
Sejak kejadian pagi tadi di lapangan parkir Kinan menjaga jarak dengan Fadlan. Kalau ada hal penting mengenai pekerjaan baru Kinan mengajaknya berbicara. Fadlan merasa canggung kalau harus seperti ini sementara mereka bekerja dalam satu kantor dan di bidang yang sama. Gak enak rasanya jika terjadi hubungan yang tidak baik diantara mereka.
Fadlan berencana untuk menyelesaikan permasalahan diantara mereka hari ini juga. Sebentar lagi jam kerja sudah selesai, semua akan bersiap - siap hendak pulang begitu juga Kinan. Fadlan tidak mau membuang kesempatan ini. Dia harus meminta maaf kepada Kinan hari ini juga.
Tok.. tok..
Fadlan mengetuk pintu ruangan Kinan.
"Masuk" jawab Kinan dari dalam.
Fadlan membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan Kinan. Kinan terkejut melihat siapa yang masuk ke dalam ruangannya.
"Sepertinya tidak ada yang perlu kita bahas Fad" tolak Kinan langsung.
"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan Nan" ucap Fadlan.
"Bukannya semua sudah jelas tadi pagi. Aku ingin kamu menjauhi aku" tegas Kinan.
Tiba - tiba ponsel Kinan berbunyi. Kinan melirik ponselnya dan ternyata telepon dari Refan.
Wah pas banget ini, ketepatan sekali Mas Refan telepon. Aku harus tunjukkan di depan Fadlan kalau rumah tanggaku dengan Mas Refan baik - baik saja.
"Sebentar Fad, Mas Refan lagi telepon" potong Kinan.
"Assalamu'alaikum Yank, udah jalan belum jemput aku?" tanya Kinan.
Apa? Kinan barusan panggil aku apa? Yank? Apa aku gak salah dengar? Batin Refan.
"Wa'alaikumsalam. Iya Nan aku sedang di jalan menuju kantor kamu. Tunggu sebentar ya, gak lama lagi aku akan sampai kantor kamu. Kamu siap - siap ya" jawab Refan.
"Oke Mas, eh nanti pulang kerja singgah sebentar di supermarket ya yank.." pinta Kinan manja.
"Boleh, ada yang mau kamu beli?" tanya Refan senang.
"Iya, biasa keperluan anak - anak sama aku mau beli cukuran untuk kamu" jawab Kinan.
__ADS_1
"Ya sudah, aku sudah dekat kantor kamu nih, cepat keluar" perintah Refan.
"Oke sayaaaang.. Aku tunggu ya.. I love you" balas Kinan.
Telepon terputus. Refan terdiam dengan wajah melongo. Mulutnya sempurna membentuk huruf O.
Apa barusan Kinan bilang sayang dan I love you? Aku gak salah dengar nih? Kinan mencintaiku? ucap Refan sendirian.
Yeeeeaaaay... Kinan mencintaiku... yuhuuuuu.. teriak Refan seperti anak ABG saat pernyataan cintanya diterima oleh pacar pertamanya.
Kinan tersenyum bahagia ketika menutup teleponnya dan kembali menatap ke arah Refan.
"Maaf Fad pembicaraan kita terputus tadi. Sampai mana tadi pembicaraan kita?" tanya Kinan kepada Refan.
Kelihatannya rumah tangga Kinan dan Mas Refan sudah berubah dan mereka sepertinya baik - baik saja. Buktinya tadi pagi aku lihat Mas Refan mencium Kinan dan sekarang Kinan bilang sayang dan I love you kepada Mas Refan. Sepertinya memang tidak ada celah lagi bagiku untuk mendapatkan Kinan. Batin Fadlan.
Fadlan menatap wajah Kinan dengan tatapan bersalah.
"Nan.. maafkan aku. Aku tau aku salah, sungguh aku tidak ingin merusah rumah tangga kamu. Aku hanya berfikir kalau kamu tidak bahagia dengan rumah tangga kamu. Makanya aku ingin mencoba memperjuangkan dan membahagiakan kamu. Tapi kalau kamu memilih untuk bertahan dengan rumah tangga kamu aku akan memilih mundur. Maaf kalau sudah menyakiti ataupun mencampuri urusan rumah tangga kalian. Aku berharap rumah tangga kamu dengan Mas Refan baik - baik saja dan kalian sama - sama mendapatkan kebahagiaan" ungkap Fadlan tulus.
Kinan menatap mata Fadlan, ada ketulusan dari ucapan Fadlan barusan. Kinan menarik nafas panjang.
"Iya Nan akan aku ingat. Sampaikan permintaan maaf aku pada Mas Refan ya, kemarin aku tidak sampaikan pesannya pada kamu saat dia telepon dan maaf juga aku sudah lancang terima telepon kamu di saat kamu tidak ada" sambung Fadlan.
"Iya Fad udah aku maafkan semuanya. Terimakasih kamu sudah mau mengerti keadaan aku saat ini. Aku do'ain kamu semoga secepatnya mendapatkan jodoh yang terbaik untuk kamu" ujar Kinan tulus.
"Aamiin.. Makasih ya Nan. Kalau begitu aku pamit, sebentar lagi waktu pulang sudah tiba dan Mas Refan juga sebentar lagi akan jemput kamu kan?" tanya Fadlan.
"Iya Fad, aku juga udah mau siap - siap ini" balas Kinan.
Fadlan segera melangkah keluar dari ruangan Kinan dan melangkah ke ruangannya untuk bersiap - siap pulang.
Kinan juga sudah menyusun semua pekerjaannya dengan rapi di atas meja kerjanya. Kemudian Kinan meraih tas dan ponselnya setelah itu berjalan menuju ke depan dan siap menunggu Refan yang akan tiba sebentar lagi.
Mobil Refan sudah sampai di halaman kantor Kinan. Seorang security mendekati mobil Refan.
__ADS_1
"Suami Non Kinan ya, mau jemput lagi?" tanya security itu ramah.
"Iya Pak" jawab Refan.
"Tunggu sebentar ya Den.. eh itu Non Kinannya sudah keluar dari kantor" balas security tersebut.
"Pak pulang dulu ya" sapa Kinan ramah.
"Iya Non, hati - hati" balas security.
Kinan segera naik ke dalam mobil Refan. Refan tampak senang dan senyum - senyum sendiri. Membuat Kinan penasaran. Dia tidak sadar kalau dia lah yang menyebabkan Refan menjadi seperti itu sore ini.
"Kamu kenapa Mas, senyum - senyum sendiri, ada yang lucu?" tanya Kinan penasaran.
"Iya ada yang lucu" jawab Refan.
"Apaan, aku? Apa wajahku ada sesuatu makanya kamu ketawa?" Kinan melirik kaca spion untuk melihat tampilan wajahnya. Tapi gak ada yang lucu, wajah Kinan baik - baik saja.
"Apaan sih Mas?" tanya Kinan lagi.
"Jadi singgah di supermarketnya?" tanya Refan.
Seketika Kinan teringat pembicaraannya di telepon dengan Refan tadi sebelum Refan datang menjemputnya.
"Ooh itu hahaha... aku cuma bercanda Mas, tadi saat kamu telepon Fadlan lagi ada di dekat aku. Jadi aku pura - pura mesra tadi di hadapannya agar dia tidak dekat - dekat aku lagi dan kamu jadi tidak salah paham lagi dengan kedekatan kami hahaha" Kinan merasa lucu sendiri dia bisa bicara manja seperti pada Refan.
Yah.. aku sudah senang duluan kirain dia memang sungguh - sungguh mengatakan semua itu. Ternyata semua hanya canda. Batin Refan.
Refan hanya diam saja menanggapi jawaban Kinan dan Kinan menyadari perubahan wajah Refan tadi.
"Maaf ya Mas aku udah kelewatan bercandanya tapi gak apa - apa kan sekali - sekali biar Fadlan risih dekat - dekat aku yang suka lebay kalau lagi nelepon kamu hahaha" Kinan kembali tertawa mengingat perkataannya tadi pada Refan sampai dia bilang bilang sayang dan I love you kepada Refan. Kinan jadi geli sendiri.
Sementara Refan merasa kecewa karena berharap lebih dari jawaban Kinan barusan.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG