Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 230


__ADS_3

"Reni???... Bimo??... kalian ngapain di sini?" tanya Riko


Bimo dan Reni terkejut melihat siapa orang yang menyapa mereka. Ternyata ada Riko, Aril dan Romi.


"Hahaha setan kecil kita bro udah pinter pacaran" goda Aril.


"Kalian....?" ucap Reni masih tidak percaya.


Aduh mati aku, baru saja tadi aku pesan sama Mas Refan jangan sampai Mas Aril tau kalau aku pergi bareng Mas Bimo. Ini malah ketahuan sama tiga playboy cap kadal. Siap - siap deh di bully. Batin Reni pasrah.


Bimo hanya bersikap santai menghadapi para sahabat Refan yang juga sudah cukup dia kenal. Karena sekarang Bimo sudah masuk ke dalam geng mereka dan melakukan pengajian bareng.


"Gabung yuk" ajak Bimo.


"Waah tawaran yang menggiurkan nih. Yuk duduk bareng mereka saja. Kata ustadz kan kalau pasangan bukan muhrim sedang berdua - duaan yang ketiga adalah setan. Dari pada berdua kan mending berlima" ujar Romi tersenyum nakal.


"Pepatah itu gak berlaku buat Reni. Mana mungkin yang ketiga adalah setan, wong dia sendiri udah setan hahahaha" goda Aril.


"Mas Ariiiil... " teriak Reni malu.


"Udah Ril jangan gitu amat ah godain Reni, nanti dia nangis lho" pesan Riko.


"Biarin nangis kan udah ada Bimo di sini yang mendiamkannya" sambut Aril.


"Iya benar Bim, sogok pakai es krim atau coklat pasti dia diam" ujar Romi.


"Seperti dulu waktu dia kita takutin cicak mati hahaha" Riko jadi tertawa mengingat kelakuan mereka waktu kecil.


Aril mulai menceritakan kejadian lucu mereka saat remaja dan saat itu Reni masih kecil.


Reni memang tidak pernah akur kepada Riko, Aril dan Bagus. Karena mereka suka ejekin Reni. Alhasil Reni juga gantian isengin mereka dengan berpura-pura menjadi setan saat Riko dkk tidur di kamar Refan suatu malam.


Pelan - pelan Reni kecil masuk ke dalam kamar Refan dimana, Riko, Aril, Bagus, Romi dan Refan sedang nyenyak tertidur. Saat itu Reni memang sedang disuruh oleh Papanya untuk membangunkan Kakak dan teman - temannya shalat subuh.


Reni yang baru saja shalat subuh berjamaah dengan kedua orang tua dan kakak sulungnya langsung menuju kamar Refan tanpa membuka mukenanya.


Awalnya Reni tidak tidak berniat usil tapi karena Refan dan teman - temannya sulit sekali untuk dibangunkan akhirnya Reni jadi punya ide cemerlang begitu melihat ada senter di meja belajar kakaknya.


Reni mematikan lampu kamar Refan dan berteriak membuat keributan.


"Tolong ada setaaaaaaan" teriak Reni.


Refan dan kawan - kawan langsung bangun. Tapi lampu kamar mati dan mereka melihat di dekat jendela ada setitik cahaya.


Semakin lama mereka perhatikan semakin jelas apa yang mereka lihat. Wajah seram hantu kate yang pendek pakai pakaian pocong.


Sontak Aril dan kawan - kawan berteriak sambil berlari ke arah pintu.


"Setan keciiiiiiiil.... " teriak mereka.


Gubrak... %™¥√π√∆£]°©}¢\¢×


Seketika lima remaja itu jatuh tepat di depan pintu karena menabrak pintu kamar yang masih tertutup.


Reni tak bisa menahan tawa lagi.


"Hahahahahaha.... " suara tawa Reni menyadarkan kelima remaja itu.


Bagus menyalakan lampu dan mereka bisa melihat Reni kecil sedang memakai mukena dan memegang senter.

__ADS_1


Mereka berlima langsung berteriak dan berlari mengejar Reni.


"Setan keciiiiil.... " teriak mereka lagi.


"Mamaaaaaa tolooooooong" teriak Reni dari kamar Kakaknya.


Sejak saat itu mereka seperti bermusuhan dengan Reni terlebih Aril, Romi dan Riko. Mereka bertiga selalu menjahilin Reni setiap ada kesempatan.


Pernah suatu hari Aril melihat ada cicak mati yang terjepit di balik pintu, dia langsung mengambilnya dan melemparkannya ke arah Reni.


Reni terkejut dan menangis karena takut. Alhasil mereka bertiga dimarahin sama Papanya Refan karena sudah mengganggu putri bungsunya.


Setelah kejadian itu Reni tidak mau menegur Aril dan kawan - kawan. Tapi karena Aril dan para sahabatnya sudah menganggap Reni adalah adik mereka sendiri.


Dengan penuh kasih sayang mereka membujuk Reni untuk berbaikan dan memberikan Reni sogokan Es Krim dan Coklat agar mau berbaikan lagi. Setelah saat itu hubungan mereka akur kembali.


"Hahaha.... " Bimo tertawa ketika mendengar cerita dari Aril.


Reni merasa sangat malu karena cerita masa kecilnya yang memalukan diceritakan kepada Bimo. Wajah Reni sudah merah merona dan tidak berani menatap wajah Bimo.


"Please donk.. jangan bully aku. Kalian tidak adil, masak tiga lawan satu" ujar Reni.


"Tenang Ren, kali ini ada pangeran kodok yang akan menjadi pembela kamu. Ya gak Bim?" goda Aril.


Bimo membalasnya dengan senyuman tipis.


Tak lama pelayan datang mengantar makanan Reni dan Bimo. Aril dan teman - teman mereka juga ikutan memesan makanan yang sama.


"Kami makan duluan ya Mas. Kalau nunggu makanan kalian keburu dingin" ujar Reni.


"Yoi Ren, santai aja" balas Riko.


"Kalian dari mana? Kok tumben makan bertiga?" tanya Bimo.


"Oooh.. tadi Riko dan Aril mampir ke kantorku. Karena sudah waktunya makan siang kami makan diluar. Dan karena tempat ini dekat dan terkenal, gak ada salahnya kan kami mampir ke sini. Katanya disini banyak di datangi oleh gadis - gadis remaja. Siapa tau kami bisa cari calon istri di sini" jawab Romi.


"Kamu aja kali, aku nggak" elak Aril.


"Aku juga" sambut Riko.


"Halaaah kamu Ril, karena ada Bimo kan takut gak dapat restu deketin Bela" sindir Romi.


"Emang benar aku gak mau cari jodoh di sini. Jodoh aku mah tinggal di kantor" jawab Aril.


"Haha.. bisa aja kamu Ril" ujar Bimo tertawa.


Romi meraih ponselnya dan mengambil foto mereka berlima.


"Guys... lihat ke sini" ujar Romi.


Sontak yang lain melirik ke arah yang sama.


Jepreeet....


Gambar telah diambil dan Romi langsung mengirim foto tersebut ke pesan group mereka.


Romi


Kelakuan si setan kecil

__ADS_1


Aril


Terciduk tiga pria tampan


Riko


😂😂


Refan


Padahal tadi dia pesan jangan sampai kalian tau @Aril. Eh gak taunya ketangkep basah 🤣🤣🤣


Bagus


Setan kecil jalan bareng Bimo? Dan kamu setuju Fan?


Refan


Kalau adikku bahagia kenapa gak? Selama pria itu baik dan seaqidah. Tapi sepertinya masih lama. Bimo masih belum bisa move on dari masa lalunya.


Riko


Kamu aja dulu nikah sama Kinan belum move on kok 😋


Aril


Iya pintarnya bilangin orang lain padahal dia sendiri pelaku utama 😛😛😛


Refan


🤫🤫🤭🤭😂😂


Bagus


Sudah.. sudah.. kalian bertiga @Riko, Aril dan Romi jangan godain setan kecil terus. Sudah waktunya dia memang belajar dewasa. Kalian hanya jaga dia dari kejauhan ya, siapa tau Bimo nakal.


Refan


Kalau dia nakal, titip bogemku ya 😁


Bagus


Aku juga kalau begitu


Refan


🤣🤣🤣🤣


Tak lama kemudian pesanan makanan Aril dan teman - temannya juga datang. Mereka segera menghentikan aktivitas mereka yang sedang ngobrol di pesan group dan segera menyusul Reni dan Bimo menikmati hidangan makan siang bersama.


Sedangkan Reni dari tadi sibuk memutar otak untuk membalas perlakuan tiga playboy ini. Dia sangat malu ketika Aril dan kawan - kawan membuka aibnya di masa lalu.


Awas kalian ya.. tunggu saja nanti pembalasan dariku... umpat Reni dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2