Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 241


__ADS_3

Malam harinya setelah makan malam Bela dan Bimo pamit untuk pulang ke rumah Bimo. Ela tidak ikut hari ini karena dia punya banyak tugas kantor yang harus dia siapkan


Saat di mobil Bela langsung menjalankan aksinya untuk mengorek hubungan Kakaknya dengan Reni. Dari tadi sore mulutnya sudah gatel ingin bertanya kepada Bimo tapi tidak ada kesempatan.


"Mas" panggil Bela.


"Heeem... " jawab Bimo sambil menyetir mobilnya dengan serius.


"Besok mau kemana sih sama Reni?" tanya Bela.


"Cuma mau makan siang. Reni katanya baru diangkat jadi karyawan tetap dua bulan yang lalu jadi Mas nagih gapertanya" jawab Bimo cuek.


"Minum es krim? Mas kan gak suka?" tanya Bela curiga.


"Ya kan Reninya saja yang minum es krim Mas pesan yang lain" jawab Bimo.


"Tapi kata Reni Mas Bimo suka kok minum es krim, dulu katanya pernah minum es krim bareng Mas Aril, Mas Riko dan Mas Romi" selidik Bela.


"Ya saat itu Mas terpaksa Bel, kan gak enak nolak tawaran Reni" elak Bimo.


"Gak enak apa emang udah mulai enak?" goda Reni.


"Mulai enak gimana?" tanya Bimo.


"Ya es krim nya mulai enak karena sambil mandangin wajah Reni" jawab Bela.


"Ah kamu ada - ada saja" elak Bimo.


"Maaas.. " panggil Bela.


"Heeem... " jawab Bimo.


"Ih Mas Bimo. Maaaas.. " panggil Bela lagi.


"Apa sih Beeeel" balas Bimo.


"Mas Bimo suka ya sama Reni" tebak Bela.


"Ah ngaco kamu" Bimo masih berusaha mengelak.


"Ngaco gimana? emang bener kok. Aku lihat gelagat Mas mencurigakan. Berbeda gak seperti biasa" ujar Bela.


"Berbeda gimana?" tanya Bimo.


"Berbeda aja. Teman aku kan ada Ela dan Reni. Kalau sama Ela sikap Mas biasa aja tapi kalau sama Reni, Mas suka lirik - lirik ke arah Reni dan suka senyum - senyum sendiri sambil lihatin Reni" desak Bela.


"Itu perasaan kamu aja kali. Sikap Mas sama kok antara Reni dengan Ela. Gak ada yang dibeda - bedakan" jawab Bimo.


"Bener nih.. Coba kalau Mas Bimo mau jujur aku pasti sangat senang dan akan membantu Mas deketin Reni" ungkap Bela.


Ya Tuhaaan... semoga trikku berhasil. Doa Bela dalam hati.

__ADS_1


Bimo langsung melirik ke arah Bela. Lirikan bimbang antara mau jujur atau tidak.


Tuh lihat galau kan? Ayolah Mas jujur ajaaa.. teriak batin Bela.


"Kamu itu kebanyakan nonton drama makanya mikirnya jauh banget. Mas ini sudah tua dan kalian jauh banget dibawah Mas. Reni dan Ela itu sudah Mas anggap sebagai adik Mas juga" ujar Bimo


Bimo akhirnya tetap diam saja dan tidak mau jujur kepada Bela.


"Adek kan tapi bisa nikah Mas?" Bela masih berusaha mengorek perasaan Masnya.


Bimo menggeleng - gelengkan kepalanya dan mengelus kepala Bela lembut.


"Do'ain aja yang terbaik untuk Mas. Kalau memang Allah masih memberikan Mas kesempatan mendapatkan jodoh dan pendamping hidup Mas lagi. Doakan saja dia itu wanita solehah" ujar Bimo.


"Aamiiin ya Allah.. Amiin.. Dan semoga saja jodoh yang Mas pinta pada Allah itu salah satu dari sahabat aku" sambut Bela.


Bimo tersenyum melihat tingkah adiknya itu.


"Kamu ya masih aja berusaha. Gak kenal kata menyerah" ujar Bimo.


"Namanya usaha Mas. Mas itu kan tinggal satu - satunya kakak aku di dunia ini. Aku tidak ingin Mas pergi lagi seperti dulu. Sepi tau hidupku tanpa Mas, Bapak dan Ibu juga sedih. Yang kedua kalau memang benar jodoh Mas itu salah satu dari sahabat aku, aku pasti akan sangat senang sekali. Aku merasa lega, Kakak aku dapat wanita yang baik dan sahabat aku juga mendapatkan pria yang baik seperti Masku ini" Ungkap Bela.


"Do'akan saja yang terbaik. InsyaAllah Allah akan memberikan yang jauh lebih baik dari yang kita inginkan karena DIA lah Sang Maha Mengetahui segalanya" ujar Bimo.


"Aaamiin... " Bela kembali menyambut doa Bimo.


*****


Keesokan harinya saat sudah sampai jam makan siang Bimo sudah menunggu Reni di parkiran kantornya Refan.


Bimo


Reni


Bentar Mas aku akan turun


Reni langsung bergegas keluar dari kantornya dan berjalan menuju parkiran. Refan melihat mereka dari kejauhan dan hanya bisa menatap kepergian mobil Bimo dengan segala doa yang dia ucapkan dalam hatinya.


Soal perasaan Reni dia sudah tau apa yang dirasakan oleh adiknya itu. Refan sangat takut Reni akan kecewa. Kalau melihat gerak - gerik Bimo, dia tau Bimo juga tertarik dengan adiknya. Kalau tidak untuk apa Bimo berulang kali mengajak Reni makan siang diluar seperti hari ini.


Hanya saja Refan tidak bisa memastikan dalamnya perasaan Bimo pada Reni. Refan takut Reni akan merasakan sakitnya perasaan yang dialami Kinan saat awal - awal pernikahan mereka.


Refan takut Reni terluka dengan perasaannya. Reni sudah mencintai Bimo sedangkan Bimo masih terikat pada perasaannya kepada almarhumah istrinya.


Hah... Refan melepaskan nafasnya dengan kasar.


Ya Allah sambungkan lah perasaan mereka berdua. Semoga adikku tidak terluka dalam hal ini. Doa Refan dalam hati.


Sementara di mobil Bimo.


"Kita kemana? Ke cafe yang kemarin?" tanya Bimo.

__ADS_1


"Nggak Mas, tadi aku sudah pesan tempat di cafe yang berbeda. Cafe Gelato Secrets" jawab Reni.


"Dimana letak Cafe nya?" tanya Bimo.


"Di Jalan Teuku Cik Ditiro Jakarta Pusat" jawab Bimo.


"Oh baiklah" Bimo langsung mengarahkan mobilnya ke alamat yang Reni sebutkan tadi.


"Tapi Mas" jawab Reni sungkan.


"Tapi apa?" tanya Bimo penasaran karena sikap Reni jadi ragu - ragu seperti ini.


"Mmm... aku tadi mengajak orang lain selain kita berdua. Gak apa - apa ya?" tanya Reni.


"Siapa?" tanya Bimo.


"Teman dan Mas mengenalnya kok" jawab Reni rahasia.


"Ya sudah ajak saja" sambut Bimo.


Pasti Bela, dari tadi malam dia penasaran banget dan pengen tau tentang perasaan aku dengan Reni. Dasar anak itu, awas nanti ya kalau sudah sampai rumah. Umpat Bimo dalam hati.


Untung saja jalanan tidak seramai hari biasanya, jadi mereka tidak terkena dampak macet dan bisa sampai di Cafe itu tepat waktu.


Bimo dan Reni langsung masuk ke dalam Cafe tersebut.


"Sudah pesan tempat Mbak, Mas?" tanya Pelayan.


"Sudah untuk tiga orang atas nama Reni" jawab Reni.


"Oh Mbak Reni Adinata ya" pria itu membuka daftar tempat yang sudah dipesan.


"Silahkan Mas, Mbak, mari saya antar ke mejanya" ajak pria itu.


Bimo dan Reni berjalan mengikuti pelayanan itu sampai ke tempat yang sudah disediakan untuk mereka.


"Silahkan dilihat daftar pesanannya" pria itu memberikan buku daftar menu.


"Tunggu sebentar lagi teman saya satu lagi akan segera datang" ucap Reni.


"Baik Mbak" jawab pria itu.


Tak lama kemudian orang yang ditunggu - tunggu sudah datang.


"Nah panjang umur itu dia sudah datang" ucap Reni sambil menunjuk ke arah tamu undangan yang sedang mereka nanti - nantikan kedatangannya.


Alangkah terkejutnya Bimo melihat siapa orang yang mereka tunggu, yang Reni katakan adalah temannya.


"Hai Mas Bimo.... " sapa orang tersebut.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2