Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 151


__ADS_3

"Benar itu Nak Riko, Bapak setuju dengan pemikiran kamu. Pernikahan itu adalah ikatan suci, jadi mulailah semua dengan kebaikan. InsyaAllah nanti hasilnya juga akan baik. Bapak doakan semoga kamu berjodoh dengan gadis tadi. Bapak lihat sepertinya dia wanita yang baik" ucap Pak Ardianto.


"Wanita yang baik tidak akan menilai seseorang dari masa lalunya, dia pasti akan melihat kesungguhan dan keseriusan kamu untuk berubah, keinginan kamu untuk menikah dan perjuangan kamu untuk mendapatkannya. Ingat wanita itu sangat ingin diperjuangkan. Dia akan merasa lebih berharga kalau dia melihat seorang pria berjuang untuk mendapatkannya" sambut Ibu Adhisti.


"Benar itu, kalau si pria tidak bisa menghargai si wanita, si wanita juga pasti tidak akan bisa menghargai pria itu. Tapi semua itu juga tak luput dari sikap si wanita itu sendiri. Seorang pria tidak akan bisa menghargai wanita jika wanita itu sendiri tidak bisa menjaga harga dirinya di hadapan seorang pria. Kalau wanita itu terlihat murahan pasti tidak akan ada harganya di depan pria. Tapi sebaliknya kalau dia sangat berharga tentu sang pria juga akan merasa tertantang untuk mendapatkannya" ujar Suci.


"Benar sekali Tante" sambut Ayu.


"Kami semua mendoakan yang terbaik untuk Mas Riko. Kami sudah buka jalan untuk Mas Riko berkenalan dengan Dini, selanjutnya tergantung pada usaha dan perbuat Mas Riko untuk mendekati dan melamar Dini. Semoga berjodoh ya Mas" ucap Kinan memberi semangat.


"Ingat Ko, kalau jodoh tidak akan lari kemana. Sejauh dan sekuat apapun kau mencoba untuk menolaknya kalau Allah sudah berkata dialah jodoh kamu dia pasti akan datang kepada kamu. Begitu juga sebaliknya. Contoh nyata ya aku dan Kinan. Dulu mati - matian aku menolaknya tapi ternyata memang dialah jodohku. Dan ternyata istilah jodoh yang tertunda itu ada jadi bersabarlah dan berjuang" sambut Refan.


"Terimakasih semuanya" jawab Riko.


"Naaaaan... kalau begitu carikan juga donk jodoh buat kami" pinta Aril.


"Benar Nan, aku juga mau yang baik dan cantik seperti kamu dan Dini. Mmm kamu juga deh Yu" sambut Romi.


"Kalian ya... dasaaar" potong Bagus. Karena mereka terus saja meledek istri Bagus.


"Tenang Mas, satu - satu. Kalau Mas Riko berhasil nanti kita cari lagi ya buat Mas Romi dan Mas Aril" jawab Kinan.


"Kami tunggu ya Nan" tantang Romi..


"Kalau kalian memang serius, sejak sekarang pergaulannya di jaga donk. Jangan ke diskotik lagi, jangan godain cewek lagi apalagi nganu - nganu" sambut Ayu.


"Betul itu, kalau niat kalian tulus pasti semua akan berjalan dengan mulus seperti Riko. Tapi kalau ada udang di balik bakwan wah pasti pedas kalau dimakan pakai cabe rawit" potong Bagus.


"Ngaco perumpamaan kamu Gus" balas Romi.


"Hahaha... gitu deeeeh" jawab Bagus.


"Ya sudah kalau begitu kami juga pamit pulang ya Fan" ujar Riko.


"Iya, jadi lupa tujuan semula. Yuk Bay kita pulang" Bagus memanggil anaknya


"Iya Pak" jawab Bayu.


"Kami pulang ya Nan" Ayu memeluk Kinan kemudian mereka juga berpamitan dengan Pak Ardianto, Bu Dhisti dan Biasanya Suci.


"Pulang ya Bu. Terimakasih jamuannya" ucap Ayu pada Suci.


"Sama - sama Yu" jawab Suci.


Sahabat Refan kemudian pulang barengan. Bagus pulang bersama keluarga kecilnya sedangkan Riko, Romi dan Aril satu mobil bersama.


Tinggal Refan dan keluarga kecilnya, Maja dan juga mertuanya di rumah.


"Alhamdulillah semua akhirnya selesai ya" ucap Dhisti.

__ADS_1


"Iya" sambut Suci lega.


"Kamu langsung istirahat saja Nan. Jangan capek - capek lagi, biar Mama dan Bibik yang beresin semuanya" pesan Dhisti.


"Iya Nan kasihan kamu dari tadi udah banyak jalan mondar mandir kesana dan kesini" sambung Suci.


"Iya Ma, kaki aku udah pegal banget. Aku ke kamar ya Ma" jawab Kinan.


Kinan segera ke kamarnya dan langsung mandi karena dia sudah gerah seharian keringatan jalan keliling rumah menerima para tamu. Apalagi dalam keadaan hamil Kinan memang lebih berkeringat dari biasanya.


Mungkin karena Kinan juga sedang hamil anak kembar semuanya jadi double dari biasanya. Saat Kinan selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dia melihat Refan sudah ada di dalam kamar.


"Mas mau mandi?" tanya Kinan.


"Iya, sebentar lagi maghrib. Mas mau shalat ke mesjid sama Papa" jawab Refan.


"Sebentar ya aku siapin baju Mas" sambut Kinan.


Kinan segera membuka lemari pakaiannya dan memilihkan pakaian shalat untuk Refan lengkap dengan pakaian dalamnya.


Refan bergantian masuk ke dalam kamar mandi dan mandi. Sedangkan Kinan duduk di depan cermin sambil mengeringkan rambutnya.


Tiba - tiba handphone Kinan bergetar tanda pesan masuk. Kinan langsung meraih ponselnya dan membukanya. Ternyata pesan dari Anita.


Kinan langsung melakukan panggilan telepon. Dia lagi malas berkirim pesan dengan Anita.


"Wa'alaiakumsalam Nan. Alhamdulillah udah" jawab Anita.


"Gimana Nit tanggapan Dini?" Tanya Kinan penasaran.


"Dini sih belum banyak bicara. Belum ada komentar apapun tapi sepertinya dia tidak ada masalah Nan. Biasanya kalau tidak suka dia langsung nolak. Kali ini dia belum ada bilang apapun" jawab Anita.


"Syukurlah, mudah - mudahan dia mau ya" sambut Kinan.


"Kalau Mas Riko nya gimana Nan?" tanya Anita.


"Mas Riko udah love at first sight saat lihat Dini di dapur. Cuma ya itu dia kira awalnya Dini udah nikah karena dia melihat Dini jagain Yoga" jawab Kina.


"Hahaha... lucu ya mereka. Sebelum di kenalin malah udah ketemu duluan" ujar Anita.


"Bisa jadi itu pertanda jodoh ya" doa Kinan.


"Aamiin.. " sambut Anita.


"Kamu udah cerita kan ke Dini gimana masa lalu Mad Riko?" tanya Kinan.


"Udah, aku udah cerita seperti yang kamu ceritakan padaku. Semuanya sudah aku katakan padanya" jawab Anita.


"Trus tanggapan Dini apa Nit?" tanya Kinan penasaran.

__ADS_1


"Ya seperti yang aku bilang tadi. Dini hanya Diam belum ada komentar apapun. Nanti biar aja mereka yang saling bicara tentang masa lalu dan masa depan mereka gimana maunya. Tugas kita hanya membuka jalan bagi mereka selanjutnya biar mereka yang memutuskan. Kita kan gak memaksa mereka agar mau menerima perjodohan ini. Semua murni hanya pengenalan masalah jodoh kita serahkan kepada Allah" ujar Anita.


Refan keluar dari kamar mandi dan melihat istrinya sedang asik bertelepon.


"Siapa yank?" bisik Refan.


"Anita" jawab Kinan.


"Eh ada Mas Refan ya Nan? Ya sudah deh kalau begitu. Kita do'ain aja usaha kita ini berjalan lancar dan semoga mereka berjodoh. Niat baik pasti hasilnya juga akan baik" ucap Anita.


"Aamiin... " sambut Kinan.


"Udah ya Nan. Assalamu'alaikum" Anita menutup teleponnya.


"Wa' alaikumsalam" jawab Kinan. Lalu telepon terputus.


Kinan meletakkan ponselnya di atas meja riasnya dan kemudian menyisir rambutnya yang tadi barusan dia keringkan pakai handuk.


"Gimana tanggapan Dini?" tanya Refan ingin tahu.


"Kata Anita dia belum ada komentar apapun tapi sepertinya Dini terima. Biasanya kalau Dini gak suka biasanya dia akan langsung nolak" jawab Kinan.


"Mudah - mudahan mereka berjodoh. Kalau Mas lihat Riko emang beneran sudah suka sama Dini. Cuma dia sedang di masa tidak percaya diri dengan dirinya yang sekarang. Sejak memutuskan untuk berubah, Riko jadi sering merasa kalau dia itu punya banyak dosa" ujar Refan.


"Sebenarnya itu bagus Mas, itu artinya dia menyesali perbuatannya dulu tapi jangan sampai berlarut. Semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Cukup Mas Refan menganggap dosa lalu itu tidak boleh di ulang lagi dan dia harus maju dan optimis menatap masa depan" sambut Kinan.


"Iya, semoga Dini bisa menerima Riko apa adanya" doa Refan.


"Aamiin.. " jawab Kinan.


Tiba - tiba ponsel Kinan bergetar lagi tanda pesan masuk. Kinan langsung meraih ponselnya dan membukanya. Mungkin Anita lagi yang mengirim pesan kepadanya.


Tapi alangkah terkejutnya Kinan ketika membuka isi pesannya. Dari nomor yang tidak di kenal dan ini sudah dua kalinya sejak beberapa bulan yang lalu.


081xxxxx


Suami kamu bukan mati karena kecelakaan tapi dia dibunuh? Kamu masih tidak percaya? Jangan coba - coba kamu mengabaikan pesan ini!


Wajah Kinan langsung pucat pasi tiba - tiba dia merasa tubuhnya sangat ringan dan seketika Kinan jatuh pingsan. Untung saja Refan memperhatikan tingkah dan wajah istrinya.


Refan langsung menangkap tubuh Kinan.


"Nan... Kinaaaa..... " Panggil Refan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2