
Semua persiapan pernikahan Salman - Aisyah, Jeta dan Naila sudah rampung. Tinggal satu hari lagi menuju hari bahagia mereka.
Hari ini adalah jadwal gladi resik untuk acara sakral mereka. Semua keluarga sudah berkumpul di Hotel milik Bimo.
"Kenalkan Ai, ini Om Bimo saudara kembar Papa kandungku. Ketapatan Om Bimo menikah dengan Tante Reni, adik kandung dari Papa Refan" ungkap Salman memperkenalkan Aisyah kepada Bimo.
"Aisyah Om" ucap Aisyah.
"Bimo. Wah kamu pinter memilih istri Sal. Maaf ya saat acara lamaran kalian, Om tidak bisa datang karena sedang di Labuhan Bajo" sambut Bimo.
"Iya Om, Salman sudah cerita pada saya" jawab Aisyah.
"Sebentar lagi istri dan anak Om akan datang. Kalian bisa berkenalan. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga besar" ujar Bimo.
Aisyah membalas ucapan Bimo dengan senyuman.
"Ai, Rahma jadi datang kan? Pakaian Tante belum selesai dibenerin kemarin?" tanya Jelita.
"Jadi Tante, dia sedang di perjalanan. Sebentar lagi akan sampai" jawab Aisyah.
Tak lama kemudian Reni sampai bersama Putri.
"Assalamu'alaikum... maaf kami telat ya datangnya" ucap Reni.
"Nggak kok Tante" jawab Naila.
"Kenalin Ai ini istri Om" ujar Bimo.
"Ini calon pengantinnya ya.. cantik banget. Maaf kemarin kami gak bisa hadir saat lamaran kalian" ungkap Reni.
"Iya Tante gak apa - apa. Om Bimo sudah cerita kok sebelumnya" sambut Aisyah lembut.
Mereka saling berkenalan dan berpelukan.
"Putra mana Tante?" tanya Salman.
"Putra? Lho tadi ada bareng kami. Mana ya dia? Mungkin keliling Hotel dulu kali, ngecek semuanya" jawab Reni.
"Itu dia Putra, panjang umur" sambut Bimo.
"Ini Putra Ai, sepupu kembar aku. Mirip kan?" ujar Salman mengenalkan Putra anaknya Bimo.
"Aisyah" ucap Aisyah.
"Putra Mbak.. " sambut Putra hormat.
__ADS_1
"Mirip ya kalian? Pantas sepupu kembar sebutannya" ujar Aisyah.
"Papa kami kan kembar Ai, makanya kami juga mirip" balas Salman.
Tak lama Rahma datang dengan tergesa - gesa.
"Maaf.. maaf.. aku datang telat" ucap Rahma dengan nafas yang terlihat sedikit sesak karena baru berlari.
"Heei Rahma kamu sudah datang? Mana baju Tante" sambut Jelita senang.
"Ini Tante, maaf saya telat" jawab Rahma.
"Kamu kenapa kelihatan kesal banget?" tanya Aisyah.
"Ini nih tadi di loby ada cowok menyebalkan. Aku kan jalan bawa gaun ini dengan susah payah eeeh tiba - tiba nabrak dia. Malah aku kena semprot. Bukannya bantuin gitu kek lihat orang kesulitan berjalan" jawab Rahma kesal.
"Siapa suruh kamu tidak lihat jalan Nona" jawab Putra.
"Lho kamu?" wajah Rahma terlihat sangat terkejut saat melihat wajah Putra.
"Bah.. jadi kau cowok yang ditabrak gadis ini? Jodoh itu artinya hahaha" sambar Tagor.
Yang lain tersenyum mendengar ucapan Tagor.
"Ah kenalan lah dulu, kata orang tak kenal makan tak sayang. Kalau sudah kenal baru sayang - sayangan" sambung Tagor lagi.
Walau masih kesal tapi Rahma tak enak hati menolak perkenalannya dengan pria menyebalkan ini. Yah walau wajahnya keren dan memang mirip dengan Salman.
"Rahma" ucap Rahma.
"Putra" sambut Putra dengan wajah datar.
Cih lihat wajahnya saja tak bersahabat. Ini pria yang mau dikenalkan Om Tagor padaku yang kata Salman usianya empat tahun dibawahku? Tak sudi aku mengenalnya. Batin Rahma.
"Ayo Rahma kita ke kamar Tante, Tante sudah gak sabar mau cobain baju Tante" ucap Jelita.
"Boleh Tante, yuk" sambut Rahma.
Yang penting segera menghilang dari sini, aku tidak mau melihat wajah pria sombong itu. Batin Rahma.
Jelita dan Rahma berjalan menuju kamar Jelita.
"Hei Putra gadis cantik itu yang mau Om kenalkan pada kamu. Cantik kan? Solehah lagi" ucap Tagor.
Putra melirik kearah Rahma yang terlihat sudah akrab dengan Jelita.
__ADS_1
Wanita ceroboh.. walau memang cantik tapi aku tidak suka. Pasti nanti hidupku kacau karena kecerobohannya. Batin Putra.
"Putra belum mau menikah dulu Om. Nanti saja ya.. lagian kalau Putra mau menikah, Putra akan cari calon sendiri" tolak Putra datar.
"Ah anak muda sekarang.. ya sudah lah.. kau lihat - lihat saja gadis itu. Kalau cocok gas lah teruuus. Kalau memang tak cocok apa boleh baut eh buat" sambung Tagor.
Bimo tersenyum mendengar pembicaraan Putra dengan abang iparnya itu.
Tak lama kemudian acara gladi resik di mulai. Seluruh keluarga baik keluarga Refan, Tagor dan keluarga Aisyah mengambil tempat. Bersama mereka ada keluarga Bimo.
Satu jam acara gladi resik selesai setelah itu mereka istirahat di Hotel. Malam ini semua akan menginap di Hotel mengingat besok pagi - pagi mereka harus bersiap untuk acara pernikahan sakral dua pasangan yang akan segera menjadi pasangan suami istri.
******
Keesokan harinya seluruh keluarga sedang sibuk bersiap - siap. Di kamar pengantin wanita yang nanti akan menjadi kamar pengantin Naila dan Jeta sudah ada Aisyah dan Naila yang sedang di rias oleh MUA.
Sedangkan kamar pengantin Pria yang nanti akan dipakai oleh Salman dan Aisyah ada Salman dan Jeta yang juga sedang bersiap memakai pakaian mereka.
Jam delapan pagi dua pengantin pria bersama seluruh keluarga inti dan para sahabat sudah berkumpul di aula Hotel untuk melangsungkan acara ijab kabul.
Acara ijab kabul hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja dan para sahabat Refan. Mengingat rahasia kisah hidup Naila. Agar tidak ada banyak pertanyaan mengapa bukan Refan yang menikahkan Naila.
Keluarga Aisyah sudah diberi tahu tadi malam tentang kisah Naila agar mereka juga tidak bertanya - tanya dan terkejut. Alhamdulillah keluarga Aisyah bisa menerima hal itu dengan tanggapan yang baik.
Yang menjadi wali nikah Naila adalah Rendy. Karena Rendy adalah sepupu Renita. Anak laki - laki dari saudara laki - laki Papanya Renita.
Refan yang meminta Rendy untuk menjadi wali nikah Naila. Baik Rendy ataupun Naila menerimanya dengan ikhlas.
Karena Salman adalah anak pertama. Dia lebih dulu mengucapkan ijab kabul. Setelah itu baru giliran Jeta. Saat ijab kabul pernikahan antara Jeta dan Rendy. Air mata Refan, Kinan dan Naila menetes. Refan dan Kinan saling berpegangan tangan.
"Akhirnya putri kita menikah Mas" ujar Kinan.
"Iya sayang.. aku harap dia akan bahagia kedepannya. Semoga masa lalu kedua orang tuanya dan masa lalu sedih dalam rumah tangga kita tidak dialami mereka. Cukup kita saja yang merasakannya" sambut Refan.
"Mereka akan menjalani hidup mereka dengan kisah yang berbeda Mas.. Kita cukup mendoakan agar mereka kuat dan saling berpegangan tangan dalam menghadapinya" balas Kinan.
"Iya sayang" Refan merangkul tubuh istrinya dengan lembut. Mereka saling berpelukan.
Ijab kabul dua pasang pengantin sudah selesai. Dua pasangan itu terlihat sangat bahagia menjemput masa depan mereka.
Mata Refan, Kinan, Rendy dan Febri terlihat basah menyaksikan kebahagian dua pasang pengantin itu.
.
.
__ADS_1
~ END ~