Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 292


__ADS_3

Aril kini sudah sampai di rumah Refan dengan membawa es krim pesanan Reni. Aril sengaja membeli lima porsi es krim dengan rasa yang berbeda biar Reni puas. Kalau Reni tidak mau kan ada Salman, Kinan dan Bu Suci yang ikut menghabiskannya.


"Assalamu'alaikum... " ucap Aril ketika memasuki rumah Refan.


"Wa'alaikumsalam" jawab semua yang ada di dalam rumah.


"Om Ariiil... " teriak Salman sambil berlari ke arah Aril.


Salman langsung menyium tangan Aril dan menariknya masuk ke dalam rumah.


"Hai Ren... Nih aku bawa pesanan kamu" Aril menyerahkan bungkusan es krim yang dia beli.


"Waaah ada es kriiiim" teriak Salman ketika melihat gambar bungkusan yang dibawa Aril.


"Kamu mau sayang?" tanya Reni.


"Mau Tante" jawab Salman penuh semangat.


"Yok kita ambil tempat untuk makan es krim nya" ajak Reni.


Reni dan Salman jalan ke dapur.


"Hai Naila.... enak kan disini rame. Ada Mama, Papa, Oma, Kak Salman dan ada adek kembar juga" sapa Aril gemas melihat Naila sedang bermain boneka.


"Hihihi... " Naila tertawa karena tubuhnya di gelitiki Aril.


"Kok bisa Kamu Ril yang beliin es krim untuk Reni?" tanya Bu Suci penasaran.


"Tadi aku lagi kumpul bareng teman - teman Tante trus Reni nelpon Bimo minta beliin ea krim tapi yang beli harus aku. Ya sudah karena permintaan Ibu hamil terpaksa deh aku beliin, dari pada diancam Refan karena ponakannya ileran" jawab Aril jujur.


"Hahaha... ada - ada saja kalian" tawa Kinan lucu karena mendengar penjelasan Aril.


Tak lama Reni dan Salman kembali dengan membawa es krim.


"Ayo siapa yang mau es krim?" Reni menawarkan kepada mereka.


"Kalian saja, Mama mau mandi" ujar Bu Suci. Bu Suci lalu berjalan menuju kamarnya.


Aril duduk di sofa dengan wajah nelangsa membuat Kinan dan Reni penasaran dan saling lirik.

__ADS_1


"Mas Aril kenapa? Marah dan kesal karena gak ikhlas aku minta tolongin beli es krim?" tanya Reni penasaran.


"Nggak. Bukan karena itu, aku lagi galau. Eh Nan, kata Refan kamu punya sepupu yang masih single? Kenalin aku donk, aku mau secepatnya menikah" ungkap Aril.


"Lho.. lho.. Bela gimana donk?" tanya Reni bingung.


"Bela udah nolak aku. Dia gak punya perasaan apapun padaku" jawab Aril.


"Oh ya? Kapan kejadiannya, kok Bela gak ada cerita padaku?" tanya Reni.


"Saat honeymoon kamu di Labuhan Bajo. Aku memang yang larang dia untuk cerita ke kamu karena saat itu aku lagi patah hati dan galau takut kamu malah ngebully dan ngetawain aku" ungkap Aril.


"Oh jadi karena itu juga makanya waktu malam terakhir Mas Aril sakit?" tanya Reni.


"Ya bukan karena itu juga sih tapi ada hubungannya juga. Aku jadi gak bersemangat karena penolakan Bela. Tapi Ren aku lagi serius patah hati nih, jangan di bully ya. Kamu gak kasihan lihat Mas mu yang ganteng ini gagal nikah tahun ini" jawab Aril dengan wajah sedih.


Reni yang semula ingin iseng tapi kasihan melihat tampang Aril.


"Maaaas.. menurut aku Bela itu bukan gak punya rasa pada Mas tapi dia belum menyadari perasaannya. Coba deh Mas Aril jaga sikap aja sama Bela biar dia merasa kehilangan. Bila perlu Mas cuekin aja dia" usul Reni.


"Itu sedang aku lakukan. Kalau dia tetap gak ada tanggapan aku harus cari alternatif lain donk. Cari calon yang lain. Umurku sudah tua. Refan dan Bimo aja udah dua kali menikah, aku sekalipun belum pernah. Aku kan pengen juga punya anak seperti kalian" ucap Aril dengan wajah sedih.


"Awww.. Setan Kecil sakit tauuuuk.. ih sepertinya anak kamu dendam banget padaku. Udah aku disiksa dengan permintaannya tadi, nih aku malah di pukul. Luka di dalam aja belum sembuh udah muncul luka baru diluar" ucap Aril pura - pura menderita.


"Hahaha... Mas Aril lebay ah.. " sambut Kinan semakin tertawa.


"Nan aku serius lho pengen dikenalin sama sepupu kamu" sambung Aril.


"Mas aku juga udah kenal lama lho sama Bela. Mas lupa ya kalau Bela itu dulu adik ipar aku. Bela itu belum pernah pacaran, jadi mungkin dia bingung dengan perasaannya. Mas Aril yang sabar ya, Bela kan lagi proses menyadari perasaannya pada Mas Aril. Percaya deh dan tetap semangat aku yakin kok Bela nanti akan menyadari perjuangan Mas Aril untuk mendapatkan hatinya. Yang penting Mas Aril terus berjuang" ucap Kinan memberi semangat.


"Iya gimana caranya Nan?" tanya Aril.


"Wanita itu suka kelembutan dan perhatian Mas, tapi jangan berlebihan kesannya gombal atau lebay. Coba ganti cara dekatin Belanya. Selama ini kan Mas Aril gayanya lebih pada kekanak - kanakan. Suka becanda, iseng dan gombal sana - sini. Coba caranya dirubah dengan cara yang sedikit lebih dewasa. Bagaimana caranya aku rasa Mas Aril pasti lebih tau. Katanya mantan playboy, masak ilmu deketin ceweknya udah kandas?" nasehat Kinan.


Aril diam sesaat dan berpikir dengan apa yang diucapkan Kinan dan Reni. Kemudian Aril menarik nafas panjang.


"Iya deh, aku akan berjuang sekali lagi untuk mendapatkan hati Bela. Kalau gagal juga baru aku cari calon yang lain" Jawab Aril akhirnya.


Tak lama kemudian Refan dan Bimo pulang.

__ADS_1


"Lho kamu masih di sini Ril?" tanya Refan.


"Seperti yang kamu lihat Bro.. aku lagi curhat dengan seorang Ibu dan juga calon Ibu untuk mendapatkan hati calon Ibu dari anak - anakku kelak" jawab Aril pasrah.


"Ribet amat kata - katanya" sindir Bimo.


"Maklumlah Mas lagi galaaaau" sambut Reni.


Reni dan Bimo tanpa sadar berpelukan karena kangen tapi Reni langsung melepas pelukannya dan berlari ke kamar mandi.


"Lho Reni kenapa Bim?" tanya Aril bingung.


"Ya Tuhan.. aku kira udah sembuh" ucap Bimo.


"Sembuh apaan? Reni itu hamil bukan sakit" tanya Aril semakin bingung.


"Reni lagi mabuk darat karena hamil muda dan anehnya setiap dekatan sama Bimo dia muntah - muntah" ungkap Refan.


"Hahaha... aku kira anak kamu dendam padaku Bim makanya aku yang dikerjain habis - habisan. Ternyata lebih parah dendamnya ke kamu. Salah apa kamu Bim sampai anak kamu marah begitu" ledek Aril.


Tak lama Reni kembali dari kamar mandi.


"Jadi gimana donk yank kita ke dokternya kalau kamu mual dekat - dekat aku?" tanya Bimo.


"Aku duduk di belakang aja ya Mas, Mas di depan nyetir mobil" jawab Reni.


"Supir donk hahaha... " tawa Aril.


"Yeaaay... Mas Aril. Tadi pura - pura sedih takut di bully sekarang malah tertawa dan senang banget ngenullt orang lain. Awas ya nanti aku balas" ancam Reni.


"Sorry.. sorry.. aku kelepasan. Ampun.. ampun.. aku nyerah" sambut Aril minta ampun.


Dia jadi takut kalau nanti di depan Bela, Reni malah ngebully dia. Pasti malu banget, makanya Aril buru - buru minta maaf


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2