
Naila dan Refan tidak mempunyai hubungan darah.
"Bagaimana Fan, apa hasilnya?" tanya Suci tak sabar.
Refan menatap wajah Mamanya.
"Seperti yang kita duga Ma" Refan memberikan lembaran hasil pemeriksaan hasil tes DNA Naila.
Suci meraih kertas itu dan membacanya, dia melihat hasil kesimpulan dari tes itu yang menyatakan kalau Naila memang bukan anak Refan.
"Astaghfirullah.. apa yang akan kita lakukan Fan?" tanya Suci. Dia merasa kasihan dengan putrnya itu. Benar - benar sudah di bohongi Renita sampai melahirkan anak yang bukan benih Refan.
"Sesuai rencana Ma, setelah dari sini aku akan ke rumah Mama Renita" ujar Refan.
"Ya sudah kita pergi sekarang" ajak Suci.
"Terimakasih Pak atas kerjasamanya. Tolong jaga kerahasiaan pemeriksaan tes DNA putri saya" ujar Refan sebelum pergi.
Refan dan Suci saling berjabat tangan dengan pegawai Rumah Sakit yang bertugas memberikan hasil pemeriksaan tes DNA Naila.
Refan dan Suci berjalan keluar Rumah Sakit dan segera masuk ke dalam mobil Refan dengan membawa hasil tes DNA.
Refan melajukan mobilnya ke rumah mantan mertuanya. Berhubung karena ini adalah akhir pekan baik Papa ataupun Mama Renita ada di rumahnya. Mereka sangat terkejut dengan kedatangan Refan dan Mamanya.
"Assalamu'alaikum Pa, Ma" Refan masih dengan sopan mencium tangan kedua orang tua Renita.
"Wa'alaikumsalam. Hei Fan lama tak bertemu kamu. Tumben datang ke sini, Naila mana?" tanya Papa Renita.
Seperti Papa Renita belum tau apapun tentang masalah Naila. Mungkin istrinya tidak memberitahukan kepadanya apa yang sedang terjadi dengan cucunya akibat ulah putri tunggalnya.
Papa Renita memang sangat sibuk dengan urusan bisnisnya sehingga dia sering berasa di luar negeri ataupun luar kota. Refan ingat memang sudah lama mereka tidak bertemu. Terakhir kalinya saat Renita baru saja meninggal dan mereka mengurus semua pemakaman Renita bersama - sama.
Wajah Talita sejak melihat kedatangan Refan dan Mamanya sudah terlihat gusar. Sepertinya dia sudah tau maksud dan tujuan Refan datang ke rumahnya.
"Naila di rumah Pa bersama istriku" jawab Refan.
"Iya, Mama kamu bilang kamu sudah menikah lagi ya?" tanya Papa Renita.
"Iya Pa, Mama aku yang carikan Ibu pengganti untuk Naila" jawab Refan.
"Baguslah, Papa tidak keberatan. Naila memang membutuhkan sosok seorang Ibu, kamu juga masih muda dan juga sangat sibuk. Tidak mungkin kamu bisa mengurus Naila sendirian. Walau ada baby sitter tapi kan tetap saja Naila butuh seorang Ibu" balas Papanya Renita.
"Ayo Fan duduk, Suci apa kabar?" tanya Papa Renita ramah.
"Baik Mas Reno" jawab Suci. Mereka saling berjabat tangan.
__ADS_1
"Mama kok diam aja dari tadi?" tanya Papa Renita yang bernama Reno.
"Ha? Ah gak kok Pa" balas Talita.
Mereka duduk di sofa ruang keluarga rumah orang tua Renita.
"Ada perlu apa ke sini Fan, apa yang kamu bawa itu?" tanya Reno kepada Refan.
"Ini Pa hasil tes DNA Naila" jawab Refan.
Walau Papa Renita selama ini baik kepada Refan tapi Refan tidak bisa menutupi dan menyembunyikan kebenarannya. Dia harus tau apa yang telah dilakukan oleh putrinya.
"Tes DNA Naila? Mengapa kamu melakukan tes DNA kepada Naila?" tanya Reno terkejut.
"Satu bulan yang lalu Naila masuk rumah sakit karena demam tinggi. Jadi Dokter melakukan pemeriksaan darah lengkap termasuk cek darah. Aku terkejut mendapati golongan darah Naila. Dia mempunyai golongan darah AB. Sedangkan aku O dan Renita A. Awalnya aku berpikiran kalau pihak rumah sakit melakukan kesalahan dan mereka melakukan pemeriksaan ulang tapi hasilnya tetap sama Pa. Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan tes DNA. Mama juga tau karena pada saat itu Mama ada di rumah sakit" ungkap Refan.
"Benar Ma?" tanya Reno.
Talita tampak pucat, dia menganggukkan kepalanya.
"Mengapa Mama tidak pernah cerita padaku?" tanya Reno dengan nada suara yang mulai tinggi.
"P.. Papa kan sibuk" jawab Talita.
"Satu bulan bukankah cukup Ma untuk bercerita padaku. Mengapa Mama merahasiakannya?" desak Reno.
"Tapi keyakinan Mama salah" potong Refan.
"A.. apa maksud kamu Refan?" tanya Talita.
Reno dan Talita tampak sangat terkejut.
"Kamu jangan bercanda Fan" ujar Reno.
"Aku tidak bercanda Pa, Papa lihat dan baca sendiri apa hasil tes DNA Naila" Refan menyerahkan hasil pemeriksaan tes DNA Naila.
Reno menerima amplop coklat yang diberikan Refan kepada Reno, lalu membuka dan membacanya. Alangkah terkejutnya Reno melihat hasil tes DNA yang dilakukan Refan dan Naila.
"Bisa kamu jelaskan apa maksud semua ini Fan?" tanya Reno.
"Naila bukan anakku" jawab Refan tegas.
"Bohong, kamu pasti berbohong. Kamu sudah memanipulasi hasilnya" potong Talita.
"Bukankah Mama yang ingin melakukan itu di Rumah Sakit? Aku punya buktinya Ma, Mama mau menyiapkan pegawai Rumah Sakit dengan uang seratus juta rupiah" jawab Refan.
__ADS_1
Talita langsung bungkam, Reno saat ini terlihat sangat shock dan bingung dengan apa yang terjadi antara istrinya dengan menantunya.
"Aa.. aku tidak ingin melakukan itu. Aku hanya meminta mereka melakukan tes DNA dengan akurat karena aku yakin Naila adalah anak kamu dan Renita" bantah Talita.
"Tapi keyakinan Mama lagi - lagi salah" protes Refan.
"Naila bukan anakku" ulang Refan lagi.
"Berarti Naila juga bukan anak Renita" jawab Talita masih berusaha membela putrinya.
"Mamaaaa" bentak Reno.
Talita langsung terkejut mendengar teriakan suaminya.
"Renita telah selingkuh di belakangku Pa, Ma" ungkap Refan.
"Tidak.. tidak mungkin. Renita tidak mungkin melakukan semua itu. Kecuali dia punya alasan tertentu" sanggau Talita.
"Alasan apa yang paling tepat untuk sebuah perselingkuhan Ma?" tanya Refan.
"Kamu mandul. Empat tahun menikah dengan Renita dia tidak juga kunjung hamil. Tapi kamu dan keluarga kamu terus memaksanya untuk mempunyai anak. Kalian pikir aku tidak tau kalau Renita kalian bawa ke dokter kandungan untuk program kehamilan?" jawab Talita lantang.
"Mama benar.. kami memang pergi ke dokter kandungan tapi hasilnya berbeda Ma. Aku sehat sangat sehat. Talita selama ini tidak bisa hamil karena dia meminum pil KB Ma, makanya dia tidak hamil juga. Dia takut mengandung membuat tubuhnya rusak, karirnya mati dan dia tidak mau repot mengurus anak" balas Refan.
"Itu kan alasan kamu. Cih pria tak punya hati, istri sudah meninggal tapi masih tega menuduhnya yang tidak - tidak. Renita itu pergi terhormat. Meninggal saat melahirkan, dia mati sahid" tegas Talita dengan lantang.
"Kematiannya memang tidak bisa dipungkiri Ma. Dia memang meninggal karena melahirkan. Tapi melahirkan anak siapa dulu" balas Refan tegas.
"Fan jangan sembarangan menuduh kalau kamu tidak punya bukti" ujar Reno.
"Salah satu buktinya ada ini Pa, hasil tes DNA. Lalu ini dan ini" Refan memberikan flashdisk foto - foto dan video mesum Renita dengan Bosnya dan juga foto copy buku harian Renita. Sedangkan bukti aslinya tetap di simpan Refan di rumah.
"A.. apa ini?" tanya Reno.
"Di dalam flashdisk itu ada foto - foto perselingkuhan Renita dan itu adalah buku harian Renita. Bukti nyata sejak kapan Renita mulai berselingkuh dan bagaimana dia dengan sangat pintar sudah membohongi kita semua" jawab Refan.
"Kamu tau siapa pria itu?" tanya Reno.
Refan menganggukkan kepalanya.
"Aku tau Pa, dia adalah Bos Renita di kantor"...
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG