Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 303


__ADS_3

Pembicaraan di ranjang sebelum tidur.


"Mas... " panggil Kinan.


"Heeem... " Sahut Refan.


Refan mendekatkan tubuhnya kepada Kinan. Kini tubuh Kinan berada dalam dekapannya.


"Bagaimana kalau Arga sampai mengambil Naila" ucap Kinan khawatir.


"Sayaaaang.. dengan adanya pengakuan Rendy tadi, semakin jelas kalau Arga tidak akan punya kesempatan untuk mengambil Naila. Jangankan mengambil, menyentuhnya saja gak bisa" sambut Refan.


Kinan menatap wajah suaminya.


"Kalau terbukti Arga lah yang menjadi dalang dari kecelakaan Papa Reno dia akan ditahan sayang. Aku yakin semua masa lalu dia dan Renita akan terkuak. Kalau keluarga istrinya mendengar berita itu pasti istrinya akan menuntut cerai. Dan aku yakin keluarga istrinya akan mengusirnya tanpa sepeser uangpun yang dia punya. Selain dia jadi tahanan dia akan menjadi gembel" ujar Refan.


"Tapi... " sambung Refan terlihat khawatir.


"Tapi apa Mas?" tanya Kinan penasaran.


"Namaku akan terseret, apalagi Naila. Akan sulit bagi kita membesarkan Naila dengan apa adanya. Semua mata akan memandang Naila dengan tatapan jelek. Mencap Naila sebagai anak haram hasil dari perselingkuhan Mama dan Papanya. Pasti jiwa Naila akan terganggu. Aku tidak ingin itu terjadi. Naila tidak punya salah apapun saat lahir kedunia ini. Itu bukanlah dosa turunan yang harus Naila pikul. Dia lahir dengan bersih dan tanpa dosa" jawab Refan.


Kinan memeluk suaminya mencoba memberi kehangatan dan kenyamanan bagi Refan yang sedang galau gulana.


"Serahkan semua kepada Allah Mas.. Allah Maha bijaksana, DIA yang paling tau apakah Naila sanggup atau tidak menerima semua itu. Tugas kita hanya berdoa dan mengasuh serta mendidiknya dengan baik agar dia tumbuh dengan kuat menjadi wanita tangguh" ungkap Kinan.


Refan membalas pelukan Kinan.


"Kamu benar sayang, aku yakin Naila pasti akan kuat. Kita akan mempersiapkan jiwa Naila agar kelak dia tidak berkecil hati jika ada seseorang yang akan menyinggung bagaimana dia terlahir ke dunia ini" sambut Refan.


Refan memijit kepalanya yang tak pusing.


"Kenapa Mas, kamu pusing?" tanya Kinan penuh perhatian.


"Aku hanya sedang berpikir sayang" jawab Refan.


"Mau aku pijit?" Kinan menawarkan diri.


"Boleh" jawab Refan manja.

__ADS_1


Kinan segera bangun dan duduk tepat disamping Refan. Kini kepala Refan sudah berpindah di paha Kinan. Kinan mulai memijit kepala Refan.


"Aaah enak sekali sayang. Kamu memang pintar sekali" puji Refan.


"Besok apa rencana Mas?" tanya Kinan kembali serius.


"Besok aku akan meeting bersama seluruh pejabat di Perusahaan. Sekaligus aku memperkenalkan kepada mereka Ela dan Dini sebagai Kabag Keuangan dan asistennya" jawab Refan.


"Mudah - mudahan semua bisa segera di atasi ya Mas" sambut Kinan sambil membelai lembut kepala Refan.


Perlahan - lahan akhirnya Refan terlelap. Kinan merasa kasihan melihat suaminya. Pasti saat ini Refan sangat lelah mengurus dua perusahaan secara bersamaan ditambah lagi masalah kecelakaan Pak Reno yang motifnya berkembang menjadi kasus pembunuhan.


Pelan - pelan Kinan kembali berbaring disamping Refan dan ikut terlelap.


Keesokan harinya Refan berangkat ke kantor Pak Reno dengan penuh semangat. Tentu saja tetap di dampingi Bimo karena Refan meminta bantuan Bimo langsung untuk membantunya menyelesaikan permasalahan ini.


Seluruh pejabat perusahaan sudah berkumpul di ruangan meeting. Dini dan Ela juga sudah siap dengan semua bahan - bahan yang mereka bawa.


"Selamat pagi, saya sebagai penanggung jawab perusahaan saat ini, ingin mengenalkan kepada kalian Kepala Bagian Keuangan yang baru beserta asistennya. Cishela Budianto dan Dini Dharmawan. Jadi sejak hari ini semua yang berhubungan dengan keuangan juga laporannya silahkan laporkan kepada mereka. Sebagaimana yang kita kethaui sama - sama bahwa perusahaan ini sedang dalam masalah, tapi saya bisa pastikan tidak akan ada pengurangan pegawai. Saya jamin itu, saya akan berjuang untuk menyelamatkan perusahaan ini tentunya dengan bantuan kalian semua. Saya harap bantuan dan dukungan dari kalian semua bisa membuat kita semakin semangat bekerja. Sekian terimakasih" pidato Refan.


Setelah itu mereka mulai meeting untuk mencari jalan keluar mengatasi permasalahan keuangan di Perusahaan itu. Meeting juga melibatkan Pengacara Perusahaan.


"Saya akan diskusikan dengan Departemen Hukum Perusahaan tentang apa saja pelanggaran hukum yang dilakukan Perusahaan ABC dalam kerjasama Perusahaan kita kemarin. Dia tidak bisa secara sepihak membatalkan proyek yang sudah berjalan" ucap Pengacara.


"Baik Pak Refan" sambut seluruh peserta meeting.


Refan melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan waktu sore hari. Jam kantor bahkan sudah lewat.


"Saya rasa cukup sekian meeting kita ini. Mari kita bersama - sama saling bahu membahu untuk menyelamatkan Perusahaan yang kita cintai ini" ujar Refan.


"Baik Pak Refan" sahut mereka serentak.


Refan berjabat tangan dengan seluruh peserta meeting setelah itu bersama Bimo kembali ke ruangannya sebentar. Kemudian setelah menyusun beberapa berkas yang akan dia bawa pulang, Refan dan Bimo bergegas menuju parkiran dan pulang bersama Bimo.


Di dalam perjalanan ponsel Bimo bergetar tanda pesan masuk.


Bidadari Surga


Mas aku pengen makan coklat

__ADS_1


Bimo


Baik sayang, Mas lagi di jalan pulang. Nanti Mas belikan coklat untuk kamu


Bidadari Surga


Tapi aku mau coklat yang ada es krim nya


Bimo


Mana ada coklat yang ada es krim nya yank? Yang ada es krim yang ada coklatnya.


Bidadari Surga


Gak mau tau pokoknya aku mau coklat yang ada ea krimnya 😭😭 tapi es krim nya yang banyak ya


Tanpa sadar Bimo berdecak kesal dan Refan bisa melihat itu semua.


"Ada apa Bim?" tanya Refan penasaran.


"Ini, Reni mengirim pesan. Dia minta coklat yang ada es krim nya" jawab Bimo.


"Emang ada? Aku baru dengar nih?" tanya Refan bingung.


"Itu dia yang aku bilang ke Reni. Yang ada juga es krim rasa coklat. Tapi dia gak mau, dia tetap meminta coklat yang ada es krim nya, tapi ea krim nya yang banyak. Gimana coba? Dan dimana aku bisa mendapatkannya?" tanya Bimo pasrah.


"Hahaha... sabar Bim demi anak kamu. Begitulah permintaan orang hamil, suka yang aneh - aneh" jawab Refan.


"Emang Kinan dulu begitu juga?" tanya Bimo.


"Kinan sih gak banyak permintaan. Renita dulu waktu hamilin Naila. Buanyak banget permintaannya. Aku berpikir karena itu anak yang sudah lama aku idam - idamkan jadi merasa tidak kesal sedikitpun. Setiap dia meminta, tak kenal waktu dan sering banget yang aneh - aneh aku harus bisa mendapatkannya kalau tidak dia akan ngambek seharian. Mungkin karena itu juga Naila sangat dekat padaku karena aku selalu berusaha memenuhi keinginannya sejak dalam kandungan" ungkap Refan.


"Sekarang kalau ingat itu apa yang kamu rasakan Fan?" selidik Bimo.


"Kalau dulu saat baru menikah dengan Kinan dan aku sudah mengetahui kalau Renita itu selingkuh. Aku sangat marah sekali Bim setiap mengingat semua pengorbananku kepada Renita. Tapi sejak aku mencintai Kinan semua rasa itu hilang. Aku tidak merasakan apa pun, mungkin karena aku sudah tak mencintainya lagi. Saat ini aku menantang Arga bukan karena aku marah dia sudah merebut Renita dariku tapi semata - mata karena aku kasihan dengan nasib Naila" ungkap Refan.


"Yah kamu wajar Fan bersikap begitu. Aku tau kalau kamu sangat menyayangi Niala" sambut Bimo.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2