Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 301


__ADS_3

"Pelaku menyebutkan satu nama, yaitu... Rendy Subrata" ujar Pak Polisi.


"Apa? Itu ponakannya Pak Reno Pak dan saat ini dia sudah di tangkap polisi karena kasus penggelapan dana di Perusahaan Pak Reno" sambut Bimo.


"Baiklah kalau begitu nanti kami akan menghubungi pihak kepolisian Jakarta. Tolong kasih tau dikantor Polisi mana tersangka di tahan ya Pak, agar kami lebih mudah menghubunginya" pinta pihak Kepolisian.


"Oke Pak, akan segera saya kabari" balas Bimo.


Telepon terputus, Bimo dan Refan saling pandang.


"Entah mengapa aku merasa sangat yakin Rendy punya hubungan dengan Arga. Aku yakin pasti Arga akan menawarkan hal yang sama kepada Rendy seperti yang dia lakukan padaku" ujar Refan.


"Mudah - mudahan Rendy mau buka mulut dan menyeret Arga kalau memang benar feeling kamu Fan" sambut Bimo.


"Cepat kirimkan kepolisian mana tempat Rendy di tahan, agar mereka bisa segera menghubungi pihak polisi disini Bim" perintah Refan.


"Baik Fan" jawab Bimo.


Bimo segera mengetik pesan dan mengirimkan alamat kantor polisi tempat Rendy di tahan.


Siang harinya diruangan Refan. Tiba - tiba pintu di ketuk dari luar, Refan masih asik berdiskusi dengan Bimo di dalam ruang kerja Refan.


Tok.. tok.. tok..


"Masuk" perintah Refan.


"Pak ada tamu datang, katanya sudah janjian sama Bapak" lapor sekretaris.


"Siapa namanya?" tanya Refan.


"Bapak Romi dan ditemani seorang wanita" jawab sekretaris.


"Oh silahkan masuk" jawab Refan.


Tak lama kemudian Romi masuk bersama Ela.


"Lho kamu di sini juga bro?" tanya Romi saat melihat Bimo ada bersama Refan.


"Kami sedang berdiskusi' jawab Bimo.


"Silahkan duduk El" sambut Refan.


"Iya Mas" jawab Ela.


Romi dan Ela duduk disamping Refan dan Bimo.


"Kedatanganku ke sini adalah untuk mengantarkan bidadari surgaku untuk menimbul ilmu di perusahaan kamu. Tolong kamu bimbing dia sampai dia mahir" ujar Romi.


"Ah gak perlu formil - formil. Seperti orang lain saja. Kita semua juga sering ketemu kok di rumah. Jadi begini El, Mas mau minta tolong kamu untuk memeriksa keuangan perusahaan ini dari sejak perusahaan ditinggalkan Papa Reno dan dipegang oleh Rendy. Besok kita akan rapat dengan para pejabat perusahaan. Mas akan mengangkat kamu sebagai Kadep Keuangan" ungkap Refan.


"Mas apa gak terlalu cepat? A.. aku " protes Ela.


"Mas yakin kamu bisa. Mas butuh bantuan kamu. Tolong bantu Mas untuk membenahi Perusahaan ini" pinta Refan.


"Iya Mas" jawab Ela.

__ADS_1


"Tapi kamu harus mengerti ya Rom, mungkin belakangan ini Ela akan sibuk karena mengurus perusahaan ini" ujar Refan.


"Aku sih tidak masalah asal dia tidak melupakanku" jawab Romi.


Wajah Ela memerah seketika karena malu. Tak lama kemudian pintu ruangan Refan diketuk lagi.


Tok.. tok..


Sekretaris Refan masuk.


"Pak ada tamu datang, namanya Pak Riko" lapor sekretaris Refan.


"Suruh masuk" perintah Refan.


Tak lama Riko datang bersama Dini.


"Aaaah pas sekali kalian tiba" sambut Refan.


Riko dan Dini masuk menghampiri yang lainnya.


"Silahkan duduk" perintah Refan.


Dini duduk di dekat Ela sedangkan Riko duduk disebelah Romi.


"Jadi gimana Din? Kamu siap bergabung dengan saya di Perusahaan ini?" tanya Refan.


"InsyaAllah siap Mas" sambut Dini.


"Mas pinta kamu untuk membantu Ela ya dibagian keuangan. Mas butuh orang - orang yang bisa Mas percaya saat ini di Perusahaan" ungkap Refan.


"Mas meminta tolong kalian berdua untuk membantu Mas di Perusahaan ini. Kalau krisis ini bisa kita atasi Mas janji akan memberi bonus yang besar untuk kalian berdua" janji Refan.


Ela dan Dini saling lirik.


"Baik Mas, InsyaAllah kami akan bantu sebisa kami" jawab Dini dan Ela.


"Terimakasih... untuk kalian juga Ko, Rom. Terimakasih kalian sudah memberi izin kepada calon bidadari surga kalian untuk membantuku di sini" ujar Refan.


"Dini belum tau Fan kalau besok kita akan rapat dengan para pejabat perusahaan ini" ucap Bimo mengingatkan.


"Oh iya Din, kalian besok mulai bekerja dan besok juga kita akan rapat dengan pada Pejabat. Mas akan mengenalkan kalian sebagai pejabat di bagian keuangan" sambung Refan.


"Kalau begitu boleh kami minta data keuangan sekarang Mas?" pinta Ela.


"Sepertinya tangan kamu sudah gatal ya Shel untuk menghitung dan mengkoreksi" goda Romi.


"Aku hanya ingin bahan untuk rapat besok, meeting besok kan bukan hanya perkenalan Mas. Tapi akan membahas jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Perusahaan ini" jawab Ela.


"Kamu benar El. Aku sangat berterima kasih pada Romi yang sudah menawarkan kamu untuk membantuku di Perusahaan ini" sambut Refan.


Refan mengambil bahan - bahan yang dia punya di atas meja kerjanya kemudian memanggil sekretaris lewat interkom.


"Ya Pak" sahut sekretaris dari mejanya.


"Tolong ke ruangan saya sebentar" perintah Refan.

__ADS_1


Sekretaris datang tak lama kemudian.


"Tolong foto copy kan berkas - berkas ini, rangkap dua ya" pinta Refan.


"Baik Pak" jawab sekretaris.


Beberapa kemudian sekretaris kembali dengan membawa berkas - berkas yang tadi dia bawa dan menyerahkannya kepada Refan.


"Terimakasih" sambut Refan.


Refan membagikan bahan rapat besok kepada Ela dan Dini. Mereka sama - sama membacanya sekilas.


Tanpa terasa mereka berdiskusi hingga sore hari. Pembicaraan yang sangat serius dan menguras pikiran.


"Besok kita lanjutkan lagi ya, untuk saat ini cukup sekian. Kalian bisa pulang sekarang karena kalian mulai bekerja besok" ujar Refan kepada Dini dan Ela.


"Baik Mas" sambut Ela dan Dini.


Tak lama kemudian ponsel Refan berdering tanda panggilan masuk. Refan melirik ponselnya dan sangat terkejut ketika melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Kantor Polisi Bim" ujar Refan kepada Bimo.


Sontak Bimo dan yang lainnya tegang dan pandangan mereka terpusat kepada Refan.


"Terima saja Fan, mungkin ada kabar terbaru" perintah Bimo.


Refan segera mengangkat ponselnya.


"Selamat sore, iya saya Refan Adinata. Apa? Baik Pak saya akan segera kesana. Terimakasih atas bantuannya Pak" jawab Refan.


Refan menutup teleponnya.


"Ada apa Fan?" tanya Bimo penasaran.


"Rendy ingin bertemu denganku. Kata Polisi tadi, Rendy ingin bicara sesuatu kepadaku" jawab Refan.


"Ya sudah Fan sebaiknya kamu secepatnya ke sana. Mudah - mudahan semua bisa terbongkar" sambut Riko.


"Kalian bagaimana?" tanya Refan sungkan meninggalkan teman - temannya di ruangannya.


"Kami kan juga sudah mau pulang. Aku mau antar Dini, Romi juga antar Dini" jawab Riko.


"Baiklah.. ayo Bim kita pergi sekarang. Aku sangat penasaran apa yang akan Rendy bicarakan padaku" ujar Refan.


"Mudah - mudahan dia buka suara. Bisa jadi dia tidak mau sendirian di salahkan atas kecelakaan Pak Reno yang mengakibatkan kematian Pak Reno dan istrinya" sambut Bimo.


Mereka semua keluar dari ruang kerja Bimo. Riko bersama Romi dan pasangan mereka masing - masing pergi lebih dulu. Setelah itu di susul Refan dan Bimo berikutnya.


Refan dan Bimo langsung berangkat menuju kantor polisi tempat Rendy di tahan.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2