
Esok harinya..
"Maaas bangun" ucap Kinan lembut.
"Heeem... udah jam berapa sayang?" tanya Refan sambil membuka matanya.
"Sudah subuh Mas, baru aja adzan" jawab Kinan.
Refan kini sudah membuka matanya, dia melihat istrinya sudah memakai mukena. Wajahnya terlihat sangat bersih dan bercahaya.
Refan bangun kemudian memeluk istrinya.
"Aku masih ngantuk, ingin tidur sebentar seperti ini" Refan meletakkan kepalanya di bahu Kinan.
"Maaas... posisiku sangat sulit seperti ini" protes Kinan.
Usia kandungan yang sudah masuk enam bulan membuat perutnya semakin besar.
"Maaf sayang aku jadi menyulitkan kamu" balas Refan.
Refan langsung turun dari tempat tidur dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Kinan sudah menyiapkan peralatan shalat untuk mereka shalat bersama.
Tak lama kemudian Refan sudah keluar kamar mandi dan memakai pakaian shalatnya. Kemudian mereka shalat berjamaah.
Diakhir shalat mereka berdoa, membujuk dan merayu Allah, mencurahkan semua permintaan mereka dalam untaian doa.
Semoga Allah memberi kelancaran dalam kehamilan Kinan hingga sampai Kinan lahiran.Diberi kesehatan dan diberi anak - anak yang soleh dan sholehah.
Setelah itu Refan kembali naik ke atas tempat tidur.
"Yank aku tidur sebentar lagi ya. Bangunkan aku jam enam pagi" pinta Refan.
Kinan tersenyum menatap suaminya.
"Iya Mas" setelah selesai melipat mukena dan sajadah, Kinan keluar dari kamar menuju dapur.
Ternyata Mama dan mertuanya sudah lebih dahulu berada di sana.
"Refan sudah bangun Nan? Biar Mama buatkan kopi untuknya sekalian buatin minum Papa" tanya Mama Kinan.
"Mas Refan tidur lagi Ma setelah shalat subuh. Biar aja nanti aku yang buatin kopinya. Lho ini Mama kok buat dua?" tanya Kinan balik.
"Satu buat Papa dan satu lagi Bimo" jawab Bu Dhisti.
"Mas Bimo sudah turun?" tanya Kinan lagi.
"Sudah tadi shalat subuh bareng Papa ke mesjid" jawab Mamanya.
"Iya Mas Refan kayaknya capek banget Ma makanya sulit bangun dan gak ikutan ke Mesjid. Habis shalat aja lanjut tidur lagi" balas Kinan.
"Ya sudah biarin aja suami kamu tidur sebentar lagi" sambut Bu Suci.
"Iya Ma" jawab Kinan pada mertuanya.
__ADS_1
Kinan tampak ingin membantu di dapur tapi dilarang oleh Bu Suci dan Bu Dhisti.
"Sudah Nan.. kamu duduk aja biar kami saja yang siapkan semuanya" cegah Bu Suci.
"Kalau begitu aku bangunin Salman aja ya" ujar Kinan.
Kinan berjalan menuju kamar Salman untuk membangunkan Salman dan bersiap mau ke sekolah.
Tak lama kemudian Bela dan Ela turun dari lantai dua dengan pakaian kerja lengkap. Kemudian Reni pun menyusul keluar dari kamar.
"Wah kalian semua sudah siap? Cepat banget?" tanya Bu Suci.
"Iya Ma, hari ini aku dan Mas Bimo mau antar Ela ke Perusahaan Mas Romi" jawab Reni.
"Kamu kok pergi ke kantor sama Bimo?" tanya Bu Suci heran.
"Kemarin pulang kerja aku di jemput Mas Bimo. Aku janjian mau tunjukin rumah. Jadi mobilku tinggal di kantor" jawab Reni.
"Ooo.. Bela juga cepat banget bersiap?" Kini Bu Suci bertanya kepada Bela.
"Aku juga mau cepat pergi, gak enak kalau datang terlambat" sambut Bela.
Setengah jam kemudian Kinan, Refan dan Salman keluar dari kamar dan semua sudah berkumpul di depan meja makan.
"Wah sudah ramai rupanya" ujar Refan.
"Tinggal nungguin kamu" sambut Bu Suci.
"Ada yang kurang ni? Aril belum datang?" tanya Refan sambil memperhatikan semua yang ada di meja makan.
"Ya sudah Ren kamu bareng Mas aja. Kasihan Bimo ngantar kalian semua kan jauh muternya" ucap Refan.
"Gak apa - apa kok Fan, aku sudah janji sama Reni kemarin mau antarin dia ke kantor karena aku Reni udah temani aku kemarin cari rumah" sambut Bimo.
"Udah Bim, santai aja. Kamu mau ngantar mereka bertiga kejauhan. Jaraknya beda - beda, kalau antar semua pasti ada yang terlambat. Reni kan satu kantor sama aku, jadi kami pergi bareng aja" balas Refan
"Oke Mas" jawab Reni.
Mereka semua akhirnya sarapan bersama pagi itu. Setelah selesai sarapan semuanya masuk ke mobil masing - masing. Bela dan Ela masuk ke dalam mobil Bimo, sedangkan Reni dan Kinan masuk ke dalam mobil Refan. Sementara Salman sekolah di antar Opa Ardianto.
******
Satu bulan kemudian tibalah acara tujuh bulanan Kinan. Seluruh keluarga kembali berkumpul. Bapak dan Ibu Akarsana juga datang ke acara tersebut sekaligus menghadiri pindah rumah Bimo dan Bela ke rumah baru Bimo.
Besok rencana tujuh bulanan Kinan akan diadakan. Hari ini Bapak dan Ibu Akarsana sudah sampai di Rumah Kinan. Nanti seminggu setelah tujuh bulanan Kinan baru gantian acara masuk rumah barunya Bimo.
"Assalamu'alaikum... " ucap Bapak dan Ibu Akarsana yang baru saja di jemput Bimo di Bandara.
"Wa'alaikumsalam" jawab semua yang ada di rumah.
Mereka saling berpelukan dan bersalaman.
"Kamu sehat - sehat saja kan Nduuk?" tanya Bu Akarsana kepada Kinan.
__ADS_1
"Alhamdulillah sehat Bu" jawab Kinan yang semakin terlihat besar karena usia kandungannya yang semakin tua.
"Syukurlah" balas Bu Akarsana.
"Cucu eyang mana?" tanya Pak Akarsana.
"Ini Eyaaang... Salman di sini" teriak Salman yang baru saja keluar dari kamarnya.
Pak Akarsana langsung memeluk cucunya karena kangen. Mereka duduk di ruang keluarga melepaskan rindu.
"Bapak dan Ibu sudah makan?" tanya Kinan.
"Sudah.. sudah.. tadi Bimo ajak kami makan sebelum sampai di sini" jawab Bu Akarsana.
Kinan menyuruh Bik Mar untuk membuatkan minuman untuk mantan mertuanya.
"Jam berapa besok acaranya dimulai?" tanya Pak Akarsana.
"Jam sepuluh pagi Pak, seperti acara empat bulanan kemarin saja. Acara kita mulai di awal baru setelah itu acara makan siang bersama" jawab Refan.
"Eh kalian sudah mulai kerja ya katanya?" Pak Akarsana melirik ke arah Bela dan Ela.
"Sudah Pak, alhamdulillah.. " jawab Ela dan Bela.
"Gimana kerjanya, betahkan?" tanya Pak Akarsana lagi.
"Alhamdulillah betah. Kalau aku kan emang udah tau dan kenal sama Bos pemilik perusahaan karena yang nawarin kerja memang Mas Aril langsung. Ela tuh, sampai sekarang belum pernah bertemu dengan Bosnya" jawab Bela.
"Tenang aja El, besok Mas Romi datang kok keacara tujuh bulanannya Kinan. Nanti Mas kenalin sama Romi ya" sambut Refan.
"Iya Mas, yang aku dengar kata para karyawan orangnya galak Mas. Aku jadi takut ketemu" ujar Ela.
"Hahaha.. galak dari mana. Dia itu mantan playboy juga seperti Mas Aril" potong Reni
"Huuus... kamu Ren" cegah Refan.
"Kan benar Mas. Aku bilang kan mantan itu artinya dia sudah tobat. Mungkin karena itu kali ya dia jadi galak. Biasanya kan Mas Aril tebar pesona" jawab Reni.
"Jangan nilai seseorang dari tampilannya saja sebelum kenal dengan orangnya tersebut" ungkap Refan.
"Iya Mas" jawab Ela.
"Besok kamu kan bisa lihat sendiri gimana kepribadian Romi" ucap Refan.
"Nah El, malam ini siapkan mental kamu untuk bertemu langsung dengan Bos tempat kamu bekerja. Mudah - mudahan orangnya baik. Yang jelas dia masih muda" sambut Bela.
"Iya Bel" jawab Ela.
Setelah satu jam berbincang-bincang karena hari juga sudah malam mereka memutuskan untuk beristirahat di kamar masing-masing. Menyambut hari esok, acara tujuh bulanannya Kinan.
.
.
__ADS_1
BERSAMBUNG