Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 304


__ADS_3

Seminggu berlalu.


"Pak Refan saya sudah mendapatkan celah untuk menyerang Perusahaan ABC. Di dalam surat perjanjian ada point yang telah mereka langgar. Lihat ini" Pengacara memberikan surat perjanjian Perusahaan Pak Reno dengan Perusahaan Arga dulu saat Rendy masih memimpin.


"Jika proyek sudah berjalan, pihak pertama sebagai penyalur dana tidak boleh menarik dananya dari pihak kedua" jawab Refan.


Pengacara tersenyum kepada Refan.


"Untung Bapak bisa menemukan surat perjanjian ini ya. Ya sudah saat ini juga kirim somasi untuk mereka" perintah Refan.


"Baik Pak. Dan satu kabar gembira lagi Pak. Saya mendapatkan sebuah foto yang pasti akan membuat Bapak terkejut" lapor sang Pengacara.


"Foto apa itu?" tanya Refan.


Pengacara langsung memberikan selembar kertas yang berisikan foto di dalamnya. Refan menerimanya dan sangat terkejut.


"Bangsa* aku sudah menduganya sejak awal. Memang dia dalang dibalik semua ini" umpat Refan ketika melihat foto Arga sedang bertemu dengan pria yang menjadi tersangka penyebab terjadinya kecelakaan Pak Reno yang berakhir dengan kematian Pak Reno juga istrinya.


Tangan Refan bergetar karena menahan emosi.


"Tenang Pak.. Barang bukti ini akan saya kirimkan kepada pihak kepolisian Labuhan Bajo. Sedangkan surat perjanjian Perusahaan akan saya bawa ke kantor polisi di Jakarta ini. Kita akan tuntut Pak Arga dengan tuntutan penipuan" ujar Pengacara.


"Oke Pak, proses semuanya. Kita lihat apakah Arga siap untuk menerima kekalahannya" sambut Refan.


"Baik Pak" balas Pengacara.


Pengacaranya langsung keluar dari ruang kerja Refan. Saat ini perlahan - lahan keadaan perusahaan sudah mulai membaik. Proyek kerjasama Perusahaan Pak Reno kembali dilanjutkan tapi kali ini investornya adalah Perusahaan Refan dan para sahabatnya.


Berkat kepintaran Ela dalam perhitungan keuangan Perusahaan tidak merugi terlalu banyak ditambah lagi dana yang masuk dari investor juga besar.


Refan sendiri tidak menyangka keadaan perusahaan bisa mulai membaik hanya dalam waktu seminggu. Refan melihat hasil laporan dari Ela.


"Kamu memang hebat Ela.. rasanya aku tidak ragu lagi untuk menitipkan perusahaan ini dibawah kepemimpinan kamu. Walau kamu masih muda tapi kamu sangat berbakat" puji Refan.


Tok.. tok.. tok..


Pintu diketuk dari luar.

__ADS_1


"Masuk" perintah Refan.


Pintu terbuka dan Romi masuk. Sekretaris Refan sudah sangat mengenal teman - teman Refan yang menanamkan modal mereka di Perusahaan ini sehingga Romi tidak perlu melapor lagi kalau ingin bertemu dengan Refan.


"Hai Rom, kamu salah kamar kalau ingin bertemu dengan Ela" sapa Refan ketika melihat sosok Romi masuk kedalam ruang kerjanya.


"Aku sedang tidak ingin mengganggu Cishela. Kami sudah membuat perjanjian, selama dia fokus dalam upaya penyelamatan perusahaan ini aku tidak boleh mengganggunya di kantor" jawab Romi.


"Wah hebat banget Ela, bisa bersikap profesional" puji Refan.


"Calon bidadari surga ku kan emang sangat hebat. Makanya aku promosikan dia pada kamu untuk membantu kamu menyelesaikan masalah di Perusahaan ini" sambut Romi.


"Kamu pasti punya rencana lain kan untuk Ela?" tebak Refan.


Romi tersenyum menang dan duduk di sofa ruang kerja Refan. Refan kemudian menyusulnya duduk tepat di depan Romi.


"Kamu pintar bro bisa baca jalan pikiranmu. Tebakan kamu benar, aku memang punya rencana lain untuk Shela Mamaku tidak setuju dengan hubungan kami dengan alasan karena Shela berasal dari keluarga sederhana dan dari kampung. Dia tidak melihat potensi yang Shela punya. Oleh sebab itu aku sengaja menawarkan kepada kamu agar Ela bekerja di Perusahaan ini membantu kamu. Kamu juga butuh orang yang pintar, cekatan, bisa dipercaya dan terakhir butuh orang yang kelak akan menggantikan kamu memimpin perusahaan ini" jawab Romi.


Refan mendengarkan dengan seksama.


"Kedua dia akan punya jabatan yang pasti merubah pandangan Mamaku kepadanya. Dia tidak akan lagi dipandang sebagai gadis desa yang udik dan kampungan. Melainkan sudah menjadi wanita karir yang sukses di Ibukota Jakarta" sambung Romi.


"Ketiga kamu juga terbantu ada yang mengurus perusahaan ini, walau sebenarnya aku ingin Ela itu jadi Ibu rumah tangga saja seperti Kinan di rumah. Tapi aku tidak mau egois dengan membatasi langkah Ela untuk maju. Kalau dia sukses pasti orang tuanya di kampung akan bangga. Para tetangga tidak akan memfitnah Shela bekerja di Jakarta sebagai wanita gak bener" ungkap Romi.


Prok.. prok.. prok...


Refan bertepuk tangan memuji kepintaran Romi.


"Kamu sangat hebat Rom, sekali melempar batu tiga burung yang jatuh" puji Refan.


"Hahaha... " tawa Romi.


"Kamu lihat" Refan melempar laporan keuangan yang disusun Ela.


"Dalam seminggu dia sudah bisa mengatasi permasalahan di kantor ini. Aku yakin dalam waktu satu bulan perusahaan ini akan kembali seperti semula. Setelah itu aku akan menyerahkan puncak kepemimpinan Perusahaan ini kepada Ela" sambung Refan.


"Setelah itu aku akan membawa Ela kembali ke rumah orang tuaku untuk meminta restu Mama. Mudah - mudahan Mama bisa berubah pikiran dan akhirnya menerima Ela sebagai menantunya" ungkap Romi.

__ADS_1


"Aamiin.. " sahut Refan.


"Sudah siang, yuk kita makan siang" ajak Refan.


Romi melirik pergelangan tangannya.


"Ayuk" sahut Romi.


"Kita ajak Bimo juga" Refan segera meraih ponselnya dan menghubungi Bimo.


"Bim yuk makan siang diluar. Ada Romi juga nih kita ajak makan bareng" ucap Refan di telepon.


Tak lama kemudian Bimo masuk ke ruangan Refan.


"Yuk kita berangkat. Tiba - tiba aku pengen makan es krim pakai coklat" ajak Bimo.


"Kamu ngidam?" tanya Romi terkejut dan langsung melirik ke arah wajah Bimo.


"Aku rasa begitu. Biasanya aku tidak pernah punya keinginan seperti ini. Aku sudah berusaha mengendalikan pikiranku tapi tetap tidak bisa. Bahkan air liurku sudah hampir keluar membayangkan makanan itu" sambut Bimo.


"Sepertinya anak kamu dan Reni pecinta coklat dan es krim. Jangan - jangan aku akan mendapatkan keponakan perempuan" ungkap Refan.


"Apapun jenis kelaminnya aku sangat bahagia Fan, yang penting dia lahir dengan sehat dan selamat" sambut Bimo.


"Ya sudah kita berangkat sekarang" ajak Romi.


"Oke" sambut Refan.


Mereka bertiga jalan bersama keluar dari Perusahaan Pak Reno menuju sebuah cafe yang menyajikan menu es krim.


Bimo benar - benar memesan apa yang sudah dia bayang - bayangkan sejak tadi. Tidak tanggung - tanggung Bimo sampai memesan tiga porsi sekaligus. Membuat Refan dan Romi tertawa melihat tingkah aneh Bimo. Tapi begitulah orang ngidam, tingkah mereka tidak bisa di prediksi.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2