan menuju kolam renang dan melewati para lelaki berkumpul.
"Mas.. Mas.. semua di panggil Mbak Ayu untuk makan" panggil Dini.
"Yuk kita ke dalam" ajak Bagus.
"Nanti aja Mas, aku mau suapin Yoga dan Salman" jawab Dini.
"Kalau begitu aku nanti juga deh bareng Dini. Kasihan dia makan sendirian nanti" ujar Riko.
"Cieeee... yang mau nemenin makaaaan" ledek Romi.
Dewi tertunduk malu dan langsung pergi meninggalkan Riko dan teman - temannya kemudian berjalan menghampiri Bayu dan Salman.
"Bayu.. Salmaan.. makan dulu yuk.. Sini tante suapin" panggil Dini.
Refan dan teman - temannya sudah masuk ke dalam rumah, kini hanya tinggal Riko sendiri yang berniat ingin menemani Dini di kolam menyuapin Salman dan Bayu.
Dini sedang menyuapin Salman dan Bayu di pinggir kolam. Dengan penuh kelembutan dan kesabaran sambil bermain dengan anak - anak. Riko memperhatikan semua gerak - gerik Dini sambil tersenyum.
Kamu benar - benar wanita penyayang dan penyabar Din. Anak orang lain saja kamu sesenang ini menjaga dan mengurusnya. Apalagi anak kita nanti. Eh anak kita? Aku kok jadi berandai - andai ya? tawa Riko dalam hati, dia merasa malu sendiri.
"Din... mmm anu" panggil Riko.
Dini melirik ke arah Riko.
"Ya Mas" jawab Dini.
"Kamu sudah melihat semua biodataku kan?" tanya Riko.
"Sudah" jawab Dini singkat.
"Kamu sudah baca di bagian keburukan diriku?" tanya Riko ragu.
__ADS_1
"Sudah" jawab Dini lagi.
"Gimana menurut kamu?" tanya Riko dengan detak jantung yang lebih kencang saat ini.
"Menurut aku lebih baik mantan playboy yang sudah tobat dari pada ngaku beragama tapi berselingkuh. Aku tidak mau kalau kita berjodoh dan kamu melakukannya. Aku tidak siap di poligami Mas walau hal itu di halalkan dalam agama kita. Kalau Mas termasuk pria yang menginginkan hal seperti itu lebih baik ta'aruf kita, kita akhiri sampai di sini" jawab Dini.
Riko tersenyum mendengar jawaban Dini.
Yes... itu artinya lampu hijau kau Din.
"Nanti pulangnya boleh aku antar gak?" tanya Riko hati - hati.
"Mmm... boleh, tapi Mas mau ngapain?" tanya Dini.
"Ya ngantar kamu. Mmm sekalian ketemu sama orang tua kamu, boleh?" tanya Riko.
"Boleh, tapi untuk apa ketemu orang tuamu? " Dini balik bertanya.
Yes... sorak Riko dalam hati.
"Silaturahmi, berkenalan, gak boleh?" tanya Riko lagi
"Ya boleh, silaturahmi kan baik Mas katanya memperpanjang umur" jawab Dini ramah.
"Ya sudah kalau begitu nanti sore aku yang antar kamu pulang" balas Riko.
"Anak - anak makannya mau tambah lagi?" tanya Dini lembut.
"Udah Tante, kami sudah kenyang" jawab Salman.
"Iya aku juga sudah kenyang" sambut Bayu.
Dini tersenyum melihat dua anak - anak itu yang kembali berenang.
"Sudah siap kan? Makan yuk" ajak Riko. Riko berdiri dan menunggu Dini yang tak lama menyusulnya berdiri kemudian mereka berjalan bersama masuk ke dalam rumah.
"Cieh... calon pasangan baru udah datang" sindir Romi.
"Makan Din" ucap Ayu.
"Iya Mbak" jawab Dini.
"Jadi kapan Din?" tanya Refan.
"Kapan apanya Mas?" Dini balik bertanya.
"Udah dilamar kan?" tebak Refan lagi.
Sontak Dini dan Riko saling pandang.
Ya Tuhan Refaaaaan.... kenapa kamu nanya itu duluan siiiiiiih... Teriak Riko dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG
Maaf ya para reader.. ada beberapa kalimat yang aku revisi. Harap maklum 🙏🙏
__ADS_1