Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 325


__ADS_3

Dua belas tahun kemudian..


"Papa hari ini Kak Salman akan pulang kan?" tanya Naila saat mereka sedang sarapan pagi.


"Iya sayang dia akan pulang bersama sepupu kamu" jawab Refan.


"Bang Jeta ikut juga?" tanya Naila tidak suka.


"Iya, kenapa wajah kamu cemberut seperti itu?" tanya Refan.


"Aku males ketemu Bang Jeta, dia suka usil" jawab Naila.


"Itu kan dulu sayang, saat kalian masih kecil. Sekarang kak semua sudah dewasa pasti sudah tidak sama lagi. Lagian kalian sudah lama banget kan gak ketemu. Sudah dua belas tahun sejak terakhir Jeta datang ke Indonesia" sambut Kinan.


"Pokoknya aku males banget ketemu dia" ucap Naila.


"Huss.. jangan gitu donk. Gimana pun dia tetap saudara kamu" sambut Refan mengingatkan.


"Sudah.. sarapan dulu yang banyak. Khansa dan Khalid juga cepatan makannya. Kalian mau kuliah kan?" ucap Kinan.


"Iya Ma" jawab anak kembar mereka yang sedang duduk di semester akhir kuliah mereka. Bahkan keduanya sebentar lagi akan wisuda karena saat ini mereka sedang menyelesaikan tugas akhir kuliah mereka.


"Khal, nanti sama khansa jemput aku ya ke kantor. Setelah itu kita jemput Kak Salman di Bandara" ucap Naila.


"Oke Kak" jawab Khalid, putra kembar Refan dan Kinan.


"Hari ini aku izin setengah hari ya Bos. Kami mau jemput Kak Salman di Bandara" pinta Naila.


"Iya... Papa izinkan. Tapi jangan sering - sering ya. Papa gak enak di kantor sama karyawan yang lain. Nanti dikira Papa nepotisme lagi, mentang - mentang kamu anak Papa dapat perlakuan istimewa" pesan Refan.


"Ya kan emang cuma sekali - sekali Pa. Cuma buat jemput Kak Salman doank kok. Sebelum - sebelumnya juga gak pernah" bantah Naila.


"Iya.. iya.. Papa tau. Papa cuma mengingatkan agar kamu bisa jaga sikap" jawab Refan.


"Siap Bos, perintah akan dilaksanakan" jawab Naila sambil bercanda.


Naila tumbuh menjadi gadis yang periang. Kenyataan bahwa dia bukanlah anak kandung Refan dan Kinan dia terima dengan sangat baik. Tidak ada yang berubah setelah Refan dan Kinan memberitahu kepadanya kenyataan sebenarnya sekitar dua belas tahun yang lalu.


Naila tetaplah anak Refan dan Kinan. Hubungan keluarga mereka tidak ada yang berubah. Semua tetap sangat menyayangi Naila dirumah itu.


Naila bekerja di Perusahaan Refan. Dia tumbuh menjadi wanita yang kuat, pintar dan tangguh. Refan sengaja mendidik Naila dan mengajarkannya bisnis secara langsung karena sebentar lagi Naila akan dipersiapkan Refan untuk memimpin Perusahaan Subrata milik Opanya dari Mama kandung Naila yaitu almarhumah Renita.


Sebentar lagi Ela akan pensiun dan posisinya siap untuk digantikan oleh Naila. Umur Naila yang sudah hampir dua puluh enam tahun sudah sangat cukup untuk memimpin perusahaan keluarganya sendiri.


Sedangkan perusahaan Refan kelak akan dia serahkan kepada Salman yang hari ini baru pulang dari luar negeri menyelesaikan kuliah S2 nya dijurusan bisnis.


Refan dan Naila berangkat menuju kantor bersama - sama. Sedangkan si Kembar berangkat ke kampus. Sekitar jam 2 siang setelah si Kembar selesai kuliah mereka datang ke Perusahaan Papanya untuk menjemput Naila dan langsung berangkat menuju Bandara menjemput Salman.


Sekitar jam setengah empat sore mereka sudah sampai di Bandara. Khalid menghubungi Kakak sulung mereka.


"Assalamu'alaikum Kak, kami sudah sampai Bandara. Kakak dimana posisinya?" tanya Khalid.

__ADS_1


"Kakak baru saja keluar. Kamu dimana? Kakak akan menunggu di depan pintu keluar ya" jawab Salman.


"Oke Kak" sambut Khalid.


Salman dan Jeta berdiri tepat di depan pintu keluar langsung di sambut mobil Khalid.


"Kak Salmaaaan" panggil Khalid.


Salman duduk di depan dan langsung bertukar posisi dengan Khalid. Jeta duduk di sampingnya sedangkan Khalid pindah ke belakang bersama Naila dan Khansa.


"Eh kalian ternyata ikut semua?" ucap Salman ketika melihat kedua adik perempuannya.


"Iya donk, kami kan mau jemput Kak Salman" jawab Naila.


"Eh ada Khansa cantik juga ikut rupanya. Kamu kok tambah jelek aja Nai" sapa Jeta.


Naila langsung cemberut mendengar ucapan Jeta.


"Naila juga cantik kok Jet, kamu aja yang gak bisa lihat kecantikannya" ujar Salman.


"Kak Salman emang yang terbaik" sambut Naila.


"Cantik dari mana? Lihat tuh wajahnya jutek banget, pasti cerewet nih" komentar Jeta.


"Bang Jeta dari dulu ya.. emang suka ngeselin" jawab Naila.


Jeta memandang wajah Naila dengan senyuman. Dua belas tahun yang lalu pertama kali rasanya dia melihat Naila sebagai seorang gadis. Naila sangat cantik, membuat Jeta ingin mendekatinya. Tapi Jeta tidak tau harus bagaimana bersikap, yang ada dia malah suka menggoda Naila dengan mengejek. Malah pernah sekali Naila sampai menangis karena di godain habis - habisan oleh Jeta.


"Iya donk, males ah tidur di rumah Tante Reny, gak asik. Gak ada Naila yang bisa di godain" jawab Jeta.


Salman tersenyum sambil melirik Jeta yang ada disampingnya.


"Cih... " umpat Naila dari bangku belakang.


"Kamu jangan terlalu nakal pada Naila. Kamu tidak tau kan gimana garangnya dia kalau kamu godain terus. Dia itu bisa mencakar dan menggigit lho" goda Salman.


"Woaaaa... takuuuut.. tapi makin asik donk. Kalau Naila gigit aku balas gigit" sambut Jeta.


"Dasar" umpat Salman.


Sementara Naila hanya buang muka dan melihat ke luar jendela saja. Dia malas berdebat dengan Jeta. Sepupu dari Papanya.


Salman mulai melajukan mobilnya menuju rumah mereka.


"Assalamu'alaikum Mamaaaa" ucap Salman saat mereka sampai di rumah.


"Wa'alaikumsalam sayang... " sambut Kinan.


Salman mencium dan memeluk erat tubuh Mamanya.


"Papa mana Ma?" tanya Salman.

__ADS_1


"Papa katanya lagi di jalan pulang, mungkin sebentar lagi sampai" jawab Kinan.


"Tanteeee... " ucap Jeta ceria.


"Apa kabar Jeta?" tanya Kinan.


Jeta mencium tangan Kinan dengan hormat.


"Alhamdulillah sehat" jawab Jeta.


"Gimana kabar Papa Mama Jeta?" tanya Kinan lembut.


"Alhamdulillah Papa dan Mama sehat juga Tante, mereka titip salam dan titip oleh - oleh ini untuk Tante semua" Jeta menyerahkan sebuah bingkisan kepada Kinan.


"Alhamdulillah, makasih ya" sambut Kinan.


Tak lama kemudian Refan pulang dari kantor.


"Assalamu'alaikum.. " ucap Refan.


"Wa'alaikumsalam Papa" Salman langsung menyambut kedatangan Papanya dan mereka berpelukan.


"Gimana perjalanan kalian?" tanya Refan pada Salman.


"Alhamdulillah lancar Pa" Jawab Salman.


Jeta bergantian mencium tangan Refan.


"Apa kabar Om?" tanya Jeta.


"Alhamdulillah sehat, kamu, Mama dan Papa kamu gimana kabarnya?" tanya Refan.


"Alhamdulillah sehat semua" jawab Refan.


Mereka duduk di ruang keluarga. Tiba - tiba datang Khalid dan Khansa.


"Bang Jeta makasih ya oleh - olehnya" teriak Khansa dan Khalid kesenangan.


"Sama - sama. Syukur deh kalau kalian suka" sambut Jeta senang.


"Bang Jetaaaaaa.... " teriak Naila.


Jeta sudah senyum dan bersiap - siap mendengar protes Naila.


"Apa yang kamu lakukan kali ini pada Naila, Jet?" tanya Salman.


"Hahahaha..... " Jeta senyum kemenangan.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2