
Tok.. tok..
"Masuk" ucap Refan dari dalam ruangan.
Romi dan Riko masuk ke dalam ruangan Refan dan langsung duduk di sofa.
"Ngapain kamu memanggil kami ke sini?" tanya Riko.
"Oh itu aku mau minta tolong sesuatu pada kalian" jawab Refan.
"Tentang lowongan kerja?" tanya Romi.
"Lho kalian kok udah tau?" Refan terkejut dan balik bertanya.
"Tadi sebelum sampai ke sini kami bertemu dengan Reni. Dia yang cerita, ada temannya yang mau cari kerja" jawab Riko.
"Rupanya Reni sudah cerita duluan. Iya ada teman adiknya Bimo datang dari Surabaya ikut ke sini mau cari kerja katanya. Di kantorku sudah full, kantor Aril juga. Siapa tau bisa di titip di perusahaan kalian" pinta Refan.
"Aku juga udah full. Barusan sepupuku datang dari Surabaya juga baru selesai wisuda minta tolong masuk ke perusahaan. Jadi gak mungkin aku tolak" sambut Riko.
"Kamu Rom?" tanya Refan.
"Aku tanya HRD dulu ya, siapa tau ada yang kosong" Romi segera menghubungi bagian HRD di Perusahaannya.
"Halo Pak Agus, ada kursi yang kosong di perusahaan kita? Ada yang ingin melamar kerja? Oh begitu baik nanti aku suruh dia kirim lamaran ya" ujar Romi.
Romi segera menutup teleponnya.
"Gimana Rom?" tanya Refan.
"Ada lowongan kerja di bagian keuangan. Temannya adik si Bimo jurusan apa?" tanya Romi.
"Ekonomi. Mereka Sarjana Ekonomi" jawab Refan.
"Ha.. pas banget. Suruh aja dia antar lamaran besok ke kantorku. Nanti bilang sama dia untuk temui Pak Agus, aku yang nyuruh" ungkap Romi.
"Oke Rom, terimakasih ya. Aku akan suruh Ela kirim lamaran ke Perusahaan kamu. Tapi pesanku kamu jangan godain dia ya soalnya tuh anak cantik, gak enak sama Bimo. Ela itu sahabat adiknya Bimo" pesan Refan.
"Kamu tenang aja Fan, aku tidak akan godain gadis itu karena aku mencari gadis lain" tolak Romi.
"Udah punya target kamu?" tanya Refan.
"Sudah lama tapi dia dikibulin cewek, dikasih alamat palsu sampai Romi hampir mati penasaran" jawab Riko.
"Jangan sampai Rom. Kalau kamu mati penasaran arwah kamu gentayangan" ujar Refan.
"Kalian pikir aku kuntilanak" protes Romi.
"Hahaha.. bukan kami yang bilang" ledek Riko.
"Gimana perkembangan kasus rival kamu?" tanya Romi.
"Siapa rival aku? Bimo?" tanya Refan.
"Bukan tapi almarhum Bima" jawab Romi.
__ADS_1
"Dia sudah meninggal dan tidak akan pernah menjadi rival aku" balas Refan.
"Tapi kan Kinan mencintainya" ujar Romi.
Refan tersenyum menatap kedua sahabatnya.
"Kalian tidak tau saja kalau aku ini adalah cinta pertamanya Kinan. Saat dulu di perjodohan pertama kami dia sudah jatuh cinta kepadaku. Hanya saja saat itu kami belum berjodoh" ungkap Refan.
"Dan kamu membatalkan perjodohan kalian demi menikahi Renita" potong Riko.
"Yah seperti itulah kenyataannya" sambung Refan.
"Kamu beruntung Fan, mungkin karena kamu baik dan setia. Sama seperti Bagus, rumah tangganya juga baik - baik saja dan mulus. Tidak seperti kisah cinta kami bertiga. Aku terhalang restu orang tua. Romi kena prank sebelum berkenalan sedangkan Aril juga masih pendekatan. Aku dengar adiknya Bimo belum ada tanggapan sama sekali malah cuek" ungkap Riko sedih.
"Hahaha anggap saja itu balasan untuk kesalahan kalian dulu dan berdoalah agar Allah hanya menguji kalian bukan menghukum. Saat kalian bisa melalui semua cobaan itu semoga akan indah pada akhirnya" ujar Refan memberi semangat.
"Makan siang yuk, aku laper nih" ajak Romi.
"Yuklah.. " sambut Riko.
"Aku tanya istriku dulu ya dia makan siang dimana? Aku pengen makan bareng sama dia" ujar Refan.
Refan segera menghubungi Kinan.
"Assalamu'alaikum sayang... " sapa Refan memulai pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam.. Mas" jawab Kinan.
"Kamu makan siang dimana yank?" tanya Refan lemah lembut.
"Ya sudah bareng aja, aku juga bawa Romu dan Riko nih. Aku jemput atau langsung ketemu disana?" tanya Refan.
"Langsung ketemu di tempat makan aja Mas biar cepat. Kalau jemput aku lagi nanti kelamaan, aku udah laper" jawab Kinan.
"Oke kamu hati - hati ya. Aku kirim alamat dan nama restorannya" ujar Refan.
"Iya Mas. Kami langsung berangkat ni" sambut Kinan
"Dah sayang. Assalamu'alaikum.. " Refan menutup teleponnya.
"Wa'alaikumsalam.. " jawab Kinan.
"Yuk guys... kita berangkat ke Restoran. Istriku udah laper banget. Aku gak mau dia dan anak - anakku sampai kelaparan" ajak Refan.
"Okelah Fan" sambut Riko dan Romi.
Mereka berjalan keluar dari ruangan Refan menuju parkiran mobil. Setelah itu mobil langsung meluncur ke Restoran yang sudah di pesan Refan sebelumnya.
Kinan dan Anita juga sedang dalam perjalanan menuju kesana. Mobil dikendalikan oleh Anita dengan santai. Agar Kinan nyaman berada di dalamnya.
Rombongan Refan yang sampai lebih dahulu. Mereka segera memesan makanan untuk makan siang. Refan sudah memesan makanan untuk Kinan dan Anita juga setelah bertanya melalui telepon makanan apa yang mereka inginkan.
"Bagaimana masalah kamu dengan Dini Ko? Apa kamu tidak mau memulai cara mendekatinya dengan cara yang berbeda?" tanya Refan.
"Aku belum menemukan jalan yang lain Fan. Aku masih jalan di tempat" jawab Riko.
__ADS_1
"Ayolah Ko, perjuangkan agar kamu lega. Seperti aku, aku sampai mencari wanita itu sampai ke Surabaya selama seminggu. Walau hasilnya nihil tapi aku tidak menyesalinya. Setidaknya aku sudah berusaha, kata seorang pria yang aku temui di Surabaya aku hanya tinggal berdoa dan pasrah. Kalau memang wanita itu jodohku kelak aku akan bertemu lagi dengannya. Kalau tidak ya setidaknya aku meminta kepada Allah agar aku bisa melupakannya" ungkap Romi.
Riko terdiam mendengar omongan Romi. Tak lama kemudian Kinan datang bersama Anita. Riko sangat terkejut melihat kehadiran Anita yang tak lain adalah Kakaknya Dini.
"Sudah lama Mas sampainya?" tanya Kinan.
"Belum yank" Jawab Refan.
Refan langsung menyambut Kinan dan membimbingnya duduk. Anita juga menyusul disampingnya.
"Eh ada Anita rupanya" sapa Riko.
"Mas Riko" sambut Anita.
Mereka saling berjabat tangan kemudian disusul Romi.
"Apa kabar Nit?" tanya Riko.
"Alhamdulillah sehat Mas" jawab Anita salah tingkah. Dia merasa sungkan bertemu dengan Riko setelah peristiwa Riko di tolak oleh orang tuanya.
"Kabarnya Dini?" pancing Romi.
Riko melirik ke arah Romi jujur sebenarnya ia sangat penasaran dengan jawaban Anita.
"Dini Alhamdulillah sehat, lagi sibuk persiapan pergi ke Bandung" jawab Anita.
"Persiapan ke Bandung, ngapain Nit?" tanya Riko semakin penasaran.
Refan, Kinan dan Romi saling lirik. Mereka tau dan mengerti gimana penasarannya Riko dengan semua informasi tentang Dini.
"Dini diterima kerja disana Mas. Minggu depan dia sudah mulai bekerja disana" jawab Anita.
Riko menarik nafas panjang. Ada yang berat mengganjal di dadanya. Tak lama hidangan makan siang mereka sudah datang dan mereka mulai menyantap makan siang mereka.
Hampir satu jam berlalu, akhirnya mereka selesai makan siang. Romi, Refan dan Kinan tau kalau Riko butuh waktu untuk bicara dengan Anita.
Romi pura - pura pergi ke kamar mandi begitu juga Kinan yang ditemani oleh Refan. Kini hanya tinggal Riko dan Anita berdua yang ada di meja makan mereka.
"Mas maaf ya atas perlakuan Papa dan Mamaku. Dini sudah menceritakan semuanya padaku tentang kejadian malam itu saat Mas datang ke rumah kami" ungkap Dini.
Riko tersenyum sedih, rasanya masih sakit ketika mengingat cintanya harus putus di tengah jalan karena restu orang tua.
"Gak apa Nit, aku mengerti kok dengan apa yang dipikirkan oleh kedua orang tua kamu. Bagaimanapun mereka kan menginginkan yang terbaik untuk Dini. Mungkin bagi mereka aku ini kurang baik dan kurang pantas untuk Dini" jawab Riko.
"Sebenarnya aku dan Dini sangat malu Mas atas pola pikir Papa dan Mama. Mereka salah menilai tentang Mas Riko. Aku dan Dini percaya dan sangat mengerti kalau Mas Riko benar - benar sudah berubah sekarang. Aku juga sudah diskusi dengan Kinan dan Ayu. Merek juga banyak memberikan informasi tentang Mas Riko padaku dan Dini. Sebenarnya Dini masih menunggu Mas Riko, tapi yah kalau Mas Rikonya sudah menyerah dan mundur mau gimana lagi" ungkap Anita.
Riko terkejut mendengar ucapan Anita barusan.
"Di.. Dini masih menunggu kedatanganku Nit?" tanya Riko.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1