Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 124


__ADS_3

"Refaan?" sapa pria itu.


"Riko, ngapain kamu disini?" tanya Refan.


Refan melihat Riko sedang membawa buket bunga mawar merah favorit Renita. Riko tampak kikuk dan terkejut karena ketahuan datang ke makam Renita.


"A.. aku cuma ingin menyapa Renita" jawab Riko salah tingkah.


Refan memberikan celah untuk Riko lewat. Refan sengaja membiarkan Riko untuk berziarah dan menunggunya. Setelah Riko selesai meletakkan buket bunga di dekat nisan dan berdoa di depan pusara Renita, Riko berbalik badan dan mendapati Refan masih menunggunya.


"Fan.. maaf" ucap Riko.


"Sejak kapan kamu menyukai Renita?" tanya Refan.


Riko menundukkan wajahnya sebentar kemudian menatap wajahnya Refan. Tidak ada amarah di sana, Refan tidak marah.


"Sejak kuliah. Kamu sering membawanya gabung bersama kita, sejak itu perlahan demi perlahan aku mulai menyukainya. Tapi aku tidak berani mendekatinya karena dia adalah pacar kamu" ungkap Riko.


"Kamu memendam perasaan kamu padanya bertahun - tahun?" tanya Refan.


Riko menganggukkan kepalanya.


"Sampai sekarang? Dan tidak berniat untuk menikah?" tanya Refan penasaran.


"Aku belum menemukan wanita yang tepat untuk aku nikahi. Seperti kamu yang sudah menemukan Kinan sebagai istri kamu. Kamu beruntung" jawab Riko.


"Aku tidak seberuntung yang kamu bilang Ko. Aku malah pira yang bodoh. Bertahun-tahun mencintai wanita dengan tulus tapi bertahun-tahun juga aku di bohongi dan di khianati" ungkap Refan.


"Ka.. kamu sudah tau?" tanya Riko.


"Sudah.. aku tau semuanya. Bahkan tentang Naila" jawab Refan.

__ADS_1


"Naila? Kamu sudah tau kalaaaau... " tanya Refan lagi.


"Naila bukan anak kandung aku. Sekarang dia sudah di asuh oleh Papa dan Mama Renita. Dan mereka akan segera pindah ke luar kota menjalani hidup yang baru" Potong Refan.


"Kamu tau siapa Papa kandung Naila?" tanya Riko lagi.


Refan menganggukkan kepalanya.


"Arga Laksamana, Bosnya Renita" jawab Refan.


"Kamu tau semuanya Fan?" tanya Riko lagi untuk meyakinkan.


"Aku tau Ko , aku tau semuanya bahkan Renita menjebak kamu di hotel juga aku tau" jawab Refan.


Riko tampak terkejut dan menatap Refan.


"Ka.. kamu tau dari mana Fan?" tanya Riko.


Riko menganggukkan kepalanya.


"Dokter melakukan pemeriksaan darah dan alangkah terkejutnya aku ketika mengetahui golongan darah Naila. Sangat berbeda dengan aku dan Renita. Sejak saat itu aku curiga akhirnya aku melakukan tes DNA untuk lebih jelasnya. Kemudian saat aku berziarah ke makam Renita aku sering melihat buket bunga mawar di nisan Renita. Aku bertanya pada penjaga makam dan menanyakan siapa orang yang sedang datang ke makam Renita. Beliau berkata ada dua orang pria yang sering datang ke makam ini. Aku berusaha mencari taunya. Aku periksa semua barang - barang Renita yang setelau Renita meninggal tidak pernah aku buka karena kesibukannya mengurus Naila. Aku membuka laptopnya, membuka handphonenya dan yang paling penting adalah buku diarynya. Aku menemukan jawaban dari kecurigaanku. Aku mendapatkan banyak sekali bukti - bukti pengkhianatan Renita dengan Arga Laksamana, Bos di tempat Renita bekerja" ungkap Refan.


Riko mendengarkan dengan serius.


"Aku membawa foto kita kepada penjaga makam dan dia menunjuk ke wajah kamu. Kamu adalah salah satu pria yang datang ke makam Renita. Jujur saat itu aku juga berprasangka buruk pada kamu. Tapi Kinan mengingatkan aku untuk tidak menuduh sebelum aku menemukan bukti - bukti karena takutnya akan menjadi fitnah" ujar Refan.


Refan menghela nafas.


"Akhirnya ake menemukan foto - foto kamu dengan Renita di kamar hotel. Kalau lihat foto itu aku pasti akan menuduh kamu dan Renita selingkuh. Tapi ada buku diarynya yang menjelaskan tentang kejadian yang sebenarnya. Dia sengaja menjebak kamu karena kamu terus mendesaknya untuk berhenti berhubungan dengan Arga dan akan mengancam akan memberitahu aku" sambung Refan.


"Ya saat itu aku sangat terkejut sekali ketika melihat Renita bergandengan mesra di sebuah hotel. Kemudian dia hamil dan aku curiga kalau itu bukan anak kamu. Aku terus mendesaknya untuk berubah karena aku tau kamu sangat mencintai Renita. Mungkin kalau Renita bertobat kamu tidak akan keberatan menerima Naila sebagai anak kamu, buktinya saat ini kamu juga sangat mencintai Naila" ujar Riko.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menjawab Ko kalau seandainya hal itu aku ketahui sebelum Renita meninggal. Mungkin aku akan marah besar dan membencinya" jawab Refan.


"Sekarang apakah kamu membencinya?" tanya Riko penasaran.


"Di awal aku sangat marah kepadanya tapi lagi - lagi ada Kinan yang selalu mengingatkanku bahwa Renita sudah tiada. Bagaimanapun dulu aku suaminya, aku punya tanggung jawab padanya. Lebih baik aku memaafkannya. Dengan begitu Renita akan tenang di sana" jawab Refan.


"Kinan ternyata baik sekali ya Fan. Dia bisa menenangkan hati kamu. Kalau aku berada di posisi kamu mungkin aku akan hancur Fan" sambut Riko.


"Allah sayang padaku. Sebelum aku mengetahui pengkhianatan Renita terlebih dahulu DIA mengutus Kinan untuk berasa di sisiku menemaniku dan menghiburku saat aku terjatuh. Wanita yang lebih dari lima tahun yang lalu pernah aku tolak untuk menikahinya dan aku juga sudah melukai perasaan dia dan keluarganya tapi dengan kelembutan yang dia miliki bisa membuat aku kuat" ujar Refan.


"Kamu benar - benar beruntung Fan mendapatkan Kinan. Sekarang kamu sudah memiliki rumah tangga yang baru. Jagalah dengan baik. Jadikan pengalaman rumah tangga kamu yang lalu sebagai pelajaran" ujar Riko.


"Kamu juga jangan hanya pinternya menasehati doank. Kamu saja sampai sekarang belum menikah. Berhentilah bermain wanita. Carilah cinta sejati kamu, lupakan juga Renita biarkan dia tenang di sana. Kamu juga masih mempunyai masa depan Ko, masa depan yang jauh lebih berarti untuk hari tua kamu. Jangan kamu sia-siakan waktu muda kamu hanya untuk kesenangan dunia semata. Lihatlah Renita, kita tidak tau rencana Allah. Semudah itu dia bisa mencabut nyawa kita, padahal Renita sudah mempunyai rencana lain. Saat dia selesai melahirkan dia akan menggugat cerai aku dan akan menikah dengan Arga. Tapi Allah berkata lain. Bahkan sebelum Renita sempat bertobat Allah sudah mengambilnya. Harusnya kamu bersyukur Ko, Allah masih memberikan kamu kesempatan untuk bertobat. Lakukanlah sebelum waktu kamu habis" ujar Refan mengingatkan.


Riko menatap jauh ke depan.


Refan saja yang berstatus suami dan jelas - jelas sudah di khianati Renita bisa move on dan melanjutkan kehidupannya. Apalagi aku yang hanya pengagum rahasia. Batin Riko.


Sudah lama hal ini dia fikirkan apalagi sejak melihat Refan bahagia dengan pernikahannya yang sekarang. Riko ingin seperti Refan juga membangun rumah tangga dengan berlandaskan ilmu agama. Seperti hidup akan lebih tenang.


Riko bisa melihat dan belajar dari Refan. Dulu saat dia menikah dengan Renita, Refan jauh dari Tuhan tapi apa yang dia dapatkan, Renita berkhianat. Sekarang dia menikah dengan Kinan, Riko dapat melihat Refan kini sangat bahagia.


Mengapa aku tidak segera memulainya. Tiba - tiba seperti mendapatkan semangat dan keyakinan baru.


"Aku akan berubah labih baik lagi Fan, mulai kini aku akan lebih serius menjalani hidup ini" ikrar Riko.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2