Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 160


__ADS_3

Hari sabtu Kinan dan Dini sudah janjian untuk pergi bersama ke rumah Ayu. Dini menerima undangan Ayu untuk datang ke rumahnya dalam rangka ulang tahun suaminya.


Anita sudah menyampaikannya kepada Dini dan Dini menyanggupinya untuk datang ke acara tersebut. Tentu saja tanpa memberi kabar kepada Riko kalau dia juga hadir dalam acara tersebut.


Jam sepuluh pagi Kinan beserta Refan dan Salman sudah berangkat dari rumah. Mereka terlebih dahulu menjemput Dini di rumah orang tua Anita. Sesampainya di rumah Dini, Kinan sempat berbasa - basi sebentar dengan kedua orang tua sahabatnya itu.


"Apa kabar Pak, Bu?" tanya Kinan.


"Alhamdulillah sehat Nan. Waah sudah besar ya perut kamu? Sudah berapa bulan ini?" sambut Mamanya Anita.


"Alhamdulillah sudah empat bulan lebih bu" jawab Kinan.


"Empat bulan tapi sudah sebesar ini?" tanya Mamanya Anita terkejut.


"Iya Bu, alhamdulillah yang di dalam ada dua Bu" jawab Kinan sambil tersenyum.


"Waaah kembar ya Nan, pasti senang banget ya" sambut Papanya Anita.


"Alhamdulillah Pak. Maaf Pak, suami sama anaknya Kinan gak bisa turun karena mau cepat. Mau jemput Dini ikut bareng kami ke rumah teman" ujar Kinan.


"Iya, Dini dan Anita juga sudha cerita. Titip Dini ya Nan" jawab Papa Anita.


"Iya Pak, InsyaAllah di jagain" balas Kinan.


Tak lama Dini keluar dari kamar dan segera menghampiri kedua orang tuanya dan juga Kinan.


"Pa, Ma, Dini pergi dulu sama Mbak Kinan ya" pamit Dini.


"Iya, hati - hati ya" balas Mamanya.


Dini dan Kinan berpamitan dan segera keluar dari rumah orang tua Dini. Mereka langsung naik ke dalam mobil. Dini duduk di belakang bersama Salman.


"Salmaaaan" sapa Dini.


"Tante Diniiii. Aku kira datang ke sini mau jemput Yoga" balas Salman kecewa.


"Yoga pergi sama Papa dan Mamanya ke acara yang lain sayaang" jawab Dini lembut.


"Sudah siap semua?" tanya Refan.


"Siaaaap Paaaa" sambut Salman dengan teriakan.


Refan menyalakan mobilnya dan melajukan mobil menuju ke rumah Bagus. Tak lama kemudian Refan dan keluarga kecilnya plus Dini sudah sampai di rumah Bagus. Ternyata mereka datang kecepatan siang itu. Teman - teman Refan yang lain belum sampai.


"Masuk.. masuk.. Eh Dini akhirnya bisa ikut juga ya" sambut Ayu ramah.


"Iya Mbak Ayu" jawab Dini lembut.


Dini dan Kinan segera membantu Ayu menyiapkan hidangan makan siang.


"Nan.. kamu duduk aja, aku kok ngilu ya lihat perut kamu" ujar Ayu.


"Gak apa - apa Yu, kalau cuma yang ringan - ringan aku bisa" jawab Kinan.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kamu bagian motong - motong aja ya" Ayu memberikan pisau dan sekotak cake untuk di potong Kinan.


Ayu, Dini dan Kinan mulai sibuk bekerja di dapur. Dini membuat minuman untuk mereka siang itu.


Sementara di depan ternyata satu persatu teman - teman Refan sudah mulai berdatangan. Kali ini mereka datang masing - masing karena letaknya dan kesibukan mereka berbeda hari ini.


Yang pertama datang setelah Refan adalah Romi, kemudian Aril dan terakhir Riko. Refan, Bagus, Romi dan Aril sudah sepakat ingin mengerjain Riko hari ini karena Dini ada di rumah Bagus.


"Hai Ko lama banget datangnya, lagi sibuk ta'arufan ya?" sindir Romi.


"Aku tadi anterin Mama dulu ke rumah saudara" jawab Riko.


"Tumben udah jadi anak Mama? Sepertinya nih anak udah beneran tobat" sambut Aril.


"Ya iya donk, tobat itu bukan hanya di bibir saja tapi perbuatan juga harus diperbaiki" ujar Riko.


"Cieee.. yang udah tobat. Udah bisa ngomong sekarang ya" Goda Refan.


"Bawa apa tuh?" tanya Bagus sambil menunjuk ke arah tangan Riko yang sedang menenteng bungkusan.


"Ini ada buah tangan yang tadi aku beli di jalan" Riko menyerahkan bungkusan itu kepada Bagus.


"Weisssss.... beneran serius mau nikah dia bro. Sekarang udah pinter bawa beginian" puji Refan.


"Iya donk" sambut Riko bangga.


"Sana gih kamu kasih langsung aja sama istriku di belakang. Aku lagi nanggung nih" perintah Bagus yang lagi sibuk beresin teras untuk tempat duduk mereka.


"Yu, ini aku bawa sesuatu" Riko menyerahkan bungkusan ke arah Dini.


"Tolong letakin di meja aja Mas" perintah Dini yang sedang asik membuat minuman.


Baik Dini ataupun Riko sama - sama tidak sadar siapa yang sedang mereka ajak bicara. Riko segera meletakkan bungkusan yang dia bawa di atas meja kemudian dia berbalik menuju ke tempat teman - temannya duduk.


"Udah lihat surga tadi Ko?" tanya Bagus.


"Udah tapi surganya ada yang punya semuanya" jawab Riko ketus.


"Siapa aja?" tanya Aril basa - basi.


"Tuh surganya si Refan dan Bagus" jawab Riko.


Semuanya tersenyum mendengar jawaban Riko. Itu artinya Riko belum melihat Dini di dapur.


"Lanjut" bisik Aril kepada teman - temannya yang lain.


"Seep" sambut Romi.


Mereka duduk santai di teras sambil ngobrol sedangkan Salman dan Bayu sedang asik berenang di kolam. Ayu dan Kinan sudah janji kepada Salman dan Yoga untuk memberikan izin mereka bermain dan berenang. Oleh sebab itu Kinan sengaja membawa baju renang Salman.


"Yaaaank makananya udah siap belum?" tanya Bagus.


"Sebentar lagi Mas, sabar ya" jawab Ayu.

__ADS_1


"Yoi yank... kalau begitu tolong minumnya dulu yank, kering nih seperti di gurun" pinta Bagus.


"Iya Mas, tunggu sebentar" jawab Ayu dari arah dapur.


Ayu meminta bantuan Dini untuk mengantarkan minuman ketempat para lelaki berkumpul. Dini segera menyiapkan lima gelas minuman untuk para lelaki dan membawanya ke teras rumah Ayu.


"Ko gimana proses ta'arufnya?" pancing Bagus.


"Sedang proses bro" jawab Riko cuek.


"Selama proses gimana menurut kamu sifatnya Dini?" tanya Refan.


"Baik, santun dan jujur. Dia selalu bicara apa adanya dan seperlunya saja. Sesekali aku ajak bercanda dia diam aja" jawab Riko.


"Kamu mungkin modus. Judulnya aja nanya - nanya aslinya mau gombal" sindir Refan.


"Ya nggak lah mana berani aku gombalin cewek seperti Dini. Anaknya polos, aku merasa berdosa kalau gombalin dia" ungkap Riko.


"Trus perasaan kamu gimana padanya?" selidik Romi.


"Aku suka, suka dia yang sederhana. Apa adanya dan jujur yang paling penting dia itu gadis solehah dan cantik" jawab Riko sambil tersenyum.


"Cantik mana Dini sama Michele?" pancing Aril.


"Huh kamu Dini kok dibandingkan dengan Michel, beda jauh lah" jawab Riko.


"Beda jauh gimana?" tanya Romi.


"Michelle itu cantiknya dari luar. Hanya tampilan luar di tambah polesan dan pakaian sexynya tapi Dini cantiknya alami. Aura kecantikannya terpancar dari dalam, dari hati. Walau sederhana karena tertutup busana yang menutupi seluruh tubuhnya aku sangat yakin kalau Dini itu jauh lebih cantik dari pada Michelle" puji Riko dengan semangat membara.


Dini datang sambil membawa minuman di tangannya dan menghidangkannya kepada Refan dan teman - temannya. Riko yang sedang serius berbicara tidak memperhatikan kedatangan Dini dari belakangnya.


"Jadi intinya gimana tadi?" tanya Bagus lagi.


"Intinya ya lebih cantik Dini dari pada Michelle" ulang Riko.


Riko langsung menyambar minuman yang dihidangkan Dini dan meminumnya tanpa melihat siapa yang menyerahkan minuman itu kepadanya.


Sruuup...


"Terimakasih Mas" jawab Dini.


Croooooot....


Sontak minuman yang sudah di teguk Riko barusan menyembur ke depan.


"Hahahaha.... rasain lo"


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2