
Setelah selesai melaksankan shalat maghrib di tempat mereka melakukan pengajian Kinan dan Ayu bergegas menuju Mall untuk berbelanja.
Kinan dan Ayu sudah sampai di Mall XXX. Mereka langsung menuju Butik yang menjual pakaian muslimah. Ayu memilih beberapa pakaian yang bisa digunakan untuk kerja, untuk di pakai sehari - hari dan beberapa gaun untuk acara pesta.
Dan tak lupa mereka juga memilih dan membeli beberapa jilbab yang senada dengan pakaian yang mereka pilih sebelumnya.
"Wah kalau belinya sekaligus seperti itu ya lumayan juga Yu harganya" ujar Kinan ketika melihat total belanjaan mereka.
"Ini tidak akan membuat pria - pria kita gulung tikar Nan. Toh apa yang kita beli ini juga secara tak langsung bermanfaat untuk mereka juga. Mereka tidak berdosa lagi karena kita sudah menutup aurat. Mereka tidak cemburu lagi saat mata lelaki lain jelalatan melihat tubuh kita dan juga bagusnya pakaian yang kita beli sekarang kan demi harga diri mereka juga. Kalau mau istri yang cantik para pria harus siap untuk menyediakan semua fasilitasnya. Jangan cuma maunya istrinya cantik doank tapi pelit" jawab Ayu.
Kinan tersenyum mendengar jawaban Ayu. Kebanyakan laki - laki sih seperti itu. Senang banget lirik rumput tetangga yang tampak lebih hijau sementara rumput sendiri kering gak di kasih air dan pupuk agar subur. Gak juga dipanggil tukang rumput untuk menatanya agar lebih rapi dan cantik. Malah dibiarkan tumbuh dengan liar
Giliran sudah kecantol sama rumput hijau lain malah nyalahin rumput di rumah. Padahal rumput di rumah jadi layu karena ulahnya. Itulah perumpamaan seorang wanita.
Sebelum menikah wanita terlihat cantik, terawat dan bersinar. Setelah menikah tampak layu dan lesu juga kumuh. Tanyalah pada wanita itu, bukan itu yang dia mau dan inginkan. Tapi dia sadar mungkin dengan menghemat biaya untuk bersolek bisa membantu mengurangi pengeluaran suaminya. Uangnya bisa beli susu anak dan yang lainnya.
Ditambah lagi wanita sudah menikah memang sangat sedikit sekali memiliki quality time untuk diri sendiri. Waktunya habis untuk mengurus anak, suami dan rumah tangga.
Sulit mencari suami yang benar - benar bisa memanjakan istri. Bersyukur selama dua kali Kinan menikah dia mendapat suami yang bisa dan suka memanjakannya walau menikah dengan Refan di awal - awal Refan suka menyakiti hatinya. Tapi alhamdulillah sekarang Refan sudah banyak berubah. Contohnya saat ini Refan dengan sabar menunggu Kinan berbelanja bersama teman-temannya dan menghabiskan quality timeny.
Pandangan Kinan beralih pada toko pakaian dalam yang terletak di depan toko pakaian muslimah. Ayu sedang sibuk membayar semua barang belanjaan nya.
"Yu aku ke depan sebentar ya" ujar Kinan.
"Oke Nan" jawab Ayu.
Kinan melangkahkan kakinya ke toko seberang dan masuk melihat - lihat isinya. Matanya terpaku pada baju tidur tipis berwarna hitam.
Tidak ada salahnya kan sedikit nakal di depan suami? Mudah - mudahan dengan aku sedikit merubah penampilanku saat tidur Mas Refan bisa dengan cepat mencintaiku. Ujar Kinan dalam hati.
Kinan mengambil lingerie itu dan membayarnya. Setelah itu dia kembali ke toko seberang dimana Ayu masih sibuk membayar dan menghitung belanjaannya.
"Udah selesai? Beli apaaan?" tanya Ayu.
"Pakaian dalam" jawab Kinan malu.
"Ooo" sambut Ayu.
Ayu selesai membayar semua belanjaannya. Kinan membantu membawa beberapa bungkusan pakaiannya.
"Sebentar ya Yu, aku tanya Mas Refan. Mereka ada dimana?" ujar Kinan.
__ADS_1
Kinan segera meraih ponselnya dan menghubungi suaminya.
"Halo Mas, dimana? Oh iya.. kami udah selesai dan akan menuju ke sana" ucap Kinan.
"Dimana mereka Nan?" tanya Ayu.
"Di Resto Bunga Yu, yok kita ke sana" ajak Kinan.
Mereka segera menuju tempat yang disebutkan Refan tadi. Benar saja Refan dan Bagus sudah menunggu mereka disana.
"Banyak benar belanjaannya Yu, ya Allah" Bagus menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tangan istrinya penuh dengan tentengan.
"Beginilah kalau wanita belanja Mas suka khilaf. Aku kan butuh banyak pakaian muslimah Mas" ujar Ayu.
"Trus pakaian kamu yang di rumah mau di kemanain?" tanya Bagus.
"Nanti aku kasih Bibik aja. Terserah dia mau jual lagi atau mau di bagiin juga boleh" jawab Ayu.
Refan tersenyum melihat tingkah Bagus dan Ayu.
"Kamu belanja apa?" tanya Refan pada istrinya.
"Ini" jawab Kinan sambil menunjukkan bungkusan kecil.
"Pakaian aku di rumah kan masih banyak Mas. Ayu belanja banyak karena dia memang memerlukannya" jawab Kinan.
"Ooo.. kamu gak pesan makan? Gak lapar setelah selesai belanja?" tanya Refan penuh perhatian.
"Lapar Mas" jawab Kinan.
Refan menarik tangan Kinan dan menggenggamnya.
"Ya sudah pesan aja apa yang kamu mau" perintah Refan.
Refan segera memanggil pelayan dan memesan makanan untuk Kinan dan Ayu.
"Kamu mau makan apa?" tanya Refan lembut.
Sikap Refan kepada Kinan tak lepas dari tatapan Ayu dan Bagus. Mereka melihat besarnya cinta Refan kepada Kinan. Sebenarnya perhatian Refan tidak beda jauh dengan sikapnya dulu kepada Renita. Mungkin memang sudah seperti itu sifat Refan kalau sudah bucin dengan seseorang tapi entah mengapa bersama Kinan, Bagus dan Ayu merasa Refan lebih tenang dan nyaman.
Kinan juga sangat pandai menghargai Refan di depan orang ramai apalagi di depan para teman - temannya. Kalau dulu Renita terlihat sangat manja sekali sehingga orang yang menatapnya jadi merasa risih.
__ADS_1
Dan yang lebih buruk lagi ternyata manja Renita itu hanya dia lakukan untuk menutupi semua perbuatan buruknya yang sudah mengkhianati Refan.
"Aku mau makan yang ini saja Mas" jawab Kinan sambil menunjuk ke arah gambar yang ada di buku menu.
Kinan dan Ayu memesan makanan mereka tak lama kemudian makanan sudah siap di hidangkan. Kinan dan Ayu segera menyantapnya.
Setelah selesai makan, karena mereka mempunyai anak yang masih menunggu di rumah. Baik Refan ataupun Bagus tak bisa berlama - lama.
"Kita langsung pulang ya, kasihan Salman di rumah" ujar Refan.
"Iya, Bayu juga sudah ditinggal seharian" sambut Bagus.
"Iya Mas" jawab Kinan.
"Yuk kita pulang. Makasih ya Nan udah temani aku berbelanja. Sampai ketemu minggu depan ya" ujar Ayu.
"Selamat berhijrah Yu, semoga kamu istiqomah ya" Kinan memeluk Ayu untuk berpamitan.
Mereka berpisah di depan Resto. Kinan dan Refan jalan bergandengan menuju parkiran mobil Refan. Mereka langsung naik ke mobil dan melaju menuju rumah. Sesampainya di rumah ternyata Salman sudah tidur.
Kata Suci hari ini Salman semangat banget bermainnya makanya dia tidur lebih cepat karena kelelahan.
"Aku juga langsung ke kamar ya Ma, maaf Ma pulangnya telat tadi temani istri temannya Mas Refan berbelanja. Dia mau pakai jilbab mulai besok. Jadi dia mengajak aku membeli pakaian dan juga jilbabnya" ungkap Kinan.
"Iya Nan gak apa - apa. Asal kamu tidak terlalu kelelahan. Ingat kamu sedang hamil saat ini" sambut Suci.
"Iya Ma. Terimakasih, aku istirahat dulu ya Ma" ucap Kinan.
"Aku juga ya Ma" susul Refan. Mereka berdua masuk ke kamar.
Kinan segera mempersiapkan baju ganti untuk dia dan Refan. Sedangkan Refan meletakkan semua barang - barang yang dia bawa dari mobil tadi. Termasuk bungkusan yang Kinan beli tadi di Mall. Tanpa sengaja bungkusannya terjatuh dan mengeluarkan isinya.
Refan terkejut dengan apa yang dia lihat. Dengan senyuman nakal Refan mengangkat lingerie hitam yang tadi Kinan beli.
"Yank.. bagaimana kalau kamu pakai baju ini saja malam ini? Kamu membelinya pasti ingin memperlihatkannya kepadaku kan?" tanya Refan sambil tersenyum nakal.
Sontak Kinan terdiam kaku karena terkejut tak menyangka Refan akan memintanya untuk melakukan semua itu.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG