Pernikahan Ke 2

Pernikahan Ke 2
Bab 23


__ADS_3

Pagi harinya Kinan memutuskan untuk tidak pergi ke kantor karena dia merasa tubuhnya masih belum sembuh total. Dan pagi ini dia juga tidak memasak sarapan pagi di dapur.


Bik Mar menyiapkan nasi goreng untuk sarapan mereka pagi ini. Pagi - pagi sekali Refan sudah bersiap hendak berangkat ke kantor.


Refan mondar mandir di depan cermin. Dia belum juga selesai memasangkan dasinya. Akhirnya dia menyerah dan mencoba meminta bantuan Kinan.


Tok.. tok.. tok..


"Nan kamu ada di dalam?" tanya Refan.


"Iya Mas, ada apa?" Tanya Kinan balik.


"Tolong bantuin aku" pinta Refan.


Kinan segera menghampiri pintu penghubung antara kamar mereka. Karena Refan sudah terlanjur melihat tubuhnya tanpa jilbab, mulai hari ini Kinan memutuskan untuk tidak memakai jilbabnya kalau sedang di dalam rumah.


Benar kata Refan tadi malam, Dia sudah menjadi istri Refan sekarang jadi tidak akan salah kalau Refan melihatnya tanpa jilbab.


Kinan membuka pintu penghubung, Refan sudah berdiri di depannya dengan memegang dasi di tangannya.


"Tolooong" Refan menyerahkan dasinya untuk dipasangkan Kinan di lehernya.


Kinan tersenyum tipis melihat wajah memohon suaminya itu. Kinan meraih dasinya dan mulai melilitkannya di leher Refan.


"Coba Mas Refan perhatikan, yang ini diletak begini terus putar ke sini. Setelah itu tarik yang ini... " ucap Kinan mengajari Refan.


Refan memperhatikan apa yang Kinan lakukan secara dekat. Dia juga bisa melihat wajah Kinan secara dekat dan sangat jelas.


Rambutnya haruuum.. Puji Refan.


"Nah sekarang tarik yang ini... udah bereeees" sambung Kinan.


Kinan tersenyum dan tanpa sadar mengusap lembut dada Refan untuk merapikan pakaiannya.


"Udah mengerti gak?" tanya Kinan.


Refan tersadar dan fokus pada pertanyaan Kinan.


"Nggak, dari dulu memasang dasi adalah hal yang paling ribet. Aku tidak akan pernah lulus" Jawab Refan.


"Ala bisa karena biasa. Yakinlah.. Allah Maha Penyayang" sambut Kinan.


Refan menatap tajam wajah Kinan. Kini mereka saling tatap. Tiba - tiba pintu kamar Refan di ketuk. Refan segera berjalan kembali ke kamarnya.


"Ya Bik" ucap Refan.


"Sarapan pagi sudah siap Den" lapor Bik Mar.


"Iya Bik, sebentar ya" jawab Refan.


Refan melirik kaca, kini dasinya sudah terpasang rapi. Dia meraba dadanya.


Ada apa dengan jantungku? Lagi - lagi berdetak kencang seperti ini. Ucap Refan dalam hati.


Refan dan Kinan sama keluar dari kamar mereka. Bik Mar dan Bik Nah terkejut melihat penampilan Kinan.

__ADS_1


Bukan karena Kinan masih mengenakan daster tapi karena Kinan tidak memakai jilbabnya keluar kamar.


"Yuk makan Maaaas" ajak Kinan.


Walau Kinan masih lemas dia tetap ingin melayani suaminya makan.


"Salman dimana Non?" tanya Bik Nah.


"Salman dan Naila masih tidur Bik, biarin aja. Nanti baru saya bangunkan" jawab Kinan.


"Kamu gak kerja?" tanya Refan.


"Aku udah permisi tadi Mas, badanku masih lemas" jawab Kinan.


Kinan mengambilkan makanan untuk Refan. Dan Refan mulai menyantap sarapan paginya.


"Bik kenapa di tukar lagi resep nasi gorengnya. Aku suka nasi goreng yang kemarin" ucap Refan.


Bik Mar menatap wajah Kinan, terlihat Bik Mar bingung harus menjawab perkataan Refan.


"Ebinya habis Mas. Jadi bumbu Bibik gak lengkap. Nanti sore belanja ya Bik" potong Kinan. Dia langsung mengalihkan pembicaraan.


Refan meminum kopinya.


"Kopinya juga seperti kemarin?" protes Refan.


"Kopinya juga lagi habis Mas. Bibik belum belanja" jawab Kinan.


"Bik nanti langsung belanja saja ya.. Minta uang belanjanya sama Kinan. Jangan sampai persediaan habis baru pergi belanja" komentar Refan.


"Iya Den" jawab Bik Mar lega karena dia telah dibantu Kinan.


"Mas... " panggil Kinan.


"Ada apa?" tanya Kinan.


"Ada yang lupa" jawab Kinan.


"Apaan?" tanya Refan balik, dia masih bingung.


Kinan meminta tangan Refan, setelah Refan menyodorkan tangannya Kinan langsung mencium tangan suaminya takjim.


Refan terkejut dengan perlakuan Kinan, jantungnya kembali berdetak tak normal.


"Aku pergi" ucapnya singkat.


Setelah itu Refan masuk ke dalam mobil dan melaju menuju kantornya.


Kinan kembali ke kamarnya untuk memeriksa dua anaknya. Terlebih dahulu Kinan membangunkan Salman.


"Sayaaaang bangun yuk... anak Mama kok hari ini lama banget bangunnya?" tanya Kinan.


Tak lama tubuh Salman bergerak dan dia terbangun.


"Mama... aku masih ngantuk" jawab Salman.

__ADS_1


"Sudah pagi sayang, mandi yuk setelah itu kita sarapan" ajak Kinan.


"Adek bayinya mana?" tanya Salman.


"Adek bayi juga belum bangun. Kata adeknya, Kakaknya dulu yang bangunan setelah itu baru adeknya" jawab Kinan.


Salman turun dari tempat tidur, Kinan menggiringnya ke kamar mandi kemudian dia memandikan Salman.


Tidak memakan waktu yang lama Salman susah selesai mandi, setelah berpakaian Salman diajak Kinan duduk di meja makan.


Tapi belum sempat Kinan mengambilkan makanan Salman, terdengar suara tangisan Naila. Bik Nah langsung bangkit ingin mengambil Naila di kamar Refan.


"Biar Bik, saya aja yang ambil Naila. Bibik tolong kasih makan Salman ya" cegah Kinan.


"Baik Non" jawab Bik Nah.


Kinan bergegas menuju kamar Refan dan mengangkat Naila. Seperti Salman sebelumnya Kinan langsung membersihkan Naila, memandikannya setelah itu baru memberikan Naila susunya.


Saat sedang asik bermain dengan Salman dan Naila di rumah TV tiba - tiba Suci, Ibu mertua Kinan datang.


"Assalamu'alaikum" sapa Suci.


"Wa'alaikumsalam. Mamaaaa" jawab Kinan.


"Kamu sudah sembuh?" tanya Suci.


"Mama kok tau aku sakit?" tanya Kinan balik.


"Tadi Refan bilang sama Mama. Mau cerita tentang syukuran pernikahan kalian. Sudah dua minggu lho berlalu. Kata Refan semua berkas - berkas sudah selesai. Lebih baik kita segerakan, jangan diperlama nanti timbul fitnah" ucap Suci.


"Terserah Mama saja, aku sih ikut apa kata Mama" balas Kinan.


"Mama juga sudah menghubungi kedua orang tua kamu Nan. Papa dan Mama kamu juga setuju kalau syukurannya disegerakan. Kalian mau acaranya di gedung atau dimana?" tanya Suci.


"Ma.. kemarin kan aku sudah bilang, aku tidak mau ada pesta. Cukup acara sederhana aja panggil keluarga dekat, teman - teman dekat dan para tetangga saja" pinta Kinan.


"Nanti kalian bicarakan berdua sama Refan ya. Kalau butuh bantuan jangan sungkan hubungi Mama" ucap Suci.


"Iya Ma" jawab Kinan.


"Kamu sakit apa Nan? Kata Refan mual - mual. Apa kamu sudah hamil?" goda Suci.


Kinan terkejut dengan perkataan mertuanya.


"Maaa... kami baru menikah dua minggu lho" ucap Kinan.


"Ya siapa tau aja bisa begitu" sambut Suci.


"Maagku kumat Ma makanya aku mual dan muntah - muntah. Tapi pagi ini mudah lebih mendingan kok" jawab Kinan.


"Syukurlah kalau sudah baikan tapi kalau kamu beneran hamil Mama juga sangat senang, biar Mama punya banyak cucu" jawab Suci tersenyum.


Kedatangannya ke rumah Refan sekalian ingin melihat apakah rumah tangga putranya itu bersama Kinan baik - baik saja. Syukurlah semua terlihat baik - baik saja.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG


__ADS_2