
"Oeeeek... oeeek... " suara tangisan Naila.
Lagi - lagi Kinan menarik nafas lega. Kalau seandainya malam ini Refan meminta haknya pasti Kinan tidak bisa menolaknya. Untung untuk yang kedua kalinya Kinan diselamatkan oleh anaknya.
Kinan segera melipat mukenanya dan memeriksa keadaan Naila. Ternyata Naila Pup. Kinan segera membersihkan Naila kemudian mengganti popok Naila dengan pampers yang baru. Setelah selesai Naila kembali menangis ternyata dia sudah haus.
Kinan segera membuatkan susu untuk Naila di dalam botol. Sambil membuatkan susu untuk Naila, Kinan melirik sekilas ke arah Refan yang sudah rebahan di atas tempat tidur. Sesekali terlihat Refan sedang menguap.
Senyum tipis terbit di sudut bibir Kinan. Dalam hati Kinan berdoa semoga Refan mengantuk dan tertidur. Dengn sabar Kinan memberikan Naila susu setelah itu baru Kinan menggendong dan menidurkan Naila.
Tak lama kemudian Naila sudah kembali tidur, lalu Kinan kembali meletakkannya ke dalam box bayi. Kinan melirik ke arah Refan ternyata Refan juga sudah tertidur karena kelamaan menunggu anaknya tidur akhirnya dia juga ikut tertidur.
Kinan tersenyum dan bisa bernafas lega. Malam ini dia merasa selamat. Kinan naik ke atas tempat tidur secara hati - hati setelah itu memejamkan matanya dan ikut tertidur di samping Refan
*****
Keesokan harinya seperti perjanjian mereka kemarin mulai hari ini Kinan akan diantar dan dijemput oleh Refan di kantor. Sesuai dengan pesan Refan kemarin Kinan harus bisa menjaga jarak dengan Fadlan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berujung pertengkaran dalam rumah tangga mereka.
Kinan sampai di kantor tepat waktu bersamaan dengan tibanya Fadlan di kantor. Refan melihat Fadlan masih belum keluar dari mobilnya. Saat Kinan pamit mau turun Refan sengaja menarik wajah Kinan dan mengecup kening Kinan sebelum Kinan turun dari mobil.
Kejadian itu dilihat jelas oleh Fadlan dari dalam mobilnya. Dan dia merasa sangat marah dan cemburu.
Cih di depan umum pura - pura romantis padahal kalau di rumah jutek sama istri. Kalau kamu tidak bisa membahagiakan istri kamu lepaskan saja dia untukku. Ucap Fadlan sendirian.
Kinan terkejut mendapatkan perhatian Refan seperti itu. Gak biasanya Refan lebay seperti ini, main nyosor duluan. Kinan meraih tangan suaminya dan menciumnya.
__ADS_1
"Mas aku kerja dulu ya" ujar Kinan.
"Iya, jangan lupa nanti sore aku jemput. Oh iya sampaikan pesanku pada Fadlan. Jangan sembarangan terima telepon dari handphone orang apalagi yang nelepon itu suaminya" ungkap Refan.
Kinan terkejut mendengar perkataan Refan. Saat dia ingin menanyakan apa maksud perkataan Refan tadi mobil Refan sudah melaju menuju keluar kantor Kinan.
Kinan membalikkan badannya dan melihat Fadlan baru saja keluar dari mobilnya.
Aku merasa aneh dengan perkataan Mas Refan, ini harus segera aku luruskan kepada Fadlan. Agar tidak terjadi kesalah pahaman lagi antara aku dan Mas Refan seperti kemarin sore.
"Diantar lagi Nan, mobil kamu belum sembuh?" tanya Fadlan seperti tidak ada masalah.
"Fad aku mau ngomong sesuatu kepada kamu" ucap Kinan.
"Mau ngomong apa? Seperti penting banget, wajah kamu sampai serius gitu?" Fadlan balik bertanya.
"Iya" jawab Fadlan tanpa rasa bersalah.
"Kamu kok gak cerita ke aku?" tanya Kinan heran.
"Aku lupa Nan, sorry" jawab Fadlan tapi tidak tulus.
"Lupa kamu bilang? Kamu sengaja kan? Aku yakin kamu gak akan lupa Fad, kamu malah ngajak aku pulang bareng kamu sementara kamu tau kalau Mas Refan mau jemput aku. Maksud kamu apa sih?" tanya Kinan marah.
"Aku gak mau aja dia nyakiti kamu lebih banyak lagi Nan. Aku gak tega lihat kamu bersedih" jawab Fadlan.
__ADS_1
"Apa maksud kamu?" tanya Kinan bingung.
"Maaf Nan, seminggu yang lalu aku gak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan sahabat kamu Anita yang kerja di departemen sebelah. Waktu itu kamu katakan kalau suami kamu gak tulus menikahi kamu. Dia menikahi kamu karena butuh pengasuh anaknya. Dia sering menyakiti kamu kan Nan dengan kata - katanya?" tanya Fadlan.
"Apa peduli kamu Fad, ini rumah tanggaku, hidupku" jawab Kinan.
"Aku peduli Nan, aku sangat peduli dengan kamu, karena aku mencintai kamu. Sudah lama aku ingin mendekati kamu tapi niat itu aku urungkan karena aku lihat kamu masih bersedih atas kematian suami pertama kamu. Tapi tiba - tiba aku mendengar kamu menikah lagi hanya jarak enam bulan dari kematian suami kamu. Perasaanku sakit Nan, dan yang membuat aku lebih sakit lagi ternyata kamu tidak bahagia dengan pernikahan kamu. Aku gak rela Nan melepas kamu kalau kamu terus di sakiti. Aku siap menerima kamu kalau Mas Refan melepaskan kamu Nan, aku akan membahas kamu" ungkap Fadlan.
"Astaghfirullah Fad, kamu sudah gila ya?" ujar Kinan.
"Ya aku sudah gila. Gila karena kamu. Aku menyukai kamu sudah sangat lama Nan, waktu kamu masih menjalani rumah tangga bersama suami pertama kamu. Aku mencoba menghentikan perasaanku tapi saat aku tau suami kamu meninggal perasaan dan harapanku tumbuh kembali Nan. Lalu pupus lagi karena kamu sudah menikah lagi. Saat aku tau kami tidak bahagia dengan pernikahan kamu aku berniat kali ini aku akan berjuang untuk mendapatkan kamu" tegas Fadlan.
"Aku sudah menikah Fad, kamu gila. Kamu ingin merusak rumah tanggaku?" tanya Kinan marah.
"Bukannya rumah tangga kamu memang sudah rusak sejak awal?" tanya Fadlan.
"Tapi ini sebuah pernikahan Fad bukan mainan yang jika kamu tidak suka bisa kamu buang begitu saja. Beda Fad? Ini rumah tangga, perlu kamu tau setiap rumah tangga pasti akan menghadapi berbagai masalah. Menikah karena suatu perbedaan bukan karena sebuah persamaan. Justru dari perbedaan itulah kita disuruh untuk mencari jalan keluarnya bagaimana cara menghadapi perbedaan itu. Bukan langsung menyerah dan berpisah. Aku akui mungkin di awal pernikahan kami ada kesalah pahaman tapi kini semua sudah berakhir Fad. Kami sudah berdamai dengan perbedaan kami dan kami berniat untuk merubah niat kami berumah tangga. Kami akan menjalankan rumah tangga ini dengan serius dan segenap hati kami. Jadi aku mohon kepada kamu hapus semua perasaan kamu kepadaku. Masih banyak diluar sana wanita yang lebih baik dariku. Kamu bisa mencarinya Fad. Maaf kamu salah kalau kamu memilih aku. Berdosa Fad menyuruh orang untuk bercerai apalagi kalau menjadi penyebab perceraian itu. Jadi aku sarankan kepada kamu jangan pernah rusak rumah tangga orang, siapapun itu. Bukan hanya aku tapi mungkin wanita - wanita lain di luar sana. Masih banyak gadis diluar sana, kamu bisa mendapatkan gadis yang jauh lebih baik dariku" jawab Kinan.
Fadlan terkejut mendengar jawaban Kinan, sungguh dia tidak menyangka Kinan akan menjawab seperti itu. Fadlan tadi sempat berharap kalau Kinan akan mengungkapkan keluhannya menikah dengan Refan dan mau menerima perasaannya. Ternyata dia salah.
"Mulai saat ini Fad aku mohon jauhi aku dan jangan ganggu rumah tanggaku dengan Mas Refan. Apalagi kita sama - sama tau kalau kamu adalah saudara jauhnya Mas Refan. Harusnya kamu menghargai dan menghormati hubungan persaudaraan itu" ucap Kinan dengan tegas.
Kinan melangkah masuk ke dalam kantornya meninggalkan Fadlan yang masih terpaku di halaman parkir kantor mereka.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG