Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 45


__ADS_3

Sudah lima hari berlalu, Kinan sudah pergi lima hari dinas keluar kota. Rasanya stok kesabaran Refan sudah hampir habis. Kinan benar - benar tidak pernah menghubunginya dan mengirim pesan kepadanya setelah malam pertama dia pergi.


Kinan hanya menghubungi Mama Refan dan Mamanya untuk menanyakan kabar anak & anaknya. Sementara kalau mereka sedang video call Refan hanya mencuri - curi pandangan wajah Kinan.


Berharap Salman menyerahkan ponsel Omanya kepada Refan saat mereka melakukan panggilan video call. Tapi Refan benar - benar keras kepala. Walau dia sudah tidak sabar lagi tapi tetap saja dia tidak mau dan kekeh bersikeras tidak mau menghubungi Kinan. Dia merasa Kinan lah yang harus memberikan kabar kepadanya.


Ini kan hari Sabtu pasti pelatihan Kinan sudah selesai dan hari ini pasti hari bebas. Masalah dia tidak punya waktu untuk menelponku untuk bertanya kabar? Batin Refan kesal.


Tiba - tiba masuk pesan ke ponsel Refan.


Kinan


Mas aku pulang besok pukul sepuluh. Mas bisa jemput aku di Bandara? Kalau gak bisa juga gak apa - apa aku pesan mobil online aja.


Refan membacanya dengan perasaan kesal.


Huh giliran pulang minta di jemput, emangnya aku supir antar jemput dia apa? Renita aja gak pernah minta antar jemput seperti itu Dulu dia selalu di antar jemput supir kantornya. Batin Refan.


Refan melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur karena kesal membaca pesan Kinan dan beranjak tidur.


Keesokan paginya Refan sudah duduk dengan rapi di meja makan bersama Mama dan mertuanya.


"Kamu mau kemana pagi begini. Ini kan hari minggu masih jam setengah delapan?" tanya Suci.


"Aku mau jemput Kinan di Bandara Ma" jawab Refan.


"Aku ikut ya Pa" pinta Salman.


"Ya sudah setelah makan kamu siap - siap ya, kita jemput Mama di Bandara" balas Refan.


Mereka melanjutkan sarapan, setelahnya baru Salman bersiap dan ikut Refan ke Bandara. Kini mereka sudah berada di dalam mobil berdua saja.


Seharusnya satu jam perjalanan menuju Bandara akan tetapi karena tadi di perjalanan terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan jalanan macet akhirnya mereka sampai sekitar jam setengah sebelas.


Tegan lupa kalau tadi malam dia tidak membalas pesan Kinan. Alhasil dia tidak tau menjemput Kinan di terminal mana. Refan masuk ke terminal kedatangan dalam negeri.


Saat hendak parkir Refan melihat Kinan berjalan bersama seorang pria keluar dari Bandara dan sedang menuju parkir mobil.


Salman yang melihat dari kejauhan Mamanya ada di depan mereka langsung membuka kaca jendela mobil dan memanggil Mamanya.


"Mamaaaa... Mamaaaa.." teriak Salman.


Kinan seperti mendengar suara Salman, dia melirik ke kanan dan ke kiri tapi tidak juga menemukan Salman.


"Mama... Mama Kinaaaaaan" teriak Salman lagi.

__ADS_1


Yah itu pasti suara Salman, aku mendengarnya dengan jelas. Batin Kinan.


Kinan melirik kearah mobil yang mirip dengan mobil Refan ada tangan kecil melambai ke arahnya dari kejauhan. Kinan membalas ke arah ke arah mobil Refan.


"Fad ternyata aku di jemput sama suami anakku. Aku gak jadi ya ikut bareng kamu" ujar Kinan pada teman sekantornya.


"Iya Nan, gak apa - apa. Yuk kita samperin mobilnya sekalian aku antarin koper kamu ini" jawab Fadlan teman Kinan.


Mereka berjalan berdua bersisian sambil ngobrol, Refan bisa melihat dengan jelas kalau mereka terlihat sangat akrab.


Mengapa dadaku terasa panas ya.. Dulu Renita teman - teman kerjanya laki - laki semua tapi aku tidak sepanas ini? Aku bukan tipe pencemburu tapi mengapa aku merasakan hal seperti ini? Lagian dia tidak ada artinya dalam hatiku untuk apa aku cemburu padanya? Buang - buang waktu saja. Batin Refan.


Salman turun dari mobil dan berlari mengejar Kinan. Refan takut Salman disambar mobil lain, akhirnya dia segera keluar untuk mencegah Salman. Tapi Salman sudah jauh berlari ke arah Mamanya.


"Mamaaaaa" Salman memeluk Kinan dengan sangat erat.


"Sayang Mama... Mama kangen banget sama kamu nak" Kinan mengelus punggung Salman.


"Sama Papa ya jemput Mama ke sini?" tanya Kinan.


"Iya, tuh Papa" tunjuk Salman ke arah RefanRefan yang berjalan mendekati mereka.


Kinan menyambut Refan dengan mengulurkan tangannya dan mencium tangan Refan.


"Tadi malam waktu kamu kirim pesan aku ketiduran, pagi ini aku lupa ngabarinya" jawab Refan.


"Nan ini koper kamu" ujar teman Kinan dari belakang.


"Eh iya, makasih Fad. Kenalkan Fad ini suamiku. Mas ini Fadlan teman kantorku" Kinan memperkanalkan Refan dengan teman kantornya.


Refan dan Fadlan saling berjabat tangan.


"Refan"


"Fadlan"


Refan mengambil alih koper Kinan dari tangan Fadlan kemudian membawanya.


"Makasih ya Fad, aku duluan" ucap Kinan pada teman kantornya.


"Sama - sama Nan. Sampai ketemu besok di kantor" jawab Fadlan.


Refan tersenyum memberi hormat kepada Fadlan begitu juga dengan Fadlan.


"Yuk Mas" sapa Refan

__ADS_1


"Iya Mas hati - hati" balas Fadlan.


Refan dan Kinan yang masih lepas kangen dengan Salman. Berjalan sambil menggendong Salman sampai ke mobil. Refan memasukkan koper Kinan ke dalam bagasi kemudian naik ke mobil. Mobil mulai melaju menuju rumah Refan.


"Anak Mama kangen gak sama Mama?" tanya Kinan.


"Kangen Ma. Aku kangen banget sama Mama" jawab Salman.


"Mama juga kangen kamu sayang" balas Kinan.


Refan melirik pasangan Ibu dan anak itu saling melepas rindu. Selama di mobil Kinan tidak ada menyapa Refan, bertanya ataupun berbicara tentang dinasnya di luar kota. Kinan hanya asik bercanda dengan Salman. Sedangkan Refan konsentrasi menyertir mobil.


Satu jam kemudian mereka sudah sampai di rumah Refan dan disambut oleh Suci dan Dhisti.


"Assalamu'alaikum Ma" ucap Kinan saat masuk ke dalam rumah.


"Wa'alaikumsalam" jawab Suci dan Dhisti.


Kinan mencium tangan Mama dan mertuanya.


"Eh anak Mama... sini Mama gendong" Kinan mengambil Naila dalam gendongan Suci. Kemudian menciumi pipi Naila dengan gemasnya.


"Uh kangennya sama kamu naaaak" ujar Kinan.


Refan membawa masuk koper Kinan ke dalam kamar.


"Ganti baju dulu Nan baru kangen - kangenan sama anak - anak. Kamu kan baru saja dari perjalanan jauh" ucap Dhisti mengingatkan Kinan.


"Eh iya Ma, titip naila sebentar Ma, aku mau ganti baju dulu" balas Kinan.


Kinan memberikan Naila kepada Mamanya dan dia segera masuk ke kamar untuk berganti baju. Di kamar ternyata ada Refan, Kinan sempat kikuk berdua dengan Refan setelah satu minggu tidak bertemu dan tak bertanya kabar.


"Sini Mas kopernya" Kinan mengambil kopernya dan membukanya. Dia mengeluarkan beberapa bungkusan dari dalam kopernya.


Setelah itu Kinan membuka lemari dan mengambil bajunya kemudian membawanya ke kamar mandi dan berganti pakaian. Kinan keluar dari kamar mandi hanya memakai baju daster rumahan yang sering dia pakai.


Refan melirik istrinya yang seminggu ini tidak pernah dia sentuh. Tiba - tiba Refan merasa kamarnya terasa panas.


Mengapa serasa kembali seperti malam pertama kami ya, rasanya dia kembali dingin dan kaku tapi mampu membuat aku panas. Batin Refan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2