
Seluruh keluarga Bimo dan Reni sudah tiba di bandara. Keluarga Refan saja sampai membawa dua pembantu rumah tangganya untuk membantu Kinan mengusud dua baby K nanti di Labuhan Bajo.
Mereka segera masuk ke dalam pesawat dan berangkat bersama - sama. Masing - masing duduk sesuai dengan tiket mereka. Bimo duduk bersama Refan. Sedangkan Reni duduk bersama Mamanya Bimo. Kinan duduk dekat dengan Mamanya Refan agar bisa menggendong si Kembar.
Sementara Papa dan Mamanya Kinan duduk dengan Salman. Disamping mereka duduk Bik Nah dan Bik Mar yang sangat senang dengan pengalaman pertama mereka naik pesawat terbang.
Mereka berangkat dijadwalkan dari Jakarta pada pukul 10.05 WIB dan akan tiba di Labuan Bajo pada pukul 13.35 WITA.
Perjalanan yang tidak ada hambatan. Semua berjalan lancar dan seluruh keluarga bisa menikmati perjalanan. Akhirnya mereka sampai di Labuhan Bajo sesuai dengan jadwal sampai.
Sesampainya disana mereka langsung disambut oleh bus dari hotel milik Bimo dan langsung di bawa menuju hotel Bimo. Sepanjang perjalanan bandara menuju hotel mereka sudah disuguhi pemandangan yang sangat indah.
"Cantik sekali ya kota ini" ujar Reni.
"Kamu suka?" tanya Bimo yang duduk di samping Reni.
"Suka" jawab Reni dengan senyuman.
"Kalau kamu suka nanti kita akan sering datang ke sini. Kalau kamu juga mau tinggal di sini boleh juga" sambung Bimo.
"Terserah Mas saja. Istri akan ikut kemana pun suaminya pergi" balas Reni.
"Nanti kita pikirkan lagi setelah kita menikah" ujar Bimo.
"Bim... sudah berapa lama hotel di sini kamu bangun?" tanya Refan dari kursi belakang.
"Sudah lebih lima tahuan Fan" jawab Bimo.
"Mas apa keluarga almarhumah istri Mas tau mengenai hotel ini?" tanya Reni takut.
"Tau, mereka tau. Dulu setiap tahun aku dan Elliah selalu datang ke sini" jawab Bimo.
Walau ada rasa sakit di hati Reni saat Bimo bicara tentang masa lalu tapi segera dia hapus karena sejak awal Reni sudah tau konsekuensi menjadi istri Bimo.
Bimo tidak akan pernah bisa menghapus kenangan masa lalunya, walau dia terlihat memang sudah move on dan tidak bersedih lagi. Reni harus berlapang dada.
__ADS_1
Mungkin di awal pernikahan mereka agak sedikit sulit untuk saling beradaptasi tapi lama kelamaan Reni akan cepat mengerti dengan keadaan yang dia hadapi.
"Apakah pernikahan kita akan aman Mas?" tanya Reni takut.
"InsyaAllah aman. Aku hanya mengundang para sahabat dekatku yang bisa dipercaya. Dan mengenai pernikahan kita apakah kamu marah kalau aku membuat acara private. Sehingga tidak ada orang luar yang tau. Bahkan para karyawan hotel hanya beberapa orang saja yang tau kalau besok itu adalah hari pernikahan kita. Aku bukan malu atau tidak mau mengakui kamu sebagai istriku tapi aku lebih menjaga keselamatan kamu. Aku tidak mau sesuatu hal buruk yang terjadi dengan kamu jika mereka mengetahui berita pernikahan kita. Hal ini hanya sampai proses hukum kecelakaan Bima benar - benar selesai. Tinggal sedikit lagi akan berakhir. Apakah kamu keberatan akan hal itu?" tanya Bimo kepada Reni.
"A.. aku tidak keberatan Mas. Malah aku jadi lega. Dari kemarin hal ini yang mengganjal di hatiku dan jujur aku memang takut" jawab Reni jujur.
"Kamu tidak perlu takut. Aku benar - benar memperketat keamanan hotel, terlebih untuk besok saat akad nikah kita berlangsung. Setelah itu kita akan keliling pulau ini untuk berbulan madu selama satu minggu. Mungkin kita akan pulang belakangan dari pada keluarga kita yang lain" ungkap Bimo.
Wajah Reni langsung bersemu merah karena malu saat Bimo membicarakan tentang bulan madu. Hubungan mereka hanya berjalan satu bulan setelah Bimo melamarnya.
Bukan masa pacaran tapi masa persiapan pernikahan. Selama satu bulan Reni semakin mengenal sifat Bimo secara intens.
Semakin lama Reni mengenal Bimo dia semakin mencintai pria itu. Bimo yang selama ini dia kenal sebagai pria berumur karena jauhnya jarak usia mereka. Bimo juga serius dan pendiam.
Tapi setelah Reni mengenal lebih dekat lagi ternyata Bimo pria yang romantis dan humoris. Suka bercanda dan ternyata banyak cerita.
Kata Bela seperti itulah Bimo dulu sebelum dia menikah dengan Elliah. Mungkin pahitnya kehidupan yang membuatnya banyak berubah.
Tak lama mereka sudah sampai di hotel dan langsung di sajikan makan siang khas Labuhan Bajo. Keluarga besar langsung berkumpul di Restoran hotel dan menyambut kedatangan mereka dengan suka cita.
Setelah selesai makan siang, mereka dipersilahkan masuk ke dalam kamar masing - masing. Untuk malam ini Reni masih satu kamar dengan Mamanya. Besok setelah akad nikah dia akan pindah ke kamar pengantin.
Sekitar jam lima sore waktu setempat rombongan keluarga kecil Jelita Kakak sulungnya Refan dan Reni sudah sampai di Bandara.
Sudah dua tahun ini mereka meninggalkan Indonesia karena suaminya Jelita di tugaskan di keluar negeri. Baru dua bulan ini mereka kembali tapi langsung tinggal di Medan.
Suami Jelita adalah orang Medan dan bekerja di Medan. Makanya saat pernikahan Refan, Jelita tidak bisa menghadirinya.
Jelita sudah mengenal Kinan karena saat kecil keluarga mereka memang tinggal berdekatan. Mereka adalah tetangga saat kecil setelah kuliah baru kembali lagi ke Jakarta.
Tapi Jelita tidak kuliah di Jakarta. Dia kuliah di Bali. Sudah lama Jelita tidak bertemu dengan Kinan. Bahkan wajah Kinan sudah dia lupakan.
Datangnya dia ke Labuhan Bajo untuk bertemu adik iparnya dua orang sekaligus yaitu Kinan dan Bimo.
__ADS_1
Keluarga kecil Jelita sudah dijemput pihak Hotel di Bandara dan langsung di bawa ke Hotel. Seluruh keluarga besar Refan sudah tidak sabar menunggu pertemuan keluarga lagi.
Sudah dua tahun mereka belum pernah bertemu lagi. Banyak kabar berita yang Jelita terima tentang adik - adiknya selama dia tinggal di luar negeri.
Yang paling membuat dia terkejut adalah kabar meninggalnya Renita dan perselingkuhan Renita sampai melahirkan anak diluar nikah.
Tapi apa daya Jelita tidak ada di saat - saat penting dan disaat sulit keluarganya. Keadaan yang mengharuskan dia tidak bisa pulang.
Mobil Hotel yang membawa keluarga Kecil Jelita sudah sampai di loby Hotel. Refan dan keluarganya sudah menunggu kedatangan mereka dengan tidak sabar.
Begitu Jelita beserta anak dan suaminya turun dari mobil mereka langsung di sambut oleh Bu Suci.
"Mamaaaa.... " Jelita langsung memeluk Bu Suci.
"Ta.. Mama kangen banget sama kamu" sambut Bu Suci mereka pun berpelukan..
Setelah itu Jelita melirik ke arah Refan dan melihat wanita yang ada disampingnya.
"Pasti Kinan kan" ucap Jelita.
"Iya Mbak, senang bertemu dengan Mbak akhirnya" Kinan dan Jelita saling berpelukan setelah itu Refan juga memeluk Kakak sulungnya.
Terakhir Jelita melihat Reni dan seorang pria yang ada di sampingnya. Jelita tampak terkejut ketika melihat sosok pria itu.
"Bim.. Bim... " ucap Jelita terkejut.
"Jeli.."
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1