Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 297


__ADS_3

"Pria itu mengatakan semua karena harta? Berarti bukan Arga? Tapi mengapa Arga menginvestasikan uangnya di perusahaan Papa Reno? Aku semakin curiga pasti ada kerjasama antara Arga dengan Rendy. Gak mungkin Arga ingin merebut harta Papa Reno? Dia kan gak tau isi wasiat Papa Reno. Pasti Rendy ikut serta dalam masalah ini" ucap Refan.


Bimo menepuk bahu Refan.


"Pemikiran kamu sama denganku Fan. Aku juga mikir begitu" sambut Bimo.


"Apa kalian mencurigai seseorang?" tanya Pak Polisi.


"Ceritanya panjang Pak, saya menikah dengan anak Pak Reno tapi almarhumah istri saya meninggal sekitar dua tahun yang lalu saat melahirkan seorang anak yang ternyata anak itu bukan anak saya. Baru setelah beberapa bulan kami mengetahui kebenarannya sehingga Pan Reno membawa anak tersebut yang semula dalam asuhan saya pindah kepada Pak Reno. Mereka mengasingkan diri ke kota ini, tidak ada yang mengetahui dimana keberadaan mereka kecuali keponakannya Rendi yang dipercayakan Pak Reno untuk mengurus perusahaannya. Hampir dua bulan yang lalu tanpa sengaja saya, Bimo dan keluarga saya datang ke kota ini melangsungkan pernikahan Bimo dengan adik saya di kota ini. Saat itulah kami bertamu kembali dengan Pak Reno. Secara negara cucu Pak Reno adalah anak saya karena lahir dalam masa pernikahan saya dengan almarhumah istri saya. Nah sejak kematian Pak Reno kami sebenarnya mencurigai Papa kandungnya putri saya itu yang melakukannya. Motifnya dia ingin mengambil putri saya itu dari tangan Pak Reno. Tapi bagaimana dia bisa tau kalau Pak Reno beserta istrinya dan anak saya pindah ke Kota ini. Saat Pak Reno meninggal, pengacara membacakan wasiat terakhirnya kepada kami. Bahwa seluruh harta kekayaannya jatuh atas nama putri saya dan selama putri saya itu belum berumur dua puluh tahun harta Pak Reno saya yang kelola. Tepat satu hari sebelum kecelakaan Pak Reno, Rendy keponakannya menjalin kerja sama dengan Perusahaan dari Papa kandungnya putri saya. Yang paling mencurigakan kemarin begitu pelaku di tangkap Perusahaan Papa kandung putri saya menarik semua dana yang mereka investasikan ke Perusahaan Pak Reno" ungkap Refan.


"Kalau seperti itu yang terjadi kita bisa mencurigai mereka. Apa Anda mengenal siapa Papa kandung dari putri Anda?" tanya Pak Polisi.


"Kenal Pak, dia adalah Bos di tempat almarhumah istri saya bekerja. Namanya Bapak Arga Laksamana" jawab Refan.


"Bapak Arga Laksamana? Bukankah dia seorang pengusaha yang terkenal?" tanya Pak Polisi.


"Ya begitulah Pak" sahut Refan.


"Baik kami akan catat semua laporan Bapak, akan kami sesuaikan dengan laporan pelaku nanti. Kalau ada informasi baru yang kami dapat, kami akan segera mengabari Bapak" ujar Pak Polisi.


"Baik kalau begitu kami pamit undur diri dulu Pak" sambut Bimo dan Refan.


Mereka saling berjabat tangan setelah itu Bimo dan Refan pamit undur diri.


******


Tiga hari kemudian.


Bimo dan Refan sedang duduk di balkon Hotel.


"Gimana nih Fan? Apakah kita terus menunggu kabar dari polisi? Kita sudah tiga hari di sini tapi pelaku belum mau buka suara siapa dalang di balik semua ini? Kita tidak bisa menerus terus tanpa berbuat apapun di sini. Bukannya aku keberatan tapi aku khawatir pada Reni. Dia kan lagi hamil muda" ujar Bimo.

__ADS_1


Refan terdiam dan berpikir sejenak.


"Iya sih, sebenernya aku berpikiran sama sama dengan kamu. Aku juga sudah bosan di sini, gak ada yang bisa aku lakukan. Mmm... kita ke kantor polisi aja hari ini Bim dan kabarkan pada mereka kalau kita pulang hari ini. Proses hukum kan terus berlanjut. Nanti pihak kepolisian bisa hubungi kita via telepon" sambut Refan.


"Betul... kita minta saja pada pihak kepolisian agar mengabari lewat telepon. Siang ini kita langsung pulang ke Jakarta" balas Bimo.


"Ya sudah kalau begitu, mari kita bergerak cepat biar bisa terkejar penerbangan siang" ajak Refan.


Saat Refan dan Bimo sedang bersiap akan berangkat ke kantor polisi tiba - tiba ponsel Refan berdering dan tertera nama pengacara.


"Halo Pak Sitompul" ucap Refan.


"Halo Pak Refan. Apakah anda masih di Labuhan Bajo?" tanya Pengacara.


"Iya Pak, ada apa Pak? Apakah ada berita yang penting?" tanya Refan.


"Begini Pak, saya baru dapat kabar dari bagian keuangan perusahaan Pak Reno. Menurut beliau selama Perusahaan di pegang oleh Pak Rendy banyak transaksi - transaksi yang di curigai palsu dan dananya bocor entah kemana. Saya kurang mengerti tentang laporan keuangan. Menurut saya ini sangat penting kalau bisa Bapak kembali ke Jakarta dan memeriksanya langsung" lapor Pengacara.


"Baik Pak siang ini juga saya akan kembali ke Jakarta. Tolong bagian keuangan siapkan semua laporan keuangan. Begitu tiba di Jakarta saya akan langsung ke kantor dan periksa semua laporan keuangan Perusahaan" perintah Refan.


Telepon pun terputus.


"Ada apa Fan?" tanya Bimo.


"Kita harus segera pulang Bim. Sepertinya ada penyelewengan dana di Perusahaan Papa Reno. Aku harus segera memeriksanya sebelum perusahaan itu hancur tak bisa terselamatkan" jawab Refan.


"Kalau begitu mari kita gerak cepat, kita langsung aja bawa barang - barang. Sebelum ke Bandara kita singgah dulu ke kantor polisi" sambut Bimo.


"Ayo.. " Refan mengepack kopernya dan dia langsung keluar hotel bersama Bimo.


Dengan diantar oleh mobil perusahaan mereka berjalan menuju kantor polisi untuk berpamitan pulang dengan pihak polisi dan meminta setiap ada perkembangan masalah Pak Reno dilaporkan kepada Refan atau Bimo.

__ADS_1


Setelah urusan polisi selesai mereka langsung menuju Bandara dan langsung terbang ke Jakarta. Refan dan Bimo sampai di Jakarta sekitar jam tiga sore dan langsung menuju Perusahaan Pak Reno.


"Dimana Rendi?" tanya Refan pada sekretaris Rendi.


"Pak Rendi sedang keluar Pak" jawab sang Sekretaris.


"Kamu jangan lapor padanya kalau saya datang atau kamu saya pecat. Kumpulkan semua pejabat perusahaan dan saat ini juga saya akan mengadakan rapat dengan mereka semua" perintah Refan.


"Ba.. baik Pak" Jawab sekretaris.


"Oh iya, suruh semua peserta rapat membawa berkas pertanggung jawaban tugas mereka selama masa kepemimpinan akhir Papa Reno dan berkas per tanggal hari ini. Saya mau lihat perbedaannya" sambung Refan.


"Baik Pak" jawab sang sekretaris gugup.


"Satu jam lagi saya tunggu mereka semua di ruang meeting" balas Refan.


"Siap Pak" ujar wanita yang menjabat sebagai sekretaris Rendi.


Satu jam kemudian Refan sudah berada di ruangan meeting, satu persatu pejabat Perusahaan masuk ke ruang meeting begitu juga dengan Pengacara Pak Reno.


Meeting di mulai. Pengat membacakan wasiat Pak Reno bahwa saat ini Refan yang berhak mengelola Perusahaan selama Naila masih dibawah umur.


Refan meminta setiap staf melaporkan semua tugas mereka secara jujur dan mengancam jika mereka menyembunyikan sesuatu mereka akan di pecat dari perusahaan itu.


Tibalah hasil akhir rapat.


"Gila Fan.. Perusahaan ini bisa bangkrut kalau satu bulan lagi dia pegang. Bagaimana cara kamu mengatasi permasalahan perusahaan ini?" bisik Bimo yang duduk disamping Refan.


"Jangan ada lagi yang menjalankan perintah Rendy termasuk bagian keuangan. Saya tidak mau lagi ada dana bocor untuk hal apapun. Besok saya akan bertemu langsung dengan Rendy dan meminta dia mempertanggung jawabkan semua perbuatannya" tegas Refan.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2