Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 338


__ADS_3

Aisyah akhirnya ikut makan siang bersama keluarga Salman. Walau dia agak sungkan tapi karena keluarga Salman semuanya ramah sehingga Aisyah merasa nyaman bergabung bersama mereka.


Ponsel Kinan berdering dan Kinan mengangkatnya.


"Assalamu'alaikum sayang.. iya Mama lagi makan bareng Papa, Kak Salman, Kak Naila, Kak Jeta dan temannya Kak Salman. Kalian dimana? Dekat tuh dari sini, gak mau makan bareng. Udah lama juga kita gak makan bareng di luar. Oh ya sudah kami tunggu ya" ucap Kinan lembut.


Duh ni pasti si Kembar. Malu bangett, acara PDKT udah kayak kumpul keluarga. Batin Salman.


Salman melirik wajah Aisyah tapi sepertinya Aisyah tidak curiga dengan sandiwara seluruh keluarganya.


Aku tak menyangka semuanya sangat pintar bersandiwara. Sepertinya mereka emang udah jadi aktor terkenal. Geram Salman.


"Siapa sayang?" tanya Refan.


"Khansa dan Khalid Pa. Mereka baru pulang dari kampus. Jadi sekalian Mama suruh aja ke sini makan bareng kita" jawab Kinan.


"Iya bagus itu, lebih ramai lebih seru" sambut Refan.


"Pa" Salman berusaha mencegah.


Refan tersenyum mencoba menenangkan hati putranya.


"Kasihan adik - adik kamu belum makan" sambung Refan.


Lima menit kemudian Khansa dan Khalid datang.


"Assalamu'alaikum.. " ucap Khansa dan Khalid.


"Wa'alaikumsalam.. Khan, Khal sini... " panggil Kinan.


Khansa dan Khalid duduk disamping Ibunya.


"Ini anak Tante paling kecil" ujar Kinan kepada Aisyah.


"Aisyaaaah" ucap Aisyah memperkenalkan diri.


"Khansa Mbak.. " jawab Khansa.


"Khalid" sambung Khalid.


"Kembar?" tanya Aisyah terkejut.


"Iya" jawab Khansa dan Khalid barengan.


Khansa dan Khalid melirik ke arah Salman yang wajahnya sudah seperti kepiting di rebus. Merah merona karena malu. Dengan jahilnya Khalid memberi kode pada Salman tanpa sepengetahuan Aisyah.


"Kak... wokeeeeh" ucap Khalid tanpa suara.


Salman hanya bisa mengumpat dalam hati.


Duh udah seperti acara televisi tali kasih yang terputus. Keluargaku malu - maluin. Baru sekali mau dekat sama cewek udah datang satu kompi. Gimana nanti waktu lamaran. Batin Salman.


Salman membayangkan keluarga besarnya datang, Papa Mama Jeta, Uncle Bimo dan aunty Reni, belum lagi para sahabat Papa dan Mamanya yang super heboh. Aril, Bagas, Romi dan Riko.


Pusing deh kalau mereka semua bertemu. Benar - benar satu kampung. Teriak Salman dalam hati dengan kesalnya.

__ADS_1


Pelayan datang dengan membawa menu makanan. Semua memilih makanan yang mereka inginkan. Sambil menunggu pesanan datang mereka berbincang - bincang sebentar.


"Jadi Aisyah dan Salman teman kuliah?" tanya Refan.


"Bukan Om, kami teman sekolah di SMU" jawab Aisyah santun.


"Oooh.. kuliah dimana dulu?" tanya Refan lagi.


"Sama dengan Salman tapi saya dulu jurusan Tata Busana Om. Kalau Salman kan ambil bisnis" jawab Aisyah lagi.


"Sejak tamat sekolah gak pernah ketemu Salman lagi?" tanya Kinan meyakinkan.


Aisyah tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Sesekali dia melirik ke arah Salman dan mata mereka saling bertabrakan. Aisyah segera mengalihkan pandangannya.


"Mbak Aisyah tinggal dimana?" tanya Khansa.


"Mbak tinggal di XXX" jawab Aisyah.


"Wah dekat tuh, bisa donk kapan - kapan kami ajak main bareng atau nonton" sambung Khansa.


"Boleh.. boleh.. " sahut Aisyah sambil tersenyum ramah.


"Kak Salman kok diam aja ya dari tadi? Gak ada yang mau ditanya gitu ke Mbak Aisyah?" goda Naila.


Salman terkejut mendengar perkataan Naila.


"Lho kan sudah kalian tanya semua" jawab Salman.


"Tanya donk Kak, Kak Aisyah masing single atau double?" sahut Khalid.


Istilah double yang Khalid maksud adalah sudah menikah. Tak enak rasanya langsung mengatakan Aisyah sudah menikah atau belum karena Khalid yakin pasti Aisyah belum menikah. Karena kakanya pasti sudah mencari informasi terlebih dahulu.


"Aisyah masih single, kalau dia sudah double pasti gak mau kita ajak ke sini. Atau setidaknya dia pasti minta izin dulu" jawab Salman.


"Cieeeee... Kak Salman perhatian banget. Sampai segitunya perhatiannya" gombal Khalid.


Aisyah tertunduk malu. Ternyata keluarga Salman ramai, hangat dan asik. Aisyah tau mereka adalah keluarga terpandang tapi ternyata mereka semua sangat ramah. Dan yang paling membuat Aisyah salut, mereka sangat kompak dan saling menyayangi.


"Benar Nak Aisyah?" tanya Refan.


"Benar apanya Om?" Aisyah balik bertanya.


"Benar kata Salman, kalau kamu masih single?" tanya Refan lagi.


Aisyah tersenyum lalu tertunduk.


"Benar Om" jawab Aisyah.


"Cieeeeee..... " sambut Naila, Jeta, Khalid dan Khansa.


"Maafkan anak - anak Tante ya Aisyah. Mereka memang suka bercanda" ujar Kinan pada Aisyah.


"Iya Tante gak apa - apa. Saya maklum dan mengerti kok" sahut Aisyah.


Tak lama makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka mulai menyantap hidangan bersama - sama.

__ADS_1


Satu jam kemudian mereka saling berpamitan dan kembali ke tempat masing-masing.


"Aisyah makasih ya sudah mau kami ajak makan siang bersama. Walau sedikit ribut maafkan anak - anak Tante" pamit Kinan.


"Saya yang berterimakasih Tante sudah diajak makan bersama seluruh keluarga Tante" balas Aisyah.


"Mbak Aisyah kapan - kapan aku main ke Butik bantuin ya pilih gaun yang sesuai untukku. Sebentar lagi kan aku wisuda" pinta Khansa.


"Boleh, datang aja ke Butik. Nanti akan Mbak pilihkan gaun yang paling bagus untuk kamu" jawab Aisyah.


"Terimakasih Mbak Aisyah, senang berkenalan dengan Mbak" ujar Khansa sebelum pergi.


"Makasih ya Mbak Aisyah, kami pamit dulu" ucap Naila.


"Yuk Ai aku antar kamu ke Butik" ajak Salman.


"Eh iya.. " jawab Aisyah gugup.


Naila dan Jeta kembali ke kantor, Khansa dan Khalid pulang bersama Papa dan Mama mereka. Salman yang sengaja diutus untuk mengantar Aisyah kembali ke Butik.


Mereka masuk ke dalam mobil dan bubar di depan Restoran kembali ke tujuan masing-masing.


"Maaf ya Ai, keluarga aku jadi rame banget dan aku harap kamu tidak tersinggung dengan candaan semua adik - adikku" ucap Salman merasa bersalah.


"Gak apa - apa kok Sal. Adik - adik kamu lucu, apalagi si kembar. Aku senang kok kenalan sama mereka semua" jawab Aisyah.


Salman bisa bernafas lega sambil mengendari mobilnya.


"Makasih ya Ai kamu tadi sudah bantu Mama dan Adikku Naila dalam memilih gaun. Aku sangat bersyukur kemarin ketemu kamu di Restoran walau tanpa sengaja. Sekarang Mama dan adikku gak sulit lagi kalau butuh pakaian. Butik kamu pasti akan menjadi Butik langganan mereka" ujar Salman lembut.


"Dengan senang hati, aku akan melayani mereka sampai puas" sambut Aisyah.


Salman melemparkan senyumannya kepada Aisyah. Membuat Aisyah segera membuang pandangannya takut terbuai godaan kelembutan Salman.


"Kapan - kapan kalau akan butuh kado untuk mereka. Aku bisa meminta bantuan kamu" pinta Salman.


"Boleh, aku akan dengan senang hati membantu kamu" sambut Aisyah langsung.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di Ai - Ai Butik. Rasanya sangat berat berpisah dengan Salman tapi Salman tak punya alasan untuk menahan Aisyah lebih lama lagi.


"Terimakasih sudah antarin aku dan terimakasih atas makan siangnya" Ucap Aisyah polos.


"Sama - sama Ai, senang bertemu dengan kamu" balas Salman.


"Hati - hati Sal. Assalamu'alaikum" pamit Aisyah.


"Wa'alaikumsalam" jawab Salman.


Aisyah turun dari mobil Salman dan melangkah masuk ke dalam Butik. Sebelum masuk Aisyah sempat melembaikan tangan ke arah Salman dan tersenyum manis.


Salman membalas senyuman dan lambaian tangan Aisyah.


Aaaah.. siang yang cerah. Batin Salman.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2