Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 344


__ADS_3

"Ini Refan. Maaf Feb aku mengganggu waktu kerja kamu. Aku ingin bertanya sesuatu kepada kamu. Apa yang kamu bicarakan dengan Naila tadi saat kalian bertemu?" tanya Refan langsung tanpa basa - basi.


"Fan, apakah keadaan Naila baik - baik saja?" Febri balik bertanya.


"Naila pulang sambil menangis. Dia bilang kalau dia adalah anak pembunuh. Dari mana dia tau kalau Arga yang menyebabkan Papa Reno dan Mama Thalira kecelakaan dan meninggal dunia? Tadi Jeta ponakanku bilang dia dan Naila baru saja datang ke Perusahaan kamu untuk bertemu dengan kamu. Apakah itu benar Febri? Apakah kamu yang mengatakan semuanya kepada Naila?" desak Refan.


Febri menahan nafas sesaat saat mendengar semua perkataan Refan.


Oh ya Allah apa yang harus aku katakan agar Refan mengerti kalau aku tidak sengaja mengatakan hal itu. Ucap Febri dalam hati.


"Halo Febri... " panggil Refan.


"I.. iya.. Maaf Refan. Aku tidak sengaja mengatakannya dan aku tidak tau kalau ternyata Naila tidak mengetahui semua cerita tentang orang tua kandungnya. Dia datang ke kantorku dan meminta maaf atas semua perlakuan Mas Arga kepadaku. Atas pengkhianatan Mas Arga dan atas lahirnya dia dari hubungan terlarang antara Mas Arga dan Renita. Aku sudah mengatakan kalau dia tidak bersalah dalam hal ini Fan dan aku sudah memaafkan Mas Arga dan Renita sejak lama. Aku bercerita kalau perselingkuhan mereka mungkin juga akibat kesalahanku. Aku mencoba bercerita padanya kalau Mas Arga itu orang yang baik, agar dia tidak membenci kedua orang tuanya Fan tapi aku tidak sengaja menginggung kecelakaan Pak Reno dan istrinya hingga mereka meninggal dan penyebabnya adalah Mas Arga. A.. aku.. aku tidak tau kalau kalian merahasiakan hal ini dari Naila. Maafkan aku Fan, aku tidak bermaksud untuk menyakiti Naila atau membuatnya bersedih. Aku benar - benar minta maaf" ungkap Febri jujur dan sungguh - sungguh.


Setelah mendengar penjelasan Febri, Refan bisa mengerti apa yang terjadi. Karena hal itu juga pernah Naila lakukan padanya. Meminta maaf atas kesalahan kedua orang tuanya yang sudah mengkhiantai dirinya yang saat itu masih menjadi suami Renita.


Naila juga meminta maaf karena kehadirannya mungkin sudah membuat Refan terluka. Refan mengerti bagaimana lembutnya hati Naila yang terus - menerus menyalahkan dirinya sendiri.


Dia menganggap lahirnya dia didunia ini adalah sebuah kesalahan besar. Benar memang salah tapi salah karena hubungan orang tuanya. Bukan salah Naila.


Refan menarik nafas panjang sambil memijit kepalanya yang mulai pusing memikirkan semuanya dan mencari jalan keluar dari semua masalah ini.


"Baiklah Feb, aku mengerti dan percaya pada penjelasan kamu. Karena hal itu juga pernah Naila lakukan padaku saat dia tau kalau dia lahir dari hubungan terlarang orang tua kandungnya" ujar Refan.


Febri kini bisa bernafas lega begitu mendengar jawaban Refan.


"Sekali lagi aku minta maaf ya Fan... aku benar - benar tidak sengaja. Dan aku turut prihatin atas apa yang terjadi dengan Naila. Semoga dia bisa menerima semuanya dengan baik dan tidak membenci kedua orang tuanya" sambung Febri.


"Aku akan memberi pengertian dan mencoba menenangkan Naila. Terimakasih atas penjelasan kamu dan terimakasih kamu sudah bersikap baik pada anakku Feb" ujar Refan.


"Kamu hebat Fan, aku semakin salut kepada kamu. Kamu benar - benar punya hati yang luas. Menyayangi Naila dan mendidiknya dengan baik. Dia gadis yang baik, kuat dan solehah" puji Febri.


"Terimakasih Feb. Kalau begitu aku tutup teleponnya ya.. Assalamu'alaikum" pamit Refan.


"Wa'alaikumsalam" jawab Febri.


"Bagaimana Refan? Apa informasi yang kau dapat?" tanya Tagor penasaran.

__ADS_1


"Naila memang menemui Febri untuk meminta maaf atas kesalahan kedua orang tua kandungnya. Hal yang pernah dia lakukan padaku. Tanpa sengaja Febri bercerita kalau Arga lah yang menyebabkan kematian Papa Reno dan Mama Thalita" jawab Refan


"Oh ya Allah.. kasihan sekali Naila" sambut Jelita.


Tiba - tiba Jelita langsung memukul bahu Jeta dengan kuat sehingga Jeta berteriak karena sakit.


"Aww.... duh sakit Mamaaaaa" teriak Jeta.


"Ini semua gara - gara kamu nih, kenapa kamu gak cerita ke Mama, Om atau Tante kamu. Kalau tidak kan gak terjadi hal seperti ini Jetaaa" ucap Jelita kesal.


"Aku gak tau kalah kisah orang tua Naila seperti ini Ma.. Aku kira Naila akan bicara hal yang sama dengan Om Refan" jawab Jeta.


"Sudah Mbak, bukan salah Jeta juga. Sepertinya memang Naila harus tau semua kisah hidup orang tuanya" ujar Refan.


"Sebaiknya memang begitu Fan, kita semua harus bisa menguatkan Naila dan memberi semangat agar dia bisa menerima semua ini dengan lapang dada dan tidak membenci orang tuanya" sambut Tagor bijak.


"Iya Bang, aku akan bicara lagi pada Naila nanti saat dia sudah lebih tenang" jawab Refan.


Malam harinya saat mereka semua sedang makan malam di rumah Refan.


"Naila mana Ma, kok gak ikut makan?" tanya Salman.


"Oh pantas saja dia pulang lebih awal" ujar Salman.


Saat mereka baru saja selesai makan tiba - tiba Bik Mar datang.


"Den Refan ada tamu" ucap Bik Mar.


"Siapa Bik?" tanya Refan.


"Katanya Bu Febri" jawab Bik Mar.


Refan dan Kinan saling pandang. Jeta juga ikut memandang Refan.


"Suruh dia masuk dan bawa ke ruang keluarga, aku akan segera kesana" perintah Refan.


"Baik Den" jawab Bik Mar.

__ADS_1


"Bukankah itu nama wanita yang kemarin tak sengaja Naila tabrak di Restoran Pa? Ada apa dia ke sini?" tanya Salman penasaran.


"Nanti kamu akan tau, ayo yank kita temui Febri" ajak Refan.


Khalid dan Khansa kembali ke kamar masing - masing, sedangkan Refan dan yang lainnya beranjak menuju ruang keluarga.


"Mbak Febri" sambut Kinan ramah.


"Maaf aku mengganggu waktu istirahat kalian ya.. " ujar Febri sungkan. Dia datang bersama Rendy.


Refan dan yang lainnya saling berjabat tangan dengan Febri dan Rendy.


"Hatiku tidak bisa tenang setelah mendapat telepon dari kamu Fan. Aku harus meminta maaf pada kalian karena kelancangan aku tadi siang. Aku ingin bertemu Naila. Apa boleh?" pinta Febri.


"Naila saat ini sedang tidak enak badan" jawab Refan.


"Maaas... sebaiknya semuanya segera diselesaikan agar kita semua tenang. Naila tadi aku lihat juga sudah lebih baik" ucap Kinan.


"Mmm.. maaf Fan, bukan aku ikut campur. Menurut aku sebaiknya kamu dan Febri berdua bersama - sama menemui Naila. Karena kalian adalah mantan pasangan kedua orang tuanya. Aku melihat Naila punya rasa bersalah yang besar pada kalian karena pengkhianatan orang tuanya dulu. Sebaiknya kalian bicara baik - baik kepadanya. Agar dia bisa menerima semuanya dan menjadi tenang" usul Tagor.


Refan menatap Kinan meminta dukungan.


"Menurut aku juga seperti itu Fan. Dan kalau Naila butuh perwakilan keluarga dari Om Reno, aku bersedia bertemu dengan Naila dan menjelaskan semuanya" ucap Rendy.


Kinan menarik nafas panjang.


"Iya Mas aku setuju.. Mas dan Febri yang bisa meyakinkan Naila. Kalau kalian sudah memaafkan seluruh kesalahan Papa dan Mama kandungnya" sambut Kinan.


"Gimana Feb?" tanya Refan.


"Aku setuju saja Fan. Berdua dengan kamu lebih baik dari pada sendiri" jawab Febri.


"Baik kalau begitu kita segera ke kamar Naila" ajak Refan.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2