
"Sayang.. sayang... Kinaaaan... Dokteeeeer.... " teriak Refan panik.
Dokter segera memeriksa keadaan Kinan.
"Pak tenang Pak.. Bu Kinan tidak apa - apa, beliau hanya keletihan saja usai melahirkan. Sebentar lagi juga dia akan sadar. Kami membersihkan dan menjahit luka Bu Kinan dulu ya Pak" ujar Dokter.
"Benarkah Dok? Istri saya benar tidak apa - apa?" tanya Refan kurang yakin.
Dokter tersenyum mencoba menenangkan Refan.
"Benar Pak, Bu Kinan tidak apa - apa" ulang Dokter.
Dokter segera membersihkan semua luka - luka Kinan usai persalinan. Anak kembar Refan dan Kinan sudah dibersihkan dan dibawa ke ruang bayi.
Tak lama kemudian Kinan sadar kembali.
"Ma.. Maaas.. " panggil Kinan.
"Ya sayang.. Mas ada di sini" sambut Refan.
Refan langsung mencium kening Kinan.
"Terimakasih sayang.. terimakasih kamu sudah kembali padaku. Terimakasih kamu sudah berjuang untuk aku dan anak - anak kita" ujar Refan.
Air mata Refan deras mengalir dari sudut matanya. Tak henti - hentinya dia menciun tangan istrinya.
"Aku mencintaimu.. aku mencintaimu sayang" ucap Refan berulang - ulang.
Kinan tersenyum lemah sambil menatap istrinya.
"Maaf aku sudah membuat Mas khawatir. Aku hanya lemah Mas, aku tidak akan meninggalkan kalian. Aku juga mencintaimu Mas" jawab Kinan.
"Pak, Bu.. ini anak - anak kalian" perawat memberikan putra - putri Refan dan Kinan mendekat kepada Kinan yang masih lemah berbaring.
Bayi - bayi mereka di letakkan di bagian dada Kinan dan mulai diajari untuk belajar ASI sejak dini.
Tak lama kemudian bayi - bayi itu dimasukkan ke dalam box.
"Silahkan di adzan kan putra - putrinya Pak" perintah perawat.
"Baik Sus" jawab Refan.
Refan menggendong putra dan putrinya bergantian dan mengadzankan mereka. Kinan menangis menyaksikan keindahan pemandangan ini. Sudah lama dia mengimpikan semua ini akhirnya terkabul juga.
Setelah itu bayi - bayi mereka dibawa ke ruang bayi dan Kinan pun juga sudah selesai dibersihkan. Menunggu waktu observasi beberapa saat baru setelah itu akan dipindahkan ke ruang rawat inap.
"Sayang aku keluar sebentar ya. Mau kasih kabar pada keluarga kita kalau anak - anak kita sudah lahir dengan selamat. Kamu dan anak - anak kita baik - baik saja. Mereka pasti sangat khawatir dan menunggu kabar dari kita terlebih Salman yang sudah tak sabar ingin melihat adiknya" ucap Refan.
"Iya Mas" jawab Kinan lembut.
Setelah mengecup kening Kinan, Refan keluar dari ruangan bersalin. Dia langsung disambut oleh Mamanya dan Mama mertuanya.
__ADS_1
"Bagaimana Fan?" tanya Bu Dhisti.
"Alhamdulillah Ma, anak - anakku sudah lahir dengan selamat" jawab Refan bahagia.
"Kinan bagaimana?" tanya Bu Suci khawatir.
Dia sangat takut nasib istri anaknya itu akan sama. Dari tadi dia tak henti - hentinya berdoa agar Kinan selamat dan sehat. Dia tak sanggup melihat hidup putranya hancur lagi.
"Alhamdulillah Kinan juga sehat Ma. Setelah selesai masa observasi Kinan akan segera dipindahkan ke ruangan rawat inap" jawab Refan.
"Alhamdulillah... sekarang dimana anak - anak kamu?" tanya Pak Ardianto.
"Di ruang bayi Pa" jawab Refan sangat bahagia.
"Ayo kita lihat" ajak Bu Suci.
"Aku ikut Paaaa" teriak Salman.
"Ayo sayang kita lihat adik - adik kamu" Refan langsung menggendong Salman dan membawanya ke ruangan bayi.
Sesampainya di ruangan bayi.
"Nih lihat sayang adik - adik kamu" ujar Refan kepada Salman di depan box bayinya.
"Waaah adikku benar - benar dua ya Pa" ucap Salman takjub.
"Iya sayang, kan adik kamu kembar. Itu artinya lebih dari satu" jawab Refan.
Seketika Refan mengingat Naila. Bagimana dulu saat pertama Naila lahir. Hatinya campur aduk antara sedih dan senang. Sedih karena kehilangan Renita dan senang karena anak yang telah lama dia inginkan sudah lahir.
Refan kembali lagi teringat dengan Naila dan hatinya jadi sakit.
Bagaimana kabar kamu sekarang Nak? Apakah kamu sehat - sehat di sana bersama Opa kamu. Lihat sekarang kamu sudah punya dua adik. Sampai kapanpun kamu tetap menjadi anak Papa. Papa tetap menyayangi kamu Nak. Batin Refan.
Refan menurunkan Salman tepat di sampingnya.
"Sekarang kita harus keluar, Oma dan Opa juga mau lihat adek bergantian sayang. Gak boleh rame - rame. Nanti kalau Mama sudah masuk ke ruangannya baru deh kita sepuasnya bisa melihat adek lagi" ajak Refan.
"Oke Papa" sambut Salman.
Refan dan Salman keluar dari ruangn bayi dan bergantian masuk Pak Ardianto, Bu Dhisti dan Bu Suci.
"Ya Allah... imut - imutny cucu - cucuku. Akhirnya Refan punya anak" Air mata Suci mengalir karena haru.
"Tenang Ci... semua baik - baik saja. Mungkin memang sudah harus seperti ini jalan hidup Refan. Lihat cucu - cucu kita sangat tampan dan cantik" sambut Pak Ardianto.
"Iya Mas, Papa Refan pasti sangat senang jika dia melihat ini" jawab Bu Suci sambil menangis.
Mereka bergantian menggendong kedua bayi mungil itu. Bayi - bayi itu tampak sehat sekali, tampan dan juga cantik. Membuat setiap orang yang melihat mereka menjadi gemas.
Tak lama datang seorang perawat menghampiri mereka.
__ADS_1
"Ibu - Ibu dan Bapak... Ibu Kinannya sudah pindah ke ruangannya. Jadi kalau Bapak dan Ibu ingin melihat bayinya dilanjutkan nanti saja ya. Tunggu saja di ruangan Ibu Kinan, sebentar lagi kami akan membawa bayi - bayinya menemui Mamanya" ujar Perawat.
"Ba.. baik suster" jawab Bu Suci sambil menghapus air matanya.
Mereka keluar dari ruangan bayi dan segera menghampiri seluruh keluarga yang menunggu di luar.
"Fan katanya Kinan sudah dipindahkan ke ruangannya?" tanya Bu Dhisti.
"Ini Kinan akan dibawa ke ruangannya Ma. Yuk kita sambut Kinan Ma, Pa" ajak Refan.
Mereka berjalan menuju ? rawat inap Kinan dan menyambut kedatangan Kinan. Tak lama kemudian beberapa perawat datang mendorong tempat tidur yang membawa Kinan di atasanya.
"Hore... itu Mama datang" teriak Salman.
Kinan segera di pindahkan ke tempat tidur yang tersedia di kamar yang sudah dipesan Refan untuk tempat tinggal mereka selama Kinan di rawat di rumah sakit ini.
"Selamat ya sayang atas kelahiran bayi kembar kamu. Semoga kamu cepat pulih. Kamu dan anak - anak kamu selalu diberikan kesehatan dan semoga anak - anak kalian menjadi anak - anak yang soleh dan solehah" ucap Bu Suci.
"Aamiin..... makasih Ma" jawab Kinan.
Semua bergantian memberikan selamat kepada Kinan dan juga Refan.
Tak lama perawat datang membawa box bayi khusus untuk anak kembar. Di dalamnya ada putra dan putri Refan dan Kinan yang baru saja lahir ke dunia ini.
"Naaah ini dia pangeran dan putri yang kita tunggu - tunggu" ucap Reni.
Bu Suci dan Bu Dhisti langsung mengangkat bayi kembar itu.
"Siapa nama mereka Fan?" tanya Bu Dhisti.
Refan menatap ke arah istrinya. Dengan senyum lembut Kinan membalasnya dengan senyuman.
"Nama mereka Khalid Adinata dan Khansa Adinata, Ma" jawab Refan.
"Waaah Khalid dan Khansa ya Mas nama mereka?" sambut Bela.
"Iya Bel" jawab Refan.
"Hei Kakak... ingat itu nama adiknya. Ayo siapa coba nama adik kamu?" tanya Reni.
"Adek Khalid dan adek Khansa" jawab Salman.
"Waah pinter kamu ya Sal" puji Bimo.
"Tentu donk Uncle, Salman kan sudah sekolah" jawab Salman bangga.
Sontak semua yang ada di situ tertawa mendengar jawaban Salman.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG